Anda di halaman 1dari 52

KONFERENSI KLINIK

Minggu Ke I
(17 Oktober 2015 – 23 Oktober 2015)

Plasenta Previa
OLEH : Amelia, Andi, Meita, Novita, Nicky, Revi, Rini,
Yurika

Pembimbing :
dr. Panggayuh , Sp.OG
KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
BAGIAN OBSTETRI DAN GYNEKOLOGI
RUMAH SAKIT UMUM PENDIDIKAN RADEN
MATTAHER/FKIK UNJA
2015
LAPORAN KEGIATAN
KOAS
MINGGU KE I
17 Oktober 2015 – 23 Oktober 2015
LAPORAN JAGA VK
20 Desember– 26 Desember
2014
Partus
patologis kamar Operasi Peny
Gine
Partus kolo Pasien
KASUS Bermasa Total
fisiologis
ekstraksi Mayor Minor gi
spontan vakum lah

Kureta
SC Gin Onk se

OBS 3 - - 10 - 1 5 19

GYN 5 1 - 5 11

TOTAL 30
LAPORAN JAGA OK
17 Oktober – 23 Oktober 2015

KASUS JUMLAH
OBSTETRI 1
GINEKOLOGI 3
TOTAL 4
KASUS JUMLAH
OBSTETRI 8
GINEKOLOGI 38
TOTAL 46

LAPORAN JAGA POLI


17 Oktober – 23 Oktober 2015
KASUS JUMLAH
OBSTETRI 29
GINEKOLOGI 15
TOTAL 44

LAPORAN JAGA BANGSAL


17 Oktober – 23 Oktober 2015
LAPORAN
KASUS
IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny. D Nama Suami : Tn.L


Umur : 37 tahun Umur : 43 tahun
Suku/bangsa : Jawa Suku/bangsa : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidikan :SD
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Petani
Alamat : Penerokan Alamat :Penerokan
Batanghari Batanghari
Keluhan Utama:

Keluar darah dari Jalan lahir 6 Jam SMRS


Riwayat Perjalanan Penyakit
Os datang ke IGD tanggal 19 Oktober 2015 dengan
keluhan keluar darah segar melalui jalan lahir
sebanyak ± 1 gelas sejak 6 Jam SMRS, Os. Juga
mengeluhkan sakit perut menjalar sampai
kepinggang 3 hari SMRS. Keluar air-air pervaginam
(-). Sebelumnya, os pernah memeriksakan
kandungannya ke dokter dan berdasarkan hasil USG
menunjukkan plasenta previa totalis.
 Os. Juga mengeluh demam 3 hari
sebelum masuk rumah sakit, demam
turun dengan obat penurun panas,
demam tidak mengigil dan berkeringat,
demam disertai dengan gusi berdarah,
jumlah darah sulit dinilai. Mimisan (-)
Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi (-)
Hepatitis (-)
DM(-)
Asma (-)
PJK (-)
Malaria (-)
Penyakit Ginjal (-)
Riwayat Obstetri
 GPA : G4 P3 A0
 HPHT : 20-2-2015
 UK : 34 minggu
 TP : 27 -11 -2015
 Menarche : Umur 13 tahun
 Lama haid : 7 hari.
 RiwayatPerkawinan:Pasienmenikah1 kali, pada usia 18
tahun
Riwayat Persalinan

P1 1998 Spontan aterm Ditolong Laki-laki 2800 gr


bidan
P2 2000 Spontan aterm Ditolong Laki-laki 3400 gr
bidan
P3 2008 Spontan aterm Ditolong Perempuan 3200 gr
bidan
PEMERIKSAAN
FISIK
Tanda-Tanda Vital

Keadaan umum : Tampak baik


Kesadaran : Kompos mentis
TB / BB : 159 cm / 64 kg
Tekanan darah : 100/70 mmHg
Nadi : 84 x/menit
Respiratory rate : 20 x/menit
Suhu : 37,5 º C
STATUS
GENERALIS
 Kepala : normocephale, rambut hitam tidak mudah dicabut.
 Mata : CA -/-, SI -/-, RC +/+
 THT : dbn
 Leher : pembesaran KGB (-)
 Thorak : pergerakan dada simetris statis dan dinamis
 Pulmo : vesikuler +/+, rhonki -/-, wheezing -/-
 Cor : BJ I-II reguler, murmur (-), gallop (-)
 Abdomen : pembesaran perut simetris, line nigra, striae albicans, bising
usus (+),
 Genitalia externa : labia mayora/minora simetris.
 Ekstremitas : akral hangat, edema -/-, sianosis -/-, petekie pada tungkai
Pemeriksaan Ginekologi
 Pemeriksaan luar :
L1 : Teraba massa lunak tidak melenting
L2 : Pu-ki
L3 : Teraba massa keras melenting /preskep
L4 : U
TFU : 28 cm TBJ : 2400
Djj : 138 x/i
 Pemeriksaan Inspekulo: Tidak dilakukan
 Pemeriksaan bimanual : Tidak dilakukan
Pemeriksaan Lab

