Anda di halaman 1dari 37

Neuropati

Diabetik

oleh :
Yunio Eko Budi Santoso
M.Husein Albaar

Pembimbing:
dr,Rita Sibarani Sp,S
Definisi
N.D : gangguan pada syaraf perifer, otonom dan syaraf cranial
yang berhubungan dengan diabetes melitus.

o Kerusakan mikrovaskuler yang disebabkan oleh diabetes yang


meliputi pembuluh darah yang kecil-kecil yang memperdarahi
syaraf (vasa nervorum).

o Gangguan neuropati ini termasuk manifestasi somatik dan atau


otonom dari sistem saraf perifer
ETIOLOGI

Neuropati perifer :
• Autoimmunitas (poliradikuloneuropati demielinatif inflamatori).
• Vaskulitis (kelainan jaringan ikat).
• Kelainan sistemik (diabetes, uremia, sarkoidosis, myxedema, akromegali).
• Keganasan (neuropati paraneoplastik).
• Infeksi (leprosi, kelainan Lyme, AIDS, herpes zoster).
• Disproteinemia (mieloma, krioglobulinemia).
• Defisiensi nutrisional serta alkoholisme.
• Kompresi dan trauma.
• Bahan industri toksik serta obat-obatan.
• Genetik.
• Neuropati sentral :
• Mielopati kompresif dengan stenosis spinalis.
• Mielopati HIV.
• Multiple sclerosis.
• Penyakit Parkinson.
• Mielopati post iskemik.
• Mielopati post radiasi.
• Nyeri post stroke.
• Nyeri post trauma korda spinalis.
• Siringomielia.
KLASIFIKASI
Somatic
Pada
(peripheral)
ekstremitas
Neurophaty
N.D
Visceral Mengenai saraf
neuropathy organ dalam
Klasifikasi
Neuropati
fungsional/sub
klinis

Berdasar
Neuropati
perjalanan
structural/klinis
penyakit

Kematian
neuron/ tingkat
N.D lanjut

Neuropati Difus
Jenis serabut
saraf yang
terkena lesi
Neuropati Fokal
Patofis
• Proses kejadian ND berawal dari hiperglikemia
berkepanjangan yang berakibat terjadinya peningkatan
aktivitas jalur poliol, sintesis advance glycosilation end
products (AGEs), pembentukan radikal bebas dan aktivasi
protein kinase C (PKC). Aktivasi berbagai jalur tersebut
berujung pada kurang nya vasodilatasi, sehingga aliran darah
ke saraf berkurang dan bersama rendahnya mioinositol
dalam sel terjadilah ND dalam sel terjadilah ND. Berbagai
penelitian membuktikan bahwa kejadian ND berhubungan
sangat kuat dengan lama dan beratnya DM.
PATOGENESIS
Gambaran Klinis
• Polineuropati sensorik-motorik simetris
• Neuropati otonom
• Mononeuropati
• Gejala sensorik bisa merupakan gejala negatif
atau positif, difus atau lokal. Gejala sensorik yang
negatif adalah rasa tebal, baal, gangguan berupa
sarung tangan/kaus kaki (glove and stocking)
• Gejala motorik dapat menyebabkan kelemahan
yang distal, proksimal atau fokal. Gejala motorik
distal termasuk gangguan koordinasi halus dari
otot-otot tangan
• Gejala otonom dapat berupa gangguan sudo
motorik (kulit kering, keringat yang kurang, keringat
berlebihan pada area tertentu), gangguan pupil
(gangguan pada saat gelap, sensitif terhadap
cahaya yang terang), gangguan kardiovaskuler
(kepala terasa enteng pada posisi tertentu,
pingsan), gastrointestinal (diare nokturnal,
konstipasi, memuntahkan makanan yang telah
dimakan), gangguan miksi (urgensi, inkontinensia,
menetes) dan gangguan seksual (impotensi dalam
ereksi dan gangguan ejakulasi pada pria) dan
tidak bisa mencapai klimaks seksual pada wanita).
Diagnosa
Diabetic Neuropathy Symptom (DNS)

