Anda di halaman 1dari 28

SEORANG LAKI – LAKI USIA 53 TAHUN

DENGAN F 20.0 SKIZOFRENIA PARANOID


OLEH : KELOMPOK 2
FEBRY NURKAMILA J500130062
GUNTUR ADI WIBOWO J500130015
G U S P R I TA N I N G T YA S J500130026
IIN NILA NURAINI J500130038
LAELA NURROCHMAH J500130048
MAHARANI EKA SAPUTRI J500130036
MARDIANA J500120049

PROGRAM STUDI PROFESI DOKTER


FA K U LTA S K E D O K T E R A N
U N I V E R S I TA S M U H A M M A D I YA H S U R A K A R TA
2017
IDENTITAS PASIEN

• Nama : Tn. S
• Usia : 53 tahun
• Jenis Kelamin : Laki-Laki
• Alamat : Sragen
• Suku : Jawa
• Agama : Islam
• Status Pernikahan : Bercerai (duda)
• Pendidikan Terakhir : SMK
• Pekerjaan : Sekretaris desa
• Tanggal Masuk RS : Tanggal 12 Mei 2017
• Tanggal Pemeriksaan : Tanggal 14 Juni 2017
RIWAYAT PSIKIATRI

Keluhan utama : Pasien membongkar makam ibunya.

Riwayat Gangguan Sekarang :


