Anda di halaman 1dari 11

Sifat dan Bentuk Interaksi

Sosial Budaya dalam


Pembangunan
Mengapa manusia, memerlukan interaksi dengan manusia
lain ?
1. Sifat-sifat Interaksi Sosial Budaya dalam Kehidupan Masyarakat
Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika
dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek
satu sama lain
Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang
menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang)
dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok

-Sejak lahir sampai meninggal dunia, manusia tidak pernah terlepas dari
kebutuhan akan interaksi sosial. Interaksi akan terjadi, baik antar-
individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan
kelompok.
1. Interaksi Sosial Asosiatif
a. Kerjasama (cooperation)
Kerjasama adalah bentuk utama dari proses interaksi sosial,
karena pada dasarnya, interaksi sosial yang dilakukan oleh
seseorang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau
kebutuhan bersama. Sebagai contoh dalam kegiatan ekonomi,
kita dapat mengamati berbagai kegiatan produksi, konsumsi,
dan distribusi. Koperasi Sekolah, PT, dan CV, merupakan
contoh kerjasama dalam interaksi asosiatif.
b. Akomodasi (accommodation)
Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar-individu
dan antar-kelompok, untuk meredakan pertentangan.
Bentuk-bentuk akomodasi, antara lain sebagai berikut.
1. Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi karena adanya pelaksanaan dan
pihak lain yang lebih kuat. CONTOH: perbudakan.
2. Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang mengalami
perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian. CONTOH : perjanjian
antar negara tentang batas wilayah perairan.
3. Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga dalam
menyelesaikan suatu konflik. Dalam hal ini pihak ketiga bersifat netral. CONTOH: konflik antara
buruh dan pengusaha dengan bantuan suatu badan penyelesaian perburuan Depnaker sebagai
pihak ketiga.
b. Akomodasi (accommodation)
Akomodasi adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar-individu
dan antar-kelompok, untuk meredakan pertentangan.
Bentuk-bentuk akomodasi, antara lain sebagai berikut.
4. Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing.
CONTOH : Pada bln puasa,umat yg tidak berpuasa tidak makan di sembarang tempat.
5. Mediasi, yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun pihak ketiga
tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah,hanya sebagai penengah.
c. Asimilasi (assimilation)
Asimilasi merupakan proses ke arah peleburan
kebudayaan, sehingga masing-masing pihak merasakan
adanya kebudayaan tunggal yang menjadi milik bersama.
Asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai adanya
usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan yang terdapat
antara beberapa orang atau kelompok.

Tika adalah orang Indonesia yang menyukai tarian Bali. Ia berteman baik dengan Rachel yang
merupakan orang Amerika Latin dan bisa tarian tradisionalnya Amerika Latin (Tango). Karena
keduanya terus menerus berinteraksi, maka terjadilah percampuran budaya yang menghasilkan
budaya baru. Maksudnya.. Tika akhirnya punya tarian baru yang merupakan hasil penyatuan tarian
Bali dan tarian Tango, tetapi tarian barunya ngga mirip sama tarian Bali atau tarian Tango.
d. Akulturasi (acculturation)
Akulturasi merupakan proses sosial yang timbul akibat suatu
kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing, tanpa
menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

Contohnya perpaduan musik Melayu dengan musik Spanyol melahirkan musik


keroncong.
Contoh : bakpao merupakan makanan tradisional khas masyarakat bangsa Tionghoa.
2. Interaksi Sosial Disosiatif
Disosiatif merupakan interaksi sosial yang mengarah ke bentuk
perpecahan atau merenggangkan solidaritas. Beberapa proses
disosiatif, yaitu:

-persaingan,
-kontravensi,
-dan pertentangan.
Persaingan (competition)
Persaingan merupakan bentuk dari interaksi disosiatif yang banyak kita
temukan di lingkungan kehidupan kita. Persaingan merupakan
perjuangan yang dilakukan oleh individu atau kelompok sosial tertentu,
agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa
menimbulkan ancaman atau benturan fisik. Contohnya adalah pedagang
di sentra industri kulit yang menjajakan barang dagangan sejenis
Kontravensi
Kontravensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti : proses persaingan
yang ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai pribadi seseorang dan perasaan
tidak suka yang disembunyikan terhadap kepribadian seseorang. Kontravensi adalah
bentuk interaksi sosial yang berada diantara: persaingan dan pertentangan atau konflik

Dilihat dan prosesnya kontravensi mencakup lima sub proses berikut.


1. Proses yang umum, yakni adanya penolakan, keengganan, gangguan terhadap pihak lain,
pengacauan terhadap rencana pihak lain, dan sebagainya.
2. Kontravensi sederhana, seperti memaki-maki, menyangkal pihak lain, mencerca,
memfitnah, dan lain sebagainya.
3. Kontravensi yang intensif, seperti penghasutan, penyebaran desas-desus, dan sebagainya.
4. Kontravensi yang bersifat rahasia, seperti mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat,
dan sebagainya.
5. Kontravensi yang bersifat taktis, seperti intimidasi, provokasi, dan lain sebagainya.
Pertikaian
Pertikaian merupakan proses sosial bentuk lanjut dan kontravensi. Artinya
dalam pertikaian perselisihan sudah bersifat terbuka. Pertikaian terjadi karena
semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu dalam masyarakat.
Pertikaian dapat muncul apabila individu atau kelompok berusaha memenuhi
kebutuhan atau tujuannya dengan jalan menentang pihak lain dengan cara
ancaman atau kekerasan