Anda di halaman 1dari 19

I n v e s t i g a t i o n o f A n t i o x i d a t i v e

a n d A n t i c a n c e r P o t e n t i a l s o f
S t r e p t o m y c e s s p . M U M 2 5 6
I s o l a t e d f r o m M a l a y s i a
M a n g r o v e S o i l

The Power of PowerPoint |


Annisa Fatmawati 1608047031
Ye n i K h o m a r i a 1 6 0 8 0 4 7 0 3 4

thepopp.com
Peningkatan
Peningkatan
Insidensi Antioksidan
ROS
Kanker

Mikroorganisme Antimikroba &


Streptomyces
Mangrove Antikanker

SECTION 1

INTRODUCTION
Streptomyces diisolasi dari tanah yang
b e r a s a l d a r i H u t a n M a n g r o v e K u a l a S e l a n g o r,
S e l a n g o r, M a l a y s i a p a d a b u l a n J a n u a r i 2 0 1 5
setebal 20 cm.
Sample disimpan pada plastik steril dan
disimpan pada suhu -20°C
5 gram tanah kering dicampurkan dengan 45
ml aquadest steril dan disebarkan pada
media isolasi ISP2 yang ditambahkan
cycloheximide dan nistatin lalu diinkubasi
pada suhu 28 °C selama 14 hari

Metode Isolasi
Analisa genomik Streptomyces
MUM26 dilakukan dengan PCR
menggunakan kit Taq PLUS
PCR Smart dengan amplifikasi
Genomic and DNA 16s RNA dan kondisi siklus
PCR paa suhu 95 °C 5 menit, 35
Phylogenetic siklus 94 °C 50 detik, 55 °C 1
menit dan 72 °C selama 1 menit.
Anlyses. Hasil sekuens dianalisa dengan
GenBank/ EMBL/DDBJ
databases using CLUSTAL-X
software
Dilakukan analisa karakteristik
Streptomyces MUM256 dari
berbagai media pertumbuhan
menggunakan mikroskop cahaya
Phenotypic 80i Nikon.

Characteristic Dilakukan pengecatan gram


menggunakan KOH sebagai
cairan lisis dan pewarnaan koloni
dideteksi menggunakan tabel
ISCC-NBS
•Produksi pigmen melanoid diperiksa menggunakan media
ISP7. Aktivitas hemolitik dideteksi pada media agar yang
mengandung darah 5%, peptone dan yeast extract serta
NaCl.
•Antibiotik susceptibility dlakuan menggunakan metode disc
diffusion dengan beberapa antibiotik yaitu ampicilin,
ampicilin sulbactam, cefotaxime, cefuroxime,
cephalosporine, chloramphenicol
Mum 256 yang telah ditumbuhkan
pada media TSB selama 14 hari
untuk mendapatkan hasil
fermentasinya. Media yang
digunakan untuk fermentasi adalah
Ekstraksi FM3. Media disterilisasi
menggunakan autoklaf suhu 121 °C
MUM 256 selama 15 menit. Fermentasi
diambil, dituangkan pada tabung
reaksi yang mengandung 20 ml FM3
dan didiamkan pada sudut 45 °
selama 7 -10 hari pada suhu 28 °C

7
Sample diekstraksi
dengan metanol
Hasilnya dilakukan selama 72 jam. Hasil ekstrak
sentrifugasi pada Ekstrak yang metanol
kecepatan 12000 mengandung Hasil ekstrak
diuapkan
rpm selama 15 metanol disaring dan disuspensikan
menit. Supernatan disimpan. Residunya menggunakan
pada media
disaring dan di-re-ekstraksi rotary vacuum
DMSO
dilakukan freeze dengan kondisi yang evaporator pada
sama sebanyak 2 kali suhu 40◦C
dry. dengan interval 24
jam
Aktifitas Antioksidan

Sebanyak 5µl ekstrak


Aktifitas antioksidan dengan berbagai
dilakukan menggunakan konsentrasi ditambahkan
metode DPPH 195 µl DPPH 0.016%
dalam etanol 95%

