Anda di halaman 1dari 16

Sistm Perkemihan

KELOMPOK 1
PSIK REG.B

By: kelompok 2
KONSEP TEORI
EMBRYOGENESIS RENAL DAN ANOMALY RENAL

Ginjal merupakan organ pada tubuh manusia yang


menjalankan banyak fungsi untuk homeostatis yang
terutama adalah sebagai organ ekskresi.
Ada tiga pembentuk sistem ginjal selama fase organogenesis,
berturut-turut dari kranial ke kaudal yaitu: pronefros,
mesonefros, dan metanefros.

 Pronefros akan menghilang pada akhir minggu ke-4.


 Mesonefros berasal dari mesoderm intermedia segmen
dada hingga
 Metanefros adalah cikal-bakal ginjal.
 Pembentukan kandung kemih
Kandung kemih terbentuk dari sinus urogenitalis, yang merupakan hasil
pemisahan kloaka menjadi dua bagian: sinus anorektal dan sinus
urogenital. Sinus urogenital sendiri terdiri dari tiga bagian: bagian atas
membentuk kandung kemih, sinus urogenitalis bagian panggul (pada pria
membentuk uretra) dan membentuk sinus urogenitalis (bagian penis)
 Pembentukan uretra
Uretra terbentuk dari endoderm (bag. epitel) dan mesoderm spanknik
(bag. jaringan penyambung dan otot polos).
Akhir bulan ke-3, epitel uretra membentuk tonjolan keluar, yang pada
laki-laki akan membentuk kelenjar prostat sedang pada perempuan
membentuk kelenjar uretra dan parauretra.
 Posisi ginjal
Awalnya ginjal berada di daerah panggul, namun seiring dengan
pertumbuhan tubuh di daerah lumbal dan sakral maka ginjal
berangsung-angsur naik ke rongga perut.
Anomali ginjal
Anomali-anomali kongenital yang sering terjadi pada sistem
urinarius antara lain sebagai berikut:
 Ginjal polikistik, yaitu adanya kista-kista di ginjal yang
menyebabkan insufisiensi.
 Agenesis ginjal, yaitu kegagalan pembentukan ginjal dan
dapat bersifat unilateral maupun bilateral.
 Duplikasi ureter parsial atau lengkap.
 Ureter ektopik, yaitu ureter yang ujungnya tidak
bermuara ke kandung kemih melainkan organ-organ lain
seperti uretra atau vagina.
 Ginjal tapal kuda, yaitu ujung kaudal kedua ginjal
mengalami penyatuan
 Arteri renalis asesorius, yaitu menetapnya pembuluh-
pembuluh darah embrional pada ginjal.
 Fistula/kista/sinus urakus, yaitu fistula/kista/sinus yang
terbentuk antara kandung kemih dan lumen allantois.
 Ekstrofi kandung kemih, yaitu mukosa kandung kemih
yang terpajan ke udara luar.
MACAM-MACAM KELAINAN PADA GINJAL :
Pada saat pembentukan ginjal bisa terjadi sejumlah kelainan:
 Ektopik : ginjal tidak terletak pada tempat yang seharusnya
 Malrotasi : ginjal berada pada posisi yang salah
 Horseshoe kidney : kedua ginjal bersatu
 Agenesis ginjal : ginjal tidak terbentuk
 Sindroma Potter : kedua ginjal tidak terbentuk
 Penyakit ginjal polikistik : ginjal mengandung banyak kista
Kelainan yang mungkin ditemukan pada ureter (saluran kemih yang
menghubungkan ginjal dengan kandung kemih):
 Ekstra ureter
 Misplaced ureter
 Epispadia
 Hipospadia
KONSEP DASAR
HORSE KIDNEY

DEFINISI :
Horseshoe Kidney (Ginjal Tapal Kuda) juga dikenal dengan fusi
renal atau super kidney adalah kelainan kongenital yang dapat
menyerang 1dari 400 orang. Pada kelainan ini, ginjal pasien
berfusi hingga menyerupai bentuk tapal kuda selama
perkembangan janin di dalam rahim
ETIOLOGI
Ginjal terbentuk dari metanephros pada minggu kelima dari kehidupan
embryonal. Ginjal tapal kuda terjadi sebagai akibat penyatuan dari renal
blastema (nephroblast = tunas ginjal) pada minggu ke-8 sampai ke-10.
Kelainan ini terjadi jika kutub inferior ginjal berfusi. Ginjal yang berfusi
tidak dapat bergerak ke atas ke posisi dewasa secara fisiologis karena
ginjalnya tertahan pada pembuluh darah mesenterik inferior.
Dalam pertumbuhannya, ginjal bergerak menuju ke-cranial sambil
berputar 90 derajat.tetapi apabila terjadi penyatuan pada pole bawah, ginjal
tersebut tidak akan mencapai tempatnya yang normal, terhalang pada
isthmusnya oleh arteri messenterica superior. Karena kedua pole bawahnya
bersatu, maka masing-masing ginjal tidak dapat melakukan rotasi 90
derajat.
“pelvis renalis yang seharusnya menghadap ke medial jadi
menghadap ke depan dan letak ureter di depan isthmus. Juga letak
kedua ginjal menjadi lebih berdekatan dan sumbu memanjangnya
arahnya sejajar atau menguncup ke bawah.”
MANIFESTASI KLINIS

