Anda di halaman 1dari 103

PEMICU3 Blok Penginderaan

Edwin Andhika Susanto 405110105


LEARNING OBJECTIVES
• Mengetahui & menjelaskan anatomi & histologi telinga
• Mengetahui & menjelaskan fisiologi pendengaran
• Mengetahui & menjelaskan kelainan telinga luar:
– Herpes Zoster oticus
– Pre-auricular fistula
– Foreign body in ear
– Otitis Externa
• Mengetahui & menjelaskan kelainan telinga tengah:
– Acute otitis media
– Otitis media serous (glue ear)
– Chronic otitis media
– Perforated tymphanic membrane
– Bulous myringitis
– Cholesteatoma
Anatomi telinga
Telinga luar
• Daun telinga (auricula)
– Terdiri dari: Helix, Tuberculum
auriculae, Antihelix, Tragus.
– Perdarahan:
• A. Temporalis superficialis
• A. Auricularis posterior
• Liang telinga (Meatus Acusticus
Externus)
– Dasar cavum conchae s/d
membrana tympani (2,5 cm
pada dewasa).
– 1/3 lateral  tulang rawan
berbentuk huruf S.
– 2/3 medial  tulang + kulit
tipis, sedikit kelenjar tanpa
folikel rambut.
Membrana tympani

 Membran fibrosa tipis dilapisi


kulit tipis di lateral dan mukosa
Pars flaccida
di medial, bentuk elips,
permukaan konkaf, diameter ±
Pars tensa 1 cm, warna putih mutiara
mengkilat.

Umbo

Cone of light
Telinga tengah
• Ruang sempit di pars petrosa ossis temporalis yang
mengandung:
– Udara
– Tulang2 pendengaran:
- Malleus
- Incus
- Stapes
– Otot:
• M. Tensor tympani
• M. Stapedius
– Chorda tympani  mengandung saraf parasimpatis.
Telinga dalam
• Berada di pars petrosa ossis temporalis.
• Terdiri dari:
– Labyrinthus osseus
• Panjangnya 17 mm
• Terdiri dari Canales semicirculares, Vestibulum dan Cochlea
– Labyrintus membranaceus
• Mengikuti bentuk Labyrinthus osseus, berisi endolympha
• Terdiri dari Ductus semicirculares, Utriculus dan Sacculus, dan
Ductus cochlearis
• Diperdarahi oleh A. labyrinthi
HISTOLOGI TELINGA
Saccule and semicircular canal
Macula of saccule
Crista of semicircular canal
Koklea
Koklea
Organ Corti
Spiral ganglion
Fisiologi pendengaran
Struktur Fungsi
TELINGA LUAR Mengumpulkan & memindahkan gelombang suara ke
telinga tengah.
Pinna Mengumpulkan gelombang suara & menyalurkannya ke
saluran telinga; berperan dalam lokalisasi suara.
Meatus Mengarahkan gelombang suara ke membran timpani;
auditorius mengandung rambut penyaring & mensekresi ear wax u/
externus menangkap partikel asing.
Membran Bergetar secara sinkron dengan gelombang suara yang
timpani mengenainya, menyebabkan tulang-tulang pendengaran di
telinga tengah bergetar.
Struktur Fungsi
TELINGA Memindahkan getaran membran timpani ke cairan di
TENGAH koklea, dalam prosesnya memperkuat energi suara.
Maleus, incus, Berosilasi secara sinkron dengan getaran membran timpani
stapes serta menimbulkan gerakan seperti gelombang di perilimfe
koklea dengan frekuensi yang sama.
Struktur Fungsi
TELINGA DALAM Tempat sistem sensorik u/ mendengar
KOKLEA
Jendela oval Bergetar bersama dengan gerakan stapes yang melekat
padanya, gerakan jendela oval menyebabkan perilimfe koklea
bergerak.
Skala vestibuli Mengandung perilimfe yang dibuat bergetar o/ gerakan
(atas) & timpani jendela oval yang didorong o/ getaran tulang-tulang telinga
(bawah) tengah.
Ductus koklearis Mengandung endolimfe; tempat membrana basilaris.
(skala media)
Membran Bergetar bersama getaran perilimfe , mengandung organ corti,
basilaris organ utama u/ mendengar.
Organ Corti Mengandung sel rambut & mengeluarkan potensial reseptor
sewaktu tertekuk akibat gerakan cairan di koklea.
Membran Tempat rambut sel reseptor yg terbenam di dalamnya
tektorial menekuk & membentuk potensial reseptor ketika membran
basilaris yg bergetar terhadap membran tektorial yg stasioner.
Struktur Fungsi
Jendela bundar Bergetar bersama dengan gerakan cairan di perilimfe u/
meredam tekanan di dalam koklea, tidak berperan dlm
penerimaan suara.
TELINGA DALAM Tempat sistem sensorik u/ keseimbangan & memberikan
Aparatus masukan yg penting u/ mempertahankan postur &
Vestibularis keseimbangan.
Kanalis Mendeteksi akselerasi (percepatan) atau deselerasi (
semisirkularis perlambatan) rotasional/ angular.
Utrikulus Mendeteksi perubahan posisi kepala menjauhi sumbu vertikal
& mengarahkan akselerasi & deselerasi linear secara
horizontal.
Sakulus Mendeteksi perubahan posisi kepala menjauhi sumbu
horizontal & mengarahkan ekselerasi & deselerasi linear secara
linear secara vertikal.
• Pendengaran: persepsi saraf mengenai energi suara.
• Gelombang suara: getaran udara yang merambat &
terdiri dari daerah-daerah pemampatan &
penjarangan molekul udara yang berlangsung secara
bergantian.
• Suara ditandai o/:
– Nada
– Intensitas
– Kualitas suara/ warna nada
Alur transmisi pendengaran
Kanal pendengaran Gendang telinga bervibrasi pd
suara frekuensi yg sama
eksternal
(beresonansi)