Sampel disimpan selama


20 menit dan dibaca
Asam galat digunakan
serapannya pada 515
sebagai kontrol positif
nm pada microplate
reader
Superoxide
Anion Scavenging activity
Scavenging menggunakan SOD Assay
Activity Kit-WST (Sigma Aldrich)

Determination

10
Streptomyces sp MUM 256
dilakukan pengujian anti-
kanker menggunakan MTT-
Assay menggunakan sel
Anti-cancer kanker manusia HCT116,
Activity HT29, SW480, Caco-2, A549,
DU145, CaSki, and MCF-7.
BEAS-2B digunakan sebagai
pembanding (sel normal)

11
Menggunakan 96-well plate dengan
densitas sel 5 x 103sel/sumuran.
Sebanyak 20 µl ekstrak MUM 256
ditambahkan ke masing – masing
sumuran dengan DMSO sebagai
pelarutnya. Sel kemudian dilakukan

MTT Assay pembacaan viabilitasnya


menggunakan MTT Assay (setelah
diinkubasi 72 jam sebelumnya).
Medium ditambahkan kristal
formazan dan dianalisa dengan
spektrofotmeter pada panjang
gelombang 570 nm

12
•GC-MS dar ekstrak MUM 256
dilakuan menggunakan Agilent
Technologies 6980N(GC) dengan
5979 Mass Selective
Detector(MS),dengan HP-5MS
(5%phenylmethylsiloxane) sebagai
GC-MS kolom dengan ukuran 30.0m ×
250μm × 0.25μm.
Analysis •Fase gerak yang digunakan adalah
helium dengan kecepatan 1
ml/menit pada suhu 40 °C selama
10 menit dan meningkat 3 °C/menit
hingga 250 °C

13
1.Analisis fenotip Streptomyces sp. Strain MUM256
2.Analisis filogenetik dan genomik
3.Aktivitas Antioksidan
4.Aktivitas Anti kanker Ekstrak MUM256
5.Analisis GC-MS Ekstrak MUM256

Hasil dan Diskusi


1.Analisis fenotip Streptomyces sp. Strain MUM256

•Strain MUM256 bersifat Gram positif dan aerobik.


•Strain tumbuh dengan baik pada ISP 2, ISP 3, ISP 5, ISP 6, agar ISP 7, AIA, agar nutrien,
dan kasein tepung pati setelah 1 sampai 2 minggu pada 28oC, sedangkan tumbuh dengan
baik pada agar ISP 4.
•Observasi morfologis kultivar berusia 15 hari yang ditanam pada media ISP2 menunjukkan
pertumbuhan kelimpahan hifa udara dan vegetatif yang berkembang dengan baik dan tidak
terfragmentasi.
•Karakteristik morfologi ini konsisten dengan penugasannya pada genus Streptomyces
(Williams et al., 1989).
•Warna miokeliium udara dan substrat berwarna kuning muda dan kuning pucat pada agar
ISP 2.
•Pertumbuhan terjadi pada pH 6.0-10,0 (pH optimum 7.0), dengan toleransi NaCl 0-6%
(optimum 4%) dan pada 20-40◦C (optimum 32◦ C).
•Sel positif untuk aktivasi katalase dan aktivitas hemolitik tapi negatif untuk produksi
pigmen melanoid.
•Hidrolisis pati larut bersifat positif; tapi negatif untuk hidrolisis
karboksimetilselulosa, tributirin (lipase), kasein, kitin, dan xilan.
•Sel sensitif terhadap cefuroxime, sefalosporin, kloramfenikol, cipro fl oxacin,
eritromisin, gentamisin, streptomisin, tetrasiklin, dan vankomisin.
•Sel resisten terhadap ampicilin, ampicillin sulbactam, sefotaksim, asam nalidiksat,
dan Penicillin G.
2. Analisis filogenetik dan genomik

•Sekuens gen rSNA 16S yang hampir lengkap ditentukan untuk strain MUM256 (1343
bp).
•Rangkaian gen 16S rRNA strain MUM256 selaras dengan urutan gen 16S rRNA yang
sesuai dari jenis strain anggota perwakilan genus Streptomyces yang diambil dari
database Gen Bank / EMBL / DDBJ
T H A N K YO U !
Do You Have Any Questions?