 Urine :
 Protein : -
 Glukosa : 145 mg/dL

 Darah Rurin
 HB : 11,5 L gr/dL
 WBC : 14,6 103/mm3
 HCT : 34 L gr/dl
 RBC : 4,01 106 L/mm3
 PLT : 118 103/mm3
DIAGNOSA
KERJA
Penatalaksanaan

 Observasi KU, TTV, PERDARAHAN


 IVFD RL 30 gtt
 Inj. Ceftriaxone 2 x 1 g
 Inj. Dexametason 3 x 2 amp
histolan 2 x ½ tab
Tanggal 19 Oktober 2015 pukul 09.00 WIB Os.
Masuk ke VK

Tanggal 21 oktober 2015 Pukul 14:00 WIB os


masuk ruang zaal kebidanan

23
Tanggal Follow Up Ket
19-10-2015 S : keluar cairan dari vagina ± 2 cc, nyeri \
perut bagian bawah
O : KU: tampak sakit sedang
TD : 110/70 mmHg N : 84x/i
RR : 20 x/i T : 37,5 º C

A : G4P3A0 Gravida 34-35 minggu


belum inpartu JTH intrauterin
preskep + plasenta previa totalis +
susp. DBD

P : IVFD RL 30 gtt
Inj. Ceftriaxone 2 x 1 g
Inj. Dexametason 3 x 2 amp
histolan 2 x ½ tab 24
FOLLOW UP
Tanggal Follow Up Ket
20-10-2015 S : keluar cairan dari vagina ± 1 cc, nyeri (-) \
O : KU: tampak sakit
TD : 110/70 mmHg N : 84x/i
RR : 20 x/i T : 36,9 º C
pemeriksaan fisik : petekie pada kaki
A : G4P3A0 Gravida 34-35 minggu belum
inpartu JTH intrauterin preskep +
plasenta previa totalis + susp. DBD

P : IVFD RL 30 gtt
•Inj. Ceftriaxone 2 x 1 g
•Inj. Dexametason 3 x 2 amp
•histolan 2 x ½ tab

Konsul Penyakit Dalam


•Pemeriksaan DR
•Pemeriksaan Igg anti dengue dan Igm anti
25
dengue
FOLLOW UP
Tanggal Follow Up Ket
21-10-2015 S : keluar cairan dari vagina ± 1 cc \
O : KU: tampak sakit
TD : 110/70 mmHg N : 82x/i
RR : 22 x/i T : 36,8 º C
Hasil lab:
Igg dan igm anti dengue (-)
 HB : 9,6 L gr/dl
 WBC : 7,18103/mm3
 HCT : 29,4L gr/dl
 RBC : 3,46 106 L/mm3
 PLT : 208 103/mm3

A : G4P3A0 Gravida 34-35 minggu


belum inpartu JTH intrauterin
preskep + plasenta previa totalis
P : IVFD RL 20 gtt
Inj. Ceftriaxone 2 x 1 g
Inj. Dexametason 3 x 2 amp
histolon 2 x ½ tab
26
TINJAUAN
PUSTAKA
BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

 Definisi
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada
segmen bawah rahim demikian rupa sehingga menutupi

seluruh atau sebagian dari ostium uteri internum.

Plasenta previa adalah keadaan di mana implantasi


plasenta terletak pada atau didekat serviks
Klasifikasi
 Plasenta previa totalis atau komplit
 Plasenta previa parsialis
 Plasenta previa marginalis
 Plasenta letak rendah adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen
bawah rahim demikian rupa sehingga tepi bawahnya berada pada jarak
lebih kurang 2 cm dari ostium uteri internum. Jarak yang lebih dari 2 cm
dianggap plasenta letak normal
Plasenta Previa
Insiden

 Paritas tinggi
 Kehamilan ganda
 0,3-0,5%

Faktor Risiko

1. Wanita dengan umur 35 tahun 2 kali lebih besar dibandingkan dengan umur
< 35.
2. Multigravida 1,3 kali > primigravida.
3. Wanita dengan riwayat abortus 4 kali lebih > dibandingkan dengan tanpa
riwayat abortus.
4. Riwayat seksio sesaria tidak ditemukan sebagai faktor risiko terjadinya
plasenta previa.
Gambaran Klinik

 Perdarahan dari uterus keluar melalui


vagina tanpa rasa nyeri
 Bagian terbawah janin masih tinggi diatas
simfisis, dengan letak janin tidak dalam
letak memanjang
Patofisiologi
 Plasenta previa adalah implantasi plasenta disegmen bawah
rahim sehingga menutupi kanalis servikalis dan mengganggu
proses persalinan dengan terjadinya perdarahan. Implantasi
plasenta di segmen bawah rahim dapat disebabkan:
 Endometrium di fundus uteri belum siap menerima implantasi.
 Endomentrium yang tipis sehingga diperlukan perluasan
plasenta untuk mampu memberikan nutrisi janin.
 Vili korealis pada korion leave yang persisten.
Diagnosis

1. Anamnese plasenta previa


a. Terjadi perdarahan pada vagina
b. Sifat perdarahan
- Tanpa rasa sakit terjadi secara tiba-tiba
- Tanpa sebab yang jelas
- Dapat berulang
c. Perdarahan menimbulkan penyulit pada
ibu maupun janin.
2. Pada inspeksi dijumpai :
a. Perdarahan pervaginam encer sampai bergumpal.
b. Pada perdarahan yang banyak ibu tampak anemis.

