Anda di halaman 1dari 24

Nikel dan Paduan Mangan

Oleh :
Driyarta Lumintu 141411037
Sunarti 141411058
1B

Program Studi D3 Teknik Kimia


Jurusan Teknik Kimia
Politeknik Negeri Bandung
2015
Nikel
Nikel adalah komponen yang banyak
ditemukan dalam meteorit dan menjadi ciri
komponen yang membedakan meteorit dari
mineral lainnya. Unsur nikel berhubungan
dengan batuan basa yang disebut norit. Nikel
ditemukan dalam mineral pentlandit, dalam
bentuk lempeng-lempeng halus dan butiran
kecil bersama pyrhotin dan kalkopirit. Nikel
biasanya terdapat dalam tanah yang terletak di
atas batuan basa.
Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat
Mekanik Bahan Nikel
• Nomor atom : 28
• Massa atom : 58,71 g/mol
• Elektronegativitas menurut Pauling : 1,8
• Kepadatan : 8,9 g/cm3 pada 20 °C
• Titik lebur : 1453 °C
• Titik didih : 2913 °C
• Radius Vanderwaals : 0,124 nm
• Radius ionic : 0,069 nm (+2) ; 0,06 nm (+3 )
• Isotop : 10
• Energi ionisasi pertama : 735 kJ/mol
• Energi ionisasi kedua : 1753 kJ/mol
• Energi ionisasi ketiga : 3387 kJ/mol
• Potensial standar : -0,25 V
• Ditemukan oleh : Alex Constedt (1751)
Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat
Mekanik Bahan Nikel
Nikel memiliki sifat fisis mekanis yang baik sekali, yaitu
tahan korosi, tahan oksidasi, tahan pada temperatur
tinggi, dapat membentuk larutan padat yang ulet, kuat
dan tahan korosi dengan banyak logam-logam lainnya.