Gelombang tekanan Diamplifikasi dan ditransmisikan


pd cairan cochlea oleh ossicle

Serabut pd
membran basilar
beresonansi Jika
maksimum Reseptor pendengaran
di organ corti
tereksitasi
Alur transmisi pendengaran
(lanjutan)
Impuls elektrik Cochlea nuclei
dibangkitkan Saraf cochlea
(di medulla)

Korteks pendengaran
(menerima impuls dari 2 telinga)

Pemrosesan pendengaran bersifat analitik


• Tiap nada dipersepsi secara terpisah
• Jika intensitas meningkat maka
• makin banyak sel-sel rambut yang bereaksi (merespon)
Perjalanan Konduksi Suara
• Auricle
• Meatus akustikus
eksternus
• Membran timpani
• Maleus, incus, stapes
Vibrasi perilimfe
• Koklea
• CN VIII
• OTAK

27
Kelainan Telinga Luar

Otitis Externa
Herpes Zoster Oticus
Foreign body in ear
Pre-auricular fistula
OTITIS EXTERNA

adalah radang pada canalis auditorius


eksterna, termasuk permukaan dari
membran tymphani.
Bisa menyerang semua usia
Etiologi
• Sering:
– Pseudomonas aeruginosa
– Staphylococcus aureus
• Jarang
– Proteus sp,
– Staphylococcus epidermidis,
– Diphtheroids
– Escherichia coli
Faktor Predisposisi
- Benda Asing
- CAE panjang & sempit Oklusi Apopilosebaseus Kelembaban suhu↑
- Alergi Obat
Kelainan Kulit :
-Dermatitis
-pH tinggi Proliferasi -Psoriasis
Alkali Bakteri -DM
-Trauma -Immunocompro
missed

Serumen

Otitis Eksterna
Klasifikasi Otitis Eksterna
• Menurut etiologinya dibagi atas:
 Kelompok Infektif
Bakterial Viral Fungal

- OE lokal (furunkel) - Otomycosis


- OE difus - Herpes zoster Oticus
- OE necrotizing/ - OE Heamorrhagica
malignant

Kelompok Reaktif
OE eczematous OE seborrhoeic Neurodermatitis
Klasifikasi Otitis Eksterna
Menurut perjalanan penyakitnya dibagi atas:

