Anda di halaman 1dari 35

PERTEMUAN I

PRINSIP DASAR PAJAK


YUKI DWI DARMA, SE, MM
DEFINISI PAJAK MENURUT PARA AHLI

• PAJAK = Iuran warga negara kepada negaranya (yang bersifat memaksa) yg terutang o/ wajib
pajak menurut per UU dgn tidak mendapatkan perestasi kembali yg digunakan u/ membiayai
pengeluaran2 umum terkait tugas negara u/ menjalankan pemerintahan (Prof. Dr. Andriani)
• PAJAK = iuran rakyat pada kas negara berdasarkan UU (bersifat memaksa) dg tidak
mendapatkan jasa timbal balik (kontraprestasi) yg langsung dpt ditunjukkan & digunakan u/
membyr pengeluaran umum (Prof. Dr. Soemitro)
• PAJAK = kontribusi wajib stp warga negara pada negara yg terutang o/ pribadi atau badan
bersifat memaksa berdsrkan UU dg tdk mdptkan imbalan langsung & digunakan u/ keperluan
negara bagi kesejahteraan rakyat luas (UU No. 28 Tahun 2007)
KARAKTERISTIK PAJAK

1. Merupakan iuran atau kontribusi wajib stp warga negara pada negara
2. Dipungut o/ pemerintah pusat maupun pemda
3. Tanpa kontraprestasi secara umum
4. Memiliki sanksi tegas dan bersifat memaksa berdasarkan UU dan aturan
pelaksanaannya
5. Lebih digunakan pd penyelengaraan pemerintahan demi terciptanya kemakmuran
rakyat
6. Fungsi budgetair dan sbg alat u/ mengatur
JENIS PAJAK
1. Menurut Golongan
 Pajak Langsung = Pajak harus menjadi beban Wajib pajak yang bersangkutan. Contoh : PPh
 Pajak Tdak Langsung = Terjadi jika terdapat kegiatan,peristiwa, atau perbuatan yang menyebabkan terutangnya pajak.
Misalnya terjadi penyerahan barang atau jasa. Contoh PPN
2. Menurut Sifat
 Pajak Subyektif = Pajak yang pengenaannya memerhatikan keadaan pribadi wajib pajak.contoh : PPh
 Pajak Objektif = Pajak yang memerhatikan objeknya baik berupa benda, keadaan,perbuatan atau peristiwa yang
mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar pajak tanpa memperhatikan keadaan pribadi Subjek pajak maupun tempat
tinggal. Contoh : PPN, PPn BM, PBB.
3.Menurut Lembaga Pemungutnya
 Pajak Pusat = Yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan digunakan untuk membiayai rumah tangga negara.
Contoh : PPh, PPN, dan PPnBM
 Pajak Daerah = Yaitu pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah dan digunakan untuk membiayai rumah tangga daerah.
Contoh : Pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar bermotor, pajak hotel,pajak restoran dan pajak hiburan.
PUNGUTAN WAJIB SELAIN PAJAK YG DIPUNGUT
PEMERINTAH PUSAT MAUPUN PEMDA
1. Retribusi = pembyrn yg mendptkan kontraprestasi scr langasung yg dpt dirasakan , cth : Chover Charge, karcis parkir, karcis
bioskop, dll
2. Sumbangan = pembyrn tanpa kontraprestasi, sedangkan penerima sumbangan mdptkan manfaat/imbalan langsung dr
sumbangan
Hukum Pajak = seluruh peraturan yg mengatur hubungan pemerintah sbg pemungut pajak (fiscus) dan rakyat sbg Wajib Pajak (WP)
yg dikenal hokum fiscal, dibedakan mjd :
1. Hukum Pajak Materil = peraturan yg mengatur ttg pajak yg bersifat umum dg memuat norma yg menerangkan keadaan,
perbuatan, hokum dan peristiwa hokum yg kena pajak yg mengandung unsur subjek, objek dan dasar pengenaan pajak (UU
pajak spt UU No 7 & 8 Th 1983, UU No 36 Th 2008 tentang Pajak Penghasilan, UU No 42 Th 2009 tentang PPN & PPnBM)
2. Hukum Pajak formal = peraturan yg mengatur pelaksanaan hokum pajak materil yg terdiri dr hak dan kwjbn, prosedur &
sanksi, dengan bentuk berwujud (UU No 28 Th 2007 Tentang KUP, UU No 14 Th 2002 ttg pengadilan pajak & peraturan
pelaksana dr hokum pajak materil. Lex specialist derogat lex generalis yg artinya hokum khusus dpt mengalahkan hokum umum
spt persetujuan penghindar pajak berganda mengalahkan PPh pasal 24 ttg fiscal LN
KEDUDUKAN HUKUM PAJAK DI INDONESIA

