Anda di halaman 1dari 95

KELOMPOK 6

Rizcar Maulana Raditieas


Sera Sintia Putri
Siti Rochmah
o Suhu adalah besaran yang ukurannya kualitatif terhadap
temperatur panas dan dingin suatu benda dan alat yang
digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer

o Suhu merupakan salah satu faktor fisik lingkungan yang


paling jelas, mudah diukur dan sangat beragam. Suhu
mempunyai peranan yang penting dalam mengatur
aktivitas biologis organisme baik hewan maupun
tumbuhan
 Suhu secara langsung atau tidak langsung sangat
dipengaruhi oleh sinar matahari.
 Musim
 Lintang (latitude)
 Ketinggian dari permukaan laut (altitude),
 waktu dalam satu hari
 Penutupan awan
 Aliran dan kedalaman air
Pada perairan tergenang, berdasarkan perbedaan panas pada
setiap kedalaman, perairan dapat dikelompokkan (stratifikasi)
menjadi tiga, yaitu :

a) lapisan epilimnion, yaitu lapisan sebelah atas perairan yang


hangat dengan penurunan suhu relatif kecil, seluruh masa air
tercampur dengan baik karena adanya angin dan gelombang

b) lapisan termoklin atau metalimnion, yaitu lapisan tengah


yang mempunyai penurunan suhu sangat tajam, pada daerah ini
setiap penambahan kedalaman 1 m maka suhu juga akan
berkurang 1 °C

c) lapisan hipolimnion, yaitu lapisan paling bawah dimana


padalapisan ini perbedaan suhu sangat kecil dan relatif konstan.
pada lapisan ini hampir tidak terjadi pencampuran massa air
sehingga suhu relatif dingin
Sumber panas yang sangat mempengaruhi suhu air
terutama dari:

a) Pancaran (radiasi) langsung dari sinar


matahari
b) Kondensasi (pengembusan) dari uap air
c) Panas dari dasar perairan (pusat bumi).
d) Pengaruh panas dari atmosfir.
e) Panas dari hasil proses kimia dalam air.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan suhu
air adalah pada umumnya dari:

a) Penguapan (evaporasi).
b) Pemantulan/pelepasan panas kembali
c) Pemantulan kembali cahaya matahari dari
permukaan air ke atmosfir.
 Jikasuhu tinggi, air akan lebih cepat jenuh dengan
oksigen dibanding dengan suhunya rendah
sehingga menyebabkan oksigen terlarut yang
rendah.
 Peningkatan suhu air mengakibatkan peningkatan
viskositas, reaksi kimia, evaporasi dan volatisasi
serta penurunan kelarutan gas dalam air seperti O2,
CO2, N2, CH4 dan sebagainya.
 Aerasi
 http://www.rudyct.com/PPS702-
ipb/08234/lina_warlina.pdf
 http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary
&action=view&phrase=suhu
 http://repository.usu.ac.id/bitstream/12345
6789/23998/4/Chapter%20II.pdf (Universitas
Ssumatera Utara) diakses tanggal 29
sepetember 2016
*
Kelompok 5 :
Alvi Adi Pradana
Eva Nurlatifah Ardi
Silvi Rendyta Wahyuningtyas
*
Kekeruhan
Kekeruhan disebabkan oleh adanya
partikel-partikel kecil dan koloid yang berukuran
10 nm sampai 10 m. Partikel-partikel kecil dan
koloid tersebut tidak lain adalah : Pasir/kwarts,
tanah liat/lempung/lumpur, zat organik, sisa
tanaman, plankton, ganggang,dan sebagainya.
*
*Benda-benda halus yang disuspensikan (seperti
lumpur dsb).
*Jasad-jasad renik yang merupakan plankton.
*Warna air (yang antara lain ditimbulkan oleh
zat-zat koloid berasal dari daun-daun tumbuhan
yang terektrak).
*
Kekeruhan air disebabkan oleh zat padat yang
tersuspensi, baik yang bersifat organik, maupun
anorganik. Zat anorganik biasanya berasal dari lapukan
tanaman atau hewan, dan buangan industri juga
berdampak terhadap kekeruhan air, sedangkan zat organik
dapat menjadi makanan bakteri, sehingga mendukung
pembiakannya, dan dapat tersuspensi dan menambah
kekeruhan air.
Air yang keruh sulit didisinfeksi,karena mikroba
terlindung oleh zat tersuspensi tersebut, sehingga
berdampak terhadap kesehatan, bila mikroba terlindung
menjadi patogen (Soemirat, 2001).
Batas maksimum kekeruhan air
bersih yang dianjurkan oleh
Pemenkes 416 tahun 1990
tentang Syarat Kualitas Air Bersih
yaitu 5 NTU
Bahaya dan Kerugian Air Yang Kotor dan Keruh
*Zat besi / mangan menyebabkan air berbau karat dan bewarna
, Baju berwarna kuning dan menyebabkan kerusakan hati bila
dikonsumsi terus menerus .
*Zat organik menyebabkan bau dan rasa tidak enak dan
menyebabkan sakit perut bila dikonsumsi
*Zat kapur menyebabkan bercak putih atau kerak pada
peralatan memasak , mobil atau pipa dan menyebabkan resiko
batu ginjal
*PH rendah menyebabkan karat dan mengubah senyawa kimia
tertentu menjadi racun berbahaya
*Kaporit tinggi Menyebabkan rasa yang tidak enak ,
menyebabkan kulit cepat kering dan menyebabkan karat atau
korosi pada logam
*Nitritmenyebabkan terbentuknya methaemoglobine yang
menghambat berjalannya oksigen dalam darah .
*
A. Teknik Penyaringan
1) Saringan Kain Katun
Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih.
Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil
yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada
ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.
2) Saringan Kapas
Teknik saringan air ini dapat memberikan hasil yang lebih baik dari
teknik sebelumnya. Dapat membersihkan air dari kotoran dan
organisme kecil yang ada dalam air keruh. Hasil saringan juga
tergantung pada ketebalan dan kerapatan kapas yang digunakan.
3) Aerasi
Aerasi merupakan proses penjernihan dengan cara mengisikan oksigen
ke dalam air. Dengan diisikannya oksigen ke dalam air maka zat-zat
seperti karbon dioksida serta hidrogen sulfida dan metana yang
mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan.
4) Saringan Pasir Lambat
saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada
bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan
dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih
dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil.
5) Saringan Pasir Cepat
Saringan pasir cepat seperti saringan pasir lambat, Tetapi arah
penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir
Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow).
6) Saringan air sederhana/tradisional
merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir
lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil,
batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang
berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada
artikel saringan air sederhana.
B. Teknik Pengendapan
1) Biji kelor
mengandung zat aktif rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang
mampu mengadopsi dan menetralisir partikel-partikel lumpur serta
logam yang terkandung dalam air limbah suspensi, dengan partikel
kotoran melayang di dalam air.
2) Tawas
Berfungsi untuk memisahkan dan mengendapkan kotoran dalam air.
Lama pengendapan berkisar selama 12 jam. Fungsi tawas hanya untuk
pengendapan, tidak berfungsi untuk membunuh kuman dan menaikkan
pH dalam air.
3) Kaporit
Berfungsi untuk membunuh bakteri, kuman dan virus dalam air. Dan
juga menaikkan pH dalam air. Membutuhkan proses yang lama untuk
mengendap.
4) Kapur Gamping
Berfungsi untuk pengendapan namun membutuhkan waktu hingga 24
jam. Juga berfungsi untuk menaikkan pH air tetapi tidak berfungsi
untuk membunuh kuman, virus dan bakteri.
5) Arang batok kelapa
Berfungsi untuk menghilangkan bau, rasa tidak enak dalam air dan
juga menjernihkan.
DAMPAK NEGATIVE DARI
PERSYARATAN KUALITAS AIR “FE”
SERTA CARA PENANGGULAN

