Anda di halaman 1dari 50

 Tujuan : Acuan :

Menyiapkan Tanah untuk dijadikan  Program Budidaya secara SRI


media tanam yang baik.  Pedoman Budidaya Padi Sawah
 ( Brosur SLPTT )
 Alat & Bahan :  SNI Pangan Organik
1. Cangkul
2. Garukan  Penanggung Jawab :
3. Traktor & Peralatannya Kelompok Tani Organik Sarinah
4. Kerbau & Peralatannya
Langkah-langkah :
 Definisi  Membersihkan Pematang
 Pengolahan Sawah adalah persiapan  Pembajakan awal oleh kerbau
media tanah untuk pertanaman  Pemopokan Galengan
 Singkal adalah proses pembalikan  Pembajakan kedua kali oleh traktor
tanah
 Meratakan Lahan Sawah oleh garukan
 Tujuan  Acuan
Mendapatkan benih yang sehat dan SRI ( TOT dan Sekolah Lapang )
bagus SNI Pangan Organik

 Penanggung Jawab
 Alat & Bahan Kelompok Tani Organik Sarinah
1. Benih
2. Ember Langkah – langkah :
3. Air 1. Masukan air dalam ember, lalu masukan
garam
4. Garam 2. Setelah garam larut dalam air, kemudian
5. Bakul / Tolombong masukan telur
6. Telur 3. Apabila telur dalam larutan garam
tersebut sudah mengambang, kemudian
telur tersebut diambil
 Definisi 4. Masukan benuh kedalam larutan air dan
garam tersebut
Bakul /Tolombong adalah tempat 5. Benih yang mengambang dibuang, dan
yang berbentuk bulat terbuat dario yang tenggelam dikeluarkan dari
anyaman bambu rendaman air tersebut lalu cuci bersih
6. Benih yang sudah dicuci kemudian
direndam dalam air bersih selama 24 jam
dan tiriskan, lalu simpan didalam
bakul/tolombong.
 Tujuan
Untuk Mempermudah Penyeleksian Bibit yang Baik

 Alat & Bahan

1. Cangkul 6. Handsprayer
2. Karung 7. Benih
3. Pupuk Organik Padat 8. Mol
4. Arang Sekam 9. Baskom Plastik
5. Air 10. Areal untuk
Persemaian

 Definisi
Persemaian adalah tempat untuk menaburkan benih guna mendapatkan bibit yang
baik

 Acuan
SRI ( TOT dan Sekolah Lapang )
SNI Pangan Organik
 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah

 Langkah-langkah :

1. Siapkan Lahan untuk persemaian

2. Campurkan Pupuk Organik dan Arang Sekam, aduk rata

3. Masukan kedalam tanah yang telah disiapkan untuk persemaian

4. Taburkan benih yang telah disiapkan

5. Setelah umur 7 hari, disemprot dengan Mol

6. Setelah umur 10-13 hari, bibit bisa dipindahkan ke pertanaman


 Tujuan

Mendapatkan pupuk Organik yang berkualitas baik

 Alat & Bahan

Alat Bahan
1. Komposter 1. 400 Kg Jerami 6. 190 Kg Dedak Padi
2. Mesin Pencacah Organik ( APO ) 2. 50 Kg Hijauan 7. 500 Kg Gula / Molase
3. Cangkul 3. 50 Kg Abu Sekam 8. 5 Liter Air Kelapa
4. Embrat 4. 150 Kg Zeolit / Kaptan 9. 5 Liter Air Beras
5. Ember 5. 350 Kg Kohe Domba

 Definisi

Komposter adalah alat yang terbuat dari besi dan kayu berbentuk bulat ( tabung )
yang berfungsi untuk pemeraman ( Fermentasi ) pupuk organik
 Acuan
Pedoman Pembuatan Pupuk Organik dari Distanbunhut Kab. Bandung
Pengalaman di Lapangan