Hukum Perdata
PRIVAT

Hukum Dagang

HUKUM
Hukum Pidana

Hukum Tata
PUBLIK Negara

Hukum Adm
Hukum Pajak
Negara

Hukum
International
FUNGSI PAJAK

• Fungsi penerimaan (Budgetair) = dasar pemungutan pajak krn adanya kepentingan masing2 warga negara,
termasuk kepentingan perlindungan jiwa dan harta.
• Fungsi mengatur (Reguleren) = alat untuk mengatur atau pelaksanaan kebijakan dibidang sosek. Pajak sbg
fungsi social yaitu diterapkannya pajak tinggi thd barang mewah.
• Fungsi stabilitas (Stability) = dana pajak digunakan untuk mengendalikan gejolak dan stabilitas harga dan
pengendalian inflasi melalui pengendalian uang beredar & penggunaan pajak yg efektif & efisien
• Fungsi demokrasi (democracy) = wujud & jelmaan sikap goro, terutama pelayanan masyarakat o/
pemerintah khususnya pembayar pajak seperti adanya tingkatan tarif pajak yg lbh besar bagi penghasilan
tinggi
• Fungsi refidtribusi pendapatan (Income redistribution) = pajak yg dipungut akan digunakan u/
pembangunan & membiayai kepentingan umum shg dpt meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan
pendapatan masyarakat
CARA & SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK

• Stelsel nyata =pengenaan pajak yg didasarkan pd objek (penghasilan) nyata shg


pemungutannya br dpt dilakukan pd akhir th, yaitu stl penghasilan yg sesungguhnya dpt
diketahui, kelebihan = pengenaan pajak lebih realistis, kelemahan = bias terjadi
penyimpangan karena dipungut akhir th
• Stelsel fiktif = pengenaan pajak berdasarkan anggapan diatur UU, kelebihan = pjk dibyr pd
th berjalan tanpa menunggu akhir th, kekurangan = fibyrkan tdk berdasarkan pd keadaan
sesungguhnya
• Stelsel campuran = pd awak th besarnya pajak dihitung berdasarkan suatu anggapan &
akhir th pajak disesuaikan dg keadaan sebenarnya
SISTEM PEMUNGUTAN PAJAK DI INDONESIA

• Official Assesment System = penentuan besaran biaya pajak dan mekanisme pemungutan pajak
adalah petugas pajak (fiscus), maka keberhasilan system ini tergantung dari keahlian, kehandalan
dan profesionalisme petugas pajak (Pusat & Daerah)
• Self Assessment System = wajib pajak (WP) diberikan tanggung jawab & kepercayaan u/
menghitung, menyetor dan melaporkan sendiri kewajiban pajak mereka, yg tercermin pd
perhitungan PPh akhir tahun. Keberhasilan tergantung kejujuran WP, kejelasan UU &
profesionalisme apparat pajak (Pusat)
• Witholding System = dalam pemungutan dan penyetoran pajak, pemerintah melibatkan WP
lainnya sebagai pemungut pajak pada sekelompok WP lainnya. Cth = pemerintah memungut
PPh Pasal 21 dari Pemberi kerja
TARIF PAJAK (TAX RATE)

Dlm pajak penghasilan, persentase tarif pajak dibedakan menjadi :


• Tarif Marjinal (Marginal Rate) = terkait dasar pengenaan pajak, missal pajak penghasilan orang pribadi jika
berkisar 0 s/d Rp 50.000.000/th sebesar 5%, diikuti penambahan pajak dari 50 jt sd 250 jt sebesar 15% dan
seterusnya
• Tarif Efektif (Effective Rate) = persentase tarif pajak yg efektif berlaku atau atas cdasarp pengenaan pajak ttt
Berdsrkan persentase tarif pajak dikelompokkan cmjd :
• Tarif pajak proporsional = persentase tetap thd berapapun yg mjd fasar pengenaan pajak (sering disebut tarif
tunggal krn hanya menggunakan 1 tarif dg persentase ttp, missal PPN 10%
• Tarif pajak progresif = tarif pajak yg % mjd lbh besar jika yg mjd dasar pengenaan pajaknya semakin besar. Misal,
pajak penghasilan
PEMBAGIAN TARIF PROGRESIF

