Anda di halaman 1dari 18

ITP

Idiopathic Thrombocytopenic
Purpura
Kelompok 7

Desi Trisari 15-116


Ekfatil Mardiyah 15-120
Nuri Palupi DW 15-122
Fahma Ilmi N 15-324
Ido Prasetyo 15-334
Definisi
• ITP merupakan singkatan dari Idiopatik Trombositopenia Purpura. Idiopatik
artinya penyebabnya tidak diketahui. Trombositopenia artinya
berkurangnya jumlah trombosit dalam darah atau darah tidak mempunyai
platelet yang cukup. Purpura artinya perdarahan kecil yang ada di
dalam kulit, membrane mukosa atau permukaan serosa (Dorland, 1998).
• ITP adalah suatu penyakit perdarahan yang didapat sebagai akibat dari
penghancuran trombosit yang berlebihan (Suraatmaja, 2000).
• ITP adalah suatu keadaan perdarahan yang disifatkan oleh timbulnya
petekia atau ekimosis di kulit ataupun pada selaput lendir dan adakalanya
terjadi pada berbagai jaringan dengan penurunan jumlah trombosit karena
sebab yang tidak diketahui (FK UI, 1985).
• Trombositopenia adalah suatu kekurangan trombosit, yang merupakan
bagian dari pembekuan darah. ITP adalah jenis trombositopenia berat yang
dapat mengancam kehidupan dengan jumlah trombosit < 10.000
mm3 yang ditandai dengan mudahnya timbul memar serta perdarahan
subkutaneus yang multiple. Biasanya penderita menampakkan bercak-
bercak kecil berwarnan ungu. Karena jumlah trombosit sangat rendah,
maka pembentukan bekuan tidak memadai dan konstriksi pembuluh yang
terlukan tidak adekuat.
• ITP adalah suatu keadaan perdarahan berupa petekie/ekimosis di kulit
maupun selaput lendir dan berbagai jaringan dengan penurunan jumlah
trombosit karena sebab yang tidak diketahui. Purpura Trombositopenia
Idiopatika adalah suatu kelainan yang didapat, yang ditandai oleh
trombositopenia, purpura, dan etiologi yang tidak jelas. ITP adalah singkatan
dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Idiopathic berarti tidak diketahui
penyebabnya. Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki
keping darah (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki lukamemar
yang banyak (berlebihan). Istilah ITP ini juga merupakan singkatan dari
Immune Thrombocytopenic Purpura. (Family Doctor, 2006).

• ITP adalah syndrome yang di dalamnya terdapat ppenurunan jumlah


trombosit yang bersirkulasi dalam keadaan sum-sum normal. ITP adalah
suatu keadaan perdarahan berupa petekie atau ekimosis di kulit / selaput
lendir dan berbagai jaringan dengan penurunan jumlah trombosit karena
sebab yang tidak diketahui. (ITP pada anak tersering terjadi pada umur 2 – 8
tahun), lebih sering terjadi pada wanita. (Kapita selekta kedokteran jilid
2). ITP adalah salah satu gangguan perdarahan didapat yang paling umum
terjadi.(Perawatan Pediatri Edisi 3). ITP adalah syndrome yang di dalamnya
terdapat penurunan jumlah trombosit yang bersirkulasi dalam keadaan sum-
sum normal.
• Idiopatik trombositopenia purpura (ITP)
merupakan suatu kelainan yang berupa gangguan
autoimun yang mengakibatkan trombositopenia
oleh karena adanya penghancuran trombosit
secara dini dalam sistem retikuloendotel akibat
adanya autoantibody terhadap trombosit yang
biasanya berasal dari Immunoglobulin G. Adanya
trombositopenia pada ITP ini akan megakibatkan
gangguan pada sistem hemostasis karena
trombosit bersama dengan sistem vaskular faktor
koagulasi darah terlibat secara bersamaan dalam
mempertahankan hemostasis normal
Etiologi
• Penyebab dari ITP tidak diketahui secara pasti, mekanisme yang terjadi
melalui pembentukan antibodi yang menyerang sel trombosit, sehingga sel
trombosit mati (Imran, 2008). Penyakit ini diduga melibatkan reaksi
autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibodi yang menyerang
trombositnya sendiri. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh
yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk kedalam tubuh. Tetapi
untuk penderita ITP, antibodinya bahkan menyerang sel-sel keping darah
tubuhnya sendiri. (Family Doctor, 2006). Meskipun pembentukan trombosit
sumsum tulang meningkat, persediaan trombosit yang ada tetap tidak
dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Pada sebagian besar kasus, diduga
bahwa ITP disebabkan oleh sistem imun tubuh.
• Secara normal sistem imun membuat antibodi untuk melawan benda asing
yang masuk ke dalam tubuh. Pada ITP, sistem imun melawan platelet dalam
tubuh sendiri. Alasan sistem imun menyerang platelet dalam tubuh masih
belum diketahui. (ana information center,2008). ITP kemungkinan juga
disebabkan oleh hipersplenisme, infeksi virus, intoksikasi makanan atau
obat atau bahan kimia, pengaruh fisis (radiasi, panas), kekurangan factor
pematangan (misalnya malnutrisi), koagulasi intravascular diseminata
(KID), autoimun.
• Berdasarkan etiologi, ITP dibagi menjadi 2 yaitu primer (idiopatik)
dan sekunder. Berdasarkan penyakit dibedakan tipe akut bila
kejadiannya kurang atau sama dengan 6 bulan (umumnya terjadi
pada anak-anak) dan kronik bila lebih dari 6 bulan (umunnya terjadi
pada orang dewasa). (ana information center, 2008)
• Selain itu, ITP juga terjadi pada pengidap HIV. Sedangkan obat-
obatan seperti heparin, minuman keras, quinidine, sulfonamides
juga boleh menyebabkan Rombositopenia. Biasanya tanda-tanda
penyakit dan faktor-faktor yang berkatan dengan penyakit ini
adalah seperti yang berikut : purpura, pendarahan haid darah
yang banyak dan tempo lama, pendarahan dalam lubang hidung,
pendarahan rahang gigi, immunisasi virus yang terkini, penyakit
virus yang terkini dan calar atau lebam.
• ITP penyebab pasti belum diketahui (idiopatik) tetapi
kemungkinan akibat dari:
• Hipersplenisme,
• Infeksi virus
• Intoksikasi makanan/obat (asetosal para amino salisilat
(PAS). Fenil butazon, diamokkina, sedormid).
• Bahan kimia,
• Pengaruh fisi (radiasi, panas),
• Kekurangan factor pematangan (malnutrisi),
• Koagulasi intra vascular diseminata CKID,
• Autoimnue.
Tanda dan Gejala
1. ITP akut :
oHanya 16% yang betul-betul idiopatik.
o Perdarahan dapat didahului oleh infeksi, pemberian
obat-obatan atau menarche.
oPada permulaan perdarahan sangat hebat selain
terjadi trombositopenia rusaknya megakariosit, juga
terjadi perubahan pembuluh darah.
o Sering terjadi perdarahan GIT, tuba falopi dan
peritoneum.
oKelenjar lymphe, lien dan hepar jarang membesar
Con’t…

