Anda di halaman 1dari 30

PRINSIP DREDGING PADA

PENATALAKSANAAN AMELOBLASTOMA
(Laporan 3 Kasus )
Zaitun Sumule*, Andri Hardianto*, Harmas Yazid Y.*,
Kiki Akhmad R.**

*Residen Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi


Universitas Padjadjaran, RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung
* Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjadjaran, RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung
*Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjadjaran, RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung
**Sub bagian Bedah Onkologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran
Universitas Padjadjaran, RS Dr. Hasan Sadikin, Bandung
PENDAHULUAN
Ameloblastoma

Tumor odontogen
(epitel,mesenkim)

Jinak Borderline Ganas

(Rosai J,1996)
• Enukleasi,kuretase
Konservatif • Metode dredging

• Reseksi
Radikal
KASUS I
♀/57th/,kel: benjolan di pipi kiri

Pemeriksaan ekstra oral Pemeriksaan intra oral


benjolan pada pipi kiri massa tulang terlokalisir ad regio
diameter 4x3x2 cm gigi 35-38
Gambaran Panoramik
pre metode dredging

tampak lesi multilokuler


Post dredging I

Post dredging ke 1 Sediaan makroskopis massa tumor


tampak daerah post operasi dibiarkan
jaringan ukuran 3x3x1cm, warna
terbuka
kecoklatan kenyal
Histopatologi

Gambaran histopatologi ameloblastoma follicular (pembesaran 100x)


tampak sel-sel tumor bentuk torak sampai poligonal, tumbuh hiperplastis menyusun
folikel berbagai ukuran, Pada sebagian lumen tampak sel-sel retkulum stelata
Gambaran panoramik
post dredging

I II

III IV
KASUS 2
♀/20 th/, kel: benjolan di pipi kanan

Pemeriksaan ekstra oral Pemeriksaan intra oral


benjolan di pipi kanan uk massa tulang terlokalisir ad regio
3x2x1 cm 45-48
Gambaran Panoramik
pre metode dredging ke I

tampak lesi unilokuler


Gambaran panoramik
Post Metode Dredging 1,2,3

I II

III
Gambaran Panoramik
pre metode dredging ke IV

tampak lesi unilokuler


Post metode dredging IV

tampak daerah post Sediaan makroskopis massa tumor


operasi dibiarkan terbuka jaringan ukuran 2,5x2x1 cm, warna
kecoklatan kenyal
Histopatologi

Gambaran histopatologi ameloblastoma follicular (pembesaran 100x)


tampak sel-sel tumor bentuk torak sampai poligonal, tumbuh hiperplastis menyusun
folikel berbagai ukuran, Pada sebagian lumen tampak sel-sel retkulum stelata
Gambaran panoramik
post metode dredging IV
KASUS 3
♀/16th/,kel: benjolan di pipi kiri

Pemeriksaan ekstra oral Pemeriksaan intra oral


benjolan pada pipi kiri Keterangan: massa tulang terlokalisir
5x4x2cm ad regio gigi 35 - retromolar pad
Gambaran Panoramik
pre metode dredging

Tampak lesi unilokuler


Post dredging I

Tampak daerah post Sediaan makroskopis


operasi dibiarkan terbuka jaringan ukuran 4x4x2cm
disertai gigi 35 dan benih gigi 36
Histopatologi

Gambaran histopatologi Ameloblastoma follicular pembesaran 100x


tampak sel-sel tumor bentuk torak sampai poligonal, tumbuh hiperplastis
menyusun folikel berbagai ukuran, Pada sebagian lumen tampak sel-sel
retkulum stelata.
Gambaran panoramik
post metode dredging I,2,3,4

I II

III IV
Gambaran panoramik
post metode dredging 5,6

V VI
Gambaran klinis post
metode dredging VI

Pemeriksaan ekstra oral post Pemeriksaan intra oral post dredging ke 6


dredging ke 6 tampak obturatur menutupi bekas dredging
tidak ada lagi benjolan di pipi kiri
DISKUSI
METODE DREDGING (KAWAMURA 1991) :
• Tindakan pengerukan jaringan parut dan tulang yang
terbentuk dari jaringan mesenkim yang mengisi
rongga tulang pada proses penyembuhan setelah
enukleasi.

• Metode Dredging dilakukan interval waktu 2-3 bulan

• Tujuan mengangkat sisa-sisa sel tumor serta


mempertahankan estetik dari pasien.
• Metode dredging salah satu alternatif pilihan
terapi ameloblastoma

• tipe unikistik, deflasi dilakukan mendahului


enukleasi dan dredging.

• tipe solid, enukleasi dan dredging dilakukan


tanpa didahului dengan deflasi,

• tipe multikistik dredging disertai tindakan


reseksi marginal apabila daerah tumor yang
menjorok ke dalam tulang tidak dapat
disatukan menjadi unilokuler.
Indikasi metode dredging
• Kasus 1, pasien berumur lanjut dan korteks
tulang masih tebal sehingga masih dapat
dipertahankan.

• Kasus 2 dan 3, usia muda dan korteks tulang


masih tebal sehingga masih dapat
dipertahankan dan proses penyembuhan lebih
cepat terjadi.
• kasus 1, metode dredging dilakukan pada
ameloblastoma multikistik tanpa didahului dengan
deflasi yang menunjukkan hasil yang relatif baik.

• metode dredging tidak didahului dengan


tahapan deflasi namun langsung dilakukan
enukleasi dan kuretase.

• Walaupun tipe ameloblastoma multikistik, tidak


dilakukan reseksi marginal karena lesi multilokuler
masih dapat disatukan menjadi unilokuler.
• Kasus 2, mengalami rekurensi setelah 3 tahun sebelumnya
dinyatakan sembuh, hal ini menunjukkan kemampuan
ameloblastoma mikroekstensi ke tulang sekitarnya yang tidak
dapat dilihat dengan gambaran foto panoramik.

• Shedev dkk memperkirakan 90 % terjadi rekurensi pada


ameloblastoma yang dirawat dengan kuretase, 20% reseksi
segmental, dan 20% hemimandibulektomi.

• Neville, rata-rata rekurensi pada amelobastoma tipe kistik dan


solid 55 – 90 persen setelah dilakukan kuretase.

• Kasus 2 kembali dilakukan metode dredging ke 4 yang


menunjukkan hasil yang relatif baik.
• Kasus 3, ameloblastoma unikistik yang telah
dinyatakan sembuh setelah metode dredging ke 6
dilihat dari gambaran foto panoramik dan hasil
pemeriksaan histopatologis

• Kawamura : pasien dikatakan sembuh apabila dari


pemeriksaan histopatologis pada 2 kali metode
dredging berturut-turut, menunjukkan jaringan
bebas dari sel tumor.

• Dibutuhkan motivasi yang tinggi dari pasien untuk


tindakan yang berkala dan teratur serta observasi
yang ketat selama 10 tahun (Kenichi Hatada dkk)
Kesimpulan
• Ameloblastoma : tumor odontogenik epithelial yang tidak
memberikan gambaran klinis yang spesifik, memiliki
kemampuan tumbuh secara lambat dan lokal destruktif.

• Perawatan ameloblastoma dapat dilakukan dengan


metode dredging yang bila dilakukan secara berkala dan
dengan pengambilan yang adekuat dapat
menurunkan tingkat rekurensi.

• Seperti ditunjukkan pada ketiga kasus ini yang telah


dilakukan metode dredging secara berkala
menunjukkan hasil yang relatif baik.