Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN KASUS

ANESTESIA (GENERAL
ANESTESI)

Oleh :
Randi Suharlian
2013730088

Pembimbing :
dr. M.F. Susanti Handayani, Sp.An
KEPANITERAAN KLINIK STASE ANESTESI
RSUD SAYANG CIANJUR
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
JAKARTA
2018
IDENTITAS PASIEN

• Nama : An. D
• Usia : 6 Tahun
• Jenis Kelamin : Perempuan
• Tanggal Operasi : 8 Januari 2018
• Diagnosa pre-op : Tonsilitis Kronis
• Jenis Tindakan : Tonsilektomi
• Operator : dr. Eman Sulaiman, Sp.THT
KL
• Ahli anestesi : dr. M.F Susanti
Handayani, Sp.An
ANAMNESIS

Keluhan Utama :
Nyeri pada tenggorokan dan Sulit menelan

Riwayat Penyakit Sekarang :


Nyeri tenggorokan sejak 1 bulan yang lalu. Os mengaku seperti
ada yang menghalangi/ mengganjal saat menelan. Saat tidur os
ngorok sampai terbangun setiap hari sejak 6 bulan terakhir.
Riwayat Penyakit Dahulu

• Hipertensi : Disangkal
• Penyakit Jantung : Disangkal
• Asma : Disangkal
• Diabetes Melitus : Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga

• Keluarga pasien tidak ada yang


menderita penyakit seperti pasien
Riwayat Alergi
•Alergi obat-obatan dan makanan
disangkal

Riwayat Psikososial
•Penggunaan gigi palsu (-)
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan Umum : Tampak sakit ringan


• Kesadaran : Komposmentis
• GCS : E4V5M6
• Tanda-tanda Vital
• TD :-
• Suhu : 36,6 C
• Nadi : 96 kali permenit
• Pernapasan : 20 kali permenit
• Antropometri
• BB : 17 kg
• TB : 115 cm
• Kepala : Normocephal
• Mata : Konjunctiva anemis (-/-), Sklera Ikterik(-/-)
• Telinga : Sekret ( - )
• Hidung : Deviasi septum (-), Sekret ( - )
• Mulut : mukosa bibir dan mulut lembab, uvula ditengah
• Tonsil Dextra
: Sinistra

Hiperemis Mukosa Hiperemis


T4 Besar T2
Melebar Melebar
• Thorax (-)
Kripta
Detritus (-)

- Pulmo : Inspeksi palpasi perkusi auskultasi dalam batas


normal.
- Jantung : Inspeksi palpasi perkusi auskultasi dalam batas normal.
• Abdomen : Nyeri tekan -, bising usus +
• Ekstremitas:
• Atas : Akral hangat, edema (-/-), CRT < 2 detik
• Bawah : Akral hangat, edema (-/-), CRT < 2 detik
Jenis Hasil Nilai Rujukan Satuan
Pemeriksaan

Haemoglobin 12,5 12 - 16 g/dL

Leukosit 6,9 4,8 – 10,8 103/µL

Trombosit 281 150 - 450 103/µL

• DIAGNOSIS

Tonsilitis Kronis

• PENANGANAN

Tonsilektomi
KEADAAN PRA OPERASI

• KU : Tampak sakit ringan


• Kesadaran : Composmentis
• TTV :
• TD : -
• HR : 96x/menit
• RR : 20 x/menit
• S : 370C
• BB : 17 Kg
• TB : 115 cm
• Status ASA : I
PERSIAPAN PRA OPERASI

• Observasi tanda vital


• Puasa
• Pemasangan infus RL 1 line
• Pasien dibawa ke kamar operasi dan
diposisikan terlentang di bed operasi
• Sebelum diinduksi pasien dipasangkan manset
tensimeter dan saturasi O2.
KEADAAN INTRA OPERATIF
• Prosedur anestesi
• Anestesi umum
• Teknik : TIVA
• Posisi terlentang

• Induksi anestesi :
• Propofol : 100 mg
• Fentanyl : 200 mcg
• Maintanance: O2 = 5 L
• Tindakan anestesi

