Anda di halaman 1dari 11

Oleh:

Hartini Yuristira
C11109321
Pembimbing:
dr.Ratna Nancy
Supervisor:
dr.Irnawaty Bahar,Sp.OG(K)

BAGIAN ILMU OBSETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
DESEMBER 2017

KISTA NABOTHIAN
 Uterus merupakan jaringan otot yang kuat
terletak di pelvis minor diantara kandung
kemih dan rektum. Dinding belakang dan
depan bagian atas tertutup peritonium
sedangkan bagian bawah berhubungan
dengan kandung kemih. Vaskularisasi
uterus berasal dari arteri uterina yang
merupakan cabang utama dari arteri iliaka
interna(arteri hipogastrika interna)
 Untuk mempertahankan posisinya, uterus
disangga beberapa ligamentum, jaringan
ikat dan parametrium. Ukuran uterus
tergantung dari usia wanita, ukuran anak-
anak 2-3 cm, nullipara 6-8cm, multipara 8-
9 cm dan >80 gram pada wanita hamil.
Dinding uterus terdiri atas tiga lapisan
perimetrium,miometrium,endometrium

Anatomy
Struktur histologi serviks terdiri dari:
 Endoserviks: Epitel selapis
silindris penghasil mukus
 Serabut otot polos hanya sedikit
dan lebih banyak jaringan ikat
padat (85%)
 Ektoserviks: Bagian luar serviks
yang menonjol ke arah vagina
yang memiliki lapisan
basal,tengah dan permukaan.
Ektoserviks dilapisi oleh sel epitel
skuamous nonkeratin
Pertemuan epitel silindris
endoserviks dengan epitel
skuamous ektoserviks disebut
taut skuamokolumnar
(squamocolumnar junction, SCJ)

Histology
 Kista nabothian
atau kista retensi
adalah kista penuh
lendir pada
permukaan serviks
uterus(leher rahim).
Diameter berkisar
2-10 mm

Definisi
Epidemiologi Etiologi

 Kista nabothian biasa  Kista lendir serviks uterus


ditemukan pada disebabkan oleh penutupan
permukaan leher duktus kelenjar nabothian
pada serviks uterus.
serviks wanita yang Faktor pencetusnya adalah:
telah memiliki anak dan  1.Penggunaan kondom
pada wanita yang wanita
menopause (akibat  2.Penyangga uterus
penipisan lapisan  3.Alergi spermisisda pada
permukaan serviks kondom pria
 kista ini terjadi akibat  4.Paparan terhadap bahan
radang kronik serviks kimia
2% dari seluruh wanita  5.Servisitis konik
 Selama proses penyembuhan erosi serviks
duktus mencakup pembukaan seviks dan
masuk ke dalam leher rahim sehingga
menyebabkan obstruksi. Jaringan yang
meningkatkan tekanan saluran di leher rahim
akan mengalami penyempitan yang akan
menyebabkan drainage sekresi kelenjar di blokir
sehingga membentuk kista nabothian

Patofisiologi
 Kista Nabothian tidak menimbulkan gejala
sehingga penderita juga tidak pernah
mengeluhkan sesuatu terkait dengan
adanya kista ini
 wanita subur usia 20-45 tahun
 Biasanya diameter kista berkisar
beberapa milimeter tetapi dapat juga
menjadi besar mencapai 2-10 mm.
Kandungan mukusnya bisa berwarna
kuning pucat sampai kecoklatan

Gejala klinis
 Anamnesis
 Pemeriksaan Fisik
 Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis
 Elektrokauter
Pembakaran bagian dari tubuh untuk
menghancurkan beberapa jaringan
 Cryofreezing
Pembekuan dengan freezent pada tumor yang
sangat dingin seperti nitrogen cair atau karbon
dioksida padat untuk membekukan dan
menghilangkan kista

Penatalaksanaan
 Komplikasi
Komplikasi biasanya tidak ada. Kista yang
ukurannya besar dapat bergenerasi menjadi cystic
adenmyosis, leiomyoma dan kista uterus congenital
 Prognosis
Kista nabothian di anggap bermasalah kecuali
bergejala sekunder dan biasanya menghilang
sendiri walaupun beberapa akan bertahap tanpa
batas waktu. Muncul dan menghilang dengan siklus
menstruasi

Komplikasi dan Prognosis