Anda di halaman 1dari 26

Reny Yuniasanti, M.

Psi
 Jumlah pengangguran di Indonesia 10 % adalah kaum intelek yg
menyandang gelar pendidikan perguruan tinggi.

 Ir.Ciputra (Kompas 31-8-2009) mengatakan……


 Generasi muda sudah saatnya mengubah pola pandang, jangan
hanya berfikir menjadi pegawai setelah lulus dari Lembaga
Pendidikan Tinggi, apalagi Pegawai Negeri, menjadi Wirausaha
perlu difikirkan sebagai pilihan.
 Untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan Indonesia
butuh 4 juta wirausaha terutama yg Inovatif,di Indonesia baru ada
400.000 atau 0,18% sebaiknya 2% dari populasi.
 Wirausahawan atau Entrepreneurship adalah
orang yang berjiwa berani mengambil resiko
untuk membuka usaha dalam berbagai
kesempatan.
 Kegiatan Wirausaha dapat dilakukan seorang
diri atau berkelompok.
 Seorang Wirausahawan dalam pikirannya
selalu berusaha mencari,memanfaatkan
peluang usaha yang dpt memberi keuntungan.
 Wirausahawan adalah para perintis yang percaya
bahwa mereka mampu menentukan apa yang akan
terjadi, memiliki kemampuan untuk mengelola sumber
daya dan menghadapi tantangan, aktif dan tidak kenal
lelah (Jacobowitz, Vidler, & Scott, 1982).

 Kewirausahaan merupakan kemampuan dlm


menciptakan sesuatu yg baru dan berbeda ; Orang yg
memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yg
baru,berbeda dari yg lain atau mampu menciptakan
sesuatu yg berbeda dgn yg sudah ada sebelumnya.
PETER F.DRUCKER (Kasmir;17)
 Kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas
dan inovasi dlm memecahkan persoalan dan menemukan
peluang untuk memperbaiki kehidupan / usaha.
 Untuk menciptakan sesuatu diperlukan suatu kretivitas dan
jiwa inovator yg tinggi.Seorang yg memiliki kreativitas dan
jiwa inovator tentu berfikir untuk mencari dan menciptakan
peluang yg baru agar lebih baik dari sebelumnya.

 KESIMPULAN
 Suatu kemampuan dlm hal menciptakan kegiatan usaha;
 Kemampuan menciptakan memerlukan adanya kreativitas
dan inovasi yg terus menerus untuk menemukan sesuatu yg
berbeda dari yg sdh ada sebelumnya.
 Kreativitas dan inovasi tsb pada akhirnya mampu
memberikan kontribusi bagi masyarakat banyak.
 Tidak sedikit pengusaha sukses yang gagal studinya bahkan tidak
sekolah sama sekali.
 Banyak pengusaha sukses yang menyimpang dari latar belakang
ilmu yang dipelajari.
 Banyak keluhan pengangguran meningkat dan lapangan kerja
menyempit.
 Tidak sedikit pengusaha kesulitan mendapatkan karyawaan yang
sesuai dengan harapannya.
 Menjual sesuatu yang bisa dibuat dan atau dilakukan ( berorientasi
pada produk/jasa)
 Membuat dan atau melakukan sesuatu yang bisa dijual
(berorientasi pada pasar)
 Kombinasi dari keduanya dengan mengoptimalkan potensi yang
ada secara cermat.
 B = BERBASIS ILMU
 I = NOVATIF
 S = STRATEGI
 N = NIAT YANG KUAT
 I = INFORMASI DAN TEKHNOLOGI
 S = SUPEL
 1.Necessity Entrepreneur yaitu menjadi wirausaha karena
terpaksa dan desakan kebutuhan hidup.

 2.Replicative Entrepreneur,yang cenderung meniru-niru


bisnis yang sedang ngetren sehingga rawan terhadap persaingan
dan kejatuhan.

 3.Inovatif Entrepreneur,wirausaha inovatif yang terus berpikir


kreatif dlm melihat peluang dan meningkatkannya.
Karakter tak dapat dikembangkan
secara mudah dan diam-diam,
melalui pengalaman jatuh
bangunlah jiwa dapat diteguhkan,
visi diperjelas, ambisi terbakar dan
kesuksesan diraih.