 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah

 Langkah – langkah :
1. Jerami dan Hijauan dicacah dengan menggunakan mesin pencacah
2. Penyiapan Cairan Microorganisme dengan perbandingan 5 liter air kelapa : 5 liter air
beras, 50 Kg gula atau Molase
3. Semua bahan di campur, dan diberikan percikan air MOL sampai keadaan lembab,
lakukan pemeraman/fermentasi selama 15 hari dalam komposter (ada rekaman suhu).
Setelah 15 hari pupuk dikeluarkan dari komposter, simpan diatas lantai dan dinginkan
selama 2 hari.
4. Pengepakan ( Packing ), setelah 2 hari pupuk dikemas dalam karung plastik sebanyak
50 Kg
 Tujuan

Mendapatkan hasil produksi yang tinggi

 Alat & Bahan

1. Cangkul

2. Susurung

3. Caplak

4. Besek

5. Bakul
 Defini
 Penanaman Padi adalah meletakan bibit padi pada tempat yang sudah dicaplak atau

petakan sawah

 Susurung adalah alat yang terbuat dari kayu yang berfungsi untuk meratakan sawah.

 Caplak adalah alat yang terbuat dari kayu dan bambu untuk membuat garitan

tanaman padi

 Acuan

SRI

Sekolah Lapang
 Tujuan
Untuk mempercepat proses pengomposan dan untuk mendapatkan pupuk cair
organik yang terjaga kemurniannya dan mutunya
 Alat & Bahan
1. Bahan Pelarut
2. Bahan Terlarut
 Definisi
SRI adalah System Rice of Intensification
 Acuan
SRI ( TOT dan Sekolah Lapang )
SNI Pangan Organik
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

Mol bisa digunakan sebagai pupuk cair organik dan dekomposter ( untuk
mempercepat proses pengomposan ). MOL terdiri dari bahan terlarut ditambah
dengan bahan pelarut

Dosis untk aplikasi Pupuk cair organik : 1 Liter Mol + 1 Liter air non kaporit.
Untuk mempercepat proses pengomposan lebih efektif apabila menggunakan
ampas MOL yang dimasukan kedalam campuran bahan kompos.

1. Bahan terlarut bisa diperoleh dari potensi lokal yang ada disekeliling /
didaerah sekitar petani :

 Limbah Dapur ( Remeh ) : Sumber Karbohidrat

 Batang dan Bonggol Pisang : Sumber Fospat Tinggi

 Keong Mas : Sumber Protein, Nitrogen dan Asam Amino Tinggi

 Rebung Bambu : ZPT ( Perangsang Pertumbuhan Batang )

 Buah-buahan : Sumber Enzim dan Vitamin

 Berenuk : Sumber Nitrogen dan Enzim ( lebih komplit )

 Ikan dan limbahnya : Sumber Protein


 Akar dan Batang Jagung : Pelepas Fospat

 Akar Pinus : Pelepas Fospat

 Terasi atau Udang : Sumber Protein

 Buraluk dan bekas The Celup : Sumber Kalium Tinggi

 Aar Kedelai + Kelapa Buruluk setara dengan NPK

 Berenuk + Nanas setara dengan area

 Nasi yang dikepal ( tangan dilumuri air jeruk atau air biasa )dan ditaruh diatas daun
bambu kering dan tanah bambu : sumber karbohidrat

 Daun Cebreng : Sumber Nitrogen

2. Bahan Pelarut juga bisa diperoleh dari potensi lokal yang ada disekeliling petani :

Air biasa + gula ( gula merah atau gula pasir Air Beras + Gula ( gula merah + gula
pasir
Air Tebu Lahang

Air Kawung Urine / Air Kencing

Air Kelapa
 Cara Pembuatan :

Bahan terlarut + bahan pelarut masukan kedalam toples /ember/gentong, tutup


dengan bahan yang berpori seperti kain atau kertas koran, ikat dengan tali simpan
ditempat yang tidak terkena sinar matahari dan hujan selama 2 minggu atau 15 hari.
Jika sudah bau tape maka MOL sudah jadi dan siap pakai tapi pabila MOL bau bangkai
muncul belatung maka belatung harus dibuang karena memakan nutrisi yang ada
pada MOL dan ditambahkan gula secukupnya untuk memakan bakteri pengurai.