No Anamnesis Skor DNS


1. Jalan tidak stabil Ya = 1, Tidak = 0
Kesemutan / terasa Diagnosis Neuropati
2.
tebal Diabetik ≥ 1
Nyeri seperti tertusuk
3.
jarum
Nyeri terbakar/ nyeri
4.
tekan
Skor diabetic neurophaty examination (DNE)

No Jenis pemeriksaan Hasil pemeriksaan Keterangan

Kekuatan otot quadriceps femoris


1 Kekuatan 0-5
(ekstensi sendi lutut)

Kekuatan otot tibialis anterior


Diagnosis skor >3
2 Kekuatan 0-5
(dorsofleksi kaki)
3 Refleks tendo achiles Kekuatan 0-5 Skor :
0normal
Sensitivitas jari telunjuk
4. N/↓/- 1 kekuatan otot 3-4, refleks
tangan(thdp tusukan jarum) ↓, sensitivitas↓
Sensitivitas ibu jari kaki (thdp 2 kekuatan otot 0-2, refleks
5 N/↓/- -, sensitifitas -
sentuhan raba)

Sensitivitas ibu jari kaki (persepsi


6 N/↓/-
getar dengan garpu tala)

Sensitivitas jari kaki(thdp tusukan


7 N/↓/-
jarum)

Sensibilitas ibu jari (thdp posisi


8 N/↓/-
sendi)
Pemeriksaan Penunjang
• Pemeriksaan laboratorium
• Pemeriksaan imaging
• Pemeriksaan elektrofisiologi
Penatalaksanaan
• Strategi pengelolaan ND yaitu:
• 1.diagnosis dini
• 2.kendalikan kadar gula darah
• 3.kendalikan keluhan neuropati
Medikamentosa
• Golongan aldose reductase inhibitor, yang berfungsi menghambat
penimbunan sorbitol dan fruktosa.
• Penghambat ACE.
• Neurotropin (nerve growth factor, brain-derived neurotrophic factor).
• Alpha lipoic acid, suatu antioksidan kuat yang dapat membersihkan
radikal hidroksil, superoksida dan peroksil serta membentuk kembali
glutation.
• Penghambat protein kinase C.
• Gangliosides, merupakan komponen utama membrane sel.
• Gamma linoleic acid (GLA), suatu prekusor membrane fosfolipid.
• Aminoguanidin, berfungsi menghambat pembentukan AGEs.
• Human intravenous immunoglobulin, memperbaiki gangguan
neurologik maupun non neurologik akibat penyakit autoimun.
Pedoman pengelolaan ND dengan nyeri
• NSAID (ibuprofen 600 mg 4x/hari, sulindac 200mg
2x/hari)
• Antidepresan trisiklik (amitriptilin 50-150 mg malam
hari, imipramin 100mg/hari, nortriptilin 50-150 mg
malam hari, paroxetine 40 mg/ hari).
• Antikonvulsan (gabapentin 900mg 3x/hari,
karbamazepin 200mg 4x/hari).
• Antiaritmia (mexilletin 150-450 mg/hari)7
• Topical : capsaicin 0,075% 4x/hari, fluphenazine
1mg 3x/hari, transcutaneous electrical nerve
stimulation.
Edukasi
• Disadari bahwa perbaikan total sangat jarang
terjadi, sehingga dengan kenyataan seperti itu,
edukasi pasien menjadi sangat penting dalam
pengelolaan seperti ND.
• Target pengobatan dibuat serealistik mungkin sejak
awal, dan hindari member pengharapan yang
berlebihan.
• Perlu penjelasan tentang bahaya kurang atau
hilangnya sensasi rasa di kaki, perlunya
pemeriksaan kaki secara berkala.
Prognosis
• Tipe diabetes mellitus yang diberikan akan
mempengaruhi diagnosis neuropati diabetika.
• Pada NIDDM prognosis tentu lebih baik daripada
tipe IDDM.
• Lama dan beratnya DM serta lama dan beratnya
keluhan neuropati yang di alami, dan apakah
sudah mengenai saraf otonom, semuanya akan
menentukan prognosis neuropatik diabetik.
•IDENTITAS PASIEN