2. ITP menahun
• Biasanya pada dewasa, terjadi beberapabulan sampai
beberapa tahun, kadang menetap.
• Permulaan tidak dapat ditentukan, ada riwayat
perdarahan menahun, menstruasi yang lama.
• Perdarahan relatif lebih ringan.
• Jumlah trombosit 30.000-80.000/mm3.
• Biasanya tanpa anemi, lekopeni dan splenomegali.
• Penghancuran trombosit lebih dari normal.
• Sering terjadi relaps dan remisi yang berulang-ulang
Con’t…
3. ITP recurrent
• Diantaranya episode perdarahan, trombosit
normal dan tak ada purpura/petechiae dan
masa hidup trombosit norma.
• Hasil pengobatan dengn kortikosteroid baik.
• Kadang tanpa pengobatan, dapat sembuh
sendiri.
• Remisi berkisar bebrapa minggu sam pai 6
bulan
Con’t..
4. ITP siklik
Menstruasi hebat pada wanita. Secara umum,
gambaran klinis ITP adalah :
•Adanya petechiae, echymose atau perdarahan .
•Trombositopenia.
• Megakariosit dalam sumsum tulang normal /
bertambah dengan morfologi abnormal.
•Splenomegali atau tidak
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan adalah :
1. Pada pemeriksaan darah lengkap. Pada pemeriksaan ini ditemukan bahwa:
· Hb sedikit berkurang, eritrosit normositer, bila anemi berat hypochrome
mycrosyter.
· Lekosit meninggi pada fase perdarahan dengan dominasi PMN.
· Pada fase perdarahan, jumlah trombosit rendah dan bentuknya abnormal.
· Lymphositosis dan eosinofilia terutama pada anak
2. Pemeriksaan darah tepi
Hematokrit normal atau sedikit berkurang
3. Aspirasi sumsum tulang
• Jumlah megakaryosit normal atau bertambah, kadang mudah sekali morfologi
megakaryosit abnormal (ukuran sangat besar, inti nonboluted, sitoplasma
berfakuola dan sedikit atau tanpa granula).
• Hitung (perkiraan jumlah) trombosit dan evaluasi hapusan darah tepi merupakan
pemeriksaan laboratorium pertama yang terpentong. Karena dengan cara ini
dapat ditentukan dengan cepat adanya trombositopenia dan kadang-kadang
dapat ditentukan penyebabnya.
Penatalaksanaan Klinis
a. ITP Akut
• Ringan: observasi tanpa pengobatan → sembuh
spontan.
• Bila setelah 2 minggu tanpa pengobatan jumlah
trombosit belum naik, maka berikan kortikosteroid.
• Bila tidak berespon terhadap kortikosteroid, maka
berikan immunoglobulin per IV.
• Bila keadaan gawat, maka berikan transfuse suspensi
trombosit.
b. ITP Menahun
· Kortikosteroid diberikan selama 5 bulan.
• Misal: prednisone 2 – 5 mg/kgBB/hari peroral. Bila tidak berespon terhadap
kortikosteroid berikan immunoglobulin (IV).
· Imunosupressan: 6 – merkaptopurin 2,5 – 5 mg/kgBB/hari peroral.
– Azatioprin 2 – 4 mg/kgBB/hari per oral.
– Siklofosfamid 2 mg/kgBB/hari per oral.
· Splenektomi.
– Indikasi:
• Resisten terhadap pemberian kortikosteroid dan imunosupresif selama 2 – 3
bulan.
• Remisi spontan tidak terjadi dalam waktu 6 bulan pemberian kortikosteroid
saja dengan gambaran klinis sedang sampai berat.
• § Penderita yang menunjukkan respon terhadap kortikosteroid namun perlu
dosis tinggi untuk mempertahankan klinis yang baik tanpa perdarahan.
Kontra indikasi:
• Anak usia sebelum 2 tahun: fungsi limpa terhadap infeksi belum dapat diambil alih oleh
alat tubuh yang lain (hati, kelenjar getah bening dan thymus)
Daftar Pustaka
• Dorland, W.A Newma. 2006. Kamus
Kedokteran Dorland, Edisi 29. Jakarta: EGC
• Guyton. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran,
Edisi 9. JakartaEGC:
• Behrman. 2006. Ilmu Kesehatan Anak Nelson
Edisi 15. JakartaEGC:
THANK YOU  