Nikel sangat kuat dan memiliki sifat liat (ductile), nikel


bersifat ferromagnetic dan berbarat jenis 8,9 gram/cm3.
Nikel memiliki struktur Kristal kubik pemusatan sisi (Fece-
centred-cubic,FCC) dan lebur pada suhu 1455 derajar
selsius. Nikel sangat mudah dipadukan dengan unsur
logam lain, sehingga nikel sangat penting sebagai bahan
paduan untuk ketahanan korosi dan panas (Prayitno
dalam Syarah, No date).
Cara Memperoleh, Proses
Pembuatan, dan Sumber Bahan Nikel
• Cara Memperoleh
Pengolahan bijih nikel laterite dapat dilakukan
dengan dua metode berbeda yaitu metode
hidrometalurgi dan pirometalurgi.Metode
pirometalurgi umumnya diterapkan untuk bijih nikel
laterite jenis silica melalui tahap pengeringan,
reduksi, peleburan pada suhu tinggi. Sedangkan
metode hidrometalurgi digunakan untuk mengolah
bijih nikel melalui pelindian dengan melarutkan
logam-logam yang terdapat dalam bijih nikel seperti
nikel dan kobalt tanpa terjadinya pelarutan logam
lain yang tak diinginkan seperti besi.
Cara Memperoleh, Proses
Pembuatan, dan Sumber Bahan Nikel
• Proses Pembuatan
1) Proses Pengeringan
Proses ini menggunakan rotary dryer. Pada tahap ini bijih nikel yang awalnya memiliki kadar air sekitar 35%,
setelah dikeringkan kadar airnya menjadi 20% kemudian dikirim dan disimpan dalam gudang.
2) Proses Reduksi
Bijih besi yang telah dikeringkan direduksi dalam rotary klin. Kadar air bijih nikel awalnya akan berkurang
menjadi 0% kemudian mengalami proses reduksi. Proses reduksi akan mengkonversi bijih nikel oksida
menjadi logam nikel dan logam besi. Pada tahap ini juga ditambahkan batu bara dan diakhiri proses
ditambahkan sulfur cair. Produk yang dihasilkan dari tahp ini adalah kalsin.
3) Proses Peleburan / Smelting
Kalsin dilebur dalam tungku lebur yaitu electric arc furnace.Kalsin dilebur menjadi matte yang memiliki
kualitas tertentu.Produk pada tahap ini adalah nikel matte yang mengandung nikel sekitar 27%. Matte cair
ditampung dalam ladle untuk selanjutnya ditransfer menuju converter.
4) Proses Pemurnian / Converting
Proses converting merupakan proses pemurnian nikel matte cair.Converting dilakukan dalam Top Blown
Kaldo Type Rotary Converter (TBRC) atau dalam Pierce Smith Converter. Pada tahap ini, kadar nikel dalam
matte cair ditingkatkan sehingga mencapai kadar nikel sekitar 78%. Sedangkan kadar besi menjdai 0,7%.
Proses pemurnian dilakukan dengan menambahkan udara dan silika sebagai fluks, bahan imbuh.
5) Proses Granulasi
Matte cair dari proses converting ditransfer menggunakan ladle menuju proses granulasi kemudian
disemprot dengan air bertekanan tertentu. Matte cair membeku dalam bentuk granul-granul atau partikel-
partikel kecil.
Cara Memperoleh, Proses
Pembuatan, dan Sumber Bahan Nikel
• Sumber bahan
Nikel ditemukan pada lapisan bumi dalam dua bentuk
yang berbeda yaitu nikel sulfide dan nikel laterite atau
nikel oksida dan silica.Bijih nikel sulfida adalah endapan
nikel yang terjadi sebagai mineral kompleks yang
mengandung tembaga, dan sedikit logam mulia dan
kobal.Bijih nikel jenis sulfida umumnya ditemukan di
negara maju seperti Kanada, Australia, dan Finladia.Bijih
nikel laterite merupakan bijih dengan karakteristik
mineralogis yang cukup kompleks.Bijih nikel jenis laterite
banyak terdapat di negara berkembang, seperti
Indonesia, Filipina, Kaledonia baru, dan Dominika. Di
indonesia, tempat ditemukan nikel adalah Sulawesi
tengah dan Sulawesi Tenggara.
Logam Paduan Nikel
• Monel, adalah paduan nickel (Ni = 67%) dengan logam tembaga (Cu =
28%) dan element logam lain ferro, Mn, dan Si. Penggunaan logam monel
banyak untuk industri kimia, bahan makanan dikarenakan sifattahan
korosinya yang sangat baik di samping sifat kekuatan dan keuletannya dan
tahan temperatur tinggi. Logam monel dapat bertahan sifat fisis dan
mekanisnya sampai temperature kerja 750°C.

• Paduan Nickel-Chrow-Ferro (Nichrom) banyak digunakan untuk


tahanan listrik, pada alat pemanas listrik hal ini karena sifat tahan oksidasi
dan kuat pada temperatur tinggi.