Nama Tn.H.MHD Nur


Jenis Kelamin Laki-laki
Umur 76 tahun
Pendidikan S1

Pekerjaan Wiraswasta

Status Menikah
Pernikahan
Agama Islam

Alamat Jln.Ayahanda

Tanggal Masuk 16 Januari 2018


RS
No. Rm 011128
ANAMNESIS
• Dilakukan autoanamnesis pada hari Senin tanggal 22 Februari 2018 pukul 13.00 WIB di bangsal
Rumah sakit Putri Hijau.

Keluhan utama
• Kedua lengan terasa kebas dan nyeri saat digerakkan, terutama saat di angkat keatas, dan
jika terpapar udara dingin.

Keluhan Tambahan
• Kedua kaki juga sering terasa kebas.

Riwayat Penyakit Sekarang


• Kedua lengan terasa kebas dan nyeri saat digerakkan, terutama saat di angkat keatas, dan
jika terpapar suhu dingin. O.s juga mengeluhkan jari tangan kiri terasa baal dan kesemutan
sejak di rawat di dumah sakit. Selain itu o.s juga mengeluh kesemutan pada jari-jari kaki,
kemudian semakin lama menjalar sampai ke lutut. Kedua jari pada tangan kiri juga terasa baal
dan kesemutan. Terkadang kedua kaki juga dirasakan nyeri yang lebih dirasakan pada malam
hari. Pasien mulai merasa kaki kanannya menjadi lemas sejak hari pertama dirawat di RS hingga
akhirnya pasien harus bertumpu pada kaki kiri dan harus dipapah orang lain untuk berjalan.
Tidak ada nyeri kepala, penglihatan baik. Pasien mengaku nafsu makan baik. Tidak ada mual
maupun muntah. BAK lancar dan BAB lancar tidak ada kelainan. Tidak ada riwayat trauma
sebelumnya.
Riwayat Penyakit Dahulu
• DM tidak terkontrol sudah ± 1 tahun. riwayat hipertensi (-).

Riwayat Pengobatan
• Pasien mengaku sering mengonsumsi obat untuk menurunkan gula
darah yaitu metformin dari puskesmas. Pasien pernah dirawat di RS
sebelumnya sebanyak tiga kali karena gula darah yang sangat tinggi,
dan kadar gula darah pernah mencapai 400 mg/dl.

Riwayat Penyakit Keluarga


• Tidak ada anggota keluarga yang memiliki keluhan ataupun menderita
penyakit yang sama. Riwayat hipertensi, DM dan alergi di dalam
keluarga disangkal pasien.

Riwayat Kebiasaan
• Pasien memiliki kebiasaan merokok sekitar setengah bungkus per hari.
Pasien tidak mengkonsumsi alkohol. Suka mengkonsumsi gorengan dan
makanan yang manis.
PEMERIKSAAN FISIK
• Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 22 januari 2018 pada pukul 13.30 WIB.

