Anda di halaman 1dari 16

Pola Hubungan

dan Umpan Balik


dalam Komunikasi
Prinsip suatu hubungan
• Tindakan dapat berbicara lebih keras dari
kata-kata
• Ditentukan bukan atas dasar jumlah, tetapi
interaksi (satu orang merespon yang lain)
• Interaksi yang berlanjut akan membentuk sifat
suatu hubungan.
Tipe Hubungan

• Hubungan Simetris : terjadi apabila dua orang


saling merespon dengan cara yang sama.
• Hubungan Pelengkapan : terjadi apabila
pelaku komunikasi merespon dengan cara
yang berlawanan.
Setiap tipe hubungan dapat terjadi dalam beberapa bentuk pengendalian:
 Mengendalikan / menentang (up / ↑)
 Tidak mengendali/ Mengalah/Menerima (down/ ↓)
 netral / memberi tanggapan yang tidak terlalu mengakui kendali orang
lain/mengalihkan permasalahan (across /→)
Pola Hubungan
1. Simetri Kompetitif (one-up / one-up - ↑↑)
2. Kelengkapan (one-down/one-up - ↓↑)
3. Transisi (one-across /one-up - → ↑)
4. Kelengkapan (one-up / one-down - ↑↓)
5. Simetri Kepatuhan(one-down /one-down ↓↓)
6. Transisi (one-across / one-down - →↓)
7. Transisi (one-up/one-across ↑→)
8. Transisi (one-down/one-across ↓→)
9. Simetri Netral (One-across/one-across →→)
Hubungan Simetris
Terjadi apabila dua pihak merespon dengan cara yang sama
Simetri Kompetitif

↑↑

Silahkan saja kalau sanggup Saya Mau ruangan ini selalu


membersihkan sendiri! bersih !
Hubungan Simetris
Terjadi apabila dua pihak merespon dengan cara yang sama
Simetri Kepatuhan

↓↓

Aku merasa lelah, apa yang Aku tidak tahu, kamu saja
harus kita lakukan? yang memutuskan
Hubungan Simetris
Terjadi apabila dua pihak merespon dengan cara yang sama
Simetri Netral

Ayah, rumah sebelah →→


Iya, jendelanya juga kotor
sepertinya harus di cat
Hubungan Pelengkapan
terjadi apabila pelaku komunikasi merespon dengan cara yang
berlawanan.
Pola 1

Tolong bantu saya. Saya ↓↑ ikuti petunjuk saya, gunakan


membutuhkanmu cara saya
Hubungan Pelengkapan
terjadi apabila pelaku komunikasi merespon dengan cara yang
berlawanan.
Pola 2

Pokoknya semua kebutuhan ↑↓


Ibu, kamu yang memenuhi!
Baiklah
Pola Transisi
Proses peralihan dari Simetris Ke Pelengkap / Sebaliknya

Pola 1

→↑
Kita kompromi saja lah

Bagaimana mungkin, saya


tidak salah
Pola Transisi
Proses peralihan dari Simetris Ke Pelengkap / Sebaliknya
Pola 2

→↓

Itu anak, cerewet sekali ya Iya, kamu benar; dia cerewet


sekali
Pola Transisi
Proses peralihan dari Simetris Ke Pelengkap / Sebaliknya
Pola 3

↑→

Menurut ku, kita perlu


tambah karyawan

Banyak perusahaan sedang


butuh banyak karyawan
sekarang
Pola Transisi
Proses peralihan dari Simetris Ke Pelengkap / Sebaliknya
Pola 4

↓→

Saya tidak tahu jika dalam


kondisi seperti itu

Tolong bantu saya, apa yang


harus saya lakukan?
Respon / Feedback
• Secara umum merupakan wujud reaksi penerima
pesan atas pesan yang telah disampaikan.
• Secara interpersonal merupakan respon/ tanggapan
atas apa yang disampaikan seseorang dalam suatu
proses komunikasi.
• Secara institusional merupakan data statistik reaksi
audiens/konsumen terhadap suatu produk.

Feedback menentukan seberapa


berhasil komunikasi yang
dilakukan sekaligus memberikan
kesempatan untuk menyesuaikan
di waktu yang akan datang
Kualitas Umpan Balik Positif

• Kesegeraan : dilakukan segera setelah pesan diterima.


• Kejujuran : Pemahaman dan persetujuan atas suatu pesan
haruslah jujur.
• Kepatutan : sesuai dengan situasi komunikasi, berdasarkan latar
budaya. Patut dibedakan umpan balik terhadap pesan dan
terhadap pembicara.
• Kejelasan : merupakan refleksi atas pesan, bukan perasaan atau
prasangka pribadi. Juga harus jelas mengisyaratkan
pengertian/ketidak sepakatan
Menerima umpan balik secara efektif
• Kepekaan : rasakan keberadaan umpan balik dalam berbagai
bentuk
• Dukungan : mengurangi sikap defensif untuk menggali lebih
dalam.
• Keterbukaan Pikiran : mengevaluasi pernyataan, pertegas
yang masuk akal, koreksi yang tidak masuk akal.
• Kespesifikan : melihat hikmah dari umpan balik untuk membantu
menyesuaikan pesan-pesan selanjutnya.