Anda di halaman 1dari 18

LUMUT DAUN

(Musci)
Oleh
Brigita Atandewa
Diana B. Kause
Helsi J. Neno
Jenewaty M. Henuk
Materi yang akan dibahas :

Pengertian

Ciri-ciri

Habitat

Perkembangbikan

Klasifikasi
PENGERTIAN
• Lumut daun juga disebut lumut sejati atau juga
nama lainnya yaitu Musci adalah anggota
tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan
berspora yang termasuk dalam superdivisi
tumbuhan lumut atau Bryophyta. Lumut ini
disebut sebagai lumut sejati, karena bentuk
tubuhnya seperti tumbuhan kecil yang memiliki
bagian akar (rizoid), batang, dan daun.
• Bryopsida adalah kelas yang terbesar di antara
anggota Bryophyta lainnya dan paling tinggi
tingkat perkembangannya karena baik gametofit
maupun sporofitnya sudah mempunyai bagian-
bagian yang lebih kompleks.
• Tubuhnya masih berupa talus
• Warna hijau, mempunyai klorofil
• Daun-daun pada Musci tersusun radial, dalam
spiral atau bilateral jarang sekali daun-daun itu
tersusun dalam dua baris saja.
• Daun-daun (filoid) terdiri atas satu lapis sel dan
mempunyai rusuk tengah
• Di bagian tengah terutama dekat rusuk tengah
daun selalu terdiri atas lebih dari satu lapis sel,
tetapi belum ada daging daun (mesofil)
• Terdapat pembagian pekerjaan dalam talusnya,
ada seperti jaringan asimilasi dan jaringan
penyimpan cadangan makanan
• Akarnya belum berupa akar, masih berupa
rhizoid.
• Alat kelamin terdiri atas anteridium (jantan) dan
arkegonium (betina)
• Arkegonium berbentuk seperti botol, tingkatan, yaitu: Protonema dan
bagian yg lebar disebut perut dan yang Gametofora
sempit disebut leher, mempunyai dinding• Sporogonium terdiri atas kaki, seta, dan
sel yang terdiri dari selapis sel kapsul spora
• Anteridium berbentuk bulat atau seperti• Bagian kaki seperti pada lumut hati dan
gada, mempunyai dinding sel yang terdiri lumut tanduk merupakan bagian yang
dari selapis sel steril, di dalamnya terdapat termasuk kedalam jaringan gametofit dan
spermatozoid sel telur yang telah dibuahi berfungsi sebagai Haustorium.
akan membentuk embrio lalu tumbuh
menjadi suatu badan kecil yang akan• Seta atau tangkai Sporogonium umumnya
menghasilkan spora yaitu sporogonium yg panjang dan berwarna kuning agak coklat
tetap menempel pada induknya. atau agak merah.
• Reproduksi vegetatif dengan spora,• Kapsul spora lumut daun dapat di bedakan
generatif dengan arkegonium yang menjadi bagian-bagian yang di
menghasilkan ovum dan anteridium yang sebut:Apofise, Kotak Tutup atau
menghasilkan sperma. operculum
• Sporofit pada umumnya lebih kecil,
berumur pendek, dan hidup tergantung
pada gametofit.
• Gametofit dari lumut lumut daun
umumnya di bedakan dalam dua
HABITAT

