Anda di halaman 1dari 62

Syafinaz Hamdan

Preseptor FM : Dr. Deni Kurniadi S., dr., DESS.


Preseptor Lapangan : Hj. RR. Theresia Widuri,dr
Nama : Tn. S
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 38 tahun
Alamat : Jln. Gegerkalong Girang, Pondok Hijau Ciberem, Gang Bongkaran
RT06/RW01, Sukasari, Bandung
Pekerjaan : Tukang Sampah
Status Marital : Menikah
Pendidikan : SD
Agama : Islam
Suku : Sunda
Tanggal Periksa : 04 Desember 2017
Tanggal Home Visit : 04 Desember 2017
Pasien datang ke Puskesmas Sukarasa dengan keluhan bercak kemerahan yang terasa gatal di
sekitar leher bagian samping dan belakang yang dirasakan sejak 2 minggu yang lalu. Bercak
kemerahan ini muncul sejak setahun sebelum pasien datang ke Puskesmas. Keluhan bercak merah ini
sering disertai dengan gatal yang hilang timbul jika pasien merasa banyak pikiran. Awalnya bercak
merah ini muncul di leher bagian samping kanan, namun seiring berjalannya waktu, bercak
kemerahan ini semakin lama semakin bertambah luas dan bertambah banyak ke samping leher kiri.
Pasien merasakan pada awalnya lukanya seperti beruntus-beruntus merah yang terasa gatal, lalu
pasien menggaruknya sehingga beruntus-beruntus merah tersebut semakin menghitam, semakin
membesar, menebal dan bersisik halus di bagian atas lukanya. Bercak tersebut tidak pernah
dirasakan basah oleh pasien.
Riwayat gatal-gatal dirasakan cukup hebat terutama saat malam hari dan saat pasien tidak
sedang melakukan suatu aktivitas. Pasien juga mengaku jika suasana lagi panas dan pasien lagi
dalam keadaan berkeringat, gatalnya semakin memperparah. Pasien mengaku menggunakan sisir
untuk menggaruk lehernya karena pasien merasa gatal tidak hilang bila digaruk dengan
menggunakan jarinya dan pasien akan berhenti menggaruk bila sudah timbul luka. Pasien mengakui
akhir-akhir ini sering merasa stress karena mempunyai masalah keuangan yang tidak stabil.
Riwayat kulit kering diakui oleh pasien. Pasien mengaku mandinya sehari
sekali setelah pulang dari kerja dan pakaian kerja pasien hanya akan dicuci setelah
3 hari bekerja. Pasien juga mengaku suka berpakaian ketat sewaktu bekerja dan
apabila duduk dirumah. Pasien juga mengaku mempunyai riwayat bertukar-tukar
handuk bersama ahli keluarganya. Riwayat digigit serangga atau kontak dengan
serangga pada daerah leher disangkal oleh pasien. Riwayat gigi berlubang, nyeri
menelan, batuk pilek sebelumnya disangkal. Riwayat kelelahan bekerja diakui oleh
pasien.
Riwayat penyakit jantung, gula, tekanan darah tinggi dan maag disangkal
oleh pasien. Riwayat asma dan bersin-bersin di pagi hari disangkal oleh pasien.
Riwayat gejala yang sama di keluarga pasien disangkal. Riwayat pemakaian obat
kortikosteroid disangkal. Riwayat alergi pada obat-obatan, makanan, dan cuaca
pada pasien dan keluarganya disangkal.
 BENTUK KELUARGA
 Extended family

 TAHAPAN SIKLUS HIDUP KELUARGA


 Keluarga dengan anak usia sekolah (Duvall’s Life Cycle ke-4)