• OE akut lokal
(furunculosis)
• OE akut difus( OE kronik
swimmer’s ear)

OE invasive
(necrotizing
/malignant)
OE Akut Lokal/ sirkumskripta
(furunkel/bisul)
Terdapat sumbatan pilosebacea & adanya infeksi S.aureus / S.albus  pada
1/3 lateral CAE

Gejala: Pemeriksaan:
• Demam (-) • Inspeksi dan palpasi
• Nyeri hebat  -Pembengkakan tragus dengan
bila pinna batas tegas, nyeri hebat pada 1/3
digerakkan/ saat luar CAE
buka mulut • Otoskop :
• Edema lokal -Kulit pada CAE tampak merah,
• Gangguan bengkak dan terisi debris.
pendengaran -Membran timpani normal.
OE Akut Lokal/ sirkumskripta
(furunkel/bisul)

KOMPLIKASI:
Diagnosis • Jarang
Banding: • Abses bisa meluas ke area
• Benda Asing di pre & infra auricular
CAE • Perichondritis
• Recurrent furuncles
• Necrotizing OE – superinfeksi
pseudomonas
Tata Laksana
Tanpa Abses : Ada abses :
• Bersihkan liang telinga • aspirasi steril
• Analgesik : pethidine Dinding furunkel
• Local heat : tebal : incisi
- Covered hot water bottle,electric +drainase
pad, atau dengan short wave • AB sistemik (gejala
diathermy sistemik, infeksi
• Antiseptik : Asam Asetat 2-5% dalam lokal
alkohol 2% atau tampon ichtammol hebat,multiple
dengan glycerin (ganti tiap 2 hari) furuncle) :
penicillin atau
• Antibiotik lokal : neomisin, polimiksin flucloxacillin
B, bacitrasin
OE Akut Diffuse (swimmer’s otitis)
• 2/3 dalam CAE inflamasi difus
• Bisa melibatkan auricula, kadang membran tymphani (myringitis)

Faktor predisposisi: Gejala: Pemeriksaan:


• trauma lokal • tgtg stadium, • kulit CAE hiperemis, sempit,
• invasi bakteri patogen • demam ± edema batas tdk jelas (difus),
: Pseudomonas • pruritus, • furunkel (-)
aeruginosa, • otalgia, • sangat nyeri
Staphylococcus aureus, • otorrhea, • kadang ada sekret purulen, bau
Proteus mirabilis, • aural fullness, busuk, lendir (-)
Escherichia coli dll... • hearing loss
• sekunder karena OMA *lanjut -- limfadenopati regional
dan OMSK unilateral
OE Akut Difus

Preinflammatory Acute inflammatory Chronic


(mild, moderate, severe) inflammatory

Preinflammatory stage Mild to Moderate Severe


• Gejala : • Bakteri ↑↑ edema •Gejala : nyeri hebat,
•Gatal progresif bertambah pada
•Rasa penuh di • Gejala : gatal ↑ pergerakan telinga /
telinga dan nyeri rahang
•Tanda : edema ringan • Tanda : edema •Tanda :
bertambah, eritema, -Obliterasi lumen
debris di liang -Sekret purulen
telinga, cairan -Edema jaringan sktr
(periauricular)
Komplikasi
• Abses
• Cellulitis
• Perichondritis
• Necrotizing OE
Acute (diffuse)Otitis
externa

1. Clean external canal


2. Avoid water
3. Decrease Humidity
4. No digital manipulation
Severe
Preinflammatory 1.Antibiotics-impregnated wick
Consider steroid Mild moderate 2.Analgesics
cream or drop Antibiotics/steroid
antibiotic,aseptic,or Remove / reinspect EAC in 24-72
acidid drop or powder hours

Is EAC still obstructed?

