Anda di halaman 1dari 216

Etika & Hukum Kesehatan

Hj. Chairiyah HD., SH., S.Si.T., M. Kes.


H. Syamsuddin Alan., SH., M.Kes.
FKM UNISKA BANJARMASIN
BAGIAN I (PENGANTAR)
Manusia Pendukung Kepentingan

Manusia adalah makhluk


biopsikososial-spiritual.
Manusia adalah jasmani dan
ruhani
Sebagai makhluk biologis,
manusia hidup tumbuh dan
berkembang.
Sebagai makhluk psikologis
manusia mempunyai jiwa,
mental/perasaan
Sebagai makhluk sosial manusia
bermasyarakat
Sebagai makhluk spiritual
mempercayai adanya Tuhan YME
Sebagai makhluk jasmani
manusia memiliki organ-organ
fisik/jasmaniah.
Sebagai makhluk ruhani manusia
terdiri atas: Kodrat alam, kodrat
budaya dan dunia nilai.
Kodrat alam manusia adalah
karsa atau kehendak. Manusia
selalu berkehendak..
Agar kehendak dapat diatur
dan dikendalikan lahirlah ETIKA
yang terdiri dari: religi,
akhlak, sopan santun, dan
aturan-aturan.
Dengan etika manusia
memperoleh keadilan
Kodrat budaya manusia adalah
cipta.
Dengan rasio, akal dan pikiran
manusia belajar untuk
memperoleh ilmu pengetahuan.
Dengan ilmu pengetahuan
manusia mendapatkan
kebenaran. (kebenaran ilmiah).
Dunia nilai manusia adalah
rasa.
Dengan rasa manusia dapat
mengekspresikan perasaan dan
emosi.
Dengan perasaan dan emosi,
manusia mengerti estetika dan
menyukai keindahan.
Norma-norma di Masyarakat.
Dalam bermasyarakat manusia ingin
memenuhi kepentingan masing-
masing
Dalam memenuhi kepentingan setiap
orang memerlukan orang lain.
Untuk berhubungan dengan orang
lain itu perlu aturan agar tidak
terjadi tabrakan kepentingan.

Aturan tersebut timbul dalam bentuk


norma.
Empat macam norma yang
mengatur kontak kepentingan
antar manusia; yaitu:

1. Norma Susila; adalah norma


yang paling tua, sama tua
dengan adanya masyarakat itu
sendiri, paling asli dan
bersumber dari sanubari
manusia itu sendiri.
Pelanggaran norma susila adalah
pelanggaran perasaan sendiri
dengan akibat timbulnya rasa
menyesal dalam diri.
2. Norma Agama; adalah norma yang
berpangkal pada kepercayaan
adanya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Norma agama ditentukan oleh
Tuhan.
Pelanggaran norma ini berarti
melanggar perintah Tuhan, dan
hukumannya nanti diakhirat.
3. Norma Kesopanan; adalah norma
yang timbul dari masyarakat sendiri
untuk mengatur pergaulan dalam
masyarakat.
4.Norma Hukum; adalah norma yang
mempunyai kekuatan memaksa utk
melindungi kepentingan manusia
dalam pergaulan hidup.
Norma hkum itu ada utk mendukung
ketiga norma sebelumnya, agar
aturan-aturannya dapat berlaku.
Norma hukum ini berlaku untuk
semua orang.
BAGIAN II
Etika & Etika Profesi
Etimologis : Etika dari Yunani = Ethos
yang berarti watak atau kesusilaan
Dari bhs Latin = Mores (Mos) = Adat
atau kebiasaan
Etika = nilai = ukuran perilaku,
digunakan untuk suatu perbuatan
yang dinilai.
Moral = kaidah kesusilaan dan
kebiasaan, digunakan untuk menguji
sistem nilai yang ada.
Etika
Suatu pemikiran kritis & mendasar
tentang ajaran & pandangan moral.
Membicarakan masalah predikat
nilai susila/tidak susila, baik/buruk,
kebajikan/kejahatan.
Lebih banyak berkaitan dgn prinsip-
prinsip dasar pembenaran dalam
hubungannya dengan Perilaku
manusia (Katt-Soft,1986)
Aturan hukum sesama makhluk,
bersifat keharusan dan mutlak.
Kesadaran dan kewajiban moral
yang seharusnya datang dari suara
hati nurani (suara batin)
Studi perilaku yang baik & buruk,
penghargaan dan pembenaran atas
tujuan yang diperjuangkan, cita-cita
yang kita dambakan & kita anggap
baik & perlu ditaati (Robert
C.Saloman,1984).
Profesi
Adalah suatu pekerjaan yang
memerlukan pengetahuan khusus
dalam beberapa bidang ilmu untuk
melaksanakan cara-cara dan aturan
yang telah disepakati oleh anggota
profesi. Karena itu keberadaan etika
profesi dalam kehidupan dewasa ini
sangat dibutuhkan dalam usaha
mencapai keseimbangan (Chim
Yakobs,1983).
Profesi adalah pekerjaan yang
membutuhkan Body of Knowledge
sebagai dasar pengembangan teori
yang simetris yang diperoleh dari
pendidikan dan latihan yang lama,
memiliki kode etik serta orientasi
utamanya adalah melayani.
(Wilenski)
Dalam melaksanakan tugas
pengabdiannya profesi harus
didukung oleh pembuat kebijakan
dengan suatu keputusan tentang
kewenangan profesi.
Profesi adalah jenis pekerjaan yang
karena sifatnya menuntut
pengetahuan yang tinggi dan
kemampuan standar.
Ciri-ciri profesi adalah :
- pengetahuan
- penerapan keahlian
- tanggung jawab sosial/pengabdian
- self controle
- pengakuan oleh masyarakat
- tidak mengutamakan keuntungan
- ada organisasi profesi
- ada kode etik.
Etika Profesi
Ajaran tentang kesusilaan, kewajiban
moral/sikap moral yang harus
dipegang oleh seseorang dalam
menjalani profesinya
Ada dalam Kode Etik Profesi
Kode Etik Profesi berarti hukum
tertulis yang mengatur dan
melindungi anggota suatu profesi,
sekaligus melindungi anggota
masyarakat.
BAGIAN III
Hukum