3. Pemeriksaan fisik ibu


a. Keadaan normal-syok
b. Kesadaran baik-koma
c. Pada pemeriksaan dapat dijumpai :
- Tekanan darah, nadi dan pernapasan dalam batas normal
- Tekanan darah turun, nadi dan pernapasan meningkat
- Daerah ujung menjadi dingin
- Tampak anemis
4. Pemeriksaan khusus kebidanan
a. Pemeriksaan palpasi abdomen
b. Pemeriksaan denyut jantung janin
c. Pemeriksaan dalam
d. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan Penunjang

 Tindakan PD tidak boleh dilakukan diluar


persiapan double set up examination
 Transabdominal ultrasonografi
 Transperineal sonografi
 Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Komplikasi
 Anemia dan syok hipovolemik
 Plasenta akreta, inkreta bahkan plasenta perkreta
 Serviks dan SBR yang rapuh dan kaya pembuluh darah
sangat potensial untuk robek disertai dengan perdarahan
yang banyak
 Kelainan letak anak pada plasenta previa lebih sering
terjadi
 Kehamilan premature dan gawat janin
 Solusio plasenta
 Kematian maternal akibat perdarahan
 Disseminated intravascular coagulation (DIC)
 Infeksi sepsis
Terapi
 Harus dirawat di rumah sakit
 Tirah baring → darah lengkap, golongan darah dan factor Rh
 Jika perdarahan tidak banyak dan berhenti serta janin dalam
keadaan sehat dan janin masih premature → dibolehkan
pulang dan dilanjutkan dengan rawat rumah atau rawat jalan
→ segera kembali kerumah sakit bila terjadi perdarahan
ulang
 UK 37 minggu
 Jika ada gejala hipovolemia → hipotensi dan takikardi →
Transfusi darah
 Hubungan suami isteri dan kerja rumah tangga dihindari
 Tanda his, janin masih premature → sulfas magnesius →
u/ menekan + steroid u/mempercepat pematangan paru
janin
 Antibiotik
Jenis persalinan tergantung pada :
 Perdarahan banyak atau sedikit
 Keadaan ibu dan anak
 Besarnya pembukaan
 Tingkat plasenta previa
 Paritas
 Perdarahan banyak, pembukaan yang kecil, nullipara
dan tingkat plasenta previa yang berat →
seksiosesaria.
 Perdarahan yang sedang /sedikit, pembukaan yang
sudah besar, multiparitas dan tingkat plasenta previa
yang ringan dan anak yang mati → pervaginam.
Indikasi Seksio sesaria :
 Plasenta Previa Totalis
 Perdarahan banyak tanpa henti
 Presentasi abnormal
 Panggul sempit
 Serviks belum matang
 Gawat janin
Cara-cara vaginal terdiri dari :
 Pemecahan ketuban
 Versi Braxton Hicks
 Cunam willett-Gauss

Prognosis ibu dan anak lebih baik


ANALISA
KASUS
Dilaporkan pasien atas nama Ny. D 37 thn MRS 19
Oktober 2015 dengan diagnosis G4P3A0 gravida 34-35
minggu belum inpartu JTH intrauterin preskep dengan
Perdarahan Antepartum et causa Plasenta previa totalis.
Kesimpulan tersebut didapatkan dari anamnesis,
pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang yang
dilakukan terhadap pasien.
KASUS TEORI
pada kasus ini pasien dengan Perdarahan pervagina tanpa rasa nyeri
usia kehamilan 34-35 minggu dan biasanya terjadi pada kehamilan
mengeluhkan perdarahan
pervaginam disertai rasa nyeri 34 minggu keatas
KASUS TEORI
Pada pemeriksaan fisik tidak Pemeriksaan fisik

didapatkan konjunctiva anemis Pada inspeksi dijumpai:


karena tidak didapatkan perdarahan Perdarahan pervaginam encer
pervaginam aktif sampai bergumpal.

Pada perdarahan yang banyak ibu


bisa tampak anemis.
KASUS TEORI
Pemeriksaan dalam.
Pemeriksaan dalam dilakukan di atas meja
Pada kasus ini tidak dilakukan operasi dan siap untuk segera mengambil
pemeriksaan dalam tindakan. Tujuan pemeriksaan dalam untuk:
Sebelumnya os pernah Menegakkan diagnosis pasti.
memeriksakan kehamilannya untuk Mempersiapkan tindakan untuk melakukan
dilakukan USG dan hasilnya operasi persalinan atau hanya memecahkan
ketuban.
menunjukkan plasenta previa
Hasil pemeriksaan dalam teraba plasenta
totalis sekitar osteum uteri internum.
Dari pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan penunjang.
didapatkan Hb yaitu 11,5 L g/dl Pemeriksaan ultrasonografi.
Mengurangi pemeriksaan dalam.
Menegakkan diagnosis.