• Paduan Hastelloy, adalah paduan nickel dengan berbagai logam lain,


seperti komposisi : Ni-Cr-Mo-Fe (Hastelloy C dan X). Paduan hastelloy ini
dikenal tahan korosi terhadap beberapa asam kuat . HCl, H2SO4 , H2P04.
Karena sifat-sifat yang demikian ini hastelloy dipakai untuk komponen
pompa dan katup, nozzle, asam kuat dan tahan temperatur tinggi (Fatchul
dalam Syarah, No date).
Penggunaan Nikel di Industri dan
Kehidupan Sehari-hari
• Di Industri
1. Pelindung baja (stainless steel)
2. Pelindung tembaga
3. Aplikasi industri pesawat terbang
4. Kawat lampu listrik
5. Katalisator lemak
• Di kehidupan sehari-hari
1. Sebagai bahan campuran dalam pembuatan stainless steel. Dalam kehidupan sehari-hari
hasil produksi stainless steel sebagai berikut :
 Peralatan makan seperti sendok, garpu, dan sumpit
 Rantai jam tangan
 Besi-besi pada konstruksi bangunan
 Peralatan sanitas seperti kran air dan shower
2. Aplikasi nikel dalam dunia otomotif dan variasi. Nikel dan krom dapat menjadi bahan lapisan
tambahan pada bagian-bagian otomotif agar lebih kinclong, menarik, dan mencegah
munculnya karat serta menjaga kualitas. Berikut adalah beberapa bagian otomotif yang
diaplikasikan nikel dan krom :
 Knalpot motor dan mobil
 Velg
 Rangka
 Bumber
 Bagian-bagian kecil seperti pijakan kaki, handle helm, dan spion
Tingkat Bahaya Nikel dan Bagi Kehidupan
Sehari-hari dan Pencemaran Lingkungan
• Dampak nikel terhadap kesehatan
Paparan nikel dalam jumlah besar akan memiliki
konsekuensi sebagai berikut:
 Kemungkinan lebih tinggi mengalami kanker paru-paru,
kanker hidung, kanker laring, dan kanker prostat
 Sakit kepala dan pusing setelah terpapar gas nikel
 Emboli paru
 Kegagalan pernapasan
 Janin lahir cacat
 Asma dan bronkitis kronis
 Reaksi alergi seperti ruam kulit, terutama dari perhiasan
 Gangguan Jantung
Tingkat Bahaya Nikel dan Bagi Kehidupan
Sehari-hari dan Pencemaran Lingkungan
• Dampak nikel terhadap pencemaran lingkungan
Konsentrasi nikel yang tinggi pada tanah berpasir
dapat merusak tanaman dan konsentrasi nikel yang
tinggi di permukaan air dapat mengurangi tingkat
pertumbuhan alga.
Mikroorganisme berpotensi mengalami penurunan
pertumbuhan karena kehadiran nikel, meskipun
mereka biasanya mampu mengembangkan resistansi
terhadap nikel setelah beberapa saat.
Pada hewan, paparan nikel berlebih berpotensi
menyebabkan berbagai jenis kanker.
Mangan
Mangan ditemukan sebagai unsur bebas
dalam sifat dasarnya dan sering dicampur
dengan besi, seperti mineral-mineral
lainnya.Sebagai unsur bebas, Mangan adalah
logam yang penting dalam penggunaan dengan
campuran logam-logam industri, terutama di
dalam baja-baja anti karat. Mineral mangan
tersebar secara luas dalam banyak bentuk;
oksida, silikat, karbonat adalah senyawa yang
paling umum.
Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat
Mekanik Bahan Mangan
• Nomor atom : 25
• Massa atom : 54,9380 g/mol
• Elektronegativitas menurut Pauling : 1,5
• Densitas : 7.43 g/cm3 pada 20 °C
• Titik lebur : 1247 °C
• Titik didih : 2061 °C
• Radius Vanderwaals : 0,126 nm
• Radius ionic : 0,08 nm (+2) ; 0.046 nm (+7)
• Isotop :7
• Energi ionisasi pertama : 716 kJ/mol
• Energi ionisasi kedua : 1489 kJ/mol
• Potensial standar : – 1,05 V (Mn2+ / Mn)
• Ditemukan : Johann Gahn tahun 1774
Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat
Mekanik Bahan Mangan
• Sifat Fisika Mn(s) +Cl2→MnCl2
Mn(s) + Br2 →MnBr2
1) Reaksi dengan air Mn(s) + I2→MnI2
Mangan bereaksi dengan air dapat Mn(s) + F2→MnF2
berubah menjadi basa secara perlahan Selain bereaksi dengan flourin
dan gashidrogen akan dibebaskan sesuai membentuk mangan (II) flourida, juga
reaksi: menghasilkanmangan (III) flourida