Lumut daun dapat tumbuh di atas tanah-


tanah gundul yang secara periodik
mengalami masa kekeringan, bahkan di atas
pasir yang bergerakpun dapat tumbuh.
Selanjutnya lumut-lumut ini dapat kita jumpai
diantara rumput-rumput, diatas batu-batu
cadas, pada batang-batang dan dan cabang-
cabang pohon, di rawa-rawa tetapi jarang di
dalam air. Mengingat tempat tumbuhnya
yang bermacam-macam itu maka, tubuhnya
pun memperlihatkan struktur yang
PERKEMBANGBIAKAN
• vegetatif dengan spora, generatif dengan arkegonium yang
menghasilkan ovum dan anteridium yang menghasilkan
sperma.
• Spora lumut daun di tempat yang cocok berkecambah
merupakan protonema, Prononema itu mengeluarkan rizoid-
rizoid yang tidak berwarna, Rizoid telah mulai membentuk
pola pembelahan spora yang pertama pada sisi yang tidak
terkena cahaya. Jika cukup mendapat cahaya, pada
protonema lalu terbentuk kuncup-kuncup yan akan
berkembang menjadi tumbuhan lumut. Kuncup mula-mula
berupa penonjolan-penonjolan ke samping dari sel-sel
bawah pada suatu cabang protonema. Setelah kuncup itu
merupakan 1-2 sel tangkai, maka dalam sel ujungnya lalu
terjadi sel serupa piramid, karena terbentuknya sekat-sekat
KLASIFIKASI
Kebanyakan ahli bryologi membagi Bryopsida
menjadi 3 bangsa yaitu Andreaeidae, Sphagnidae, dan
Bryidae. Perbedaan dari ketiga anak kelas tersebut
terutama terletak pada struktur anatomi sporogoniumnya.
Bangsa 1: ANDREAEALES
Bangsa ini hanya memuat satu suku yaitu suku
Andreaeaceae, dengan satu marga yaitu andreaea.
1. Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang.
2. Daun-daun tersusun spiral rapat dan menutupi batang.
3. Gametangium terdapat pada ujung cabang terdiri
anteridium dan arkegonium terdapat cabang yang
berbeda
4. Kapsul spora mula-mula diselubungi oleh kaliptra
yang bentuknya seperti kopyah bayi. Jika sudah masak
pecah dengan 4 katub-katub.
5. Kolumela diselubungi oleh sporogen.
6. Contoh Andreaea petrophila, Andreaea rupestris.
Bangsa 2: SPHAGNALES (lumut gambut)
Hanya terdiri dari satu suku Sphagnaceae dan satu
marga Sphagnum.
1. Protonema tidak berbentuk benang, melainkan
merupakan suatu badan berbentuk daun kecil, tepinya
bertoreh-toreh dan hanya terdiri dari selapis sel saja.
2. Batangnya banyak bercabang-cabang. Cabang-cabang
batang ada yang mempunyai bentuk dan warna khusus,
yaitu cabang yang menjadi pendukung alat kelamin.
3. Kulit batang Sphagnum terdiri dari selapis atau beberapa
lapis sel-sel yang telah mati dan kosong.
4. Sporangium hanya membentuk tangkai pendek dengan
kaki yang membesar dan sampai lama diselubungi oleh
dinding arkegonium.
• Contoh-contoh lumut gambut
ialah Sphagnum fimriatum, S.
Squarrosum, S. Acutifolium.
• Bangsa 3: BRYALES
Sebagian besar lumut daun tergolong dalam bangsa ini. Pada bangsa ini
kapsul sporanya telah mencapai diferensiasi yang paling mendalam.
1. Sporogoniumnya mempunyai suatu tangkai yang elastis. Tangkai dengan
kaki sporogoniumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan gametofitnya.
2. Pada ujung tangkai terdapat kapsul sporanya yang bersifat radial atau
dorsiventral dan mula-mula diselubungi oleh kaliptra.
3. Sel-sel kaliptra yang masih memperoleh zat-zat makanan dari sporogonium,
dapat berkembang terus dan menghasilkan rambut-rambut yang menyerupai
benang-benang protonema dengan pertumbuhan yang terbatas.
4. Bagian atas seta dinamakan apofisis.
5. Khusus pada kebanyakan warga Bryales dibawah operkulum terdapat suatu
organ berupa gigi-gigi yang menutupi lubang kapsul spora. Gigi ini yang
dinamakan peristom.
6. Pada warga-warga Musci terdapat perbedaan bentuk dan susunan
peristomnya. Pada beberapa jenis lumut yang tergolong marga Archidium,
Phascum, Ephemerum, susunan sporongiumnya amat sederhana. Padanya
tidak terdapat operkulum, cincin maupun peristom.
7. Susunan daun yang khusus, yang dapat dianggap sebagai
(merupakan) suatu penyesuaian (adaptasi) terhadap cara
penyerapan air dan perlindungan terhadap kekurangan air,
terdapat antara lain pada Polytrichum commune. Daunnya
terdiri dari beberapa lapis sel. Sel-sel bagian atas mengandung
banyak klorofil, tersusun menurut poros panjang daun, dan
merupakan jaringan asimilasi.
8. Menurut cara pertumbuhan Bryales di bedakan kedalam dua
golongan yaitu :
• Yang tumbuh autotrop
Pada yang tumbuh autotrop pertumbuhannya diakhiri dengan
pembentukan arkegonium, dan sporogonium yang terjadi dari
arkegonium itu berdiri pada ujung batang lumut, dari sebab itu
lumut-lumut itu dinamakan lumut yang akrokarp.
• Yang tumbuh plagiotrop
9. Dalam taksonomi Bryales lebih lanjut,
dibedakan atas dasar sifat-sifat peristomnya
sebagai berikut.
1. Arthrodontes
Gigi peristom tipis seperti selaput, berasal
dari satu lapis sel sporogonium. Gigi-gigi
mempunyai garis-garis melintang dan
bersendi.
Arthrodonteae dibedakan lagi ke dalam
dua kelompok yaitu: Eubryales acrocarpi
2. Nematodonteae
Gigi-gigi peristom terdiri dari sel-sel utuh, tidak bergaris-garis.
Peristom terdiri dari 32-64 gigi. Dari sudut letak
sporogoniumnya termasuk yang bersifat akrokarp. Dalam suku
ini antara lain Polytrichum commune, Georgia pellucida,
Pogonatum cirrhatum.
Pengklasifikasian tumbuhan lumut mengalami banyak kesulitan di
antaranya yaitu:
• Bagaimana seharusnya lumut di klasifikasikan menurut sistem
filogenetik masih belum diketahui dengan pasti.
• Jika kita membuat tinjauan mengenai lumut seluruhnya, maka
yang pantas diperhatikan ialah adanya pergiliran keturunan
yang spesifik.
• Dugaan bahwa Bryophyta secara filogenetik berasal dari Algae
menjumpai banyak kesulitan-kesulitan.
• Kedua kelas Hepaticae dan Musci dapat kita anggap sebagai
dua cabang suatu batang yang mempunyai perkembangan yang
sejajar dengan barangkali Anthocerotales sebagai pangkalnya.
Jadi bentuk talus Bryophyta mempunyai tingkat perkembangan
yang lebih rendah.
• Pandangan lain yang tidak mempunyai banyak penganut
beranggapan bahwa kelompok lumut daun (Musci) yang lebih
Peranan
Secara umum lumut daun memiliki peranan sebagai :
• Produsen
• Mencegah erosi
• Sebagai penyerap dan penyimpan air
(karena sifat selnya yang menyerupai spons)
• Sphagnum dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kapas serta pupuk
• Marchantia dapat dimanfaatkan sebagi alternatif obat penyakit
• Sebagai penyedia oksigen
• menstabilkan konsentrasi karbondioksida di atmosfer bumi
• Sebagai ornamen tata ruang