Disusun oleh :
Fitri Ananda Isnaini
Amelia Dirgantari
M Ibnu Nasrullah
PENGERTIAN BESI (FE)
Besi ( Fe) adalah logam transisi yang memiliki sifat sangat
kuat, tahan panas, mudah di murnikan, tetapi mudah korosi. Besi (
Fe ) memiliki nomor atom 26 dan memiliki berat atom 55, 845
g/mo. ( Widowati, 2008 ).

Pada umumnya, besi yang ada di dalam air dapat bersifat :


1.Terlarut sebagai Fe2+ (Fero ) atau Fe3+ (Feri )
2. Tersuspensi sebagai butir koloidal ( Diameter < 1 pm ) atau lebih
besar seperti Fez Or. FeOOH, Fe(OH)3 dan sebagaianya,
3. Tergabung dengan zat organis zat padat yang inorganik (seperti
tanah liat).
KADAR BATAS AMAN

Berdasarkan Permenkes No 416/Menkes/Per/IX/1990


bahwa kadar Fe yang diperbolehkan untuk air bersih
maksimal 1.0 mg/L .
. DAMPAK KELEBIHAN FE

Secara Fisik Kelebihan Fe pada air


• Dapat menimbulkan bau dan warna pada air minum, seperti
menyebabkan air menjadi kemerah – merahan dan memberi
rasa yang tidak enak pada minuman. ( Sutrisno, 2004 )
• Selain itu, kelebihan Fe juga dapat menimbulkan korosif
pada pipa dan menimbulkan noda – noda pada pakaian
apabila dipakai untuk mencuci. (Suriawiria, 2005 ).
• Apabila kelarutan besi dalam air melebihi 10 mg/l akan
menyebabkan air berbau seperti telur busuk
DALAM BIDANG KESEHATAN

 Kelebihan Fe
1. Tubuh manusia tidak dapat mengekskresikan besi (Fe), karenanya mereka yang sering
mendapat transfusi darah, warna kulitnya menjadi hitam karena akumulasi Fe.
2. Fe dalam dosis yang besar dapat merusak dinding usus. Kematian sering disebabkan
oleh rusaknya dinding usus.
3. Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/L akan menyebabkan terjadinya iritasi pada mata dan
kulit
4. Penyakit akibat kelebihan zat besi yaitu Hemokromatis . Biasanya penyakit ini memiliki
tanda-tanda diantaranya kulit berwarna merah, kanker hati, diabetes, impotensi,
kelelahan dan gangguan jantung. Seseorang yang telah mendapat penyakit tersebut
akan lebih rentan terhadap serangan jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah
(Widowati, 2008).
DAMPAK KEKURANGAN KADAR
FE
• Anemia salah satunya di karenakan oleh kekurangan Fe2+ yang
berperan dalam pembentukan Hb yang di sebabkan
kekurangan konsumsi Fe2+, oleh sebab itu kadar Hb menurun.
Defisiensi juga menggangu fungsi kelenjar tiroid serta
kemampuan berkurang nya mengatur suhu tubuh. Defisiensi
pada anak – anak dapat mengakibatkan berkurangnya daya
konsentrasi, daya ingat serta terganggunya kemampuan
belajar. ( Widowati,2008)
PENURUNAN BESI (FE) DALAM AIR TANAH DENGAN
MENGGUNAKAN CLAY FILTER