Mn(s) + 2H2O →Mn(OH)2 + H2 sesuai reaksi:
2) Reaksi dengan udara 2Mn(s) + 3F2→2MnF3(s)4.
Logam mangan terbakar di udara sesuai 4) Reaksi dengan asam
dengan reaksi: Logam mangan bereaksi dengan asam-
3Mn(s) + 2O2 →Mn3O4(s) asam encer secara cepat menghasilkan
gashidrogen sesuai reaksi:
3Mn(s) + N2→Mn3N2(s)
Mn(s) + H2SO4→Mn2+(aq) + SO42-(aq) +
3) Reaksi dengan halogen
H2(g)
Mangan bereaksi dengan halogen
(Bani. No date)
membentuk mangan (II) halida, reaksi:
Sifat Fisik, Sifat Kimia, dan Sifat
Mekanik Bahan Mangan
• Sifat Mekanik
Kekerasan mangan sedang akibat dari
cepat tersedianya elektron dan orbital untuk
membentuk ikatan logam dan sulit untuk disatukan
namun mudah untuk dioksidasi.
Cara Memperoleh, Proses Pembuatan,
dan Sumber Bahan Mangan
• Cara Memperoleh
Mangan diperoleh dengan ekstraksi oksida-oksidanya dari tambang bijihnya. Sumber utama
senyawa mangan adalah MnO2.Jika MnO2 dipanaskan dengan penambahan alkali dan zat
pengoksidasi, garam permanganat dapat terbentuk.
3MnO2 + 6KOH + KClO3 → 3K2MnO4 + KCl + 3H2O
K2Mn4 diekstraksi dari bahan campuran dalam air dan dapat dioksidasi menjadi KMnO4 (misalnya
dengan Cl2 sebagai zat pengoksidasi). Alternatif lain,jika MnO4 diasamkan, dihasilkan MnO4-.KMnO4
merupakan zat pengoksidasi yang penting. Untuk analisa kimia biasanya digunakan pada larutan asam,
dimana senyawa tersebut direduksi menjadi Mn2+ .
Kation mangan (II) diturunkan dari mangan (II) oksida. Ia membentuk garam-garam tak berwarna,
meskipun jika senyawa itu mengandung air kristal dan terdapat dalam larutan, warnyanya agak merah
jambu, ini disebabkan oleh adanya ion heksa kuomanganat (II) (MnO(H2O)6)2+ ion mangan (III) tidak
stabil, tetapi ada kompleks yang mengandung mangan dalam keadaan oksidasi +3 dikenal orang.
Mudah direduksi menjadi ion mangan (II).Senyawa mangan (II) dengan kekecualian mangan (IV) oksida
adalah tidak stabil, karena ion mangan (IV) ini mudah direduksi menjadi mangan (II).Senyawa mangan
(VI) stabil dalam larutan basa dan berwarna hijau.Pada penetralannya tejadi reaksi disproporsionasi,
tebentuk endapan mangan dikosida dan ion manganat (VII) atau permanganat.Jika mangan (VI) oksida
diolah dengan asam, terbentuk ion-ion mangan (II).Senyawa mangan (VII) mengandung ion manganat
(VII) atau permangantat MNO4-.Permanganat alkali adalah senyawa yang stabil yang menghasilkan
larutan warna lembayung.Semuanya merupakan zat pengoksidasi yang kuat.
Cara Memperoleh, Proses Pembatan,
dan Sumber Bahan Mangan
• Proses Pembuatan
• Reduksi dengan karbon
Oksida mangan yang telah diekstraksi dicampur dengan karbon lalu dipanaskan,
sehingga terjadi reaksi:
Mn3O4 + 4C → 3Mn + 4CO
MnO +2C → Mn + 2CO
• Proses Alumino Thermic
Bijih dicuci dengan mengalirkan air dan dipanggang dengan dialiri udara lalu dipanaskan
terus sampai pijar(merah) dimana MnO2 akan berubah menjadi Mn3O4.
MnO2 → Mn3O4 + O2
Oksida yang terbentuk dicampur dengan bubuk aluminium dalam krus, lalu ditimbuni
dengan bubuk magnesium dan barium peroksida. Reduksi terjadi dalam pemanasan.
3Mn3O4 + 8Al → 4Al2O3 + 9Mn
• Metode elektrolisa
Mangan secara besar-besaran diprodiuksi dengan cara ini:Bijih digiling dan dipekatkan
dengan proses gravityBijih yang sudah dipekatkan dipanggang (elumino proses) sampai
terbentuk Mn3O4. Mn3O4 dipanaskan bersama H2SO4 encer maka terbentuk MnSO4 (larut)
dan MnO2 (tak larut). MnO2 dapat dipijarkanlagi menjadi Mn3O4 dan proses diulang
seperti diatas. larutan MnSO4 dielektrolisa menggunakan katoda merkuri. Mangan
dibebaskan pada katoda ini membentuk amalgam. Selanjutnya amalgam didestilasi dimana
Hg akan menguap lebih dulu dan tinggal mangan.
Cara Memperoleh, Proses Pembuatan,
dan Sumber Bahan Mangan
• Sumber Bahan