No Yes
Antibiotic / steroid Oral antibiotics
drop for 1 week
AOE profilaksis
• Tidak untuk semua orang, jk AOE berulang
atau sering terpajan air
• Jaga kebersihan telinga
• Keringkan telinga setelah berenang
• Solution of ½ alcohol & ½ vinegar (MT intak)
• H2O &vinegar
OE kronik (COE)
• Lanjutan OE akut, bila:
– Gejala menetap > 4 minggu atau
– berulang > 4x/ tahun
Gejala :
•irritate,
•pruritus,
•otorrhea Tata Laksana:
•nyeri (-) •Sama seperti AOE
Tanda :
•CAE menyempit karena sikatrik
•Atasi gangguan kulit
•Kulit kering & hipertrofi •Operasi canalplasty untuk
•Mucopurulent otorrhea perbaiki dan perbesar CAE
OE Necrotizing / Malignant (NEO)
• E/: Pseudomonas aeruginosa
• Terjadi ulserasi dan osteitis pada dasar CAE.
• Faktor predisposisi:
- orang tua
- diabetes mellitus – intolerans glukosa,
mikroangiopati, pH serumen ↑
- immunocompromised
Klinis
Jar granulasi dinding post CAE, parese n. VII, IX
– XI, nyeri hebat
Stadium:
I. Soft tissue & kartilago
II. Erosi tulang temporal
III. Ekstensi ke intrakranial
OE necrotizing/Malignant (NEO)
Infeksi awal berupa:
- cellulitis pada CAE
- OE persisten, tapi lebih sering muncul mendadak
dgn gejala infeksi CAE minimal
- libatkan saraf kranial (VII-XI)
Gejala:
- pruritus, otalgia persisten (>4mg), purulent
otorrhea
- gejala disfungsi saraf kranial seperti disfagia,
suara serak, paralisis wajah dll
OE Necrotizing / Malignant (NEO)
Diagnosis
• Inspeksi :
tanda2 infeksi pada CAE dan jaringan periauricular
• Otoscopy :
– ulserasi pada dasar CAE,
– jaringan granulasi pada dasar osseocartilaginous
junction,
– tampak tulang kecoklatan,
– sekret purulen
Komplikasi
• Otitis media
• Mastoiditis
• Osteomyelitis
• Meningitis
• Defisit saraf kranialis
Tatalaksana
• Bersihkan CAE, debridemen
• Kontrol DM dan immunodeficiencies
• CT-scan : deteksi perluasan
• Antibiotik dosis tinggi IV selama 6-8mg:
aminoglycosides dengan ticarcillin atau azlocillin

Suatu study : oral ciprofloxacin (750 mg,2x/hr slm


6 -12mg) efektif dalam pengobatan 90% pasien
dengan NOE.

Barza M. Use of quinolones for treatment of ear and eye infections. Eur J Clin Microbiol Infect Dis. 1991;10:296-303
Herpes Zoster Oticus
Sindroma Ramsay Hunt (Herpes Zoster
pada Telinga)
DEFINISI
• Sindroma Ramsay Hunt (Herpes Zoster pada telinga)
adalah suatu infeksi pada saraf pendengaran oleh virus
herpes zoster, yang menyebabkan nyeri telinga hebat,
tuli dan vertigo (perasaan berputar).
PENYEBAB
• Virus herpes zoster.
DIAGNOSA
• Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala dan
hasil pemeriksaan fisik.
GEJALA
• Lepuhan-lepuhan kecil berisi cairan (vesikel) 
pd telinga luar & saluran dalam telinga; bisa juga
pada wajah & leher.
• Jika saraf wajah tertekan akibat infeksi dan
pembengkakan, maka otot-otot pada salah satu
sisi wajah bisa mengalami kelumpuhan yang
sifatnya sementara ataupun menetap.
• Ketulian bisa bersifat menetap atau sembuh
kembali secara sempurna.
• Vertigo berlangsung selama beberapa minggu.
DIAGNOSIS KOMPLIKASI
• anamnesa •Tuli
• pemeriksaan klinik •Palsi wajah persisten
• MRI dengan gadolinium  keluar air mata
mendeteksi peradangan pada •Spasme wajah ptosis
nervus facialis dan •Mata kering
vestibulokoklearis pada pasien •Neuralgia
tanpa ruam yang khas. pascaherpes