• Berdasarkan studi penelitian mahasiswa jurusan Teknik


Lingkungan, Universitas Diponegoro.
Fe dalam air tanah akan direduksi
dengan media Clay Filter yang dibuat
dalam bentuk gelas atau pot.
Clay Filter diharapkan mampu
menjebak kandungan Fe (II) yang
terdapat pada air tanah yang
disebabkan oleh pori yang terbentuk
akibat pancampuran bahan dasar tanah
liat dengan serbuk gergaji.
Clay Filter ini memiliki 2 proses penurunan Fe terhadap air tanah.
Yang pertama Proses Filtrasi, dimana ukuran pori yang terdapat
pada Clay Filter mampu menjebak Fe dalam air sehingga dapat
menurunkan konsentrasi Fe. Sedangkan yang kedua, Clay Filter
masih memiliki unsur tanah liat yang kuat karena pada posisi
pembakaran Clay tersebut masih berada dalam posisi setengah
keramik dan setengah tanah liat sehingga tanah liat yang
terkandung di Clay Filter mampu mengikat Fe dan Mn dalam air.
CARA
PENANGGULANAN/REKAYASA
• Filter mangan zeolit untuk
menyaring atau menghilangkan zat
besi atau mangan yang ada dalam
Filter Mangan Zeolit air serta menghilangkan padatan
tersuspensi.
Dan Filter Karbon Akif
• filter karbon aktif untuk
menghilangkan kandungan zat
organik, bau, rasa serta polutan
mikro lainnya.

• Filter cartridge ini dapat


menghilangkan padatan terlarut
dengan ukuran lebih besar 5 (lima)
mikron.

• Sterilisator ultra violet untuk


mematikan atau membunuh
mikroorganisme patogen yang ada
dalam air.
Penyehatan Air

Kurnia Sari
Firda Febrianti W
Alisa Dianti L
Kesadahan

Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia


yang dimiliki oleh air. Penyebab air menjadi sadah adalah
karena adanya ion-ion Ca2+, Mg2+, atau dapat juga disebabkan
karena adanya ion-ion lain dari polyvalent metal (logam
bervalensi banyak) seperti Al, Fe, Mn, Sr dan Zn dalam bentuk
garam sulfat, klorida dan bikarbonat dalam jumlah kecil.
Faktor yang mempengaruhi kesadahan

1. Batuan penyusun tanah


Material penyusun batuan berupa batu gamping
tuffan, batu pasir tuffan dan napal di bagian
atas, yang dalam hal ini material tersebut
merupakan material yang kaya akan kalsium.

2. Jenis tanah
jenis tanah misalnya tanah regosol yang berasal
dari bahan induk kapur dan napal yang
cenderung banyak mengandung mineral kalsium
karbonat.
Dampak Kesadahan

1.Air sadah dapat menyebabkan pengendapan mineral,


yang menyumbat saluran pipa dan keran
2.Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di
rumah tangga, dan air sadah yang bercampur sabun
tidak dapat membentuk busa, tetapi malah membentuk
gumpalan soap scum (sampah sabun) yang sukar
dihilangkan.
3. Menyebabkan pengerakan pada peralatan logam untuk
memasak sehingga penggunaan energi menjadi boros.
4. Terhadap kesehatan untuk air minum secara akumulatif
dapat menyebabkan cardiovaskuler disease
(penyumbatan pembuluh darah jantung) dan urithialis
(batu ginjal).
Cara Menurunkan Kesadahan

1. Pemanasan

Kesadahan Sementara dapat dihilangkan dengan jalan


pemanasan. Dengan jalan pemanasan

senyawa-senyawa yang mengandung ion bikarbonat


(HCO3-)akan mengendap pada dasar ketel. Reaksi
yang terjadi adalah :

Ca(HCO3)2 (aq) –> CaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)

Mg(HCO3)2 (aq) –> MgCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)


2. Dengan Cara Kimia

Untuk membebaskan air dari kesadahan tetap dengan cara mereaksikan air tersebut dengan

zat-zat kimia tertentu. Pereaksi yang digunakan adalah larutan karbonat, yaitu Na2CO3 (aq)

atau K2CO3 (aq). Penambahan larutan karbonat dimaksudkan untuk mengendapkan ion

Ca2+ dan atau Mg2+.

CaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) –> CaCO3 (s) + 2NaCl (aq)

Mg(NO3)2 (aq) + K2CO3 (aq) –> MgCO3 (s) + 2KNO3 (aq)

Dengan terbentuknya endapan CaCO3 atau MgCO3 berarti air tersebut telah terbebas dari ion

Ca2+ atau Mg2+ atau dengan kata lain air tersebut telah terbebas dari kesadahan.
3. Penggunaan Karbon Aktif
Dalam reaksinya munurunkan kesadahan dengan mekanismenya yaitu air baku yang banyak
mengandung zat CaCO3 dialirkan ke filter karbon aktif . Selama mengalir melalui media tersebut,
zat CaCO3 yang terdapat dalam air baku akan diserap oleh karbon aktif. Pada saringan karbon
aktif ini terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat - zat yang akan dihilangkan oleh
permukaan karbon aktif, termasuk CaCO3 yang menyebabkan kesadahan.