Kandungan mangan di bumi adalah sekitar 1000 bpj (0,1%) dari kerak bumi,
membuatnya menjadi unsur terbanyak ke-12 yang ada. Tanah mengandung 7-9000 bpj
mangan dengan rata-rata 440 ppm.Air laut hanya mengandung 10 bpj mangan.Mangan
umum ditemui dalam mineral pirolusit (MnO2) dan braunit (Mn6SiO12).
Pirolusit
Untuk mengolah mangan murni, dilakukan proses hidrometalurgi, yakni proses
leaching dengan asam sulfat dan dilanjutkan proses elektrometalurgi, yakni proses
elektrowinning guna mencapai kemurnian yang tinggi (~99%).
Potensi cadangan bijih mangan di Indonesia cukup besar, namun terdapat di
berbagai lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Potensi tersebut terdapat di Pulau
Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara,
Maluku, dan Papua.
Cara Memperoleh, Proses Pembatan,
dan Sumber Bahan Mangan
Di Indonesia, mangan telah ditemukan sejak 1854, yaitu terdapat di
Karangnunggal, Tasikmalaya (Jabar) tetapi baru dieksploitasi pada tahun 1930. daerah-
daerah lain yang mempunyai potensi mangan adalah Kulonprogo (DIY), pegunungan
karang bolong (Kedu Selatan), Pegunungan Menoreh (Magelang), Gunung Kidul,
Sumatera Utara Pantai Timur, aceh, Kliripan, Lampung(DIY), Maluku, NTB dan
Sulawesi Utara.
Menurut data statistic dari Central Bureau of Statistics memperlihatkan bahwa
konsumsi atau penggunaan mangan sangat besar dengan total 43,579.26 ton pada
tahun 2002 dan meningkat pada tahun 2003 sebesar 52,242.67 ton dengan konsumsi
terbesar pada industri besi dan baja yang bisa mencapai 90%.
Ketersediaan :
Mangan ditemukan di alam dalam bentuk:
· Pyrolusite (MnO2)
· Brounite (Mn2O3)
· Housmannite (Mn3O4)
· Mangganite (Mn 2O3.H2O)
· Psilomelane [(BaH2O)2.Mn5O10)
· Rhodochrosite (MnCO3)
Logam Paduan Mangan
Sedikit kandungan mangan akan meningkatkan kemampuan kerja (workability) baja pada
suhu tinggi, karena mangan akan membentuk sulfida dengan titik lebur yang tinggi dan mencegah
terbentuknya cairan sulfida besi pada batas butir. Jika kandungan mangan mencapai 4%, akan
terjadi peningkatan pada sifat kerapuhan pada baja, namun dengan meningkatnya kandungan
mangan, sifat kerapuhan ini akan menurun dan mencapai tingkat yag dapat diterima pada 8%.
Baja dengan kandungan 8-15% mangan memiliki kekuatan tarik yang tinggi mencapai 863 MPa.
Sedangkan pada aluminum, kandungan mangan sekitar 1,5% meningkatkan ketahanan
terhadap korosi karena pembentukan butir yang mampu menyerap pengotor yang menjadi
penyebab korosi galvanis. Paduan aluminium 3004 dan 3104 yang tahan korosi dengan
kandungan mangan 0,8-1,5% digunakan sebagai kaleng makanan dan minuman. Pada tahun 2000,
lebih dari 1,6 juta ton paduan alumunium ini digunakan, dan dengan kandungan mangan 1%,
berarti dibutuhkan 16.000 ton mangan.
Paduan antara besi dengan paduan utama mangan disebut ferromangan, dengan kriteria
kandungan mangan minimal sekitar 30-80%. Paduan ini diproduksi dengan mencampurkan ore
besi dan mangan, seperti hematit dan pirolusit dengan karbon dalam bentuk batu bara atau
kokas. Pencampuran ini bisa dilakukan pada tanur tinggi atau sebuah tanur yang menyerupai
tanur listrik, yakni submerged arc furnace. Oksida yang telah dimasukkan akan mengalami reduksi
karbotermal pada tanur dan menghasilkan ferromangan. Ferromangan biasa digunakan sebagai
deoksidasi pada produksi baja.
Logam Paduan Mangan
Mangan memiliki peranan penting dalam pembuatan baja karena menurunkan suhu dimana
austenit berubah menjadi pearlit, dan menghindari terjadinya pengendapan sementit pada batas
butir ferit, dan meningkatkan kehalusan pada struktur pearlit.Kekuatan dan ketangguhan baja
tergantung pada ukuran butir dan fraksi volum yang mengandung pearlit.Elemen paduan,
termasuk mangan juga berkontribusi pada pengerasan pada ferit, namun lebih terbatas
dibandingkan dengan efek karbon, nitrogen, fosfor bahkan silikon.
Mangan juga meningkatkan respon baja terhadap pendinginan cepat karena efeknya pada
suhu transformasi.Mangan juga lemah dalam pembentkan karbida.Kedua hal ini menjadi hal yang
menguntungkan pada baja yang diberikan perlakuan panas secara khusus. Efek lain dari mangan
adalah kemampuannya menstabilkan austenit pada baja, seperti juga nikel. Meski mangan tidak
sekuat nikel dalam menciptakan kestabilan austenit, tetapi mangan memiliki keuntungan dari segi
finansial, yakni jauh lebih ekonomis dibanding nikel.Untuk meningkatkanefek mangan pada
pembentukan austenit juga dapat digunakan nitrogen, yang merupakan elemen pembentuk
austenit.
Penggunaan Mangan di Industri dan
Kehidupan Sehari-hari
a. Penggunaan Mangan di Industri
• Mangan digunakan untuk produksi besi dan baja
industry baja
• Katalis
• Baterai kering
• Industri kimia