TATA LAKSANA
•Analgesik
•Asirklovir
•Prednison
•Perawatan mata yang tepat
Foreign Body in Ear
BENDA ASING
• Bs berupa : benda mati atau hidup, binatang,
komponen tumbuh2an atau mineral.
• Anak : kcg hijau, manik, mainan, karet
penghapus, terkadang baterai.
• Dewasa : kapas cotton bud, potongan korek
api, patahan pensil, kadang serangga kcl spt
kecoa, semut atau nyamuk.
TANDA & GEJALA PEMERIKSAAN
• Rasa tidak enak di • Pada inspeksi telinga
telinga dengan atau tanpa
• Tersumbat corong telinga akan
• Pendengaran terganggu tampak benda asing
tersebut.
• Nyeri akan timbul
Tata Laksana:
Pengeluaran
• Hati2 !  trauma membran timpani atau struktur
telinga tengah.
• Binatang yg msh hidup hrs dimatikan dgn
memasukkan tampon basah lalu teteskan cairan
(mis, lar. Rivanol atau anastesi lokal) +- 10 mnt 
binatang mati  keluarkan dgn pinset atau
irigasi.
• Baterai : # blh dibasahi  efek korosif.
• Benda asing besar : tarik dgn pengait serumen.
• Benda asing kecil : ambil dgn cunam atau pengait.
Pre-Auricular Fistula
• Kelainan herediter yang dominan.
• Fistula dapat berbentuk bulat atau lonjong,dengan ukuran
seujung pensil.
• Pemeriksaan : fistulografi.
• Terapi : pengangkatan fistel.
Kelainan Telinga Tengah
Otitis Media
Perforated tymphanic membrane
Bulous myringitis
Cholesteatoma
Mastoiditis
Otitis Media
• Definisi
peradangan pada sebagian atau seluruh dari selaput permukaan
telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel
mastoid.
• Pembagian:
– Otitis media supuratif
• Otitis media supuratif akut/ otitis media akut (OMA)
• Otitis media supuratif kronik
– Otitis media non supuratif/ otitis media serosa
• Otitis media serosa akut (barotrauma/ aerotitis)
• Otitis media serosa kronik
– Otitis media spesifik, spt otitis media sifilitika/ tuberkulosa
– Otitis media adhesiva
Otitis Media Akut
• Definisi
Peradangan pada telinga tengah yang bersifat akut atau tiba-tiba.

• Pada anak-anak semakin seringnya terserang ISPA kemungkinan


terjadi otitis media akut >>.

• E/: bakteri-bakteri saluran pernafasan bagian atas : streptokokus,


stafilokokus dan hemofilus influenza.
Manifestasi Klinis
Stadium Gambaran retraksi membran timpani; kadang berwarna
Oklusi Tuba normal/ pucat; sukar dibedakan dgn otitis media serosa.
Eustachius

Stadium Membran timpani hiperemis & edema; sekret sukar


Hiperemis terlihat/ masih bersifat serosa.

MT menonjol ke luar; eksudat purulen di kavum


Stadium
timpani; pasien sgt sakit; nadi & suhu ↑; nyeri hebat.
Supurasi

Stadium Ruptur MT; nanah keluar mengalir; pasien menjadi


Perforasi tenang, suhu badan ↓, tidur nyenyak.

Stadium Bila MT utuh, perlahan normal kembali. Bila perforasi,


Resolusi sekret ber<< & mengering.
Tata Laksana
Stadium •Buka kembali tuba eustachius.
Oklusi Tuba •Beri tetes hidung HCl efedrin 0,5% (u/ anak< 12 thn)
Eustachius atau 1% (u/ anak > 12 thn/ dewasa).
•Antibiotik
Stadium •Antibiotik (penicilin, eritromisin)
Hiperemis •Obat tetes hidung
•Analgesik
•Miringotomi
Stadium
Supurasi Miringotomi

Stadium •Obat cuci telinga H2O2 3% 3-5 hari


Perforasi •Antibiotik adekuat s/d 3 mgg
•Sekret akan hilang & perforasi nutup dlm 7-10 hr