4. Pertukaran Ion
Pada proses pertukaran ion, ion kalsium dan magnesium ditukar dengan ion sodium. Pertukaran
ini berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari
bahan yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. Terdapat beberapa bahan penukar ion
yaitu : Bahan penukar ion alam yang disebut greensand atau zeolit, kemudian bahan penukar ion
zeoilt buatan dan yang saat ini sering digunakan adalah bahan penukar ion yang disebut resin
penukar ion. Resin penukar ion umumnya terbuat dari partikel cross-linked polystyrene. Terdapat
beberapa resin penukar ion yang diproduksi oleh berbagai pabrik dan dipasaran masing-masing
mempunyai nama dagang tersendiri. Untuk proses penghilangan kesadahan atau pelunakan,
resin yang digunakan adalah resin penukar kation yang mengandung sodium.
Keunggulan menggunakan zeolit sebagai bahan untuk pelunakan air
sadah, antara lain :

- Mempunyai sistem yang kompak sehingga mudah dioperasikan


- Dapat dibuat kontinu
- Presentasi pengurangan kesadahan relatif besar
- Harganya relatif murah dan mudah didapat

Namun demikian ada juga beberapa kekurangan dalam menggunakan


zeolit pada pelunakan air yaitu :

- Tidak dapat digunakan pada air yang mengandung kekeruhan air lebih dari
10mg/l
- Efisiensi zeolit akan berkurang apabila air mengandung unsur-unsur sebagai
berikut : minyak, H2S, mengandung ion Fe2+ atau Mn2+ lebih dari 2 mg/l dan
mengandung sodium yang tinggi.
- Tidak dapat dioperasikan pada air yang mempunyai kesadahan lebih dari
800 mg/l.
Daftar Pustaka

http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/113/jtptunimus-gdl-
mohammadza-5635-2-babii.pdf

http://kelair.bppt.go.id/Jtl/2001/vol2-1/01zeolit.pdf

http://eprints.ums.ac.id/32171/20/NASKAH%20PUBLIKASI.
pdf
TOTAL DISSOLVE SOLID
(TDS)
Oleh: Dinny, Fatimah, Kartika
TOTAL DISSOLVE SOLID (TDS)
Menurut Fardiaz (1992) Zat pada terlarut (TDS)
merupakan padatan yang terdiri dari senyawa-
senyawa organik yang larut dalam air, mineral, dan
garamgaramnya. (Kurniawan, 2006).
Zat padat merupakan materi residu setelah
pemanasan dan pengeringan pada suhu 103 oC – 105
oC. Residu atau zat padat yang tertinggal selama
proses pemanasan pada temperatur tersebut adalah
materi yang ada dalam contoh air dan tidak hilang
atau menguap pada 105 oC. Dimensi zat padat
dinyatakan dalam mg/l atau g/l, % berat (kg zat
padat/kg larutan), atau % volume (dm3 zat
padat/liter larutan) (Juju, 2012).
Faktor yang mempengaruhi kadar TDS

 Fe
 Mn
 CaCO3
 dll.
TOTAL DISSOLVE SOLID (TDS)
 BERDASARKAN PERMENKES NO 416 TAHUN 1990
TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR BERSIH &
AIR MINUM

TDS (mg/l)
AIR BERSIH 1500
AIR MINUM 1000
Apa yang akan terjadi jika kadar TDS
suatu sumber air melebihi NAB??
1. Bila terlalu banyak mineral nonorganik dalam tubuh,
maka seiring berjalannya waktu akan mengendap dalam
tubuh dan mengakibakan tersumbatnya saluran pada
bagian tubuh. Misalnya bila mengendap di mata akan
menimbulkan katarak, di ginjal menimbulkan batu ginjal,
stroke jika mengendap di pembuluh darah, dll.
2. Menyumbat saluran perpipaan dikarenakan timbulnya
kerak
3. Menghambat resapan air yang menutupi pori-pori tanah
4. Mengurangi penetrasi sinar matahari sehingga
mempengaruhi regenerasi oksigen serta fotosintesis
tanaman air
Apa yang akan terjadi jika kadar TDS suatu
sumber air kurang dari NAB??
1. Mempercepat hilangnya elektrolit dalam tubuh
2. Kekurangan mineral dapat menyebabkan
penyimpangan detak jantung dan tekanan
darah tinggi
* Air minum TDS min. 100 ppm
Rekayasa Untuk Menurunkan TDS pada
Air
 Penggunaan filter variasi zeolit aktif 25%-karbon
aktif 75% mampu menurunkan TDS sebanyak 63%.
Percoban dilakukan sebanyak 3 kali dengan laju
aliran 0,3L/mnt. (Jurnal Teknik Waktu Vol.11 No.
01-Januari 2013 ISSN 1412-1867 olehWahyu
Nugroho dan Setyo Purwoto)
 Proses pengolahan air menggunakan menggunakan
koagulan biji kelor meningkatkan TDS air karena
adanya senyawa dikumarol. ( Jurnal Ilmiah Fakultas
Teknik LIMIT’s vo. 8 No.1)
NITRAT DAN NITRIT
KELOMPOK 2
ALISYA FEBRIANTI
ERISTA PUTRI FAJRIANI
M. NAUFAL BAQIR
SYIFA NURAHMAH
NITRIT DAN NITRAT

Nitrit dan nitrat merupakan senyawa nitrogen yang terbentuk dari hasil
ikatan nitrogen dan oksigen melalui siklus nitrogen dengan bantuan
bakteri nitrosomonas dan nitrobacter, dan apabila melebihi standar
kualitas air bersih maka kadar nitrit dan nitrat ini akan menjadi bahan
pencemar bagi air bersih
DAMPAK NITRIT DAN NITRAT