Hukum Adalah pikiran/anggapan


orang tentang adil dan tidak adil
mengenai hubungan antar manusia
(Sudiman)
Hukum merupakan himpunan
peraturan hidup yang bersifat
memaksa, berisikan suatu perintah,
larangan atau izin untuk berbuat
atau tidak berbuat sesuatu serta
dengan maksud untuk mengatur
tata tertib dalam kehidupan
manusia
Hukum banyak seginya meliputi
segala lapisan menyebabkan orang
tidak bisa membuat definisi tentang
hukum (Lemaire).
Hukum adalah suatu gejala dalam
pergaulan hidup yang bergejolak
terus dalam keadaan saling bentur
tanpa henti dengan gejala lainnya
(Van Vollenhoven).
Hukum merupakan himpunan
peraturan hidup yang bersifat
memaksa berisikan suatu perintah,
larangan atau izin untuk berbuat
atau tidak berbuat sesuatu serta
dengan maksud mengatur tata
tertib kehidupan masyarakat
(Surojo Wignjodipuro).
Peraturan hidup dimaksud
terdiri atas peraturan tertulis
dalam perUndang-undangan
maupun peraturan tidak tertulis
(kebiasaan).
Tujuan Hukum
Van Apeldorn: Mengatur tata
tertib masyarakat secara damai
dan adil
Bellefroid: Isi hukum harus
ditentukan oleh 2 azas yaitu
keadilan & faedah
Van Kan: Untuk menjaga
kepentingan tiap manusia
supaya kepentingan itu tidak
dapat diganggu.
Aristoteles: dalam buah pikirnya
“Ethica Nicomachea” dan”Rhetoreca”
Hukum mempunyai tugas suci yaitu
memberi kepada tiap orang apa yang
berhak diterima (Etische Teorie).
Bentham: Hukum bertujuan semata-
mata yang berfaedah saja yaitu
menjamin adanya kebahagiaan
sebesar-besarnya kepada orang
sebanyak-banyaknya (Utiliteits
theorie).
Utrecht: Hukum menjamin adanya
kepastian hukum dalam pergaulan
manusia. Anggapan ini didasarkan
pada pendapat Van Kan.
Kepastian hukum ada 2 yaitu:
(1) kepastian oleh karena
hukum.
cth verjaring psl 1946 BW.,
(2) kepastian dalam atau dari
hukum.
cth Undang-Undang yang
tidak punya tafsir berbeda.
Jenis Hukum
Hukum Publik yaitu hukum pidana,
hukum tata negara, hukum adminis-
trasi, hukum acara pidana, hukum
acara perdata, hukum internasional,
hukum perkawinan, dll.
Hukum Privat yaitu hukum perdata
dan hukum dagang.
Etika Profesi sebagai Perangkat
Hukum
Kode etik sebagai hukum khusus
terbukti pada kasus-kasus
pelanggaran kode etik:
1.Advokat A. B. N. diadili atas
dasar pelanggaran kode etik
advokat, (dalam kasus
Contempt of Court).
atau penghinaan pengadilan
2.Dokter diadili setelah melalui
MKEK. (majelis kehormatan etika
kedokteran)
BAGIAN IV
HUKUM KESEHATAN
Hukum kesehatan adalah seluruh
aturan-aturan hukum dan hubungan-
hubungan, kedudukan hukum yang
langsung berkembang dengan atau
yang menentukan situasi kesehatan
didalam mana manusia
berada.(Dr.Rang)
Hukum kedokteran adalah bagian dari
hukum kesehatan yang menyangkut
pelayanan medis. (PERHUKI)
Hukum Kesehatan adalah semua
ketentuan hukum yang berhubungan
langsung dengan pemeliharaan
/pelayanan kesehatan dan
penerapannya serta hak dan
kewajiban baik dari perorangan dan
segenap lapisan masyarakat sebagai
penerima yankes maupun dari pihak
penyelenggara yankes dalam segala
aspek organisasi, sarana, pedoman-
pedoman medik, ilmu pengetahuan
kesehatan dan hukum serta sumber-
sumber hukum lainnya.(PERHUKI)
Ilmu kedokteran kehakiman adalah
pengetahuan yang mempergunakan
ilmu kedokteran untuk membantu
kalangan hukum dan peradilan
(Medicine for Law).
Hukum kedokteran adalah bidang
pengetahuan tentang peraturan dan
ketentuan hukum yang mengatur
yankes kepada masyarakat, (Law for
Medicine)
Beda Kedokteran kehakiman dan
Hukum Kedokteran/Kesehatan
Ilmu kedokteran kehakiman
membicarakan:
- tanda-tanda kematian, kaku mayat,
lebam mayat, autopsi medicolegal,
identifikasi, penentuan lamanya
kematian, asphyxia, hanging,
strangulasi, abortus, keracunan,
narkotika, kematian tak wajar,
visum et repertum, perkosaan dll.
Dalam bidang hukum kesehatan/
kedokteran yang dibicarakan adalah:
hak dan kewajiban pasien, hubungan
RS dan dokter tamu, paramedis dan
pasien, izin tindakan medis, hak
menentukan nasib sendiri, euthanasia,
inseminasi buatan, bayi tabung
ditinjau dari sudut hukum, peranan
medical record, hak dan kwajiban
dokter, malpraktek, transaksi
terapeutik dokter dgn pasien, medis
negligence (kelalaian) dll.
Abortus dan Euthanasia dibahas oleh
kedua bidang ilmu tersebut.
Kedokteran kehakiman - apakah
telah terjadi abortus provokatus?
(memeriksa bayi atau ibunya)
Hukum kesehatan/kedokteran -
kapan, bagaimana, dimana, oleh
siapa, status legal.
DASAR HUKUM KESEHATAN
UUD 1945 :
UU No. 23/92 tentang kesehatan
UU No. 36/09 tentang kesehatan
UU No. 17/07 tentang RPJP-N 2005 -
2025
UU No. 40/09 tentang SJSN
I. Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945
Pasal 28 H
(1)Setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir dan batin,
bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat
serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan
PEMBUKAAN UUD 1945
Melindungi : segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia & memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan Bangsa & Ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan perdamaian abadi dan
keadilan sosial
I. Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945