• Tarif Progresif Berganda = kenaikan % pajaknya semakin besar


• Tarif progresif tetap = kenaikan % pajaknya tetap
• Tarif progresif fegresif = kenaikan % pajaknya semakin kecil
• Tarif fegresif = % tarif pajaknya semakin kecil jika jml dasar pengenaan pajak semakin besar
• Tarif tetap (fix rate) = berapapun dasar pengenaan pajak, tarifnya selalu tetap, cth bea materai
• Tarif advolerem = tarif dg % ttt atas harga brg atau nilai suatu brg
• Tarif spesifik = tarif dg jml ttt atas suatu jenis atau satuan jenis brg ttt
UTANG PAJAK

Terhapusnya utang pajak disebabkan oleh :


• Pembayaran = jika dilakukan pembyrn o/ WP ke kas negara
• Kompensasi = WP mempunyai tagihan berupa kelebihan pembayaran
• Daluwarsa = penagihan stlh lewat wkt lima tahun terhitung sejak saat terutangnya pajak
atau berakhir masa pajak, bagian th pjk atau th pajak yg bersangkutan
• Pembebasan = pembebasan thd sanksi adm , penalty dan denda pajak
• Penghapusan pajak = pajak terhutang WP dihapuskan karena kondisi keuangan WP yang
memprihatinkan
PAJAK PENGHASILAN

• Pajak Penghasilan = termasuk seluruh pajak domestic & LN sbg dasar penghasilan kena
pajak, sedangkan sbg lingkup pajak diberikan diberikan contoh pemungutan & pemotongan
pajak terutang o/ entitas anak, entitas asosiasi/JV atau didistribusi ke entitas pelapor
• Pajak penghasilan = entitas hrs mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan
periode berjalan & periode sebelumnya yg blm dibyr, jika jml pajak lebih bayar thd yg
terhutang, maka kelebihan tersebut diakui sbg aset
UU PERPAJAKAN

• Revormasi UU Pajak No. 7 th 1983 tentang Pajak Penghasilan yg telah diubah mjd UU
Pajak No 36 Th 2008, shg aspek yg mengharuskan pengukuran adalah :
1. Mata Uang Pelaporan
• Pembukuan dilakukan menggunakan matta uang fungsional, dianjurkan menggunakan mata uang
Rp.
• Mata uang pelaporan hrs rupiah & mata uang pelaporan hrs sama mata uang pencatatan
• Pasal 28 ayat (4) UU KUP = mata uang pelaporan dalam lap keu hrs mata uang local yaitu Rp.
• Pasal 28 ayat (8) UU KUP = pembukuan menggunakan mata uang asing selain RP dapat
diselenggarakan stl menfapat persetujuan Mentri Keuangan
DASAR YG MNJADI PENGUKURAN

• PSAK No. 48 menyatakan bahwa suatu asset mengalami penurunan nalai jml yg tercatat
(carrying Amount) melebihi jml yg terpulihkan (recoverable amount), maka hrs membuat
estimasi formal jml terpulihkan
• Entitas hrs menilai stp tgl pelaporan apakah tdpt penurunan nil asset. Jika terjadi maka
entitas hrs mengestimasi nilai wajar fikurang biaya menjual asset tsb
• UU Perpajakan pasal 10 ayat (1) UU PPh terkait cara penilaian harta dlm rangka
menghitung penghasilan sehubungan dg keuntungan atau kerugian jk terjadi penjualan atau
pengalihan atau pelepasan harta yg dipengaruhi hubungan istimewa (Pasal 18 ayat 4) dg
metode nilai perolehan.
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)