Karakter adalah sikap dan perilaku yang


konsisten
Karakter dapat dibentuk karena adanya
bakat dan latihan.
Kurt Lewin mengatakan :
Perilaku = individu + lingkungan
Perilaku merupakan hasil dari individu
dan lingkungn
Tidak semua enterpreneur ulung
menunjukkan ciri-ciri karakter yang
serupa

Contoh :
a. Bob Sadino perintis usaha KemFood
terkenal sebagai pegusaha yang
memiliki karakter terbuka
b. Junaedi Yusuf perintis usaha
Konimex cenderung dikenal sebagai
seorang pengusaha yang low profile
dan tertutup
1. Lingkungan keluarga dan masa kecil (pengaruh pekerjaan

orangtua)

2. Pendidikan (berpengaruh dalam kelanjutan usaha dan problem

solving)

3. Nilai-nilai Personal (yang membedakan dengan pengusaha lain

dalam berhubungan dan mengatur organisasi)

4. Pengalaman Kerja (ketidakpuasan dalam bekerja)


1. Total Komitmen, determinasi dan Kesabaran

a. Selalu berpikir akan tujuan dan keinginan akan rencana


bisnisnya.

b. Keyakinan akan bisnis yang dijalani

c. Kesabaran dalam memperoleh hasil

2. Orientasi peluang dan sasaran


Pengusaha yang sukses menganggap sasaran sungguh
penting karena ia akan menjadi motivator dahsyat bagi
sebagian besar pebisnis.
Salah satu alasan kuat banyak
karyawan yang beralih menjadi
kewirausahawan adalah
kebebasan.
Pengusaha yang sukses akan berani
dan eksploratif dalam mengambil
inisiatif untuk menjalankan ide-ide
produktif, serta berani bertanggung
jawab secara pribadi atas segala
akibat dan dampak dari inisiatifnya.
Selalu berani dan siap dalam menghadapi setiap masalah yang timbul
dan dapat menghambat usahanya.

Keyakinan terhadap tujuan yg membuat wirausaha mampu mengurai


semua persoalan yang muncul silih berganti dan mencari-cari solusi
yang cocok.
Pengusaha yang sukses selalu mencari
umpan balik dari :

a. Luar perusahaan : umpan balik harus


terus dicari dan dimanfaatkan dalam
pengembangan produk dan perbaikan
layanan terus menerus

b. Dalam perusahaan : umpan balik


karyawan harus difasilitasi dan
dimanfaatkan semaksimal mungkin
untuk peningkatan kinerja perusahaan.
 locus of control internal : kepercayaan bahwa kekuatan diri berasal
dari dalam dirinya sendiri
 locus of control external ; kepercayaan bahwa kekuatan diri berasal
dari kekuatan di luar dirinya (contoh kepada orang lain, Tuhan,
Orang tua, dll)

Pengusaha yang sukses adalah orang yang menganggap nasibnya


sebagian besar tergantung pada dirinya sendiri.

Bangsa Barat : bertipe internal  lebih cenderung berperilaku seperti


komandan, yaitu bergantung pada kekuatan dan kemampuan
dirinya sendiri

Bangsa Timur : bertipe eksternal  lebih cenderung berperilaku


seperti seorang abdi, yaitu bergantung kepada kekuatan di luar
dirinya
Pengusaha yang sukses
adalah yang berani
untuk mengambil
resiko.
Semua orang
cenderung suka
dengan kepastian,
tapi realitas bisnis
banyak
menunjukkan
ketidakpastian.
  realis dan punya selera humor
  disebut sebagai inovatif
  kreativitas dalam bisnis harus dapat
diterima oleh masyarakat luas sebagai nilai-
nilai yang memberi manfaat
  Dough Hall mengatakan pengusaha yang
sukses cenderung orientasi otaknya
seimbang, dapat berimajinasi juga mampu
mengimplementasi.
Menurut Shane (2003), ada 4 karakter psikologis
a.kepribadian
b.motivasi
c. evaluasi diri
d.sifat-sifat kognitif
 Karakter mendasar pada seseorang yang
membawa mereka untuk berperilaku
dengan cara tertentu
 Ada tiga aspek kepribadian:
- Extraversion
- Agreeableness
- Risk taking
 Sebagian besar entrepreneur dimotivasi oleh
keinginan untuk menentukan nasibnya sendiri.
 Ada 2 macam kebutuhan yang melandasi motivasi
seorang entrepreneur yaitu
1. Need of achievement
Adanya penentuan tujuan, perencanaan, dan
pengumpulan informasi serta kemauan untuk
belajar serta kemampuan membawa dan
mengimpplementasikan ide kepada masyarakat
2. Need for independence
Selain tidak ingin ditentukan oleh orang lain,
kebutuhan ini akan memicu seorang
entrepreneur untuk menghasilkan produk
yang berbeda dengan orang lain dan lebih
berani membuat keputusan sendiri dalam
mengeksploitasi peluang berwirausaha.
Konstruk pikologis yang mencakup karakteristik
dibawah ini (Judge et al,2002) :
1. Locus of control
Kemampuan bahwa dirinya dapat mempengaruhi
lingkungan
2. Self efficacy
Kepercayaan terhadap diri sendiri bahwa dirinya
mampu menyelesaikan suatu tugas
Mempengaruhi bagaimana orang berpikir dan
membuat
keputusan berwirausaha
1. Overconfidence. Kepercayaan diri yang
berlebihan.
2. Representatif. Kemampuan menggeneralisasi
sampel kecil yang tidak menggambarkan suatu
populasi
3. Intuisi. Perasaan seseorang bahwa sesuatu itu
benar, meski tanpa cukup bukti