• DOSIS LETHAL NITRAT PADA ORANG DEWASA ADALAH 40-300MG/KG


• DOSIS LETHAL NITRIT PADA ORANG DEWASA ADALAH 10-100MG/KG
• DALAM DARAH AKAN MEMBENTUK METHAMOGLOBIN YANG DAPAT MENYEBABKAN SIANOSIS
ATAU KEAADAAN JARINGAN TUBUH YANG KEKURANGAN OKSIGEN
• MENGAKIBATKAN PELEBARAN PEMBULUH DARAH (VASODILATASI)
• BERSIFAT KARSINOGENIK APABILA BERBIKATAN DENGAN PROTEIN DIDALAM PERUT
(MEMBENTUK SENYAWA N-NITROSO)
PENANGGULANGAN KELEBIHAN KADAR NITRIT
1. Pemberian aerasi
Aerasi adalah suatu teknik memancarkan air ke udara agar air terkena kontak dengan
udara/oksigen. Semakin banyak permukaan air yang terkena oksigen maka semakin baik.
2. Chlorinasi dengan aerasi
Biasanya dilakukan penambahan calsium hypo chloride disertai dengan aerasi, disamping terjadi
pergeseran keseimbangan amonia didalam air juga terjadi proses desinfeksi. Calsium hypo
chlloride adalah oksidator kuat yang akan menghancurkan reduktor-reduktor dari zat-zat organik
termasuk amoniak dan nitrit juga akan membunuh bakteri-bakteri pathogen yang ada dalam air.
Pengunaan teknik ini harus hati-hati dan mengunakan alat PPE( personal protective equipment
) yang memadai, seperti respirator dan sarung tangan polyetilene. Gas klor akan sangat
berbahaya jika terhirup oleh pernafasan dan akan merusak alveoli paru-paru.
PENANGGULANGAN KELEBIHAN KADAR NITRIT
3. Karbon aktif
Teknik menurunkan kadar nitrat dan nitrit dapat dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke
dalam tabung yang berisi karbon aktif. Ukuran tabung disesuaikan dengan jumlah dan kecepatan
aliran air. Jumlah karbon aktif minimal 50% dari volume tabung.
DAFTAR PUSTAKA

http://goelanzsaw.blogspot.co.id/2013/02/analisa-nitrit-dalam-air.html
http://info.medion.co.id/component/content/article.html?id=83:artikel-air-minum-harus-berkualitas
http://dokterharry.com/2007/02/21/keracunan-nitrit-nitrat/
Dampak negatif pH air &
rekayasa
penanggulangannya
Kelompok 10
Alifia fitri fadli
Gian Septian
Imam Nuryana
pH (Power of hydrogen)
pH adalah derajat keasaman yang di gunakan untuk
menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh
suatu larutan. pH dari air murni adalah 7. Secara umum, air dengan
nilai pH lebih rendah dari 7 dianggap asam dan nilai pH lebih dari 7
dianggap basa. Nilai pH normal untuk air permukaan biasanya
antara 6,5 s/d 8,5 dan air tanah dari 6 s/d 8,5. Tinggi atau
rendahnya pH air dipengaruhi oleh senyawa /kandungan dalam air
tersebut. pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia
mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan di dalam
air. Selain itu ikan dan makhluk-makhluk akuatik lainnya hidup pada
selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH maka
kita akan tahu apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk
menunjang kehidupan mereka
Faktor yang mempengaruhi nilai pH air

Menurut laporan dari Northeastern Regional Aquaculture


Center dari university of Maryland, banyak faktor eksternal yang
dapat membuat pH berubah-ubah secara ekstrim diantaranya
seperti :
• degradasi batuan dasar
• hujan asam
• karbon dioksida
• pembuangan air limbah
Dll.
Dampak
• menurut WHO, pH air dengan angka ekstrim atau di atas 11
atau dibawah 4 dapat menyebabkan iritasi mata serta kulit,
• Air dengan pH yang sangat rendah dapat menyebabkan korosi
pada pipa besi, sehingga apabila terkonsumsi akan
menimbulkan keracunan.
• Pada pH 4,5 dan lebih dari 10 makhluk hidup akuatik tidak
dapat bertahan hidup
Rekayasa penanggulangan
A. Menurunkan pH
Penurunan pH dapat dilakukan dengan melalukan air melewati
gambut (peat), biasanya yang digunakan adalah peat moss
(gambut yang berasal darimoss). bisa juga dilakukan dengan
mengganti sebagian air dengan air yang berkesadahan rendah,
air hujan atau air yang direbus, air bebas ion, atau air suling(air
destilata). Selain itu bisa juga dapat dilakukan dengan
menambahkan bogwood kedalam akuarium. Bogwood adalah
semacam kayu yang dapat memiliki kemampuan menyerap
kesadahan. Sama fungsinya seperti daun ketapang, kayu pohon
asam dan sejenisnya (Anonim, 2009)
B. Menaikkan pH
Menaikkan pH dapat dilakukan dengan memberikan aerasi yang
intensif,melewatkan air melewati pecahan koral, pecahan kulit kerang atau
potongan batukapur. Atau dengan menambahkan dekorasi berbahan dasar kapur
seperti tufa,atau pasir koral. Atau dengan melakukan penggantian air. Ada 2 (dua)
cara :
a. Non Kimia
Air dari sumur disemburkan ke udara agar terjadi kontak dengan oksigen
kemudian dialirkan ke bak terbuka. Pada dasar bak diberi kapur gamping yang
masih berbentuk bongkahan batu gunung ataupun batu karang yang ditaruh
didasar bak. Metode ini hanya cocok untuk menaikkan pH air sumur yang memang
sudah jernih namun ber pH rendah. Jika air sumurnya merah (Fe tinggi) maka
setelah urutan di atas harus melalui proses filtrasi lagi yang menggunakan pasir
silika,dll.
b. Kimia
Air dari sumur bor disemburkan ke udara agar terjadi kontak dengan
oksigen kemudian dimasukkan ke dalam bak dan diberi kapur gamping. Untuk 1000
liter air takarannya adalah 2 sendok makan. Metode ini selain dapat menaikkan pH
air dari 5 menjadi 7 sekaligus menurunkan zat besi. Proses kenaikkan pH air adalah
seketika sedangkan untuk pengendapan memakan waktu 12 s/d 24 jam.Untuk
menaikkan pH air selain kapur gamping dapat pula menggunakan bahan kimia lain
dengan takaran tertentu. Pemberian bahan dilakukan sedikitdemi sedikit hingga
mencapai pH yang diinginkan. Untuk mengetahui pH air dapat menggunakan PH
meter yang harganya dapat dilihat pada bagian katagori PH meter(Anonim, 2009)
Daftar Pustaka
• Anonim1. 2009. pH http://id.wikipedia.org/wiki/PHdiakses tanggal
11 Desember 2009
• Anonim. 2009. Pengaruh Alkalinitas dan pH Air
Minum.http://www.purewatercare.com/pengaruh_alkalinitas_dan_
ph_air_minum.htmdiakses tanggal 5 Desember 2009
• Anonim. 2009. Air Minum Isi
Ulang..http://www.airminumisiulang.com/product/116/75/ph_mete
r diakses tanggal 11 Desember 2009Mindriany, Syafila. 2009.
• Asiditas dan Alkalinitas.http://environmental-
ua.blogspot.com/2009/04/asiditas-danalkalinitas.htmldiakses
tanggal 5 Desember 2009
• Rahayu.2006 Kimiahttp://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kuliah_w
eb/2008/RAHAYU_060127/pH.htmldiakses tanggal 11 Desember
2009
• http://www.budilaksono.com/2014/10/perbaiki-kualitas-air-kolam-
ikan-dengan.html
DAMPAK DAN REKAYASA
AIR BERWARNA DAN
BERBAU
KELOMPOK 2
LEONTIN AWALUNISA
RANGGA PRATAMA
SYAEFUL RACHMAN
ZAHRA NADIA
DAMPAK NEGATIF DARI AIR YANG
BERWARNA DAN BERBAU
1. Karena Bau jadi Mengganggu Estetika sehingga
orang tidak mau meminumnya

