Anda di halaman 1dari 25

PENGADAAN

BARANG DAN JASA

Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman


Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2 0 1 7
REVIEW
JUDUL DAN ISI USULAN & REKOMENDASI USULAN MATERI PELATIHAN

PENGADAAN BARANG DAN JASA 1) Penyajian materi lebih terstruktur PENGADAAN BARANG DAN JASA
 Definsi : Pengadaan barang dan jasa, 2) Perlu penambahan  Definisi
swakelola /penggabungan materi :  Dasar hukum (Perpres dan Juknis)
 Isi kontrak  Transaparansi dan Akuntabilitas  Isi kontrak
 Distribusi anggaran (Pencegahan Korupsi)  Struktur anggaran
 Prinsip pengadaan barang dan jasa  Panitia
 Panitia pengadaan barang dan jasa  Tugas dan wewenang
 Tugas dan Wewenang  Prinsip pengadaan barang dan jasa
 Survey harga  Transparansi dan akuntabilitas
 Jadwal pengadaan (Pencegahan korupsi)
 Mekanisme pengadaan  Tahapan pengadaan
 Pengadaan tenaga kerja  Termijn
 Perpres pengadaan barang & Jasa  Jadwal pengadaan
 Termijn  Mekanisme pengadaan
 Pengadaan tenaga kerja
 Pelaporan
 Transparansi & akuntabilitas
(pencegahan korupsi)

2
KURIKULUM
SUBSTA
NO POKOK BAHASAN SUB POKOK BAHASAN TUJUAN
NSI
1. Peserta Memahami Definisi Pengadaan Barang dan Jasa

Definisi Umum dan landasan 2. Peserta memahami landasan Pengadaan barang dan Jasa
1.1
hukum dan Prinsip
3. Peserta memahami prinsip-prinsip sederhana Pengadaan Barang secara
swakelola
Materi PB 14 Pengadaan 1. Peserta Memahami dan dapat menjelaskan Tugas wewenang dari
II Panitia , tugas dan
Dasar Barang/ Jasa Panitia Pengadaan Barang /Jasa
1.3 wewenang dan mekanisme
2. Peserta memahami mekanisme dan penjadwalan pengadaan barang
Pengadaan Barang dan Jasa
dan jasa
1. Peserta memahami prinsip-prinsip anti korupsi
1.4 Pencegahan korupsi
2. Peserta memahami prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas

3
DEFINISI
1. Pengertian Pengadaaan Barang dan Jasa menurut PERPRES No. 54 Tahun 2010 beserta
perubahannya beserta petunjuk teknisnya Adalah kegiatan untuk memperoleh Barang/ Jasa
oleh Kementerian/ Lembaga/ Satuan Kerja Perangkat Daerah/ Institusi yang prosesnya dimulai
dari perencanaan kebutuhan sampai diselesaikannya seluruh kegiatan untuk memperoleh
Barang/Jasa.
2. Pengadaan Barang dan Jasa Swakelola adalah Pengadaan Barang/Jasa dimana pekerjaannya
direncanakan, dikerjakan dan/atau diawasi sendiri oleh K/L/D/I sebagai penanggung jawab
anggaran, instansi pemerintah lain dan/atau Kelompok Masyarakat.

Catatan : Kontrak Pengadaan Barang/Jasa adalah perjanjian tertulis antara PPK dengan Penyedia
Barang/Jasa atau Pelaksana Swakelola.
ISI KONTRAK
PENGADAAN BARANG / JASA
Dalam klausul kontrak pengadaan barang/ jasa harus menjelaskan ataupun menerangkan
hal-hal sebagai berikut :
1. Pihak yang terlibat, dalam hal ini diwakili oleh pihak 1 ( Pihak Pemberi Pekerjaan ),
dan Pihak Ke -2 ( Pihak Pemasok Barang / Pekerjaan )
2. Pokok Pekerjaan, menguraikan pekerjaan yang harus di penuhi oleh pihak ke-2 atau
pemenuhan barang yang harus disediakan oleh pihak ke-2 sesuai dengan standar
yang sudah
3. Nilai Pekerjaan, menguraikan tentang nilai pekerjaan serta mekanisme cara
pembayaran
4. Jangka Waktu Pelaksanaan, adalah batasan waktu yang harus dapat dipenuhi oleh
pihak penerima kerja ( Pihak Ke-2 )
5. Hak dan kewajiban para pihak menjelaskan tentang hak yang diterima dan Kewajiban
yng harus dipenuhi oleh semua pihak
PRINSIP
PENGADAAN BARANG JASA