Stadium •Bila MT tidak normal kembali, lanjutkan antibiotik s/d 3


Resolusi mgg.
•Bila tetap, mungkin telah tjd Mastoiditis
OTITIS MEDIA SEROUS
akumulasi cairan di telinga tengah
EPIDEMIOLOGI ETIOLOGI
• dapat terjadi pada umur • Infeksi telinga sebelumnya
adalah penyebab yang
berapapun tapi sangat paling umum.
umum di kalangan
• Beberapa akibat dari
anak-anak penyakit lain, cth :
gastroesophageal.
• Otitis media sekretori • Alergi menyebabkan tabung
sangat umum di eustachius (yang
menghubungkan telinga
kalangan anak usia 3 tengah dan bagian belakang
bulan sampai 3 tahun. hidung) terblokir.
• Pembesaran adenoid.
Patofisiologi

Infeksi telinga sebelumnya


Cairan yang terakumulasi di belakang gendang telinga
selama infeksi akut

Otitis media akut yang belum sepenuhnya dibersihkan


atau
tabung estachius terblokir
(yang menghubungkan telinga tengah dan bagian belakang hidung)

Otitis media sekretori


TANDA & GEJALA DIAGNOSIS
• Rasa sakit & penuh • Pemeriksaan fisik
pada telinga yang gendang telinga.
menjalar ke leher. • Tympanometry u/
• Infeksi telinga yang mengukur tekanan di
berulang. telinga luar dan telinga
• Pendengaran berkurang tengah.
& tinnitus. • Otoskop akustik atau
reflektometri.
Tata Laksana
• Sembuh dg sendirinya
• Jika tidak membaik setelah 3 bulan (kronis), operasi
dapat dilakukan
– Myringotomy
– Tympanocentesis.
• Antibiotik dan dekongestan, seperti phenylephrine,
efedrin, dan histamin (pada orang dengan alergi)
dapat digunakan untuk mengurangi kemacetan
hidung.
Komplikasi
• Pendengaran dapat terganggu 
mempengaruhi pemahaman berbicara,
pengembangan bahasa, pembelajaran, dan
perilaku.
Otitis Media Kronik

Otitis media supuratif kronik (OMSK) adalah otitis


media yang berlangsung lebih 2 bulan karena
infeksi bakteri piogenik dan ditandai oleh
perforasi membran timpani dan pengeluaran
sekret.
Konsistensinya bisa encer atau kental.
Warnanya bisa kuning atau berupa nanah.
• Ada 3 tipe perforasi membran timpani
berdasarkan letaknya, yaitu :
– Perforasi sentral (sub total)
• Letak perforasi di sentral dan pars tensa membran timpani.
Seluruh tepi perforasi masih mengandung sisa membran
timpani.
– Perforasi marginal.
• Sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan
anulus atau sulkus timpanikum.
– Perforasi atik.
• Letak perforasi di pars flaksida membran timpani,
berhubungan dengan primary acquired cholesteatoma.
Otitis media supuratif kronik (OMSK) merupakan
kelanjutan dari otitis media supuratif sub akut
dan otitis media supuratif akut (OMA). Hal ini
disebabkan oleh :
• Terapi →Terapi lambat diberikan atau terapi tidak
adekuat.
• Kuman→ Virulensi kuman tinggi.
• Pertahanan →Daya tahan tubuh rendah akibat
gizi kurang.
• Higiene → Higienitas yang buruk.
Klasifikasi
• Jenis otitis media supuratif kronik (OMSK),
yaitu :
– Otitis media supuratif kronik (OMSK) benigna /
mukosa / aman.
– Otitis media supuratif kronik (OMSK) maligna /
tulang / bahaya.
– Otitis media supuratif kronik (OMSK) aktif. Sekret
keluar dari kavum timpani.
– Otitis media supuratif kronik (OMSK) tenang.
Kavum timpani basah atau kering.
ETIOLOGI PATOFISIOLOGI
• Lingkungan • belum diketahui secara
• Genetik lengkap, tetapi dalam
• Otitis media sebelumnya hal ini merupakan
• Infeksi stadium kronis dari otitis
• Infeksi saluran nafas atas media akut (OMA)
• Autoimun dengan perforasi yang
• Alergi sudah terbentuk diikuti
• Gangguan fungsi tuba dengan keluarnya sekret
eustachius yang terus menerus.
TANDA & GEJALA PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Telinga Berair • Pemeriksaan Audiometri
(Otorrhoe) • Proyeksi Schuller
• Gangguan Pendengaran • Proyeksi Mayer atau
• Otalgia (Nyeri Telinga) Owen,
• Vertigo • Proyeksi Stenver
• Proyeksi Chause III
• Bakteriologi
Penatalaksanaan
• Prinsip pengobatan OMSK adalah :
– Membersihkan liang telinga dan kavum timpani.
– Pemberian antibiotika :
• topikal antibiotik ( antimikroba)
• sistemik.
• Pengobatan untuk OMSK maligna adalah
operasi.
Medikamentosa
• Ada 3 cara terapi konservatif (medikamentosa) otitis
media supuratif kronik (OMSK) benigna, yaitu :
– Obat pencuci telinga. Bahannya H2O2 3%. Berikan selama
3-5 hari.
– Obat tetes telinga, mengandung antibiotik & kortikosteroid
setelah sekret yang keluar telah berkurang. Jangan berikan
selama lebih 1-2 minggu secara berturut-turut. Juga
hindari pemberiannya pada otitis media supuratif kronik
OMSK tenang. Hal ini disebabkan semua antibiotik tetes
telinga bersifat ototoksik.
– Obat antibiotik.
• oral golongan ampisilin atau eritromisin sebelum hasil tes
resistensi obat kita terima.
• Berikan ampisilin asam klavulanat bila terjadi resistensi ampisilin.
Pembedahan
• Pembedahan OMSK dengan mastoiditis kronis, baik tipe
benigna atau maligna:
– Mastoidektomi sederhana ( simple mastoidectomy)
– Mastoidektomi radikal
– Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
– Miringoplasti
– Timpanoplasti
– Pendekatan ganda timpanoplasti ( Combined approach
tympanoplasty)