Autoanamnesis
Autoanamnesis dilakukan dengan pasien di bangsal Nakula RSJD Surakarta.
Pasien memperkenalkan diri sebagai Tn. S, berusia 53 tahun, berpenampilan
sesuai usia, pasien memakai baju seragam RSJD Surakarta berwarna hijau.
Pasien terlihat berpenampilan kurang rapi, kebersihan diri kurang, kulit berwarna
coklat, rambut hitam kurang rapi dan terdapat plak putih-putih di seluruh lengan
pasien.
Pasien bercerita jika setelah ibunya keluar dari
Pasien mengakui bahwa ingin membongkar
kuburan selama 15 tahun, ibu pasien akan
makam ibunya yang telah meninggal pada
memiliki fitrah yang bersih dan akan memiliki
tahun 2002. Pasien mempercayai bahwa
kekuatan yang sangat besar. Lalu pasien
ibunya masih hidup sehingga dirinya harus
meminta persetujuan pada polisi, lurah dan
membongkar makam ibunya. Saat pasien
ketua RT untuk membongkar makam ibunya
membersihkan makam ibunya, pasien melihat
karena merasa kasihan terhadap ibunya yang
sekilas bayangan ibunya sedang setengah
terlihat semakin kurus. Pasien mengatakan
berdiri didalam kubur dan setengah badan ibu
akan membongkar makam ibunya untuk
pasien tertimbun oleh tanah pasir. Pasien
mengeluarkan ibunya dan akan diberi makan
mempercayai bahwa ibunya ingin keluar dari
agar gemuk. Setelah itu akan dikembalikan lagi
makam tersebut.
didalam kubur.
Pasien mendengar suara ibunya berteriak Pasien mengaku dirinya bekerja sebagai carik dan
“tolong-tolong” ketika Tn. S berada didalam tahun 2014 akan dicalonkan sebagai kepala desa
rumah. Pasien berusaha mencari dimana oleh kelompok pengajian musholanya. Namun,
sumber suara tersebut tetapi tidak ada siapa- pasien merasa ada yang tidak beres dengan
siapa. Pasien meyakini suara itu adalah suara kepala desa yang sedang menjabat salah satunya
karena SK pasien sebagai carik tidak disampaikan.
ibunya dari dalam kubur. Pasien mengaku Pasien mencurigai SK tersebut diambil oleh kelapa
tinggal dengan adiknya setelah ibunya desa. Beberapa anggaran yang dikeluarkan
meninggal dan ayah tirinya kembali bersama pemerintah untuk desa tersebut diambil oleh pak
anak kandungnya. Ayah kandung pasien sudah lurah. Pasien juga mengatakan merasa bingung,
meninggal sejak tahun 1973 saat pasien kelas 3 kerena merasa stempel berkas selalu berubah-
SD. ubah sehingga menjadi tidak sah.
Pasien mengakui sudah menikah saat lulus SMEA
Muhammadiyah tetapi tidak memiliki anak dari pernikahan
teersebut. Menurut pengakuan pasien ia bercerai dengan
istrinya karena melihat istrinya beberapa kali
bergoncengan dengan laki-laki lain. Saat pulang kerumah
pasien mengakui pernah memukuli istrinya pada bagian
kepala karena merasa cemburu dengan perilaku istrinya.
Kemudian istrinya dibawa kerumah sakit untuk rawat inap.
Saat pasien pulang untuk mengambil keperluan dan
kembali ke rumah sakit istrinya sudah tidak ada, pasien
meyakini bahwa istriya kabur kemudian pasien
menceraikannya (kabur/disirep) dengan umur pernikahan 8
tahun. Pasien mengakui semalam pada pukul 10.00 WIB
ada yang berteriak “tolong” sekali saja dan suaranya
seperti suara kakak iparnya.
Alloanamnesis
• Alloanamnesis dilakukan dengan Tn. Sr via telepon yang
mengaku sebagai perangkat desa. Tn. Sr mengatakan pasien
bekerja serabutan bukan sebagai carik desa dan pasien tidak
pernah dicalonkan sebagai kepala desa. Pasien selalu mondar-
mandir ke kantor kelurahan, kerap kali pasien sering mengambil
gabah milik warga saat panen dan tingkah laku pasien sangat
meresahkan warga. Pasien merupakan mantan narapidana
karena kasus pembunuhan sekitar 25 tahun yang lalu dengan
masa hukuman 12 tahun penjara. Korban pasien merupakan
seorang wanita tetangga dekat pasien yang masih memiliki
hubungan kerabat jauh dengan pasien. Menurut pengetahuan Tn.
Sr pasien membunuh korban karena kecurigaannya dengan
korban bahwa sumur didekat rumahnya berbau tidak sedap
karena ulah tetangganya.
Lanjutan alloanamnesis
• Saat pasien dipenjara istrinya menceraikan pasien. Pasien tinggal dengan
adiknya karena kedua orang tuanya meninggal, dan keadaan adik pasien
hampir sama dengan pasien hanya saja lebih banyak memilih tinggal dirumah
dan murung. Kakak pasien juga dalam keadaan yang sama tetapi dengan
keluhan yang lebih ringan dan sudah menikah. Pasien tidak memiliki bapak tiri.
Menurut Tn. Sr hingga SMA pasien hidup secara normal dan tidak bertingkah
aneh, gejala muncul setelah pasien menikah pada usia 19 tahun. Menurut
pengakuan Tn.Sr pasien hidup rukun dengan keluarganya dan tidak ada
masalah keluarga. Pada beberapa berita yang berkembang bapak pasien
memiliki keris yang diyakini memiliki kekuatan dan pernah untuk membunuh
orang sebelumnya dan saat ini keris tersebut meminta tumbal. Tetapi Tn. Sr
mengaku tidak mempercayai hal seperti itu. Pasien dibawa ke RSJD Surakarta
pada saat sedang ingin menggali kuburan ibunya. Saat itu polisi dan perangkat
desa membawanya ke RSJD Surakarta. Pasien pernah bekerja sebagai
makelar motor dan mobil.
RIWAYAT GANGGUAN SEBELUMNYA

- Gangguan Medis
Riwayat Trauma Kepal : Disangkal - Riwayat Penggunaan Obat :
- Riwayat Psikiatri : Riwayat Hipertensi : Disangkal Riwayat Merokok : pernah sekali-
kali
Pasien baru pertama Riwayat DM : Disangkal
Riwayat Konsumsi Alkohol : pernah
kali dirawat inap di Riwayat Asma : Disangkal sekali-kali
RSJD Surakarta. Riwayat Alergi : Disangkal Riwayat Konsumsi Narkoba : Tidak
Riwayat kejang : Diakui 1 pernah
kali pada tahun 2014
RIWAYAT KEHIDUPAN PRIBADI
• Pasien lahir normal dengan usia
Riwayat Prenatal kehamilan kurang lebih 9 bulan.
Semasa kehamilan atau setelah
dan Perinatal kelahiran tidak terdapat kelainan.

