Anda di halaman 1dari 20

DR. I KETUT NARIANA M.

KES
DINAS KESEHATAN TABANAN
 PTM (Penyakit Tidak Menular) merupakan
masalah kesehatan yg sangat penting untuk
dibahas
 Secara global who memperkirakan PTM
menyebabkan sekitar 60% kematian dan 43%
kesakitan di seluruh dunia.
 Perubahan pola struktur hidup masyarakat
dari agraris ke industri dan pola gaya hidup
dan sosek masy diduga sbg hal yg
melatarbelakangi peningkatan prevalensi
PTM
 MenurutWHO 3 dari 5 penduduk meninggal
o/k penyakit tidak menular

 Meningkatkan
kematian sebesar 17 % dalam
dekade mendatang

 Tahun
2030, mengancam 52 jt orang di dunia,
mengancam 9 jt org meninggal per tahun o/k
PTM
 PENYAKIT KRONIS YG TIDAK DITULARKAN DARI
ORANG KE ORANG
 Penyakit katastropik : memerlukan biaya yang tinggi
dan membahayakan jiwa.
 Penyakit tidak menular pd manusia yang
mempunyai durasi panjang dan perkembangannya
umumnya lambat.
 4 jenis PTM menurut who :
 Penyakit kardiovaskular : stroke, jantung,
 Penyakit kanker
 Penyakit pernafasan kronis : asma, obstruksi paru
 Diabetes Melitus
 Biaya
kesehatan untuk ke 4 penyakit diatas
sangat menguras biaya (pengobatan mahal
dan berjangka panjang) sehingga mendorong
masy ke dlm kemiskinan.

 Dibanyak negara minuman berbahaya, dan


diet tidak sehat banyak terjadi di kelompok
penghasilan rendah, namun kelompok
berpenghasilan tinggi dapat mengakses
pelayanan lebih awal, dan produk yang
melindungi mereka dari resiko PTM
Faktor Risiko
Perilaku Penyebab Terjadinya
PTM
Yang Harus
Diperbaiki
No Penyebab Kematian %
1 Stroke (I60 - I69) 21.1
2 Penyakit Jantung Koroner (I20 – I25) 12.9
3 Diabetes mellitus dengan komplikasi (E10 – E14) 6.7
4 Tuberkulosis Paru (A15 – A16) 5.7
5 Hipertensi dengan komplikasi (I11 – I13) 5.3
6 Penyakit Paru Obstruksi Kronis (J40-J47) 4.9
7 Penyakit Hati (K70 – K76) 2.7
8 Kecelakaan lalu lintas (V01– V99) 2.6
9 Pneumonia (J12 – J18) 2.1
10 Diare dan penyakit infeksi saluran pencernaan lain 1.9
(A09)
Sebagian besar
masyarakat
tidak mengerti
10 juta

Tidak
Terdiagnosa
63.2%

Tidak
Hipertensi v
Hipertensi
25.8%
74.2%
Terdiagnosa/
Minum obat
36.8%
1. Deteksi kemungkinan obesitas dilakukan dengan m
emeriksa tinggi badan dan berat badan serta lin
gkar perut.
2. Deteksi hipertensi dengan memeriksa tekanan
darah sebagai pencegahan primer.
3. Deteksi kemungkinan diabetes melitus menggu
nakan tes cepat gula darah
4. Deteksi gangguan mental emosional dan perilak
5. Pemeriksaan ketajaman penglihatan 1. KLB 1.Eliminasi Filariasis
6. Pemeriksaan ketajaman pendengaran 2. Pengendalian Arbovirus 2.Eliminasi Schistomiasis
7. Deteksi dini kanker dilakukan melalui pemeriksa- 3. Eliminasi rubela 3.Eliminasi Kusta
an payudara klinis dan pemeriksaan IVA khusus untuk 4. Eliminasi campak 4.Eradikasi Frambusia
wanita usia 30–59 tahun

1. Pelayanan kesehatan ibu hamil 1. Keluarga mengikuti KB


2. Pelayanan kesehatan ibu bersalin 2. Ibu bersalin difaskes
3. Pelayanan kesehatan bayi baru lahir 3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
4. Pelayanan kesehatan balita 4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
5. Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan das • TB 5. Pertumbuhan balita di pantau tiap bulan
• Hipertensi
ar 6. Penderita TB Paru berobat sesuai standar
6. Pelayanan kesehatan pada usia produktif 7. Penderita hipertensi berobat teratur
7. Pelayanan kesehatan pada usia lanjut • Kesehatan 8. Gangguan jiwa berat di obati dan tidak ditelantarkan
8. Pelayanan kesehatan penderita hipertensi Jiwa 9. Tidak ada anggota keluarga yang merokok
• IDL
9. Pelayanan kesehatan penderita Diabetes Mel 10. Keluarga memiliki atau memakai air bersih
itus 11. Keluarga memiliki atau memakai jamban sehat
10. Pelayanan Kesehatan orang dengan ganggu 12. Sekeluarga menjadi anggota JKN
an jiwa berat
11. Pelayanan kesehatan orang dengan TB
12. Pelayanan kesehatan orang dengan risiko ter
infeksi HIV