• Tujuan operasi adalah menghentikan infeksi secara


permanen, memperbaiki membran timpani yang perforasi,
mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan pendengaran
yang lebih berat, serta memperbaiki pendengaran.
Komplikasi
• A. Komplikasi ditelinga • B. Komplikasi telinga
tengah : dalam
– Perforasi persisten – Fistel labirin
– Erosi tulang pendengaran – Labirinitis supuratif
– Paralisis nervus fasial – Tuli saraf ( sensorineural)

• C. Komplikasi ekstradural • D. Komplikasi ke susunan


– Abses ekstradural saraf pusat
– Trombosis sinus lateralis – Meningitis
– Petrositis – Abses otak
– Hidrosefalus otitis
Tymphanic Membrane
Perforation (TMP)
Etiologi
• Hasil dari adanya:
– Penyakit, mis: infeksi. Infeksi pada liang telinga
tengah akan menyebabkan mebran timpani
iskemik & terdorong o.k tekanan yang besar dr
telinga tengah.
– Trauma (acoustic trauma, barotrauma,dll)
– Medical care mistake,c/: irigasi wax
• Efek yang ditimbulkan sesuai dengan ukuran &
letak perforasi serta kondisi medis lain.
Epidemiologi
• Belum ada data yang pasti.
• Sebuah survey menunjukkan sekitar 4% anak
Native American mengalami TMP.
Patofisiologi
Perforasi Membran Timpani

Sembuh Sendiri Rentan


Infeksi

neomembran yang
lebih tipis & rapuh,
hanya terdiri dari
lapisan mukosa & epitel KI: irigasi
serumen/ wax
skuamosa tanpa lapisan
fibrosa
Tanda & Gejala
• Terdengar suara siulan
ketika bersin
• Pendengaran <<
• Mudah terinfeksi
terutama saat flu/
kemasukan air
• Sekret bisa jernih/ pus/
darah
• Tidak nyeri, kec: ada
infeksi/ cholesteatoma
Pemeriksaan
• Otoskopi
• Otomikroskopi
• Hearing screening programs, mis: middle ear
impedance testing.
• Screening tympanometry
• Audiometry
Tata Laksana
• Tujuan: u/ meringankan
rasa sakit & mencegah/
mengobati infeksi.
• Analgesik
• Antibiotik
• Hindari masuknya air ke
telinga, mis: tutup telinga
dgn kapas/ shower cap saat
mandi
• Tymphanoplasty
Prognosis & Komplikasi
PROGNOSIS KOMPLIKASI
• Biasanya akan sembuh • Otitis Media
sendiri dalam 2 bulan. • Hilangnya pendengaran
• Pendengaran yang permanen/ tuli
berkurang hanya • Mastoiditis
sementara.
MIRINGITIS BULOSA/INFEKSIOSA
DEFINISI
• Miringitis Infeksiosa adalah suatu peradangan
pada gendang telinga.