• Pasien diasuh oleh ayah dan ibunya.


Riwayat Masa Perkembangan dan pertumbuhannya
Anak Awal (0-3 normal seperti anak lainnya.Pasien
mendapatkan ASI pada masa
tahun) kecilnya.
• Pasien sekolah di SD dan tidak
Riwayat Masa Anak pernah tinggal kelas. Pasien
Pertengahan (4-11 senang bermain dan berkumpul
bersama teman-temannya.
tahun)

• Pendidikan terakhir pasien adalah


Riwayat Masa Anak SMEA Muhammadiyah dan
Akhir (pubertas menikah dengan seorang wanita
tetapi saat ini sudah bercerai.
sampai remaja)
Riwayat Pekerjaan Riwayat hukum
Riwayat Masa • Pasien mengaku
bekerja sebagai
• Disangkal
Dewasa sekretaris desa.

Riwayat Perkawinan Aktivitas sosial : Pasien


• Pasien sudah jarang berkumpul
menikah tetapi sudah dengan teman-
cerai. temannya dan jarang
mengikuti sosialisai di
masyarakat

Riwayat agama Situasi Hidup Sekarang


• Pasien beragama • Pasien tinggal
Islam. Pasien bersama adik pasien.
mengaku rajin sholat
jumat.
PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
A. DESKRIPSI UMUM
• Seorang laki-laki usia 53 tahun tampak
1. Penampilan : sesuai umur dengan perawatan diri
kurang.

2. Perilaku dan aktivitas • Hiperaktif


psikomotor :

3. Pembicaraan : • Jawaban spontan dan tidak relevan,


volume keras dan intonasi meningkat,
4. Sikap terhadap pemeriksa artikulasi jelas, logorrhea.
: • Kooperatif.
B. KESADARAN

Kuantitatif : Compos Mentis (E4V5M6)

Kualitatif : Berubah
C. ALAM PERASAAN

Mood : Euforia Afek : Meningkat

Keserasian : Empati : Tidak


Dapat Diraba
Tidak serasi Rasakan
D. Fungsi Intelektual (Kognitif)
• Pengetahuan, dan kecerdasan dapat berfungsi sesuai
1. Taraf pendidikan : dengan taraf pendidikan dan intelegensinya.

2. Daya • Terganggu
Konsentrasi :

• Waktu : Baik , dapat menyebutkan waktu dengan baik.


• Orang : Baik, dapat mengenali orang dengan baik.
3. Orientasi : • Tempat : Baik, dapat menyebutkan nama tempat dgn baik.
• Suasana : Baik, dapat mengetahui suasana dengan baik.
• Jangka pendek : Baik.
4. Daya ingat : • Jangka panjang : Baik.
• Segera : Buruk.

5. Pikiran • Buruk, pasien tidak dapat


mengartikan peribahasa yang
abstrak : diberikan oleh pemeriksa.
E. GANGGUAN PERSEPSI
a. Halusinasi :
visual dan auditorik.

d. Derealisasi : tidak ada. b. Ilusi : tidak ada.

c. Depersonalisasi
: tidak ada.
F. PROSES PIKIR

Arus pikir :
Bentuk Pikir : Isi pikir : Waham
Koheren, flight
Non Realistik bizzare
of idea
G. Pengendalian • Pasien dapat mengendalikan impulsnya
impuls : dengan baik.

• Daya nilai sosial : Baik.


