Anda di halaman 1dari 32

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. Y Nama Suami : Tn. R


Umur : 49 tahun Umur : 52th
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : S1 Pendidikan : S2
Pekerjaan : Guru Pekerjaan : Dosen
Alamat : Beringin Alamat : Beringin
LAPORAN KASUS

MRS : 6 Januari 2018, pukul 17.30 WIB,

 Keluhan Utama
Sakit di daerah perut bagian bawah kurang
lebih 1 hari smrs
Riwayat Perjalanan Penyakit
 Pasien rujukan dari rs mmc dengan
peritonitis ec appendisitis perforasi. Pasien
mengeluhkan adanya nyeri pada daerah
seluruh perut sejak 1 hari smrs. Setelah 1
hari rawatan pasien di rujuk ke rsrm dan
masuk ke pav. Mayang mangurai, selanjutnya
pasien dipindahkahkan ke vk kebidanan

 Os merasakan Nyeri menetap dan semakin


memberat didaerah perut bagian bawah,
nyeri tidak disertai dengan mual (-), muntah
(-), demam (-), nyeri tidak menjalar ke
daerah lain
 Perdarahan (-), keluar air-air (-), riwayat
jatuh (-), riwayat diurut (-).
 Riwayat demam tinggi (-), riwayat
keputihan (-), Riwayat minum obat-
obatan lama (-), pasien memiliki riwayat
setiap menstruasi mengalami nyeri
didaerah panggul, pasien juga
mengatakan memiliki riwayat haid yang
tidak teratur
Riwayat Penyakit Dahulu
- Riwayat keturunan kembar (-)
- Riwayat Hepatitis (-)
- Riwayat Hipertensi (-)
- Riwayat Tifoid (-)
- Riwayat Jantung koroner (-)
- Riwayat TB (-)
- Riwayat SC (-)
DATA KEBIDANAN

• Menarche : Umur 12 Tahun


 Riwayat Perkawinan : Pasien menikah 1x,
pada usia 16 tahun
 Os memakai kb implan.
Riwayat Kehamilan, Persalinan
NO TAHUN UMUR JENIS PENOLONG PENYULIT BB/JK KET
KEHAMILAN PERSALINAN

1 2002 36 minggu Normal Bidan - 2400/ Hidup


perempuan

2. 2007 38 minggu Normal Bidan - 3400/ Hidup


perempuan
PEMERIKSAAN FISIK

 Kesadaran : Compos Mentis


 TD : 130/80mmHg
 N : 82x/menit
 RR : 20x/menit
 Suhu : 36,70C
Status Generalis
 Kepala : normocephale, rambut hitam tidak mudah dicabut.
 Mata : CA -/-, SI -/-, RC +/+
 THT : dbn
 Leher : pembesaran KGB (-)
 Thorak : pergerakan dada simetris statis dan dinamis
 Pulmo : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
 Cor : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
 Abdomen : perut simetris, nyeri tekan (+) pada regio inguinalis dextra sampai inguinalis sinistra.
 Genitalia externa : labia mayora/minora simetris.
 Ekstremitas : akral hangat, edema -/-, sianosis -/-, petekie pada tungkai (-)
 Pemeriksaan inspekulo : flour albus (+),
portio tertarik ke sisi kanan, nyeri goyang
portio (-).
 Vt : besar uteri di evaluasi, teraba massa
meluas ke abdomen, padat, immobile ,
batas atas ½ pusat.

Pemeriksaan Ginekologi
LABORATORIUM (6-
1-2018)

 HB : 10.7 gr/dl
 WBC : 15,23 x 103/mm3
 RBC : 4,29 x 106/mm3
 PLT : 340x 103/mm3
 HCT : 33,7 %
 Ur : 18 mg/dl
 Kr : 1 mg/dl

Tes ß hCG : (-)


 Kesan : susp ruptur
kista ovarium
DIAGNOSIS

Ruptur Kista ovarium


PENATALAKSANAAN

- Lapor DPJP obgyn :


- Observasi KU dan TTV, cek hb serial per 4 jam
- Inj. Ceftriaxon 2 x 1 gr
- Metrodinazole inf 3 x 500 mg
- Rl 0,9% 20 tts/i
FOLLOW UP
7 Januari 2018 Laboratorium
S : Os merasakan nyeri
WBC : 18,69
berkurang
RBC : 3,95
O : TD : 100/80mmHg HB : 9,9
Nadi : 82x/i HCT : 29,8
PLT : 301
RR : 20x/i
Suhu : 36,5 C