 FAMILY MAP
 Pasien menikah pada tahun 2005 dan dikurniakan 2 orang anak dengan istrinya.
 Pasien tinggal bersama 2 anaknya (S dan D) dan adik bongsunya (Tn. E).
 Hubungan antara anggota keluarga terjalin dengan baik dan tidak ada konflik. Namun,
pasien mengeluhkan bahwa pasien berasa terbeban harus menanggung beban keuangan
keluarga besarnya selain keluarganya sendiri.
 Adik pasien yang kelima, Tn. H meninggal dua tahun yang lalu dan tidak diketahui
penyebabnya.
 Sumber penghasilan berasal dari pasien dan menurut pasien, sumber penghasilan tidak
cukup untuk menampung belanja sehari-hari keluarganya.
No. Pertanyaan APGAR Selalu/se Kadang- Jarang/ti
ring kadang/ dak
pernah

1. Saya puas karena saya dapat kembali pada keluarga saya jika 2
saya menghadapi masalah

2. Saya puas dengan cara keluarga saya membahas serta 0


membagi masalah dengan saya

3. Saya puas bahwa keluarga saya menerima dan mendukung 2


keinginan saya melaksanakan kegiatan dan taupun arah hidup
yang baru

4. Saya puas dengan cara-cara keluarga saya menyatakan rasa 0


kasih sayang dan menanggapi emosi

5. Saya puas dengan cara-cara keluarga saya membagi waktu 2


bersama

APGAR SCORE: 6  Moderately dysfunctional family


SCREEM
1. Interaksi sosial  Keluarga pasien tidak menghargai apa yang sudah dikerjakan
pasien sehingga timbul tuntutan kepada pasien yang membuat
pasien stress.
 Pasien kurang bersosialisasi dan berkomunikasi dengan tetangga
disekitar rumah karna pasien berasa malu dengan keadaannya.
2. Dukungan budaya  Pasien bersuku Sunda dan tidak terdapat hubungan terkait
penyakit yang dialami pasien.
3. Agama  Pasien beragama Islam namun jarang beribadah kepada Allah
S.W.T. Pasien hanya akan solat jika tidak terlalu lelah dengan
kerjanya dan pada waktu terluang sahaja.
4. Stabilitas ekonomi Pendapatan keluarga pasien:
Pasien: 800 ribu/bulan
 Menurut pasien, penghasilan kurang mencukupi untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari tergantung dengan jumlah sampah yang
didapatkan. Selain menanggung istri dan 2 orang anaknya, pasien
juga menanggung adik bongsunya yang tidak bekerja.
5. Pendidikan  Pasien telah menjalankan pendidikan sampai SD, jadi pasien tidak
mampu memahami dan memecahkan masalah sehari-hari yang
dihadapi malah pasien tidak memahami cara dan kepentingan
pengelolaan stress yang baik.
6. Pelayanan medis  Pasien merasa Puskesmas Sukarasa jauh dari rumah pasien, tidak
mudah terjangkau, harga terjangkau dan pelayanannya
memuaskan.
Pasien
 Stress dengan pekerjaan nya sebagai tukang sampah dan masalah ekonomi di

keluarga.
 Riwayat kulit kering.

 Pasien menggunakan sisir dan jari untuk menggaruk lehernya yang terasa gatal.

 Pasien mempunyai riwayat kelelahan bekerja, dimana pekerjaan nya membutuhkan


tenaga yang banyak dan jam kerja pasien mulai dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang.
 Kurangnya pengetahuan dan kepedulian tentang kepentingan menjaga kebersihan
diri.
 Pasien kurang pengetahuan tentang penyakit kulit yang dialaminya dan menganggap
penyakitnya bisa sembuh sendiri tanpa perlu obat.
Keluarga
 Keluarga pasien tidak menghargai apa yang sudah dikerjakan pasien sehingga timbul
tuntutan kepada pasien yang membuat pasien stress.
 Keluarga besar pasien mengharapkan uang dari pasien untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari.
 Keluarga kurang pengetahuan tentang penyakit yang dialami pasien dan menganggap
ia seperti sakit kulit biasa.
Lingkungan
 Sering terpapar cuaca panas semasa mengangkat sampah.
 Pasien suka memakai pakaian yang ketat semasa bekerja mahupun ketika duduk di
rumah.
 Pekerjaan pasien membuatkan pasien sering berkeringat.
 Lingkungan rumah pasien adalah lingkungan kumuh.
 Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
 Kesadaran : Compos Mentis
 TB : 155 cm BB : 52 kg BMI : 21.64 kg/m2
 Tanda vital
 TD : 110/80 mmHg
 Nadi : 89x/menit
 Respirasi : 20x/menit
 Suhu : 36,7 C
 Kepala
 Simmetris, deformitas (-)
 Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera icteric: -/-
 Hidung : Pernapasan Cuping Hidung (-),sekret -/-
 Mulut : Sianosis Perioral (-)
 Tonsil: T1-T1, tenang, faring : tenang