H. Daya nilai : • Uji daya nilai : Baik.
• Penilaian realita : Terganggu.

I. Tilikan diri : • Derajat I.


J. Taraf kepercayaan : • Dapat dipercaya.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LANJUTAN

A. Status Interna :
• Dalam batas normal

B. Status neurologis :
• Dalam batas normal
IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA
Pasien bernama Tn.S berusia 53 tahun beralamat di
Sragen, pasien mengaku lulusan SMEA Muhammadiyah, pasien
sudah menikah tetapi bercerai dan belum memiliki anak. Pasien
dibawa ke RSJD Surakarta karena pasien ingin menggali
kuburan ibunya. Pasien dianter oleh polisi dan perangkat desa.
Pasien berpenampilan sesuai usia, perawatan diri kurang baik,
pasien terlihat kurang rapi dan tidak menggunakan alas kaki.
Pasien bersikap hiperaktif, pembicaraan spontan dan tidak
relevan, logorrhea. Perasaan mood pasien eutimik, afek
meningkat dan keserasian tidak serasi. Fungsi intelektual masih
dalam batas normal. Gangguan persepsi didapatkan halusinasi
visual dan halusinasi auditorik. Bentuk pikir non realistik, isi pikir
terdapat waham bizzare yaitu pasien merasa bahwa ibunya
masih hidup padahal sudah meninggal 15 tahun yang lalu dan
arus pikir koheren dan flight of idea. Daya nilai pada pasien baik
dan tilikan diri derajat 1.
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Axis I : F
20.0
Skizofrenia
Paranoid

Axis V : Axis II :
Belum
GAF 40 - ada
31 diagnosis

Axis III :
Axis IV :
Belum
Masalah
ada
keluarga
diagnosis
DIAGNOSIS BANDING :
F 20.0 Skizofrenia paranoid
F 25.0 Gangguan skizoafektif tipe manik
F 31.2 Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Manik Dengan Gejala
Psikotik
F 30.2 Manik Dengan Gejala Psikotik

DAFTAR MASALAH :
Organ biologis : Belum ditemukan
Gangguan persepsi : Halusinasi auditorik dan halusinasi visual
Gangguan perasaan : Mood eutimik, afek meningkat dan keserasian
tidak serasi
Gangguan proses pikir : Bentuk pikir non realistik, waham bizzare, arus
pikir flight of idea
Tilikan : Derajat 1
Psikososial : Masalah kelaurga
TERAPI
Psikoterapi
Terhadap keluarga :

NON MEDIKAMENTOSA

NON MEDIKAMENTOSA
MEDIKAMENTOSA

- Depacote • Terhadap pasien :


250mg (1 x 1) a. Pengenalan terhadap a. Memberi
penyakitnya, manfaat
- Chlorpromazine pengobatan, cara pengobatan, penjelasan dan
25mg (1 x 1)
dan efek samping pengertian pada
b. Motivasi pasien agar minum
obat yang teratur dan rajin keluarga mengenai
- Risperidone kontrol membantu pasien gangguan yang
2mg (2 x 1) c. Membantu pasien
menerima realita dan
diderita pasien.
menghadapinya
b. Menyarankan
d. Membantu pasien agar
dapat kembali melakukan keluarga agar
aktivitas sehari-hari secara
bertahap.
memberi suasana
kondusif bagi
penyembuhan pasien.
PROGNOSIS
Qua ad vitam : bonam
Qua ad sanam : dubia ad bonam
Qua ad fungsionam : dubia ad bonam
Faktor yang memperberat dan
memperingan prognosis skizofrenia :
Prognosis Baik Cheklist No Prognosis Buruk Cheklist
1 Onset muda V
Onset lambat X
2 Faktor pencetus tidak jelas X
Faktor pencetus jelas X 3 Riwayat sosial, seksual, pekerjaan premorbid buruk X

Onset akut V 4 Perilaku autistik menarik diri X


5 Tidak menikah, cerai, duda/ janda V
Riwayat sosial, seksual, pekerjaan premorbid baik V
6 Onset tidak jelas X
Gangguan mood X
7 Riwayat keluarga Skizofernia V
Menikah X 8 Sistem pendukung buruk X
Riwayat keluarga dengan gangguan mood X 9 Tanda dan gejala neurologis X
10 Riwayat trauma perinatal X
Sistem pendukung yang baik V
11 Tanpa remisi dalam 3 bulan X
Gejala positif V
12 Berulang kali releps V
13 Riwayat tindakan penyerangan X