2. Mengganggu Estetika sehingga air tersebut tidak


dapat diterima oleh konsumen

3. Kemungkinan masyarakat konsumen akan


mencari sumber air yang lain yang mungkin saja
justru lebih tidak memenuhi syarat kecuali
parameter Warna
WARNA

Warna pada air disebabkan oleh adanya partikel hasil


pembusukan bahan organik, ion-ion metal alam
(besi dan mangan), plankton, humus, buangan industri, dan
tanaman air
BAU

faktor yang bisa menyebabkan air menjadi bau


diantaranya adalah kandungan logam dari pipa-pipa yang
digunakan untuk mengalirkan air tersebut,organisme yang hidup
di air, bahan kimia yang digunakan untuk menghilangkan
organisme tersebut dan pencemaran lingkungan.
CARA MENGHILANGKAN BAU DAN WARNA
PADA AIR
Koagulasi didefinisikan sebagai proses destabilisasi
muatan koloid padatan tersuspensi termasuk bakteri dan virus
dengan suatu koagulan, sehingga terbentuk flok-flok halus
yang dapat diendapkan.

Flokulasi merupakan proses pembentukan flok, yang pada


dasarnya merupakan pengelompokkan atau aglomerasi
antara partikel dengan koagulan dengan pengadukan yang
lambat
(Risdianto., 2007)

Tawas (Alumunium Sulfat)