STATUS GENERALIS
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : Composmentis
• Tanda Vital :
• Tekanan Darah : 110/70 mmHg
• Denyut Nadi : 68 kali per menit, reguler
• Suhu : 36,5⁰C
• Pernafasan : 20 kali per menit, teratur
KEPALA
• Bentuk : Normosefali
• Mata : Konjungtiva tidak anemis, Sklera tidak ikterik
• Hidung : Septum deviasi (-) , Sekret (-)
• Telinga: Normotia, serumen -/+
• Mulut : Mukosa tidak hiperemis, pucat (-), sianosis (-), oral hygiene baik
• Leher : KGB dan Tiroid tidak teraba membesar
THORAX
• Jantung : Bunyi Jantung I-II regular , Murmur (-), Gallop (-)
• Paru : Suara nafas vesikuler, Ronkhi -/-, Wheezing -/-
ABDOMEN : Datar, supel, nyeri tekan (-) bising usus (+) normal
EKSTREMITAS : Akral hangat, tidak ada udem.
STATUS NEUROLOGIS
GCS : E4 V5 M6
Rangsang selaput otak :
•Kaku kuduk : (-)
•Laseque : (-)
•Kernig : (-)
Saraf Cranial
•N.I (Olfactorius)
Tidak dilakukan
•N.II (Opticus)
Kanan Kiri Keteran
gan
Tajam (+) (+) Baik
Penglihatan (+) (+) Baik
Lapang Tidak
Pandang dilakuka
Pengenalan n Tidak
Warna dilakuka
Fundus okuli n
•N.IV (Trokhlearis)
•N.III (Oculomotorius)

Kana Kiri Ketera Kana Kiri Ketera


n ngan n ngan
Ptosis (-) (-) Normal Gerak (+) (+) Norm
Pupil Bulat Bulat Normal Bola al
Bentuk 3mm 3mm Normal Mata
Ukuran (+) (+) Normal •N.V (Trigeminus)
Gerak
Kana Kiri Keter
Bola Mata (+) (+) Normal
n angan
Refleks (+) (+) Normal
Motorik (+) (+) Baik
Pupil
Sensibili (+) (+) Baik
tas (+) (+) Baik
Langsung
Refleks
Tidak
Kornea
langsung
•N.VI ( Abduscens)

Kanan Kiri Keteran


gan
Gerak Bola (+) (+) Normal
Mata (-) (-) Normal
Strabismu (-) (-) Normal
•N.VII (Facialis)
s
Deviasi Kanan Kiri Keteran
gan
Mengerutka (+) (+) Normal
n dahi (+) (+) Normal
Mengangkat (+) (+) Normal
alis Dbn Dbn Normal
Menutup Dbn Dbn Normal
mata Dbn Dbn Normal
Sudut mulut
Lipatan Tidak Tidak Tidak
nasolabial dilakuk dilakuk dilakuka
Senyum an an n
Pengecapan
lidah 2/3
bagian
depan
•N. VIII ( Vestibulocochlearis)

Kanan Kiri Keterangan


Pendengaran Tidak
Keseimbangan dilakukan
Tidak
dilakukan

•N.IX (Glossofaringeus)

Kanan Kiri Keteranga


n
Arcus Dbn Dbn Normal
Faring Tidak
Daya Perasa dilakuka
Refleks n
Muntah Tidak
dilakuka
n

•N.X (Vagus)

Kan Kiri Keterangan


an

Bicara Normal
Menelan Normal
•N.XI (Accesorius)

Kanan Kiri Keterang


an
Mengangkat (+) (+) Normal
Bahu (+) (+) Normal
Memalingka
n Kepala
•N.XII (Hipoglossus)

Kanan Kiri Keterang


an
Pergerakan Simetris
lidah Jelas
Artikulasi
• Sistem Motorik
• Tonus normal / normal
• Kekuatan 55555 55555
55555 55555
Sistem Sensorik

