Anda di halaman 1dari 12

PEMBUATAN DISC BRAKE

UNTUK PENGEREMAN KENDARAAN

MUHAMMAD ELYASA ALGIFARRI /


2111161031
MOCH. SYAHRUL SIDDIQ M. / 2111161001
PEMBUATAN DISC BRAKE

Latar Belakang Perumusan Masalah Tujuan Batasan masalah

Proses Drilling Proses Sekrap Proses grinding Hasil


Latar Belakang

Disc brake merupakan suatu komponen penting dalam sebuah


kendaraan yang berfungsi untuk menghentikan atau
menghambat laju putaran roda atau kendaraan. Ditinjau dari
kondisi sistem kerja yang demikian maka pemilihan material
dan proses pembentukan dalam proses produksi cakram rem
sangatlah penting, dimana material harus dapat memenuhi
syarat-syarat diantaranya: tahan terhadap suhu yang tinggi,
mampu menahan beban, keuletan, kekuatan dan tahan aus.
Perumusan
Masalah

Proses produksi disc brake menggunakan proses pengecoran dengan


metode die casting dan tahap permesinan. Menginggat sampai saat ini
industri-industri pengecoran kecil dan permesinan yang dilakukan
biasanya menghasilkan barang yang tingkat presisinya lebih rendah
dibandingkan dengan industri besar, sedangkan pada industri
pengecoran besar lebih cenderung menggunakan mesin yang canggih
dalam proses pembuatan disc brake, maka perlu dilakukan gambaran
tentang proses permesinan untuk pembuatan disc brake agar benda
tersebut memiliki tingkat presisi yang tinggi dan waktu proses produksi
yang cepat.
Tujuan

Tujuan utama dari makalah ini adalah mengambarkan bagaimana cara pembuatan
disc brake dengan menggunakan teknologi yang lebih canggih. Selain itu, hal-hal yang
ingin dicapai dari pembuatan makalah ini adalah:

1. Memperoleh pengetahuan bagaimana proses permesinan pada pembuatan disc brake


yang memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.
2. Mengetahui waktu yang diperlukan dalam pembuatan disc brake.
3. Mengetahui perlatan dan tahapan tahapan yang akan dilalui pada proses pembuatan
disc brake
Batasan masalah

Batasan masalah pembuatan disc brake yaitu seputar memodifikasi disc brake
dengan proses permesinan sehungga dapat menghasilkan produk yang memenuhi
spesifikasi pembuatan disc brake yang layak pakai
Pada tahap pertama ini merupakan proses drilling menggunakan mesin Sensitive Drilling Machine. Mesin bor jenis ini
tergolong ringan dan mampu digunakan untuk mengebor dengan diameter maksimum lubang sebesar 12 mm. Kecepatan
putaran pada mesin bor ini tergolong tinggi.
Sensitive drilling machine cocok digunakan untuk benda kerja berukuran kecil. Benda kerja diletakkan di atas meja dan
dijepit menggunakan ragum atau cekam dan menggunakan bor bermata jamak. Alur pengerjaan pada tahap pengeboran ini
meliputi :
1. Membuat alur atau bagian yang akan di potong pada benda kerja.
2. Meletakan benda kerja pada meja kerja
3. Mengunci benda kerja dengan menggunakan ragum
4. Memasang penggurdi pada spindel penggurdi
5. Mengarahkan mata penggurdi pada benda kerja yang akan dipotong
6. Menekan mesin penggurdi sehingga mata bor akan berputar dan menyebabkan benda kerja berlubang pada bagian yang
diingikan
Pada tahap kedua ini merupakan proses sekrap menggunakan mesin sekrap vertikal pada tahap ini dilakukan untuk
pengerjaan penyerutan permukaan disc brake.Gerakan pahat dari mesin ini naik turun secara vertical, mesin jenis ini
disetai meja putar dimana benda kerja yang berputar dan mata pahat diam. Pahat yang digunakan merupakan pahat dengan
tipe pahat sekrap kasar lurus jenisnya H.S.S karena digunakan untuk memotong material yang mempunyai tegangan tarik
tinggi.Alur pengerjaan pada tahap sekrap ini meliputi :
1. Meletakan benda kerja pada benda kerja
2. Mengunci benda kerja pada meja kerja
3. Memilih dan mencengkram pahat potong
4. Memutar benda kerja
5. Mengarahkan alat pahat pada benda kerja yang akan di serut
6. Memutar Spindel mesin sekrap sehingga pahat akan berada pada titik atau jalur yang menyebabkan benda terserut
Pada tahap ketiga ini menggunakan mesin gerinda horizontal dimana gerinda digunakan untuk menghaluskan benda
kerja dengan bidang rata.dimana benda kerja berputar gerinda berputar dan roda gerinda dapat digerakan naik turun dan
menggunakan jenis penggerindaan basah.Alur pengerjaan pada tahap grinding ini meliputi :
1. Meletakan benda kerja pada meja kerja .
2. Mengunci benda kerja pada meja kerja.
3. Mengarahkan roda gerinda pada permukaan yang akan di haluskan.
4. Memutar spindel mesin gerinda sehingga roda gerinda berada pada bidang yang dihaluskan.
Benda
Barang
kerja
yang
yang
telah
telah
melewati
melewati Benda kerja yang telah
proses permesinan driling sekrap dipergunakan karena sesuai
Grinding dan telah melewati dengan spesifikasi yang telah di
proses pelapisan tentukan