 Leher
 KGB tidak teraba membesar.
 Kelenjat tiroid tidak teraba membesar
 JVP tidak meningkat
Thoraks
 Pulmo
 Inspeksi: Bentuk dan Gerak simetris
 Palpasi: Vocal Fremitus kanan=kiri
 Perkusi: Sonor
 Auskultasi: Vocal resonance kanan=kiri, VBS kanan=kiri, Rhonki -/-, Wheezing -/-
 Cor
 Inspeksi: Ictus cordis tidak tampak
 Palpasi: ictus cordis teraba di ICS 5 LMCS, tidak kuat angkat
 Perkusi: batas jantung: kardiomegali -
 Auskultasi: bunyi jantung S1 S2 reguler, S3-, S4-, murmur-
 Abdomen
 Inspeksi: Datar
 Palpasi: Kembung, nyeri tekan di epigastrium -
 Perkusi: timpani
 Auskultasi: Bising Usus +, Normal
 Ekstremitas
 Akral hangat
 Capillary refill time <2 detik
 Distribusi : Regioner
 Lokasi : Samping leher
 Karakteristik Lesi:
 Jumlah : multipel
 Penyebaran : konfluens
 Bentuk : Irreguler
 Sifat : kering
 Permukaan : tidak rata dan menimbul
 Ukuran : 0,5-2cm dan 3 cmx4cm
 Batas : Tidak tegas
 Efloresensi : Plak eritem, likenifikasi, ekskoriasi, skuama, makula hiperpigmentasi
Foto Klinis
• Penebalan kulit dari jaringan tanduk (likenifikasi) yang disebabkan
karena garukan atau gosokan yang berulang-ulang
Neuroderma • Di tempat yang mudah digaruk spt leher,tengkuk, lutut,punggung
titis kaki

• Makula eritematosa yang besarnya bervariasi dengan gambaran yang beraneka ragam
dapat arsinar, sirsinar, polisiklik. Macula berbatas tegas, ditutupi oleh skuama kasar
berwarna putih mengkilat.
• Perbedaannya
Psoriasis • biasanya disertai skuama kasar pada daerah kepala,siku,lutut, dan nodul eritema
lentikular. Lesi nya juga hampir di seluruh bagian tubuh

• Lesi berbentuk makula/plak merah, hiperpigmentasi. Perjalanan


penyakit yang kronik dapat ditemukan likenifikasi
Tines • Perbedaannya : lesinya berbatas tidak tegas dan bermacam- macam
Korporis bentuknya
• Peradangan kulit yang ditandai dengan lesi berbentuk koin
• Predileksi :Di tempat yang sering terkena tekanan, ekstremitas
Dermatitis atas, punggung tangan, badan
Numularis

• Peradangan kulit kronik residif disertai dengan atopi spt


asma,rhinitis alergi, dermatitis atopi, konjungtivitis alergi
dengan disertai rasa gatal. Biasanya genetik
• Predileksi:
Dermatitis • biasanya di dahi, kelopak mata, leher, lipat siku, lipat lutut,
Atopik pergelangan tangan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 Darah rutin: leukosit dan diff. count

 Pemeriksaan kerokan kulit dengan menggunakan larutan KOH 10%

 Pemeriksaan Histopatologik (Gambaran histopatologik


neurodermatitis dapat berupa ortokeratosis dan hipergranulosis,
akantosis dengan rete ridges memanjang teratur)
USULAN PEMERIKSAAN
 Konsul ke Ilmu Kesehatan Jiwa
 Aspek Personal
Alasan kedatangan : Ruam kulit
Harapan : Bisa mengurangi dan menghilangkan ruam dan gatal
Kekhawatiran : Keluhan terus berlanjut dan bertambah parah

 Aspek Klinis
Neurodermatitis at regio leher
 Aspek Risiko Internal
 Stress dengan pekerjaannya sebagai tukang sampah dan masalah ekonomi di keluarga.