NPWP = nomor yg diberikan pd WP sbg sarana dlm adm perpajakan yg digunakan sbg
sarana pengenal diri atau identitas WP dlm melakukan hak dan kewjbn perpajakan.Yg terdiri
dr 15 digit (XX.XXX.XXX.X.XXX.XXX), dimana 9 digit pertama merupakan kode WP dan
6 digit berikut merupakan kode adm perpajakan. Jika WP berstatus kantor pusat maka tiga
digit terakhir adl 000, sedangkan kantor cabang maka tiga difit terakhir adl urutan terakhir
dr jml cabang yg ada di KPP.
BEBERAPA FUNGSI NPWP BERDASARKAN UU NO.
28 TH 2007
• Mengetahui identitas WP
• Menjaga ketertiban dlm pembyran pajak & pengawasan adm pajak
• Keperluan yg berhub dg dokumen perpajakan, shg semua dokumen terkait pajak hrs
mencantumkan NPWP
• Memenuhi kwjbn perpajakan spt SSP (Surat Setoran Pajak)
• Keperluan pelaporan Surat Pemberitahuan Masa (SPT) atau tahunan
• Mendptkan pelayanan dr instansi ttt yg wajib mencantumkan NPWP spt Dokumen Impor
(PPUD/PIUD) dan Dokumen Eksport (PEB)
YG WAJIB MENDAFTARKAN DIRI (PER-62/PJ/2010)

• WP Badan = wajib mendaftarkan diri pd ktr pelayanan pajak/ ktr penyuluhan pjk di daerah domisili
• WP org pribadi = jika penghasilannya sudah melebihi PTKP sbb (PTKP Terbaru 2017):
• Rp 54 Juta u/ diri WP, Rp 4,5 Jt tambahan u/ WP yg kawin
• Rp 54 Juta u/ istri yg penghasilannya digabung dg penghasilan suami
• Rp 4,5 Juta tambahan u/ stp anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dlm grs keturunan lurus serta anak angkat yg mjd
tgjwb sepenuhny, paling bnyk 3 org tiap keluarga
• BUT (Bdn Usaha Tetap) = entitas bisnis digunakan untk menjalankan kegiatan usaha scr teratur di Indonesia o/
badan atau prsh yg tidk didirikan atau berkedudukan di Indonesia
• WP Nonsubjek (WP sbg pemungut/pemotong pajak) = bendaharawan dan badan2 ttt ditetapkan menkeu sbg
pemungut/pemotong pajak
• Pengusaha Kena Pajak (PKP) = org pribadi/badan dlm bentuk apapun yg dlm kegiatan usaha/pekerjaan menghasilkan
brg, mengimpor brg, mengeskpor brg, melakukan kegiatan usaha perdagangan, memanfaatkan brg tdk berwujud
diluar pabean, melakukan usaha jasa dan sejenisnya berdasarkan UU PPN 1984
• Wanita Menikah = seorg wanita yg tlh menikah dptr mendaftarkan diri u/ memperoleh NPWP atas nama sendiri u/
melaksanakan hak dan kwjban pajaknya yg terpisah dr suami
TEMPAT PENDAFTARAN WP TTT (PER-35/PJ/2009)

Yg termasuk WP dan Pengusaha Kena Pajak ttt


• BUMN
• PMA
• Badan Usaha Tetap & Org Asing
• Perusahaan Masuk Bursa ttt serta perusahaan2 ttt yg melakukan kegiatan di psr mdl
• Prsh besar ttt
• Orang pribadi
• WP org pribadi pengusaha ttt = WP org pribadi yg punya t4 usaya yg tersebar dibeberapa t4
LANJUTAN (T4 PENDAFTARAN & PELAPORAN)

• Kantor Pelayanan Pajak BUMN termasuk anak prsh BUMN yg penyertaan mfl langsung atau tdk langsung lbh 50%
• Kantor Pelayanan PMA u/ seluruh WP PMA yg tdk masuk bursa& melakukan kegiatan di bidang industry kimia & brg
galian non-logam yg ditetapkan dg keputusan dirjen pajak
• Ktr pelayan pajak PMA II, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan bidang logam & mesin, dg kep
dirjen pajak
• Ktr pelayanan PMA III, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan pertambangan & perdagangan dg kep
dirjen pajak
• Ktr pelayanan PMA IV, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan di bid industry tekstil, makanan &
kayu dg kep dirjen pajak
• Ktr pelayanan PMA V, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan pertambangan & perdagangan dg kep
dirjen pajak
• Ktr pelayanan PMA VI, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan Agrobisnis dan jasa dg kep dirjen pajak
• Ktr pelayanan PMA VII, u/ seluruh WP PMA tdk masuk bursa & melakukan kegiatan jasa & perdagangan dg kep dirjen
pajak
LANJUTAN