EFESIEN,
EFEKTIF, TRANSPARAN,
TERBUKA, AKUNTABEL

BERSAING,
ADIL/ TIDAK DISKRIMATIF
TIM/PANITIA
PENGADAAN BARANG DAN JASA
Pembentukan Tim Pengadaan
 Tim/ Panitia Pengadaan ditentukan didalam Rembug Warga dan
tertuang dalam Berita Acara Rembug
 Tim/ Panitia Pengadaan diperbolehkan:
1. Bukan PNS dan
2.Tidak memiliki Sertifikat Pengadaan Barang dan Jasa
3.Tim Pengadaan Barang Berjumlah Ganjil
Tim / Panitia Pengadaan
KETUA

SEKRETARIS

ANGGOTA
TUGAS DAN WEWENANG
TIM PENGADAAN BARANG/ JASA
• Bertanggung jawab dalam melaksanakan survey harga pasar
material setempat;
• Mengundang supplier (penyedia barang) untuk mendapatkan
informasi harga dan kualitas barang;
• Melaksanakan kegiatan proses pengadaan barang sesuai
dengan atau pekerjaan konstruksi.
• Mendokumentasikan dan dapat mempertanggung jawabkan
hasil /proses pengadaan barang kepada Masyarakat
SURVEY HARGA

Survey Harga bertujuan sebagai acuan dalam penyusunan RAB dan juga acuan dalam
penentuan harga yang akan digunakan dalam penyusunan RAB
JADWAL
PENGADAAN BARANG/ JASA

RKM, Perencanaan
Teknis dan
Penyusunan RAB

SURAT NEGOSIASI SPK / KONTRAK


PENAWARAN HARGA
Pengadaan
Barang dan Jasa
Catatan : Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Barang
dilaksanakan ketika semua dokumen RKM/ RAB yang
berisi tentang semua kebutuhan sudah di setujui oleh
Pelaksanaan Fisik PPK/ Satker
Konstruksi
MEKANISME PENGADAAN

NOMINAL
NO CARA PENGADAAN BUKTI PERIKATAN
(Juta)

1 x < 10 PENGADAAN LANGSUNG NOTA/ BUKTI PEMBELIAN

2 10 < x < 50 PENGADAAN LANGSUNG KWITANSI

3 50 < x < 200 PENGADAAN LANGSUNG SURAT PERINTAH KERJA (SPK)

4 200 < x < 5.000 PELELANGAN SEDERHANA / PEMILIHAN LANGSUNG KONTRAK


TATA CARA PENGGUNAAN MATERAI

Bea Meterai merupakan pajak yang dikenakan terhadap dokumen yang


menurut UU No 13 Tahun 1985 dan PP No 24 Tahun 2000 terkait Bea
Meterai menjadi objek Bea Meterai dengan batasan sebagai berikut:
a. sampai dengan Rp 250.000,00 tidak dikenakan Bea Meterai;
b. lebih dari Rp 250.000,00 s/d Rp 1.000.000,00 dikenakan Bea Meterai
dengan tarif sebesar Rp 3.000,00;
c. lebih dari Rp 1.000.000,00, dikenakan Bea Meterai dengan tarif sebesar
Rp 6.000,00.
Pengadaan Tenaga Kerja

Dilakukan dengan:
• Pengumuman Penerimaan Tenaga Kerja
• Mengutamakan tenaga kerja setempat
• Menunjuk langsung berdasarkan Rembug Warga
DASAR PENGADAAN BARANG /JASA

Secara umum Pengadaan Barang dan Jasa oleh masyarakat mengikuti


ketentuan sesuai:
1. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 serta perubahannya.
2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 07/PRT/M/2011 serta
perubahannya.
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK/2015.
4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 173/PMK/2016
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
24/PRT/M/2016.
SYARAT PENCAIRAN DANA TERMIN
• Termin I ( 40% dari Total Anggaran )
Syarat:
1. Rencana Kerja Masyarakat/ RKM
2. Rencana Penggunaan Dana Termin I ( RPD1)
3. Rencana Anggaran Biaya/ RAB
• Termin II ( 30 % dari Total Anggaran )
syarat:
1. Pertanggung jawaban laporan Penggunaan Dana Termin I ( Berita Acara LPD termin I )
2. Progress fisik sudah mencapai 30%
3. Rencana Penggunaan Dana Termin II ( RPD II )
• Termin III ( 30 % dari Total Anggaran )
syarat:
1. Pertanggung jawaban laporan Penggunaan Dana Termin I ( Berita Acara LPD termin II )
2. Progress fisik sudah mencapai 60%
3. Rencana Penggunaan Dana Termin III ( RPD III )
PRINSIP-PRINSIP
ANTI KORUPSI 16
Transparansi

Akuntabilitas Kewajaran
PRINSIP-PRINSIP
ANTI-KORUPSI

Kontrol Aturan
Aturan Main
Main

17
Akuntabilitas
• Akuntabilitas mengacu pada kesesuaian antara
aturan dan pelaksanaan kerja
• Semua lembaga mempertanggungjawabkan
kinerjanya sesuai aturan main baik dalam bentuk
konvensi (de facto) maupun konstitusi (de jure),
baik pada level budaya (individu dengan individu)
maupun pada level lembaga.