 Riwayat kulit kering.

 Pasien menggunakan sisir dan jarinya untuk menggaruk leher yang terasa gatal.

 Pasien mempunyai riwayat kelelahan bekerja, dimana pekerjaan nya membutuhkan tenaga yang banyak
dan jam kerja pasien mulai dari jam 7 pagi sampai jam 12 siang.
 Kurangnya pengetahuan dan kepedulian tentang kepentingan menjaga kebersihan diri.

 Aspek Risiko Eksternal


 Keluarga pasien tidak menghargai apa yang sudah dikerjakan pasien sehingga timbul tuntutan kepada
pasien yang membuat pasien stress.
 Keluarga besar pasien mengharapkan uang dari pasien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 Keluarga kurang pengetahuan tentang penyakit yang dialami pasien dan menganggap ia seperti sakit
kulit biasa.
 Pekerjaan pasien yang sering terpapar cuaca panas dan berkeringat.

 Lingkungan rumah yang kumuh dan tidak bersih.


Non-farmakologis :
Istirahat yang cukup.

Edukasi kepada pasien dan keluarga, diharapkan pasien dan keluarga memahami penyakit kulit
yang sedang diderita oleh pasien, sehingga pasien dan keluarga lebih memperhatikan hal-hal
apa yang sebaiknya dilakukan dan sebaiknya dihindari.
Edukasi tentang cara-cara dan kepentingan menjaga kebersihan pakaian dan tubuh.

Menyarankan kepada pasien tidak memakai pakaian ketat karena bisa menyebabkan gatal.

Edukasi tentang Stress Management.

Edukasi kepada pasien sebisa mungkin menghindari garukan dan pastikan kuku sentiasa
dipotong pendek serta sentiasa menjaga kelembapan kulit.
Farmakologis :
Topikal : Salep Bethamethasone dipropionate 0.05%, 10mg 2x1 dioles tipis-tipis (pagi
& malam).
Sistemik : Cetrizine 1x10mg tablet per oral (prn gatal) selama 7 hari
 Quo ad vitam : ad bonam
 Quo ad functionam : ad bonam
 Quo ad sanationam : dubia ad malam
No Nama Status Skrining Konseling Kemoprofilaksis
Kesehatan
1. Tn. S Neurodermatitis TD, BMI, profil lipid, Perilaku hidup bersih dan Multivitamin
(38 th) gula darah, fungsi sehat (PHBS), pola makan
ginjal, penglihatan dan sehat, aktivitas fisik,
pendengaran, kesehatan alat reproduksi,
pemeriksaan prostat, perawatan gigi, stress
pemeriksaan gigi management, Konseling
CERDIK.

2. Ny. T Hipertensi TD, BMI, profil lipid, Perilaku hidup bersih dan Multivitamin
(37 th) gula darah, fungsi sehat (PHBS), pola makan
ginjal, penglihatan dan sehat, aktivitas fisik,
pendengaran, kesehatan alat reprodukasi,
pemeriksaan gigi perawatan gigi, stress
SADARI, paps smear management, Konseling
CERDIK, pemakaian KB
3 S Sehat BMI, tumbuh kembang, Perilaku hidup bersih dan Multivitamin
(11th) gizi, pemeriksaan gigi sehat (PHBS), pola makan
sehat dan nutrisi seimbang,
aktivitas fisik, perawatan
gigi.
No Nama Status Skrining Konseling Kemoprofilaksis
Kesehatan
4 D Sehat BMI, tumbuh kembang, Perilaku hidup bersih dan sehat Multivitamin
(10 th) gizi, pemeriksaan gigi (PHBS), pola makan sehat dan
nutrisi seimbang, aktivitas
fisik, perawatan gigi.