b. Penggunaan Mangan di Kehidupan Sehari-hari


Dalam kehidupan sehari-hari mangan dapat
digunakan untuk kesehatan yaitu untuk mencegah
keropos pada tulang dan mengurangi gejala PMS.
Tingkat Bahaya Mangan & Bagi Kehidupan
Sehari-hari dan Pencemaran Lingkungan
• Dampak Mangan terhadap Kesehatan
Mangan merupakan elemen penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Jika
manusia kekurangan mangan akan menyebabkan :
a.Kegemukan
b.Glukosa intoleransi
c. Pembekuan darah
d.Masalah kulit
e.Menurunkan kadar kolestrol
f. Gangguan skeleton
g.Perubahan warna rambut
h.Gejala neurological
Namun jika konsentrasi mangan dalam tubuh manusia terlalu tinggi akan
menyebabkan keracunan dan menimbulkan halusinasi, pelupa, dan kerusakan pada
saraf. Mangan juga dapat menyebabkan Parkinson, emboli paru-paru, dan bronchitis.
Tubuh manusia yang terkena mangan untuk jangka waktu yang lama akan mengalami
impoten. Sindrom yang ditimbulkan oleh mangan seperti skizofrenia, kebodohan,
lemah otot, sakit kepala, dan insomnia.
Tingkat Bahaya Mangan & Bagi Kehidupan
Sehari-hari dan Pencemaran Lingkungan
• Dampak Mangan terhadap Lingkungan
Peningkatan konsentrasi mangan terhadap lingkungan
memberikan dampak negatif akan kerusakan sumber
daya alam dan lingkungan hidup. Dampak-dampak yang
ditimbulkan sebagai berikut :
a.Penurunan kualitas air dan kuantitas air (debit air)
sebagai akibat dari pencucian batu mangan
b.Peningkatan erosi tanah dan longsor sebagai
akibat dari kegiatan penggalian batu mangan
c. Penurunan kesuburan tanah
d.Penurunan keanekaragaman flora dan fauna