CARA MENGHILANGKAN BAU DAN WARNA
PADA AIR
Sedimentasi
proses partikel-partikel / flok- flok yang terbentuk dari
flokulasi akan mengendap pada bak sedimentasi.
CARA MENGHILANGKAN BAU DAN WARNA
PADA AIR
Filtrasi (Penyaringan)
JENIS MEDIA FILTER
CARA MENGHILANGKAN BAU DAN WARNA
PADA AIR
Desinfeksi Adalah pembubuhan zat disinfektan
(contoh ; gas Chlor, Sodium Hypochlorit)
yang bertujuan untuk membunuh bakteri
AERASI
Fe dapat dihilangkan dari dalam air dengan
melakukan oksidasi menjadi Fe (OH)3 yang tidak larut
dalam air, kemudian di ikuti dengan pengendapan dan
penyaringan. Proses oksidasi dilakukan dengan
menggunakan udara biasa di sebut aerasi yaitu dengan
cara memasukkan udara dalam air efeknya kadar besi
mengendap ke bawah sehingga kotoran2nya
menempel di bak penampungan/toren air
http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Filter/fil
ter.htmlkan oleh
http://www.pdamkotasmg.co.id/produksi/proses
-pengolahan.html
Riset Geologi dan Penambangan tentang
Menghilangkan Warna dan Zat Organik Air
gambut dengan metode koagulasi dan flokulasi
suasana basa
PERSYARATAN KUALITAS
AIR SECARA KIMIA –
PARAMETER LOGAM
MANGAN (Mn)
Mangan adalah logam berwarna abu-abu putih.
Mangan adalah unsur reaktif yang mudah
menggabungkan dengan ion dalam air dan udara. Di
bumi, mangan ditemukan dalam sejumlah mineral
kimia yang berbeda dengan sifat fisiknya, tetapi tidak
pernah ditemukan sebagai logam bebas di alam.
Mineral yang paling penting adalah pyrolusite, karena
merupakan mineral bijih utama untuk mangan.
Kehadiran mangan dalam air tanah bersamaan dengan
besi yang berasal dari tanah dan bebatuan. Mangan
dalam air berbentuk mangan bikarbonat (Mn(HCO3)2),
mangan klorida (MnCl2) dan mangan sulfat (MnSO4)3.
DAMPAK TERHADAP KESEHATAN
Mangan dapat ditemukan secara alami dalam air tanah dan air
permukaan. Umumnya, mangan terbentuk bersamaan dengan zat
besi. Namun, aktivitas manusia juga dapat menjadi penyebab
kontaminasi mangan di beberapa wilayah.
Konsentrasi mangan yang tinggi dapat mengubah warna air
menjadi hitam. Hal ini juga menyebabkan rasa air berubah,
mengotori pipa air dan binatu, serta membentuk lapisan pada
pipa air. Beberapa jenis bakteri memakan mangan dan
menyisakan endapan berwarna coklat-hitam yang juga dapat
menyumbat pipa.
Manusia hanya membutuhkan sedikit mangan untuk membuat
tubuhnya agar tetap sehat, dan makanan menjadi sumber utama
mangan bagi manusia. Namun, terlalu banyak mangan dapat
menimbulkan efek syaraf yang merugikan khususnya pada anak-
anak dan orang tua.
Mangan juga dapat menyebabkan Parkinson, emboli paru, dan
bronkitis. Pria yang terpapar mangan dalam jangka waktu lama
berpotensi menjadi impoten. Namun, kekurangan asupan mangan
juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan. Berikut adalah
diantaranya:
– Kegemukan
– Intoleransi glukosa
– Pembekuan darah
– Masalah kulit
– Gangguan rangka
– Janin lahir cacat
– Perubahan warna rambut
– Gejala neurologis
BAKU MUTU
PERSYARATAN
KUALITAS AIR
BERSIH – KIMIA
(Mn)
PENANGGULANGAN Mn
1. Oksidasi dengan Udara (Aerasi)
Adanya kandungan alkalinity, (HCO3)- yang cukup besar dalam air, akan
menyebabkan senyawa mangan berada dalam bentuk senyawa mangano
bikarbonat, Mn(HCO3)2. Oleh karena bentuk CO2 bebas lebih stabil daripada
(HCO3)-, maka senyawa bikarbonat cenderung berubah menjadi senyawa
karbonat.
Mn(HCO3)2 ===> MnCO3 + CO2 + H2O
Dari reakasi tersebut dapat dilihat, jika CO2 berkurang, maka kesetimbangan
reaksi akan bergeser ke kanan dan selanjutnya reaksi akan menjadi sebagai
berikut :
MnCO3 + CO2 ===> Mn(OH)2 + CO2
Hidroksida mangan (II) masih mempunyai kelarutan yang cukup besar, sehingga
jika terus dilakukan oksidasi dengan udara atau aerasi akan terjadi reaksi (ion)
sebagai berikut:
2 Mn2+ + O2 + 2 H2O ===> 2 MnO2 + 4 H+
2. Oksidasi dengan Khlorine (Khlorinasi)
Khlorine, Cl2 dan ion hipokhlorit, (OCl)- adalah merupakan bahan oksidator yang
kuat sehingga meskipun pada kondisi pH rendah dan oksigen terlarut sedikit,
dapat mengoksidasi dengan cepat. Reaksi oksidasi mangan dengan khlorine
adalah sebagai berikut:
Mn2+ + Cl2 + 2 H2O ==> MnO2 + 2 Cl- + 4 H+
Berdasarkan reaksi tersebut di atas, maka untuk mengoksidasi Setiap 1 mg/l
mangan dibutuhkan 1,29 mg/l khlorine. Tetapi pada prakteknya, pemakaian
khlorine ini lebih besar dari kebutuhan teoritis karena adanya reaksi-reaksi
samping yang mengikutinya. Disamping itu apabila kandungan mangan dalam air
baku jumlahnya besar, maka jumlah khlorine yang diperlukan dan endapan yang
terjadi juga besar sehingga beban flokulator, bak pengendap dan filter menjadi
besar pula.
Berdasarkan sifatnya, pada tekanan atmosfir khlorine adalah berupa gas. Oleh
karena itu, untuk mengefisienkannya, khlorine disimpan dalam bentuk cair
dalam suatu tabung silinder bertekanan 5 sampai 10 atmosfir. Untuk melakukan
khlorinasi, khlorine dilarutkan dalam air kemudian dimasukkan ke dalam air
yang jumlahnya diatur melalui orifice flowmeter atau dosimeter yang disebut
khlorinator. Pemakaian kaporit atau kalsium hipokhlorit untuk mengoksidasi atau
menghilangkan besi dan mangan relatif sangat mudah karena kaporit berupa
serbuk atau tablet yang mudah larut dalam air.
3. Proses Koagulasi dengan Penambahan Bahan Koagulan.
Mangan banyak terdapat dalam air tanah dan pada umumnya berada dalam
