Anda di halaman 1dari 10

Hak Asasi Manusia

disusun oleh :

Bella Angkasawati
Olivia Andini
Yulia Agustin

ANALIS KESEHATAN
Hak Asasi Manusia
Hak Asasi manusia atau disingkat “HAM” merupakan
hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang
didapatkan sejak lahir dimana secara kodrati HAM
sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun
orang yang berhak mengganggu gugat karena HAM
bagian dari anugrah Tuhan, itulah keyakinan yang
dimiliki oleh manusia yang sadar bahwa kita semua
makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki derajat yang
sama dengan manusia yang lainnya sehingga mesti
berhak bebas dan memiliki martabat serta hak-hak
secara sama
PENGERTIAN HAM

• HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada hakikat setiap


UU No. 39 keberadaan manusia yang merupakan makhluk Tuhan Yang Maha
Esa. Hak merupakan anugerah-Nya yang haruslah untuk dihormati,
dijunjung tinggi, serta dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah,
tahun 1999 dan setiap orang untuk kehormatan serta perlindungan harkat
martabat manusia.

Miriam • HAM adalah hak yang dimiliki setiap orang yang dibawa sejak lahir
ke dunia, hak itu sifatnya universal sebab dipunyai tanpa adanya
Budiarjo perbedaan kelamin, ras, budaya, suku, agama maupun sebagainya.

Prof. Koentjoro • HAM adalah suatu hak yang sifatnya asasi atau mendasar. Hak-hak
yang dimiliki setiap manusia berdasarkan kodratnya yang pada
Poerbopranoto dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.
Ciri khusus hak asasi manusia :
• Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak
dapat dihilangkan atau diserahkan.
• Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak
mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik
atau hak ekonomi, social, dan budaya.
• Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi
semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.
• Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk
semua orang tanpa memandang status, suku bangsa,
gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah
satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.
Hak Asasi Manusia Dapat
Digolongkan Menjadi Enam Macam

Hak Asasi Pribadi (Personal Hak Asasi Politik (Political


Rights) Rights)

Hak Asasi Hukum (Legal Hak Asasi Ekonomi (Property


Equality Rights) Rigths)

Hak Asasi Peradilan Hak Asasi Sosial Budaya


(Procedural Rights) (Social Culture Rights)
TUJUAN HAM

1. Melindungi hak- hak yang telah ada sejak


lahir,
2. Mengatur hubungan antar manusia,
3. Mengatur perilaku manusia agar tidak
melanggar hak orang lain.
PERKEMBANGAN PEMIKIRAN HAM
Perkembangan HAM di dunia
Terwujud Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal yang
dideklarasikan pada tanggal 10 Desember 1948 harus
melewati proses yang cukup panjang. Dalam proses ini
telah lahir beberapa naskah HAM yang mendasari
kehidupan manusia, dan yang bersifat universal dan asasi.
Naskah-naskah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Magna Charta ( Piagam Agung 1215 )
b. Bill of Rights ( UU Hak 1689 )
c. Declaration Des Droits de L’homme et du
d. Bill of Rights ( UU Hak Virginia 1789 )
e. Declarations of Human Rights PBB
f. Piagam Atlantic Charter
Perkembangan pemikiran HAM di
Indonesia
a. Periode Sebelum Kemerdekaan ( 1908-1945 )
Perkembangan pemikiran HAM dalam periode ini dapat dijumpai dalam organisasi pergerakan
sebagai berikut:
• Budi Oetomo, pemikirannya, “Hak kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat.”
• Perhimpunan indonesia, pemikirannya “ Hak untuk menentukan nasib sendiri ( the right of self
determination).”
• Sarekat islam, pemikirannya “ Hak penghidupan yang layak dan bebas dari penindasan dan
diskriminasi rasial.”
• Partai komunsi indonesia, pemikirannya, “Hak sosial dan berkaitan dengan alat-alat produksi.”
• Indische Party, pemikirannya, “ Hak untuk mendapatkan kemerdekaan dan perlakuan yang sama.”
• Partai Nasional Indonesia, pemikirannya, “Hak untuk memperolehbkemerdekaan ( the right of self
determination).”
• Organisasi pendidikan nasional, pemikirannya meliputi:
a. Hak untuk menentukan nasib sendiri
b. Hak untuk mengeluarkan pendapat
c. Hak untuk berserikat dan berkumpul
d. Hak persamaan di muka hukum
e. Hak untuk turut dalam penyelenggaraan negara
b. Periode sesudah kemerdekaan ( 1945-sekarang )
Periode 1945-1950. Pemikiran HAM pada periode ini menekankan pada hak-hak mengenai:
a. Hak untuk merdeka ( self determination )
b. Hak kebebasan untuk berserikat melalui organisasi politik yang didirikan.
c. Hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat terutama di parlemen.
•Periode 1950-1959.
Pemikiran HAM dalam periode ini lebih menekankan pada semanagt kebebasan demokrasi
liberal yang berintikkan kebebasan individu. Implementasi pemikiran HAM pada periode ini
lebih memberi ruang hidup bagi tumbuhnya lembaga demokrasi yang antara lain:
1)Partai politik dengan beragam ideologinya.
2)Kebebasan pers yang bersifat liberal.
3)Parlemen sebagai lembaga kontrol pemerintah.
4)Wacana pemikiran HAM yang kondusif karena pemerintah memberi kebebasan.
•Periode 1966-1998.
Dalam periode ini, pemikiran HAM dapat dilihat dalam tiga kurun waktu yang berbeda. Yaitu
kurun waktu yang pertama tahun 1967 ( awal pemerintahan presiden Soeharto). Kedua, kurun
waktu tahun 1970-1980. Dan yang ketiga kurun waktu tahun 19990-an.
•Periode 1998
Pada periode ini, HAM mendapat perhatian yang resmi dari pemerintah dengan melakukan
amandemen UUD 1945 guna menjamin HAM dan menetapkan Undang-Undang Nomor 39
Tahun 1999 tentang hak asasi manusia. Artinya bahwa pemerintah memberi perlindungan yang
signifikan terhadap kebebasan HAM dalam semua aspek, yaitu aspek hak politik, sosial,
ekonomi, budaya, keamanan, hukum dan pemerintahan.