Ka K Keterangan
na ir
n i
Raba ↓ ↓ Pada daerah jari jempol dan telunjuk
Nyeri ↓ ↓ tangan kiri dan kedua kaki dari jari kaki
Suhu hingga batas bawah lutut.
Baik
Refleks
Kanan Kiri Keteranga
n
Fisiologis
Biseps (+) (+) Normal
Triseps (+) (+) Normal
KPR (+) (+) Normal
APR (+) (+) Normal
Patologis
Babinski (-) (-) Normal
Chaddock (-) (-) Normal
Hoffman- (-) (-) Normal
Tromner (-) (-) Normal
Schaefer (-) (-) Normal
(-) (-) Normal
Oppenheim
Gordon
Fungsi koordinasi
Kanan Kir Keterangan
i
Tes Telunjuk Tidak dapat
Hidung dilakukan
Tes Tumit Tidak dapat
Lutut dilakukan
Stepping Gait Tidak dapat
Tandem Gait dilakukan
Romberg Tidak dapat
dilakukan
Tidak dapat
dilakukan
Sistem otonom
• Miksi : Lancar, tidak nyeri
• Defekasi : Lancar

PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Hasil Laboratorium
• Pemeriksaan Glukosa Darah
• Tanggal 18 januri 2018 :
• Glukosa Puasa : 186 mg/dl
• Glukosa 2 jam PP : 280 mg/dl
• Tanggal 20 jnuari 2018 :
• GDS : 192 mg/dl
RESUME
• O.s datang ke poliklinik RS.Putri Hijau dengan keluhan keluhan kedua
tungkai, kedua kaki dan jari tangan kiri terasa baal dan kesemutan sejak
± 7 bulan SMRS. Awalnya kesemutan pada jari-jari kaki, kemudian
semakin lama menjalar sampai ke lutut. Kedua jari pada tangan kiri juga
terasa baal dan kesemutan. Terkadang kaki juga dirasakan nyeri yang
lebih dirasakan pada malam hari, atau saat terpapar udara dingin.
Pasien mulai merasa kaki kanannya lemas sejak hari pertama dirawat di
RS hingga akhirnya pasien harus bertumpu pada kaki kiri dan harus
dipapah orang lain untuk berjalan. Pasien memiliki riwayat DM tidak
terkontrol sudah ± 1 tahun. Pasien memiliki kebiasaan merokok, suka
mengkonsumsi gorengan dan makanan manis.

• Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum pasien sakit sedang,


kesadaran composmentis. Tekanan darah 110/70 mmHg; nadi 68x/menit,
regular; frekuensi nafas 20x/menit, teratur; suhu 36,5⁰C. Status generalis
dalam batas normal. Pada punggung kaki kanan terdapat luka ukuran
diameter 2cm. Pada status neurologis, ditemukan keadaan pasien
sebagai berikut :
• GCS : E4 V5 M6
• Pupil : bulat isokor, Ø3mm/Ø3mm, RCL +/+, RCTL +/+
• TRM : Kaku kuduk (-)
• Nervus cranialis : baik
• Motorik : 55555 55555
• 55555 55555
• Refleks fisiologis : Ekstremitas atas : - Biseps : +/+
• Triseps : +/+
• Ekstremitas bawah : - Patella : +/+
• Achilles : +/+
• Refleks patologis : Negatif
• Sensorik : ↓ (Pada daerah jari jempol dan telunjuk
tangan kiri dan kedua kaki dari jari kaki hingga batas bawah
lutut)
• SSO : BAB dan BAK baik
• DIAGNOSIS KERJA
• Diagnosis Klinis : Neuropati Diabetika

• DIAGNOSA BANDING
• Vaskulitis neuropati,
• Toksisitas alcohol,
• Guillain berre syndrome.

• PENATALAKSANAAN
• Usulan pemeriksaan penunjang : ENMG (ElektroNeuroMiografi)
• Non-medikamentosa
• kontrol gula darah dan monitor HbA 1c secara berkala
• kontrol vital sign dan neurologis
• setelah vital sign stabil, mobilisasi dan rehabilitasi medik
• konsul penyakit dalam
• Medikamentosa
• Gabapentin 2x300mg
• Aloxon 1x1
• Methylcobalamin 2x1

• PROGNOSIS
• Ad Vitam : ad bonam
• Ad Sanationam : dubia ad bonam
• Ad Fungsionam : dubia ad bonam
THANK YOU