Gejala-gejala klinis yang terjadi disebabkan oleh adanya


tekanan pada ureter oleh bagian yang menghubungkan kedua
ginjal (isthmus), yang mengakibatkan terjadinya obstruksi
aliran kemih. Gejalanya bisa berupa haematuria dan kolik
abdomen yang disebabkan hidronephrose, penyakit infeksi
pada ginjal dan batu ginjal.
Lanjutan....
 Obstruksi ginjal: dikarenakan penempatan ureter yang
abnormal dapat menyebabkan obstruksi dan pelebaran ginjal.
 Infeksi ginjal: berhubungan dengan refluks vesikouretral.
 Batu ginjal: Orientasi yang menyimpang dari ginjal
dikombinasikan dengan aliran urin yang lambat dan obstruksi
ginjal dapat menyebabkan batu ginjal.
 Kanker ginjal: Peningkatan resiko dari kanker ginjal
khususnya tumor Wilm’s, karsinoma sel transisional dan
kadang kala tumor karsinoid.
 (Hardinata, 2012)
PENATALAKSANAAN
 Studi Laboratorium
Setelah ginjal tapal kuda didiagnosis atau dicurigai, laboratorium lebih lanjut dan
evaluasi pencitraan harus dilakukan untuk menilai status ginjal dan untuk mencari
penyebab yang dapat diobati patologi ginjal.

 Studi Imaging
Pyelography intravena (IVP) dan CT scan (CT scan dari perut dan panggul, dengan
dan tanpa kontras intravena) adalah studi radiologis terbaik awal untuk menentukan
fungsi anatomi ginjal.
KONSEP TEORI
ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN ANOMALY RENAL

 Pengkajian Riwayat penyakit


 Data Biografi dan Demografi  Tumor wilms
 Tumor karsinoid
 Jenis kelamin
 Batu ginjal
 Umur
 Infeksi saluran kemih
 Status perkawinan
 Gagal ginjal
 Kebudayaan/ suku
 dll

 Riwayat penyakit
Keluhan utama
Nyeri abdomen
Mual/ muntah
Nyeri saat miksi
Anorexia
Kelelahan
Resah
Kandung kemih terasa penuh
Distensi abdomen
 Aktivitas / Istirahat  Integritas Ego
 Gejala  Gejala
 Kelemahan dan atau keletihan  Faktor stres
 Penurunan Kemampuan  Masalah tentang perubahan dalam penampilan
 Menyamakan diagnosis, perasaan tidak berdaya,
 Ketidakmampuan mempertahankan rutinitas putus asa, tidak mampu, tidak bermakna, rasa
 Kurang energi bersalah, kehilangan kontrol derepsi
 Sulit berkonsentrasi/gerakan berlebihan
 Ketidakmampuan untuk memprertahankan
aktivitas fisik  Tanda
 Sirkulasi menarik diri
 Gejala Wajah tegang
 Palpitasi  Eliminasi
 perubahan pada TD
 Gejala
 Konjungtiva dan membrane mukosa pucat Perubahan pada pola defekasi mis. Nyeri pada saat
 Nadi meningkat miksi, Urine output sedikit / tidak ada
 Penurunan pengisian kapiler  Tanda
distensi abdomen
 Makanan atau Cairan  Neurosensori
 Gejala  Gejala
 Pusing, sinkope
 Kebiasaan diet buruk  Nyeri /Kenyamanan
 Anoreksi mual atau muntah
 Gejala
 Perubahan pada berat badan, penurunan
berat badan, kaleksia, kurangnya masa otot  :
 Penurunan BB yang tiba-tiba  nyeri abdomen

 Penurunan turgor kulit  Posisi untuk menahan nyeri


 Membrane mokosa mulut / kulit kering  Tingkah laku berhati-hati
 Data lab abnormal  Terfokus pada diri sendiri
 Hb, albumin, tansferin, dll.  Respon autonom ( seperti diaphoresis,
perubahan nafas, nadi, dan dilatasi pupil
 Tanda )
 Perubahan pada kelembapan atau turgor
kulit  Tingkah laku ekspresif ( contoh :
gelisah, merintih, menangis, waspada,
iritable, nafas panjang/berkeluh kesah
).
 Pernafasan  Pemeriksaan penunjang
 Gejala
 Studi Laboratorium
 Takipneu  Studi Imaging
 Interaksi Sosial
 Gejala
 Ketidakadekuatan atau
kelemahan sistem pendukung
 Masalah tentang fungsi atau
tanggung jawab peran.

Doenges, 2000 : 997)