A : susp ruptur kista ovarium


- P : Observasi KU dan TTV, cek hb serial per 4 jam
- Inj. Ceftriaxon 2 x 1 gr
- Metrodinazole inf 3 x 500 mg
- Rl 0,9% 20 tts/i
- R/ laparotomi 9 – 1 - 2018

16
FOLLOW UP
8 Januari 2018
S : nyeri perut menjalar ke pinggang dan mules
O : TD : 110/80mmHg
Nadi : 80x/i
RR : 20x/i
Suhu : 36,5 C
- P : Observasi KU dan TTV
- Inj. Ceftriaxon 2 x 1 gr
- Metrodinazole inf 3 x 500 mg
- Rl 0,9% 20 tts/i
FOLLOW UP
10 Januari 2018 (post operasi hari ke 1 )
S : os masih merasakan nyeri post operasi
O : TD : 110/80mmHg
Nadi : 80x/i
RR : 16x/i
Suhu : 36,7 C
- P : Observasi KU dan TTV, cek hb serial per 4 jam
- Inj. Ceftriaxon 2 x 1 gr
- Metrodinazole inf 3 x 500 mg
- Rl 0,9% 20 tts/i
- Ranitidin 3 x 1
- Diet lunak
- Miring kanan – miring kiri

20
ANALISA
KASUS
 Dilaporkan pasien a.n ny. Y 49 th MRS 6
Januari 2018 dengan diagnosis Ruptur Kista
ovarium. Kesimpulan tersebut didapatkan dari
anamnesis, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan
penunjang yang dilakukan terhadap pasien.
KASUS
Anamnesis:
pasien datang dengan Keluhan utama Sakit di daerah perut
bagian bawah kurang lebih 1 hari smrs, nyeri tidak disertai
dengan mual (-), muntah (-), demam (-), nyeri tidak
menjalar ke daerah lain. Perdarahan (-), keluar air-air (-),
riwayat jatuh (-), riwayat diurut (-).
Riwayat demam tinggi (-), riwayat keputihan (-), Riwayat
minum obat-obatan lama (-), pasien memiliki riwayat setiap
menstruasi mengalami nyeri didaerah panggul, pasien juga
mengatakan memiliki riwayat haid yang tidak teratur. Pada
data kebidanan pasien menjelaskan bahwa pasien memakai
kb implan
nyeri tekan perut bagian bawah yang akut
(torsi kista, ruptur kista)

Faktor resiko:
pasien juga mengatakan memiliki riwayat
haid yang tidak teratur

Kb implan

Nyeri didaerah panggul

TEORI
Pada pemeriksaan fisik : perut simetris, nyeri tekan (+) pada regio inguinalis
dextra sampai inguinalis sinistra.
Pemeriksaan inspekulo : flour albus (+), portio tertarik ke sisi
kanan, nyeri goyang portio (-).
Vt : besar uteri di evaluasi, teraba massa meluas ke abdomen,
padat, immobile , batas atas ½ pusat
Kista ovarium tidak memiliki tanda – tanda yang spesifik,
hanya tanda tanda seperti teraba massa, adanya nyeri
tekan, untuk diagnosa kista ovarium membutuhkan
penialaian lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang
KASUS

Pada pemeriksaan Usg didapatkan susp ruptur


kista ovarium
Ultrasound transvaginal merupakan pemeriksaan
anjuran untuk susp. Massa pelvic (American
Congress of Obstetricians and Gynecologists)
Diagnosa definitif kista  analisa histologis.

TEORI
- Inj. Ceftriaxon 2 x 1 gr
- Metrodinazole inf 3 x 500
mg
- Rl 0,9% 20 tts/i

KASUS
 Menurut teori tatalaksana dari kista
ovarium hanya observasi saja jika
ukurannya dibawah 5cm, pemilihan inj.
Ceftriaxon didasarkan pada adanya
kemungkinan komplikasi dari kista
ovarium, yaitu ruptur kista. Dimana
pemeberian inj. Ceftriaxon ini untuk
mencegah terjadinya pertumbuhan
kuman infeksi akibat rupturnya kista
ovarium
 Alasan dipilihnya metrodinazol, adalah sebagai
terapi profilaksis terhadap resiko infeksi yang
mungkin timbul akibat dari ruptur kista ovarium
Terima Kasih