PENYEBAB
• Infeksi virus atau bakteri.

GEJALA
• Pada gendang telinga ditemukan lepuhan-
lepuhan berisi cairan (vesikel).
• Nyeri timbul secara tiba-tiba dan berlangsung
selama 24-48 jam.
• Jika disertai demam dan hilangnya pendengaran
kemungkinan penyebabnya adalah infeksi bakteri.
DIAGNOSA
• Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan
hasil pemeriksaan telinga dengan otoskop

PENGOBATAN
• Infeksi diatasi dengan antibiotik.
• Untuk mengurangi nyeri diberikan obat
pereda nyeri atau dilakukan pemecahan
vesikel.
KOLESTEATOMA
• Pada kolesteatoma ditemukan erosi di daerah
posteroinferior pada liang telinga.
• Terjadi otore dan nyeri tumpul menahun  karena
invasi kolesteatoma ke tulang yang menimbulkan
periosteitis.
• Pendengaran dan membran timpani biasanya
normal.
• Kolesteatoma lebih sering ditemukan hanya pada
satu telinga dan lebih sering pada usia tua.
Penatalaksanaan
• Tujuan : mencegah berlanjutnya penyakit yang
mengerosi tulang.
• Bila kolesteatoma masih kecil  kolesteatoma dan
jaringan nekrotik diangkat sampai bersih lalu diberi
antibiotik topikal secara berkala.
• Pemberian obat tetes telinga dari campuran alkohol
atau gliserin dalam H2O2 3%  3x seminggu.
• Bila sudah terjadi destruksi pada tulang perlu
dilakukan operasi  kolesteatoma dan tulang yang
nekrotik bisa diangkat dengan sempurna.
Indikasi operasi
• Destruksi tulang sudah meluas ke telinga
tengah
• Erosi tulang pendengaran
• Kelumpuhan saraf fasialis
• Terjadi fistel labirin atau otore yang
berkepanjangan
Keratosis obturans Kolesteatom
eksterna
Umur Dewasa muda Tua
Peny. Terkait Sinusitis -
bronkiektasi
Nyeri akut/berat Kronis/nyeri
tumpul
Ggg Konduktif / sedang - / ringanbilateral
pendengaran
Sisi telinga bilateral unilateral
Erosi tulang sirkumferensial terlokalisi
Kulit telinga utuh ulserasi
Osteonekrosis - Bisa ada
Otorea jarang sering
MASTOIDITIS

suatu infeksi bakteri pada prosesus


mastoideus (tulang yang menonjol di
belakang telinga) atau proses peradangan
mastoideus sel-sel udara dalam tulang
temporal.
ETIOLOGI
• Otitis media akut yang tidak diobati secara tuntas 
menyebar dari telinga tengah ke tulang di sekitarnya,
yaitu prosesus mastoideus.
Gejala
• Gejala muncul dalam waktu 2 minggu atau lebih
setelah otitis media akut
• Di dalam tulang juga bisa terbentuk abses
(penimbunan nanah).
• Kulit yang melapisi prosesus mastoideus menjadi
merah, membengkak dan nyeri bila ditekan.
• Daun telinga terdorong ke samping dan ke bawah.
• Demam
• Keluarnya cairan kental dari telinga.
• Nyeri cenderung menetap dan berdenyut.
Pengobatan
• Infeksi diobati dengan antibiotik melalui
suntikan, kemudian antibiotik melalui mulut.
• Jika pemberian antibiotik tidak berhasil
mengatasi keadaan ini, dilakukan
mastoidektomi (pengangkatan sebagian
tulang dan pembuangan nanah).