Kecuali untuk MOL sayuran : Masukan limbah pasar ( Sayuran ) kedalam wadah,
tam,bahkan garam aduk rata kemudian masukan air beras, emudian tutup dengan
plastik dan tambahkan pemberat air dalam plastik. Diamkan selama 15 hari kemudian
buka dan tambahkan gula secukupnya setelah itu tutup kembali dengan kertas koran
atau kain selama 1 minggu.
 Tujuan

Pengganti pestisida kimia yang berasal dari lam, sehingga tidak mencemarkan
lingkungan, aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah terurai,
dilakukan secara preventip maupun kuratip. Cara kerjanya perpaduan atau tunggal,
merusak perkembangan telur, menghambat pergantian kulit, mengganggu
komunikasi serangga, menghambat reproduksi perkembangan pathogen penyakit

 Alat & Bahan

 Definisi

 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah


 PESTISIDA NABATI

1. Biji Nimba

Biji Nimba yang telah jatuh ke tanah dikumpulkan dan dihaluskan. Apabila sudah
halus campurkan dengan air, kemudian saring dan bisa langsung digunakan. Untuk
mengendalikan hama Penggerek Batang Padi

2. Urine Sapi

Air kencing sapi didiamkan selama 2 minggu. Hal ini dilakukan untuk menghindari
tanaman menjadi layu atau terbakar. Urine sapi murni dapat mengendalikan 95% Kutu
Daun, 65 % Ulat Daun,83% Kutu-kutu kecil pada tanaman.

3. Daun Pepaya

1 Kg daun pepaya segar di cincang. Rendam dalam air 10 liter dan tambahkan 2
sendok minyak tanah. Diamkan selama semalam lalu saring dan siap digunakan untuk
mengendalikan hama Walang Sangit.

4. Biji Karet

100 biji karet buang dagingnya, rebus biji karet tersebut hingga setengah matang
kemudian keringkan. Untuk mengendalikan Hama Tikus sebarkan didaerah yang
terserang.
5. Ubi Racun

Kupas 2 Kg Ubi Racun emudian parut. Kupas 2 Kg biji karet ambil dagingnya dan
tumbuk, lalu tambahkan 3 gelas air kelapa. Sangrai hingga agak kering. Dapat
mengendalikan Hama Tikus

6. Gadung

Iris 1 Kg Gadung kemudian jemur hingga kering. Setelah kering, tumbuklah bersama
0,5 Kg ikan asin yang halus. Zsebarkan dilahan yang terserang dan dekat dengan
lubang tikus.

7. Jaringao dan jengkol

Tumbuk daun jaringao ditambah dengan irisan jengkol agar lebih ampuh tambahkan
tembakau ( puntung rokok kretek ), Sebarkan dilahan yang terkena tikus.

8. Batrawali

Rebus 1 Kg Batrawali dan 2 butir kecubung dengan 1 liter air, saring air rebusan
kemudian campur dengan air biasa non kaporit sebanyak 16 liter, dan siap digunakan
untuk mengendalikan hama Walang Sangit
9. Bawang Putih
1 Ons bawang putih ditumbuk, kemudian direndam dalam 1 sendok minyak tanah selama 2 hari.
Kemudian tambahkan 0.5 liter air dan saringlah. Simpanlah dikemasan yang tertutup dan simpanlah pada
tempat yang sejuk. Untuk menggunakannya campurkan 1 sendok the ramuan dengan 1 liter air. Hama
yang dapat dikendalikan adalah cacing, keong siput, ulat, ulat kubis, aphid dan kutu.

10. Jahe ( Fungisida )

Parut 1 Kg Jahe, 1 Kg Lengkuas, 1 Kg kunyit, 1 Kg labu siam, kemudian peras ambil airnya. Simpan
selama sehari semalam. Campur 20 cc larutan dengan 1 liter air non kaporit.