1. Deteksi hipertensi dengan mengukur tekanan darah


.
2. Deteksi diabetes melitus dengan pemeriksaan kadar
gula darah.
3. Deteksi kadar kolesterol dalam darah
4. Deteksi gangguan mental emosional dan perilaku,
termasuk kepikunan menggunakan SRQ20
• Stategi diarahkan pada 4 penyakit PTM utama dan 4 Faktor Risiko
Bersama yang menjadi penyebab dari 60% kematian akibat PTM, di
mana 80% diantaranya berada pada negara low- and middle-
income
• 4 Penyakit PTM Utama :
– Penyakit Jantung (Cardiovascular disease)
– Penyakit Kanker (Cancer)
– Penyakit Paru Kronis Diabetes Cancer Chronic
Respiratory
(Chronic Respiratory disease) Diseases
– Diabetes Cardiovascular
Disease
• 4 Faktor Risiko Bersama yang dapat dicegah: Other NCDs
– Penggunaan Tembakau/rokok
– Diet Tidak Sehat (Unhealthy Diet)
– Kurang aktifitas Fisik
(Physical inactivity) Physical i Unhealthy
– Penyalahgunaan Alkohol nactivity diets
(Harmful use of alcohol) Obesity Harmful use o
Smoking f alcohol
8. Percepatan penurunan

kebutaan akibat katarak 8. Deteksi dini katarak


TARGET DAN CAPAIAN INDIKATOR RENSTRA
PROGRAM P2PTM TAHUN 2015-2016
TAHUN 2015 TAHUN 2016
No INDIKATOR
T (%) R (%) T (%) R (%)
1 Persentase merokok penduduk 6,9 % NA 6,2% 8,8%*
usia < 18 tahun (IKU)
Persentase Puskesmas yang 35,17 49,3 %
2 melaksanakan pengendalian 10% (3.426 20% (4.773
PTM terpadu puskesmas) Puskesmas)
Persentase desa / kelurahan 8,83 15,48 %
3 yang melaksanakan kegiatan 10% (7.177 20% (12.349
Posbindu PTM desa/kel) Desa/Kel)
Persentase perempuan usia 2,74 4,48 %
30- 50 tahun yang dideteksi
4 10% 20% (1.676.747
dini kanker serviks dan (1.025.432)
Orang)
payudara
Persentase Kab/Kota yang 8,37 21,2 %
melaksanakan Kebijakan
5 10% (43 kab/ 20% (109 Kab/
Kawasan Tanpa Rokok (KTR),
kota) Kota)
minimal 50% sekolah
722 (8.21%
) 235 (10.96% 137 (15.01%
642 (7.76% 544 (16.6%)
) )
) 162 (24.8%
197 (7.33% 47 (4.65%) 371 (15.3%) 123 (5.2%)
)
) 292 (11.74%
) 51 (4.18%) 85 (1.35%)
446 (73.23%
)

276 (10.67%
765 (39.56%
)
)
612 (23.97% 710 (26.95%
) ) 346 (11.92%
1610 (14.27% )
267 (15.1%) )
1142 (25.62%
199 (8.92%) 210 (7.11%)
726 (14.87% )
) 937 (87.27%
960 (25.43% )
) 4963 (28.71% 639 (31.76% NASIONAL
1500 (13.18%)
) ) 20.785 (15.49%)
278 (6.16%
447 (53.65%) 94 (10.89%)
) Jumlah
% Sebaran
Posbind
u
P : periksa kesehatan rutin dan ikuti anjuran
dokter
 A : atasi penyakit dengan obat yg tepat dan
teratur
 T : tetap diet sehat dgn pola gizi seimbang
 U : upayakan aktifitas fisik teratur dan aman
 H : hindari rokok, alkohol dan zat
karsinogenik
 Giziseimbang batasi gula, garam, lemak
 Pertahankan BB, lingkar pinggang
 Gaya hidup aktif
 Stop rokok, batasi alkohol , zat karsinogenik
 Menimbang
 Mengukur tinggi badan
 IMT
 Mengukur tekanan darah
 Mengecek kadar gula darah
 Mengecek kadar kolesterol
 Mengecek kadar asam urat