• Ktr Pelayanan Pajak Badan & org Asing Satu, u/ WP berbentuk badan usaha ttp yg
berkedudukan di DKI Jakarta dan org asing yg tinggal di daerah yg sama, selain negara2
disebut sblmnya ditetapkan dg kep dirjen pajak
• Ktr Pelayanan Pajak Prsh Masuk Bursa u/ WP yg pernyataan pendaftaran emisi saham tlh
dinyatakan efektif o/ OJK (dulu BAPEPAM-LK) termasuk badan khusus (Self Regulatory
Org) yg didirikan & beroperasi di bursa berdsrkan UU No. 8 Th 1995 ttg psr modal, Prsh
efek non-bank ditetapkan dg kep dirjen pajak
• Kantor Pelayanan Pajak WP Besar & Ktr Pelayanan Pajak Madya u/ prsh bsr ttt& atau org
pribadi ttt yg ditetapkan dg kep dirjen pajak
JANGKA WAKTU PENDAFTARAN/ PELAPORAN KEGIATAN
USAHA (PER-44/PJ/2008 DISEMPURNAKAN JD PER-62/PJ/2010)
• WP org pribadi menjalankan usaha/pekerjaan bebas & WP badan wajib mendaftarkan diri u/ memperoleh
NPWP paling lama 1 bln stl usaha dimulai
• WP org pribadi yg tidk menjlnkan usaha/pekerjaan bebas, jika sampai 1 bln memperoleh penghasilan
melebihi PTKP setahun, wajib mendaftarkan diri u/ memperoleh NPWP paling lambat akhir bln berikutnya
• WP org pribadi yg memiliki penghasilan kurang dari PTKP dapat mengajukan permohonan u/ mendapatkan
NPWP
• WP org pribadi yg melaksanakan pekerjaan bebas atau usaha dan WP badan yg memenuhi ketentuan
pengusaha kena pajak, wajib melaporkan usahanya u/ dikukuhkan sbg pengusaha kena pajak sblm
menyerahkan brg/jasa kena pajak
• WP yg termasuk pengusaha kecil yg dimaksudkan dlm UU No 8 Th 1983 ttg PPB Brg & jasa termasuk
PPnBM yg diubah mjd UU No 42 th 2009 yg memilik pengusaha kena pajak maka wajib mengajukan
pernyataan tertulis u/ disyahkan mjd pengusaha kena pajakPengusaha TKP jika brg/jasa melampaui
pengusaha kecil, wajib lapor u/ disahkan sbg pengusaha kena pajak paling lambat akhir masa pajak
berikutnya
TRANSAKSI MATA UANG ASING

Maksud = transaksi yg di denominasi atau hrs diselesaikan dlm mata uang asing, yaitu transaksi yg timbul ketika entitas bisnis
(Pengakuan Awal Periode) :
• Membeli atau menjual brg/jasa yg harganya di denominasi dlm mata uang asing
• Melakukan aktivitas peminjaman atau meminjamkan dana atau sejumlah piutang yg didenominasi dlm mata uang asing
• Memperoleh atau melepas asset atau terjadinya atau menyelesaikan kwjban yg didenominasi dg mata uang asing
Pengakuan Akhir Periode :
• Melaporkan pos moneter dlm mata uang asing menggunakan kurs penutup
• Melaporkan pos non-moneter yg diukur dg biaya perolehan historis dlm mata uang asing dg kur tgl transaksi
• Melaporkan pos non-moneter diukur dg nilai wajar dlm mata uang asing dg menggunakan nil tukar pd saat nil wajar ditentukan
KEWAJIBAN PENCATATAN BAGI WP ORG PRIBADI