11. Kemangi

Rebus daun kemangi kemudian saring dan dinginkan. Bisa mengendalikan berbagai jenis serangga.

12. Jeruk Nipis ( Perangsang )

Kocok 2 butir kampung larutkan 1 Kg gula pasir dengan 1 liter air. Peras 4 Jeruk nipis ambil airnya,
kemudian aduk semua bahan jadi satu hingga rata. Larutkan 0,5 gelas ( lebih banyak lebih baik ) ramuan
dengan 14 liter air. Semprotkan pada tanaman menjelang terjadinya pembuahan ( sekitar 40 HST )
 Tujuan

 Mendapatkan / mengumpulkan hasil produksi yang baik

 Tingkat kehilangan dari 20% menjadi 10%

 Kualitas Gabah Organik 90%

 Alat & Bahan


Arit Nyiru

Terpal Ayakan

Banting Bertirai Karung

 Definisi : -
 Acuan
SRI
 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah


 Langkah-langkah

1. Petakan sawah dikeringkan 10 hari sebelum panen

2. Padi 90% masak / menguning

3. Padi dipanen menggunakan arit bergerigi

4. Dikumpulkan diterpal-terpal yang lebar

5. Kemudian dirontokan dengan menggunakan alat banting bertirai

6. Setelah rontok diayak dengan menggunakan ayakan untuk memisahkan dari jerami

7. Setelah itu ditapi untuk memisahkan dari buliran hampa

8. Setelah bersih, masukan kedalam karung lalu

9. Diangkut ke tempat penjemuran


 Tujuan
Menyimpan padi organik dengan baik dan tidak terkontaminasi dengan gabah non
organik
 Alat & Bahan
1. Mobil
2. Motor Roda Tiga
3. Palet untuk di Gudang
4. Karung
5. Lori
 Definisi
 Palet adalah tempat untuk penyimpanan padi yang telah kering yang terbuat dari
kayu
 Lori adalah alat untuk mengangkut gabah dari penjemuran yang terbuat dari besi.
 Acuan
SRI
Sekolah Lapang
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah –langkah

1. Setelah gabah kering, dimasukan kedalam karung

2. Diangkut ke gudang dengan menggunakan mobil, motor maupun lori

3. Setelah sampai digudang, gabah yang berada dalam karung disusun dalam palet dan
diberi kode tanggal masuk gudang
 Tujuan
Untuk mengeringkan gabah sehingga mencapai kadar air 12-13% dan kualitas gabah
yang baik dan kuat disimpan lama
 Alat & Bahan
1. Terpal
2. Susurung
3. Nyiru
4. Karung
 Definisi
Susurung adalah alat yang terbuat dari kayu untuk membolak balikan dan meratakan
gabah
Nyiru adalah alat yang terbuat dari anyaman bambu yang berbentuk bulat yang
berfungsi untuk mengumpulkan gabah dan untuk memasukan gabah ke dalam
karung
 Acuan
SRI
Sekolah Lapang
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

1. Siapkan penjemuran yang bersih dari bahan yang dapat mencemari gabah

2. Gabah dikeluarken dari dalam karung

3. Kemuadian simpan dan ratakan gabah dilantai penjemuran dengan ketebalan 5 Cm

4. Gabah dijemur selama 3 hari sampai kadar air mencapai antara 12-13%

5. Setelah kering, gabah dimasukan kedalam karung yang bersih lalu dijahit

6. Masukan ke dalam gudang


 Tujuan

Mendapatkan gabah organik yang baik

 Ruang Lingkup

1. Pemanenan 3. Pengangkutan 5. RMU

2. Pengeringan 4. Penyimpanan 6. Pengemasan

 Definisi

 Acuan

Brosur Panen dan Pasca Panen Dinas Pertanian Kab. Bandung

 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah


 Langkah-langkah :