5 Tn. E Sehat BMI, tumbuh kembang, Perilaku hidup bersih dan sehat Multivitamin
(16 th) gizi, kenakalan remaja, (PHBS), pola makan sehat dan
pemeriksaan gigi nutrisi seimbang, aktivitas
fisik, perawatan gigi, konseling
terkait dengan masalah
kenakalan remaja dan obat-
obat narkoba
• Membangun hubungan baik dengan pasien.
• Mengumpul data tentang latar belakang keluarga dan kesehatan
keluarga diketahui riwayat keluarga, genogram, family map.
• Mengetahui faktor resiko pasien.
• Mengenal lingkungan hidup keluarga  diketahui rumah pasien berada
di lingkungan kumuh.
Kepemilikan : Kontrak
Perumahan : Kumuh
Bangunan
• L.Tanah : 3 m2
• L.Bangunan : 3 m2
• Lantai : Tanah dialas dengan karpet
• Atap :Asbes
• Dinding : Kayu, tidak di cat
• Dapur : Ada, diluar rumah
• Jendela : Tidak ada jendela
• Jendela ventilasi : Tidak ada
• Jendela pencahayaan: Tidak ada
• Sumber Air Bersih: Dari ledeng dan sulit diperoleh pada musim
kemarau. Kualitas air bersih, jernih dan tidak berbau. Tidak
terdapat sumber pencemaran disekitar. Air yang dikonsumsi
adalah air dari Aqua gallon isi ulang.

• Penampungan limbah: Langsung ke sungai dengan


menggunakan saluran tertutup.

• Sampah: Sampah dibuang di luar rumah selepas dibungkus


dengan plastik, sampah diambil 2 hari sekali.

• Bahan bakar untuk memasak : Gas / LPG.

• Tidak memelihara ternakan.


Sarana Pelayanan kesehatan : Puskesmas Sukarasa
Jarak : 3 km
Waktu tempuh : 15 menit
Tersedia angkutan umum : Tidak ada
Tarif pelayanan kesehatan : Terjangkau
Pelayanan yang diberikan : Memuaskan
 Rumah berada di lingkungan kumuh
 Kondisi rumah kurang bersih
 Ukuran rumah tidak cukup untuk 5 orang
 Pencahayaan dan ventilasi kurang baik
 Tidak mempunyai toilet. Pasien menggunakan fasilitas umum untuk BAB, BAK,
mencuci, mandi di MCK (Mandi, Cuci, Kakus)
 Kebersihan dapur kurang baik
 Sumber air bersih dari air ledeng. Pembuangan air limbah langsung ke sungai.
Ventilasi dan pencahayaan rumah kurang baik.
 Akses terhadap sarana kesehatan terjangkau
Pasien bekerja sebagai tukang sampah

Faktor fisik : Kelelahan, risko benda jatuh (besi, papan, paku, kaca) dan risiko
cedera tinggi (tertusuk lidi sate,kaca).

Faktor biologis: Tertular penyakit yang berasal dari tempat sampah, risiko terkena
diare,jamur, cacingan lebih tinggi.

Faktor kimia : Tidak ada.

Ergonomis : Lebih banyak angkat barang berat dan sering berjalan


mengangkut sampah.