bentuk senyawa valensi 2 atau dalam bentuk Mn2+ Lain halnya jika mangan
tersebut berada dalam air dalam bentuk senyawa organik dan kolloid, misalnya
bersenyawa dengan zat warna organik atau asam humus (humic acid), maka
keadaan yang demikian susah dihilangkan baik dengan cara aerasi, penambahan
khlorine maupun dengan penambahan kalium permangganat. Adanya partikel-
partikel halus Fe(OH)3.n H2O air juga sukar mengendap dan menyebabkan air
menjadi keruh.
Untuk menghilangkan mangan seperti pada kasus tersebut di atas, perlu
dilakukan koagulasi dengan membubuhkan bahan koagulan, misalnya aluminium
sulfat, Al2(SO4).nH2O dalam air yang mengandung kolloid. Dengan pembubuhan
koagulan tersebut, kolloid dalam air menjadi bergabung dan membentuk
gumpalan (flock) kemudian mengendap. Setelah kolloid senyawa mangan
mengendap, kemudian air disaring dengan saringan pasir cepat atau saringan
pasir lambat.
4. Proses Pengolahan Air Dengan Filter Mangan Zeolit Dan Filter Karbon Akif
Air baku dipompa ke bak penampung, kemudian dari tangki penampung,
air dialirkan ke filter mangan zeolit untuk menyaring atau
menghilangkan mangan yang ada dalam air serta menghilangkan padatan
tersuspensi. Dari filter ini air dialirkan ke filter karbon aktif untuk
menghilangkan kandungan zat organik, bau, rasa serta polutan mikro
lainnya. Kemudian, air dialirkan ke filter cartridge. Filter cartridge ini
dapat menghilangkan padatan terlarut dengan ukuran lebih besar 5
(lima) mikron.
Dari filter cartridge air olahan sudah sangat jernih, dan apabila di
inginkan dapat langsung diminum, air dari filter cartridge dialirkan ke
sterilisator ultra violet untuk mematikan atau membunuh
mikroorganisme patogen yang ada dalam air. Proses ini tanpa
memerlukan energi yang besar karena bekerja dengan sistem gravitasi
dan hanya memerlukan energi listrik sekitar 30 watt untuk lampu
disinfeksi ulra violetnya. Air yang keluar dari sterilisator UV sudah dapat
diminum langsung.
SUMBER
http://www.amazine.co/28251/mangan-mn-fakta-sifat-kegunaan-efek-
kesehatannya/
http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Filter/filter.html
TERIMA KASIH
KELOMPOK 1
BAKTERIOLOGIS
ANSHARULLAH RAMADHAN
FAIRUZ HAYATI
NURENDAH FITRIANI
ZAHRA AFIFAH ISKANDAR
PARAMETER BIOLOGI
Patogen
• Bakteri -> kolera (bakteri Vibrio comma),
tifus (bakteri Salmonella thyposa),
• Virus -> diare, meningitis, hepatitis
• Protozoa (hewan tingkat terendah)
• Helminth (parasitic worms)
PARAMETER BIOLOGI AIR
BERSIH
Menurut PERMENKES 416 Tahun 1990
Tentang Syarat Pengawasan Kualitas Air, yang
merupakan parameter mikrobiologik adalah total
koliform.
Coliform termasuk dalam keluarga
Enterobacteriaceace dan genus Escherichia dengan
karakteristik bakteri yang mempunyai bentuk batang,
gram negatif, sangan motil, tidak berspora, dan
bersifat fakultatif dengan memanfaatkan oksigen pada
kondisi aerob danmelakukan fermentasi pada kondisi
anaerob. Bakteri dalam genus ini dapat tumbuh
dengan mudah pada media yang mengandung garam-
garam mineral, karbohidrat, dan garam-garam
ammonium.
PARAMETER BIOLOGI AIR
BERSIH
Walaupun coliform dapat dengan mudah
dideteksi, namun hubungannya dengan
kontaminasi bakteri fecal perlu dipertanyakan
karena beberapa coliform dapat ditemukan
secara alami pada lingkungan. Fecal coliform
tidak dapat digunakan sebagai indikator
adanya pencemaran oleh bakteri fecal, yang
dapat digunakan sebagai indikator pencemaran
oleh bakteri fecal hanyalah E. coli
COLIFORM
Escheria coli , dengan nama
aslinya Bacterium coli, Bakteri ini digunakan
sebagai indikator dalam menganalisa bakteri fecal
coliform dalam air karena mampu bertahan hidup
di luar sistem pencernaan. Kehadiran bakteri ini di
dalam air tidak berbahaya, tetapi menandakan
keberadaan bakteri patogen lain. Terdapat
beberapa strain dari E.coli yang jika masuk ke
sistem pencernaan akan mengakibatkan penyakit
perut seperti diare.
COLIFORM
Enterobacter aerogenes merupakan
salah satu coliform yang bersifat non-
fecal coliform. Bakteri ini berasal dari tanah
dan beberapa sumber selain dari saluran
pencernaan mamalia dan hewan berdarah
panas.
NAB PARAMETER MIKROBILOGI
AIR BERSIH
DAMPAK PARAMETER
MELEBIHI NAB
Akibat dari bakteri E.coli adalah sebagai
berikut:
1. Gangguan sistim pencernaan
2. Gangguan pada Ginjal
3. Serangan jantung atau stroke
4. Tekanan darah Tinggi
5. Peradangan selaput perut dan usus
(gastroenteritis)
REKAYASA PARAMETER
BIOLOGI
1. Sinar Ultra Violet
Radiasi sinar ultraviolet (UV) dapat merusak biomolekul
yang menyimpan sandi instruksi genetika pada mikroba
atau deoxyribonucleic acid (DNA) mikroba. Pada panjang
gelombang 254 nm sinar UV dapat menembus dinding sel
mikroorganisme dan diabsorpsi oleh badan seluler
sehingga dapat menghalangi replikasi DNA dan efektif
menginaktifasi mikroorganisme.
Sistem desinfeksi radiasi UV adalah sistem yang
menggunakan lampu merkuri tekanan rendah yang tertutup
dalam tabung quartz. Tabung dicelupkan dalam air yang
mengalir dalam tanki sehingga air tersinari oleh radiasi UV
dengan panjang gelombang 254 nm.
REKAYASA PARAMETER
BIOLOGI
DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.unila.ac.id/4296/16/BAB%20II.pdf
http://kuliah.ftsl.itb.ac.id/wp-content/uploads/2009/03/pengantar-
pengolahan-air-bersih-compatibility-mode.pdf
Tesis “Kajian Sifat Fisik, Kimia, Dan Mikrobiologi Air”
Universitas Lampung
TERIMAKASIH