1. Pemanenan :

 Panen pada waktu yang tepat

 Perhatikan umur tanaman, antara varietas yang satu dengan varietas lainnya
kemungkinan berbeda

 Hitung sejak padi mulai berbunga, biasanya panen jatuh pada hari ke 30-35 setelah
padi berbunga

 Jika 95% padi mulai menguning, segera panen dengan menggunakan sabit bergerigi.
Pengumpulan hasil panen menggunakan terpal kemudian padi dirontokan
menggunakan alat banting bertirai dan dipisahkan ( ditapi) dengan menggunakan
nampan ( nyiru ), setelah bersih dimasukan kedalam karung untuk selanjutnya
dijemur.
2. Pengeringan

 Jemur gabah diatas lantai jemur

 Ketebalan gabah 5-7 Cm

 Lakukan Pembalikan setiap 2 Jam sekali

 Pada musim hujan, gunakan pengering buatan

 Pertahankan suhu pengering 40˚C untuk mengeringkan benih

 Pertahankan suhu pengering 50˚ C untuk gabah konsumsi


3. Pengangkutan

Pengangkutan gabah kering giling yang sudah mencapai kadar air ± 12% dibersihkan
dari biji hampa, daun dan batang padi menggunakan nampan, kemudian dikemas
dalam karung untuk diangkut ke tempat gudang kelompok

4. Penyimpanan

 Simpan gabah dalam wadah yang bersih dalam lumbung/gudang, bebas hama, dan
memiliki sirkulasi udara yang baik

 Simpan gabah pada kadar air < 12%-13%


5. RMU
Gabah yang akan digiling, diperiksa kadar airnya, sebaiknya kadar air 12% - 13
%. Gabah dikeluarkan dari karung,dimasukan kedalam mesin pecah kulit
sebanyak 2 kali, setelah itu beras diayak ketempat pengayakan pecah kulit dan
dimasukan kedalam mesin pemisah menir dan beras kepala. Untuk kualitas baik
dipastikan beras pecahnya jangan melebihi 10% untuk beras putih. Untuk beras
merah, masukan ke dalam mesin pecah kulit sebanyak 3 kali, dan dimasukan
mesin polisher sebanyak 1 kali, setelah itu baru dimasukan kedalam mesin
pemisah beras menir dan beras kepala. Setelah itu beras siap dikemas.

6. Pengamasan
Beras yang sudah siap dikemas, ditimbang dalam timbangan digital sesuai
dengan pesanan, antara lain dalam kemasan plastik yang kemasan 1, 2 dan 5
Kg, lalu di vacum dan diberi label. Dipastikan tidak ada kemasan yang bocor.
Beras yang sudah dikemas kemudian dipasarkan oleh distributor kami yaitu
PT.Sarinah Agro Mandiri
 Tujuan
Mendapatkan beras yang berkualitas bagus
 Alat & Bahan
1. Rice Milling alat pemecah kulit
2. Pelysher
3. Ayakan pemisah gabah & Beras
4. Ayakan pemisah beras kepala & beras patah
5. Lori
 Definisi
 Lori adalah alat untuk mengangkut gabah dari penjemuran yang terbuat dari besi
 Polysher adalah mesin huller untuk mendapatkan kualitas gabah yang bagus
 Acuan
SRI
Sekolah Lapang
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

1. Gabah diangkut dari gudang ke tempat penggilingan pemecah kulit dengan memakai
lori

2. Setelah dipecah kulit beras dimasukan kedalam ayakan pemisah gabah dan beras.
Setelah dipisahkan antara beras dan gabah, gabah dimasukan kembali kedalam mesin
pemecah kulit

3. Beras yang sudah pecah kulit dimasukan kedalam polisher dengan ukuran beras putih
atau beras merah sesuai dengan pesanan