Sebagaimana diatur dlm Pasal 28 ayat (2) UU KUP dan Permenkeu No 197/PMK.03/2007
ttg bentuk & tata cara pencatatan bagi WP org pribadi mengatur kewajiban pencatatan,
maka WP org pribadi diwajibkan menyelenggarakan pencatatan :
• WP org pribadi yg melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yg sesuai dg ketentuan
per-UU perpajakan diperbolehkan menghitung penghasilan dg menggunakan Nomor
Penghitungan Penghasilan Netto
• WP org pribadi yg tdk melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas
PERSYARATAN YG HRS TERPENUHI BG WP YG
MENYELENGGARAKAN PENCATATAN
• Pencatatan hrs dilakukan scr teratur & mencerminkan keadaan sesungguhnya dg
menggunakan huruf latin, angka arab, satuan mata uang Rp dan disusun dlm Bahasa
Indonesia
• Pencatatan dlm 1 th hrs diselenggarakan secara kronologis
REVALUASI ASET
• Model revaluasi yaitu stl diakui sbg asset suatu asset tetap yg nil wajar dpt diukur scr handal maka harus dicatat dlm nilai
revaluasian (tujuan utama realuasi = nil asset prsh menunjukkan nilai sebenarnya), jml dimaksud adl nil wajar tgl revaluasi
dikurang akm. Penyusutan & akm. Rugi penurunan nilai yg tjd tgl revaluasi . Revaluasi hrs dilakukan teratur krn tujuan
revaluasi asset tsb adl :
• Saat perusahaan go public
• Melakukan penambahan modal dg menerbitkan saham baru
• Restrukturisasi, akuisisi atau reorganisasi

• Nilai wajar = nilai suatu asset yg dpt dipertukarkan atau suatu kwjbn dpt diselesaikan antara pihak yg memahami dan
berkeinginan u/ melakukan transaksi wajar (arm length transaction)m biasanya berpatokan pd nilai psr aktif, atau nilai psr
terkini jika nil psr aktif tdk tersedia (DCF)
• Sumber PSAK 16 & PSAK 46
• Ket : selisih revaluasi tdk diakui di Lap L/R th berjalan, tapi dlm laba komprehensif. Shg konsekwensi pajak dimasukkan sbg
elemen laba komprehensif. Jk pajak atas revaluasi tdk dikenakan menurut peraturan perpajakan, maka konsekwensi pajak
diakui sbg asset atau liabilitas pajak tangguhan
• Cth keuntungan revaluasi asset tanah ,jurnalnya
diakui di debit sbg beban pajak tangguhan atau surplus revaluasi
diakuit di kresit sbg liabilitas pajak tangguhan
TARIF REVALUASI ASSET KHUSUS 2015, 2016

• 3% bagi WP yg tlh memperoleh penetapan penilaian kembali asset tetap o/ Ktr Jasa Penilai
Publik atau ahli penilai, & melunasi kembali pajak penghasilan s/d desember 2015
• 4% bagi WP yg tlh memperoleh penetapan penilaian kembali asset tetap o/ Ktr Jasa Penilai
Publik atau ahli penilai, & melunasi kembali pajak penghasilan jk wkt sejak tgl 1 Januari
2016 s/d 30 Juni 2016
• 6% bagi WP yg tlh memperoleh penetapan penilaian kembali asset tetap o/ Ktr Jasa Penilai
Publik atau ahli penilai, & melunasi kembali pajak penghasilan jk wkt sejak tgl 1 Juli 2016
s/d 31 Des 2016
KEUNTUNGAN BAGI WP YG MELAKUKAN REVALUASI
BERDASARKAN PERMENKEU 191/PMK.010/2015

• Diskon tarif PPh mkd lbh kecil yaitu 3%,4% & 6%


• Sisi asset naik sebesar nilai lebih & dicatat dlm akun “selisih lebih penilaian kembali asset
tetap WP tgl…” dimana akun ini disusutkan sesuai masa manfaat asset tetap. Artinya th2
stl revaluasi penghasilan neto fiscal akan tergerus o/ penyusutan selisih lebih revaluasi
• Sisi ekuitas neraca =muncul shm baru, baik berupa saham bonus atau shm baru tanpa
penyetoran, dimana shm baru ini bukan objek PPh Pasal 2 huruf b PP no 94 th 2010. scr
umum penambahan shm tanpa setoran, apapun namanya dianggap deviden, tertuang dlm
bagian penjelasan pasal 4 (1) huruf g UU PPh
KEUNTUNGAN REVALUASI ASSET U/
KEPENTINGAN KOMERSIL
• Mencerminkan nilai asset yg sesungguhnya (nil wajar). Shg dpt lbh baik dlm pengambilan
keputusan bg mnj prsh dan investor dlm melakukan investasi
• Bg prsh yg ingin atu yg sdh go-public, revaluasi berguna u/ menyusun nil asset ke harga yg
lbh realistis
• Meningkatkan kepercayaan kreditur, shg akan mendongrak kinerja keuangan perusahaan
yg ditunjukan o/ rasio DTAR dan DTER
• Menentukan kebijakan yang tepat dalam mengakuisisi atau merger perusahaan target
KELEMAHAN REVALUASI ASSET TETAP BAGI
PERUSAHAAN
• Karena revaluasi bermaksud melakukan penilaian kembali thd asset tetap prsh, shg tidak
ada aliran kas yg masuk, shg timbul anggapan prsh melakukan tindakan windows dressing
• Jika terfapat selisih lebih revaluasi, maka prsh akan dikenakan PPh final sebesar 10% dan
hrs dibayar pd th tsb (tdk boleh dicicil dlm 5 th) & tdk bias memperoleh hutang pajak
tangguhan yg bias dibalik pd th berikutnya jk nil asset turun.
• Beban pajak akan semakin besar karena revaluasi dilakukan tiap tahun akibat fluktuasi
asset yg cukup tajam
• Mengeluarkan biaya tambahan untuk jasa appraisal yaitu jasa penilai asset tetap
KARAKTERISTIK AKUNTANSI