Faktor psikologis: Stress akibat kelelahan dan pekerjaanya sebagai tukang


sampah.
 BB = 52 kg

 TB = 155 cm

 BMI = 21.64 kg/m2 (Normal)

Formulir Assessment:
1. Riwayat penyakit sebelumnya yg berhubungan masalah gizi : tidak ada

2. Obat-obatan yg biasa dikonsumsi: tidak ada

3. Riwayat penyakit di keluarga : tidak ada

4. Penurunan berat badan dalam 6 bulan terakhir : tidak ada

5. Perubahan berat badan dalam 2 minggu terakhir : tidak ada


1. Keluhan pencernaan yang menetap selama lebih dari 2 minggu : tidak ada
perubahan
2. Kapasitas fungsional : tidak ada disfungsi
3. Jenis aktvitas : berat
4. Asupan makanan:
 Perubahan asupan makanan : Tidak
 Konsistensi makanan sekarang : Biasa (padat)
 Puasa/tidak masuk makanan sama sekali: Tidak
Waktu Jenis Makanan Bahan Makanan Jumlah Kalori (kkal)
URT
08.00 Tahu goreng Tahu 2 buah 70
Tempe goreng Tempe 2 buah 68
Kopi Mochaccino, Kopi + gula + susu 1 sachet 100
Good Day
12.00 Nasi putih Beras putih 2 centong 350 Total Kalori:
Jengkol balado Jengkol + cabe + 1 porsi 189 1019 kkal
bawang merah +
bawang putih
Air putih Air putih 2 gelas -
16.30 Nasi kuning Beras putih + 1 centong 100
kunyit
Telor balado Telor ayam + cabe 2 butir/100g 142
+ bawang merah +
bawang putih
Air putih Air putih 2 gelas -
1. Perhitungan kebutuhan energi dan protein pada laki-laki (dengan rumus
Harris-Benedict):
= 66 + (13.7 x kgBB) + (5 x cmTB) – (6.8 x Umur tahun) kkal/hr
= 66 + (13.7 x 52) + (5 x 155) – (6.8 x 38) kkal/hr
= 1295 kkal/hari
Activity multiplier (Moderately active) :1295 kkal/hari x 1.55 = 2007.25
 Konsistensi anjuran: Padat
 Pengolahan anjuran: Direbus/dikukus/ditumis
 Cara pemberian: Oral
 Frekuensi anjuran: 3 kali makan berat, dengan 1-2 kali selingan buah-buahan
yang berair dan rendah energi.
• Jenis makanan yang dihindari:
 Makanan yang digoreng
 Makanan yang diproses (pengawet, pemanis buatan, MSG)

• Jenis makanan yang dianjurkan:


- Karbohidrat kompleks. Pilih BM dengan indek glikemik rendah, ditandai
dengan bentuknya yang masih seperti bentuk sebelum diolah (pilihan:
nasi, kentang rebus, jagung rebus).
- Protein seimbang, hewani dan nabati.
- Protein hewani: harus rendah lemak dan kolesterol (kadar kolesterol /100 g
BM < 100 mg), yaitu: putih telur, ayam tanpa kulit, daging tanpa gajih dan
ikan.
- Pilihan utama protein nabati: tempe , tahu, kacang polong dan kacang merah
segar.
- Sayuran dan buah berair yang rendah energi.
- Pilih buah yang berair banyak karena : rendah energi ( <70 KkaL /100 g)
- Pilih sayur dengan energi rendah, < 40 Kkal/ 100 g BM
Jadwal Jenis Makanan Jumlah Kalori (kkal)

07.00 Nasi putih Nasi 100g 175


Telor rebus Telor ayam 1butir/50g 77
Tahu kukus Tahu telor 100g 78
Tempe rebus Tempe bacem 3 potong/50g 147
Air putih Air putih 2 gelas -
10.00 Pepaya Pepaya 200g 86
12.30 Nasi putih Nasi 100g 175
Sop bayam Bayam 50g 78
Kentang Kentang 100g 100
Tahu kukus Tahu telor 200g 156
Air putih Air putih 2 gelas -
15.30 Pepaya Pepaya 200g 86
18.15 Nasi putih Nasi 100g 175
Sop bayam Bayam 50g 78
Tempe rebus Tempe bacem 2 potong/50g 98
Telur balado Telur balado 1 butir/50g 71
Total Kalori 1580
 Sebelum memulai latihan, pemanasan terlebih dahulu
 Disarankan olahraga aerobik ( jalan pagi, bersepeda, senam aerobik)
 Frekuensi latihan dilakukan 3-5x/minggu dengan tiap sesi nya dilakukan 15-30
menit
 Intensitas : ringan
 Akhir latihan dilakukan pendinginan sampai denyut jantung normal
No Nama Usia Kedudukan Pekerjaan Pendidikan Masalah Medis dan
Dalam Biopsikososial
Keluarga
1 Tn. S 38 Ketua Keluarga, Tukang SD -Neurodermatitis
Suami, bapak sampah