4. Setelah itu beras diayak dengan menggunakan ayakan pemisah beras kepala dan
beras patah

5. Beras kepala dan beras patah disimpan secara terpisah

6. Beras kepala dimasukan dalam karung dan siap dikemas


 Tujuan
Untuk mendapatkan beras yang berkualitas bagus dengan tampilan kemasan yang
menarik
 Alat & Bahan
1. Plastik Kemasan
2. Timbangan Digital
3. Vacum Siller
4. Mal
5. Stiker Kemasan
6. Lori
7. Rumah Kemasan
 Definisi
 Lori adalah alat untuk mengangkut gabah dari penjemuran yang terbuat dari besi
 Mal adalah cetakan untuk beras yang terbuat dari fiber
 Acuan
SRI & Sekolah Lapang
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

1. Beras yang siap dikemas diangkut ke rumah kemasan dengan menggunakan lori

2. Kemudian beras dimasukan kedalam plastik kemasan ( ukuran 1 Kg, 2 Kg, dan 5 Kg )
sesuai dengan pesanan

3. Setelah itu beras didalam plastik ditimbang dan dicetak dengan menggunakan Mal

4. Setelah dicetak, beras dimasukan dalam Vacum Siller

5. Setelah itu beras yang sudah siap, diberi label dan dimasukan kedalam dus

6. Beras siap dipasarkan


 Tujuan
Agar gudang dalam keadaan bersih dan tidak tercemar, dan untuk menjaga kualitas
gabah / beras organik
 Alat & Bahan
1. Ember
2. Sapu
3. Lap
4. Tempat Sampah
 Definisi

 Acuan
SNI
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

1. Setiap operasional selesai, tempat penggilingan dibersihkan dengan menggunakan


sapu

2. Setelah disapu mesin giling dilap dengan air dan temat penggilingan dipel (dipastikan
tidak menggunakan bahan kimia )
 Tujuan
Untuk pengendalian beberapa jenis penyakit tanaman, yang paling utama dapat
mengendalikan penyakit BLB / Penyakit kresek pada tanaman padi

 Alat dan Bahan

3 Kg Kentang KMn04 ( Larutan PK ) Jerigen / Galon

10 Liter Air Aerator ( Fermentator ) Jarum Ose

150 Gr Gula Pasir Selang Kecil ± 3 meter Lampu Spirtus

2,5 Sdm Minyak Sayur Sambungan selang Bebtuk Alkohol


L
Starter Bakteri Corynebacterium Botol Air Mineral Bekas Aquades

Malam ( Mainan ) / Lilin Glass Woll/ Kapas Utk Incase


Aquarium
 Definisi

Starter Corynebacterium adalah agen antagonis ( Agen Hayati ) yang bernama


Corinebacterium yang bisa diperbanyak

Aerator adalah alat untuk membuat gelembung udara

 Acuan

Balai Besar Peramalan OPT Jati Sari Karawang

 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah


 Langkah-langkah

 Cara membuat media cair Ekstrak Kentang Gula ( EKG )

a. Kentang dengan berkualitas yang baik sebanyak 3 Kg dikupas kulitnya lalu cuci
bersih, setelah itu potong dadu

b. Rebus potongan kentang dalam air bersih sebanyak 10 liter hingga kentang lunak
atau selama ± 20 menit

c. Setelah lunak lalu saring kentang dan ambil ekstraknya

d. Tambahkan gula pasir sebanyak 150 gram pada ekstrak kentang, kemudian didihkan
kembali

e. Setelah mendidih angkat lalu dinginkan


A. Cara Aplikasi

 Perlakukan benih ( perendaman ) selama ± 15 menit

 Pada persemaian : 10 – 20 hari setelah semai

 Pada pertanaman padi umur 14,28, dan 42 hari setelah tanam

 Aplikasi dapat dicampur dengan perekat baik perekat buatan sendiri ( kanji / Aci )