18
Transparansi
 Transparansi merupakan prinsip yang
mengharuskan semua proses kebijakan dilakukan
secara terbuka, sehingga segala bentuk
penyimpangan dapat diketahui oleh publik.
 Transparansi menjadi pintu masuk sekaligus
kontrol bagi seluruh proses dinamika struktural
kelembagaan.
 Dalam bentuk yang paling sederhana, transparansi
mengacu pada keterbukaan dan kejujuran untuk
saling menjunjung tinggi kepercayaan (trust).

19
Perlunya Keterlibatan masyarakat dalam proses
transparansi:
 Proses penganggaran yang bersifat bottom up, mulai dari perencanaan, implementasi,
laporan pertanggungjawaban dan penilaian (evaluasi) terhadap kinerja anggaran.
 Proses penyusunan kegiatan atau proyek pembangunan. Hal ini terkait pula dengan
proses pembahasan tentang sumber-sumber pendanaan (anggaran pendapatan) dan alokasi
anggaran (anggaran belanja).
 Proses pembahasan tentang pembuatan rancangan peraturan yang berkaitan dengan
strategi penggalangan (pemungutan) dana, mekanisme pengelolaan proyek mulai dari
pelaksanaan tender, pengerjaan teknis, pelaporan finansial dan pertanggungjawaban secara
teknis.
 Proses pengawasan dalam pelaksanaan program dan proyek pembangunan yang berkaitan
dengan kepentingan publik dan yang lebih khusus lagi adalah proyek-proyek yang
diusulkan oleh masyarakat sendiri.
 Proses evaluasi terhadap penyelenggaraan proyek yang dilakukan secara terbuka dan
bukan hanya pertanggungjawaban secara administratif, tapi juga secara teknis dan fisik dari
setiap out put kerja-kerja pembangunan.

20
Kontrol Masyarakat sangat diperlukan
Proses Perencanaan
Program Pembangunan,
Anggaran Pendapatan
dan Anggaran Belanja Negara
atau Daerah

Evaluasi dan Penilaian Implementasi


Kinerja Anggaran
Kontrol Alokasi Sektor,
Out Come Jangka Pendek Masyarakat Pelaksanaan,
& Jangka Panjang serta Pengawasan Format

Laporan Pertanggungjawaban
Out Put
(Teknisi Fisik dan Administrasi)
Fairness

Prinsip fairness ditujukan untuk


mencegah terjadinya manipulasi
(ketidakwajaran) dalam
penganggaran, baik dalam bentuk
mark up maupun ketidakwajaran
lainnya.
Lima Langkah Penegakan Prinsip Fairness

1. Komprehensif dan disiplin yang berarti mempertimbangkan keseluruhan aspek,


berkesinambungan, taat asas, prinsip pembebanan, pengeluaran dan tidak melampaui
batas (off budget).
2. Fleksibilitas yaitu adanya kebijakan tertentu untuk efisiensi dan efektifitas.
3. Terprediksi yaitu ketetapan dalam perencanaan atas dasar asas value for money dan
menghindari defisit dalam tahun anggaran berjalan. Anggaran yang terprediksi
merupakan cerminan dari adanya prinsip fairness di dalam proses perencanaan
pembangunan.
4. Kejujuran yaitu adanya bias perkiraan penerimaan maupun pengeluaran yang
disengaja, yang berasal dari pertimbangan teknis maupun politis. Kejujuran merupakan
bagian pokok dari prinsip fairness.
5. Informatif, yaitu adanya sistem informasi pelaporan yang teratur dan informatif sebagai
dasar penilaian kinerja, kejujuran dan proses pengambilan keputusan. Sifat informatif
merupakan ciri khas dari kejujuran.
PENUTUP

“MEMPEROLEH BARANG DAN JASA YANG SESUAI


SPESIFIKASI TEKNIS DENGAN CARA YANG BAIK,
DILAKSANAKAN OLEH MASYARAKAT SECARA
TERBUKA”

KITA
BISA

PASTI
BISA !

HARUS
BISA !