2 Ny. T 37 Isteri, ibu IRT SD -Hipertensi

3 S 11 Anak pertama - Sampai SD -


kelas 4

4 D 10 Anak ke-2 - Tidak -


bersekolah
No Nama Usia Kedudukan Pekerjaan Pendidikan Masalah Medis dan
Dalam Biopsikososial
Keluarga
5 Tn. E 16 Adik pasien ke- - SMP -
6
DEFINISI
 Peradangan kulit yang ditandai dengan satu atau lebih likenifikasi yang timbul
akibat gosokan atau garukan berulang-ulang.

ETIOLOGI
 Tidak diketahui dengan pasti namun diduga berhubungan denagn factor
emosional.

DIAGNOSIS
 Anamnesis: lesi sangat gatal lebih sering mengenai wanita daripada pria,
berusia 30-50 tahun.
 Pemeriksaan fisik: Ditemukan plak, ekskoriasis, skuama dan macula
hiperpigmentasi dan likenifikasi. Kelainan kulit terdapat di daerah yang mudah
dicapai tangan seperti leher bagian samping dan belakang, ekstremitas terutama
pergelangan tangan dan kaki, sktrotum, vulva
 Pemeriksaan penunjang: -
DIAGNOSIS BANDING
 Dermatitis atopik, dermatitis kontak yang kronis, fotodermatitis (likenifikasi pada
daerah terpapar sinar), liken planus hipertropik (mukosa bukal, glans penis,
kelopak mata atas, kuku, kulit kepala), dermatitis numularis

KOMPLIKASI
 Infeksi sekunder → Diberi antibiotik topikal

PENGOBATAN
 Umum: Hindari garukan.
 Konsultasi ke psikiater dapat dilakukan bila perlu
 Khusus:
 Topikal: Kortikosteroid sedang sampai kuat dalam bentuk salep (kalau perlu
secara oklusif), kompres NaCl 0,9% / asam salisilat 0,1% (bila infeksius),
pelembab (bila perlu)
 Sistemik: Antihistamin yang sedatif
TINDAK LANJUT
 Konsul ke psikiater apabila factor psikis dinyatakan sebagai penyebab atau
mempermudah kekambuhan.

PROGNOSIS
 Lesi dapat hilang sepenuhnya
 Pruritus dapat diatasi, tetapi beberapa jaringan parut dan pigmentasi dapat
hilang jika pengobatan LSK selesai dengan sempurna
 Kekambuhan sangat mungkin terjadi pada masa-masa stres psikis atau jika kulit
yang terkena sebelumnya terpapar oleh cuaca panas yang ekstrim, kelembaban,
iritasi kulit atau alergi
 Pada pasien yang tidak mematuhi dalam pengobatan dan tidak menghentikan
menggaruk dan menggosok, lesi tidak akan membai
 Pasien diminta untuk berhenti menggaruk bagian tubuh yang gatal
 Liken simpleks kronis yang memburuk atau membaik tergantung pada
kemampuan pasien untuk berhenti menggaruk
 Hindari pemicu lain  Suhu ekstrim, kelembaban, stres psikis, iritasi kulit dan
alergi dapat memicu kekambuhan dari LSK
 Penyakit neurodermatitis merupakan penyakit kulit yang sering ditemukan di
pelayanan kesehatan primer
 Penyakit ini mengikut SKDI adalah kategori 3A
 Dokter umum dapat melakukan pengobatan awal dan edukasi preventif kepada
penyakit neurodermatitis
 Pasien dirujuk kepada dokter spesialis kulit untuk penanganan yang lebih lanjut