B. Dosis Aplikasi

 Penggunaan larutan Corynebacterium SP : 10 – 15 Liter

 Untuk pengendalian/Aplikasi dilapangan menggunakan dosis 2,5 liter/Ha dengan


volume semprot antara 500-600 liter

C. Waktu Aplikasi

 Dilakukan pada sore hari, mulai pukul 15.00

 Hindari aplikasi pada siang hari untuk mencegah pengaruh sinar matahari langsung
D. Kebutuhan Corynebacterium per Ha tanaman padi

1 Perendaman benih 25 Kg memerlukan ± 25 liter x 5 ml = 125 ml = 0,125 Liter

2 Persemaian : 1 kali 500m/10.000 m x2500 ml = 0,125 Liter

3 Pertanaman 3 x 2.5 Liter = 7,5 Liter

Jumlah Kebutuhan = 8 Liter


 Tujuan
Untuk menekan atau pengendalian penyakit kresek / BLB / Hawar Daun

 Alat & Bahan


1. Cairan Coryne Bacterium
2. Jolang Besar
3. Handsprayer
4. Air

 Definisi
Cairan Coryne Bacterium adalah agen antagonis ( Agen Hayati ) yang bernama
Corinebacterium yang telah diperbanyak

 Acuan
Balai besar peramalan OPT Jati Sari Karawang

 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Pembuatan Rangkaian Permentasi

1. Semua peralatan yang akan digunakan disterilkan terlebih dahulu

2. Buat larutan dengan mencampurkan seujung sendok the KmnOa dengan 1 liter air
bersih. Siapkan botol air mineral bekas, selang kecil, sambungan L, malam/lilin, glass
wool/kapas aquarium, dan aerator.

3. Buat rangkaian permentasi sederhana

 Inokulasi starter Corynebacterium SP pada EKG

1. Siapkan testube starter Corynebacterium ( 1 tube untuk 5 liter air EKG ), alkohol 70%,
lampu spirtus, aquades, dan jarum ose didalam incase yang telah dibersihkan dengan
alkohol terlebih dahulu hingga koloni bakteri yang ada didalamnya larut

2. Tambahkan Aquades kedalam starter, kemudian kocok dengan jarum ose yang telah
dipanaskan terlebih dahulu hingga koloni bakteri yang ada didalamnya larut
3. Masukan larutan bakteri tersebut kedalam galon/jerigen yang telah berisi EKG, lalu
tambahkan minyak sayur sebanyak 2,5 sendok / 10 liter EKG

4. Tutup rapat galon/jerigen kemudian pasang dalam rangkaian fermentasi yang telah
disiapkan. Gunaan malam/lilin pada setiap sambungan selang agar tidak ada udara
dari luar yang masuk kedalam rangkaian

5. Fermentasikan selama 14 hari ( selama proses permentasi aerator tidak boleh mati ).
 Tujuan
Untuk mengendalikan hama tikus, sehingga tidak terjadi serangan yang merugikan
petani
 Alat & Bahan
1. Alat Emposan
2. Blerang
3. Sabut Kelapa
4. Cangkul
5. Linggis
6. Alat Pemukul
 Definisi
Emposan adalah alat yang terbuat dari kaleng atau plastik untk pengasapan ke
lubang-lubang tikus
 Acuan
Sekolah Lapang /SLPTT
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah-langkah

Ada beberapa cara untuk pengendalian hama tikus :

1. Cara Gropyokan

a. Cari lubang yang diperkirakan tikus berada

b. Dibongkar dengan memakai cangkul atau linggis

c. Tikus keluar, diburu dengan memakai anjing atau dipukul

d. Setelah tikus mati, tanah yang dibongkar dibereskan kembali

2. Cara Pengasapan

a. Cari lobang tikus yang masih aktif

b. Sediakan belerang dan sabut kelapa

c. Belerang dibungkus dengan sabut kelapa, dan dimasukan kedalam emposan


tikus

d. Emposan dibakar, setelah keluar asap

e. Asap dimasukan kedalam lobang tikus dengan cara diputar

f. Setelah asap tersebut masuk kedalam lubang, lobang tius ditutup dengan tanah
lumpur sampai asap tidak keluar.
 Tujuan