• Dapat Dipahami =lap keu hrs dpt dipahami user shg dpt memberikan informasi mengenai
aktivitas bisnis & ekonomi yg dijalani
• Relevan = informasi hrs relevan supaya dpt memenuhi kebutuhan pengguna laporan dlm
pengambilan keputusan
• Materialitas = suatu ambang batas agar informasi memiliki manfaat
• Kendala = informasi harus memiliki keandalan (reliable) yg artinya berkualitas & tidak
menyesatkan
9 PRINSIP DASAR AKUNTANSI PAJAK YG HARUS DIPAHAMI
• Cost principle = prinsip biaya (cost principle) atau biaya historis (historical cost), merupakan dasar penilaian dlm mencatat
perolehan brg, HPP, biaya maupun ekuitas shg yg mendasar adl penilaian yg didasari harga pertukaran pd tgl perolehan
• Cost principle = lbh menjelaskan kepada sifat & komponen, pengukuran maupun pengakuan pendapatan sbg salah satu
komponen penyusun lap L/R
• Matching principle = prinsip pemadanan atau penanding, yaitu pengaturan pembebanan biaya pada periode yg sama dg
pengakuan pendapatan
• Objective Principle = segala informasi yang bebas, handal, dapat dipercaya, apa adanya serta mencerminkan keadaan
sesungguhnya dari pihak ketiga yang independen
• Consistency principle = prosedur & prinsip akuntansi yg sama hrs diterapkan pd periode yg bersangkutanm shg peristiwa
ekonomi yg sejenis akan dicatat & dilaporkan scr konsisten
• Disclosure Principle = prinsip pengungkapan penuh, mengharuskan lap keu dibentuk & disajikan dr peristiwa ekonomi
mempengaruhi prsh dlm suatu periode yg mana lap keuangan hrs informatif shg user memperoleh manfaat dr informasi
keuangan prsh
• Conservatism Prinsiple = digunakan pada keadaan yg sifatnya tdk menentu atau dalam keadaan ketidakpastian (uncertainty)
• Materiality Principle = lap keu hanya menyangkut informasi yg dianggap penting (material) dlm mempengaruhi penilaian
• Uniformity = menekankan pd keseragaman & dpt diperbandingkan yg merupakan salah satu tujuan yg hendak dicapai dlm
penyusunan prinsip akuntansi
HUBUNGAN ISTIMEWA & PENILAIAN KEWAJARAN
DLM TRANSAKSI (PSAK NO. 7 TAHUN 2009)
Mengatur pihak2 yg memiliki hubungan istimewa, pengungkapan pihak2 yg memiliki hubungan
istimewa, Batasan pihak yg memiliki hubungan istimewa. Pihak yg memiliki hubungan istimewa =
jika suatu pihak punya kemampuan u/ mengendalikan pihak lain atau punya pengaruh signifikan
thd pihak lain dlm pengambilan keputusan keuangan dan operasional
Gambaran beberapa hubungan istimewa :
• Prsh melalui satu atau lbh perantara (intermediaries), mengendalikan atau dikendalikan oleh
atau berada dibawah pengendali Bersama dg prsh pelapor termasuk holding company,
subsidiaries, dan fellow subsidiaries
• Prsh asosiasi (associated company)
AKUNTANSI PAJAK

Bidang Ilmu Akuntansi dan pemahaman Manajerial yg berkaitan dg perhitungan perpajakan


yg mengacu pada PerUU KUP serta aturan pelaksanaan perpajakan