• Peralatan monitor dipasangkan pada pasien


untuk memonitor tekanan darah, nadi dan
saturasi oksigen

• Pada pukul 09.00 WIB dilakukan teknik anestesi

• Dilakukan induksi intravena, propofol dan


fentanyl
• Penghitungan cairan :
• BB : 17 Kg
• 10 Kg I : 10 x 4cc/KgBB/jam = 40
cc/jam
• 10 Kg II : 7 x 2 cc/KgBB/jam = 14
cc/jam
• Total : 54 cc /jam
• Pasien puasa selama 8 jam pre-operasi
8 x 54 cc/jam :432 cc
• Kebutuhan cairan intraoperatif
lama operasi : 10 menit
(10/60) x 432 cc : 72 cc
Total pemberian cairan : 432 + 72 = 504 cc
• Memonitor TTV
Waktu Tekanan Nadi Saturasi O2
Darah
09.00 100 99%

09.10 110 100%

09.20 110 100%

• Lama pembedahan : 20 menit


KEADAAN PASCA OPERASI

• KU : Baik
• Kesadaran : Komposmentis
TTV
• TD : -
• HR : 110 kali permenit
• RR : 20 kalipermenit
• S : 36.80C
ALDRETE SCORE

Jam Warna RR TD KS ACT Score


Kulit
09.30 Sadar,
Merah Nafas 120/80 Gerak 4
orientasi
Muda dalam mmHg ekstremitas 10
baik
2 2 2 2
2
TERIMAKASIH
TIVA

• Anestesi intravena (Tiva)  anastesi umum menggunakan


obat-obat anastesi yang dimasukkan lewat jalur intravena.
• Kebanyakan obat-obat anastesi intravena hanya
mencakup 2 komponen anastesi.

Kelebihan :
• Dapat dikombinasikan atau terpisah dan dapat dititrasi dalam
dosis yang lebih akurat dalam pemakaiannya.
• Tidak mengganggu jalan nafas pada pasien
• Mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat-alat serta mesin
anestesi khusus.
CARA

• Suntikan tunggal, untuk operasi singkat


Contoh : cabut gigi
• Suntikan berulang sesuai dengan kebutuhan
Contoh : kuretase
• Diteteskan lewat infuse dengan tujuan
menambah kekuatan anestesi
PROPOFOL

• Inhibisi neurotransmiter GABA


• Induksi anestesi dan sedasi sedang hingga berat
• Efek : Efek Samping :
- CNS : Hypnotik, neuroproteksi • Antiemetik
- Cardiovaskuler : Vasodilatasi • Nyeri pada saat
- Respirasi : depresi nafas penyuntikan

• Dosis :
- Sedasi : bolus, iv, 5-50 mg
- Induksi : iv 1-2,5 mg/kg
- Pemeliharaan : bolus iv 25-50 mg, infuse 10
µg/kg/menit, antiemetic iv 10 - 20 mg bolus IV
FENTANIL

• Analgesik dan anesthesia


• Dosis :
- Analgesik : iv/im 25-100 µg
- Induksi : iv 5-40 µg/ kg BB
- Suplemen anastesi : iv 2-20 µg/kg BB
- Anastetik tunggal : iv 50-150 µg/ kg BB
• Awitan aksi : iv dalam 30 detik, im < 8 menit
• Lama aksi : iv 30-60 menit, im 1-2 jam
EFEK SAMPING

- Bradikardi, hipotensi
- Depresi saluran pernapasan, apnea
- Pusing, penglihatan kabur, kejang
- Mual, muntah, pengosongan lambung
terlambat
- Miosis
DAFTAR PUSTAKA

• Dorland, W.A Newman. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi


29. Jakarta: EGC, 2002

• Sjamsuhidajat, de Jong. Sistem Muskuloskeletal. Dalam :


Buku Ajar Ilmu Bedah. Ed 3. Jakarta: EGC, 2010. p959-
1083

• Stock MC. Cullen BF. Selting RK, Clinica Anesthesia 5th


ed. Philadelphia: Lippincott William&Wilkins: 2006 p.659-
760

• Morgan GE, Mikhail MS, Murray MJ, Breathing System in


Clinical Anesthesiology 4th ed. McGraw Hill; 2007