Untuk mendapatkan air yang bebas dari polusi ( Air Bersih )

 Alat & Bahan

1. Kolam yang luasnya sesuai dengan debit air

2. Eceng Gondok

3. Batu Zeolit

4. Kuluwung

5. Bambu

 Definisi

Eceng Gondok adalah tanaman air yang bisa menyerap racun yang terdapat didalam air

Batu Zeolit adalah batu yang berwarna hijau muda yang fungsinya untuk menetralisir air

Kuluwung adalah alat yang terbuat dari betonan/paralon besar untuk mengairi ke sawah
 Acuan

Sekolah Lapang / SLPTT

 Penanggung Jawab

Kelompok Tani Organik Sarinah

 Langkah-langah

1. Persiapkan kolam yang letaknya berdekatan dengan sumber air ( sebelum air dialirkan
ke sawah ) harus melalui kolam penyaringan terlebih dahulu

2. Kolam penyaringan dibuatkan 2 bagian, kolam kecil uuran ( 50Cm x panjang kolam )
untuk tempat zeolit, dan kolam yang besar untuk tumbuhan eceng gondok

3. Dibuatkan kuluwung dari kolam kesawah dengan memakai saringan yang terbuat dari
bambu

4. Setiap 3 bulan sekali lumpurnya dibersihkan, tanaman eceng gondok dan zeolit
diganti dengan yang baru
 Tujuan
Menyiapkan tanah untuk dijadikan media tanam yang baik
 Alat & Bahan
1. Cangkul
2. Garukan
3. Traktor dan peralatannya
4. Kerbau dan peralatannya
 Definisi
 Pengolahan Sawah adalah persiapan media tanah untuk pertanaman
 Singkal adalah proses pembalikan tanah
 Acuan
Program Budidaya secara SRI
Pedoman Budidaya Padi Sawah ( Brosur SLPTT )
SNI Pangan Organik
 Penanggung Jawab
Kelompok Tani Organik Sarinah
 Langkah- langkah

1. Membersihkan Pematang

2. Pembajakan awal oleh kerbau

3. Pemopokan Galengan

4. Pembajakan kedua kali oleh traktor

5. Meratakan lahan sawah oleh garukan


 Sebelum menjadi beras gabah melewati 2 – 3 tahap penggilingan

 Proses pertama hanya membuang sekam, menghasilkan beras pecah kulit (PK). Pada
tahap ini beras PK masih bercampur dengan sekitar 12% gabah yang sekamnya belum
terkelupas. Agar betul-betul bersih beras campur gabah ini harus masuk mesin
penggilingan 1-2 kali lagi. Karena bolak balik digiling, lapisan kulit ari ikut terbuang
menjadi dedak ( campuran antara bekatul dan sekam )

 Agar bekatul terpisah dari sekam, dedak harus diayak lebih dulu, semakin halus
ayakan, bekatul semakin terpisah. Sayangnya, semakin halus ayakan, hasilnyapun
semakin sedikit. Setelah diayak, bekatul diproses dengan cara di ongseng/disangrai (
bahasa Sunda ) lalu dinginkan. Setelah itu bekatul siap dikonsumsi sebagai makanan
tambahan, karena bekatul kaya akan kandungan protein, mineral, lemak, vitamin,
vitamin B komplek ( B1,B2,B3,B5,B6, dan B 15 ) Vitamin E ( Tokoferol ), gamma-
oryzanol, asam ferulat serta serat pencernaan ( Dietary Fibres )
1. Produksi Gabah
13,7 Ha x Rp. 7.000 Kg/Ha x 2 Musim = 191.800 Kg / Tahun / GKP
Susut Jemur : 17% x 191.800 Kg/Tahun = 159.194 Kg/ Tahun /GKG

2. Produksi Bekatul
100 Kg Gabah menghasilkan 2 Kg Bekatul

3. Hasil Bekatul Pertahun


159,194 Kg/Tahun x 2 Kg = 3,183 Kg Bekatul
100 Kg