Pasal 34
(2)Negara mengembangkan sistim
jaminan sosial nasional bagi
seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat
yang lemah dan tidak mampu
sesuai dengan martabat
kemanusiaan
I. Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945
Pasal 34
(3)Negara bertanggung jawab
atas penyediaan fasilitas
pelayanan kesehatan dan
fasilitas pelayanan umum yang
layak
Pasal 28 A.
Setiap orang berhak
mempertahankan hidup &
kehidupannya
Pasal 28 H ayat 1 : Setiap rakyat
berhak atas pelayanan kesehatan
untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi
tingginya tanpa membedakan
suku,golongan , agama , jenis
kelamin dan status sosial ekonomi.
28 H (1); setiap orang berhak hidup
sejahtera lahir batin, bertempat
tinggal dan mendapatkan lingkungan
hidup yang baik dan sehat serta
berhak memperoleh pelayanan
kesehatan. Ayat (3).setiap orang
berhak atas jaminan sosial yang
memungkinkan pengembangan
dirinya secara utuh sebagai manusia
yang bermartabat
Pasal 28B (2) Setiap anak berhak
atas kelangsungan hidup, tumbuh
dan berkembang.
Pasal 28 C ( 1) setiap orang berhak
atas mengembangkan diri melalui
pemenuhan kebutuhan dasarnya.
.....,...,
II. UU No. 36/2009 tentang
Kesehatan

Pasal 171
(1)Besar anggaran kesehatan
Pemerintah dialokasikan
minimal sebesar 5% (lima
persen) dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara
(APBN) di luar gaji
II. UU No. 36/2009 tentang
Kesehatan

Pasal 171
(2) Besar anggaran kesehatan pemerintah
daerah provinsi, kabupaten/kota
dialokasikan minimal 10% (sepuluh
persen) dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) di luar gaji
II. UU No. 36/2009 tentang
Kesehatan
Pasal 171
(3)Besaran anggaran kesehatan
sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dan ayat (2)
diprioritaskan untuk
kepentingan pelayanan publik
yang besarannya sekurang-
kurangnya 2/3 (dua per tiga)
dari anggaran kesehatan APBN
dan APBD
II. UU No. 36/2009 tentang
Kesehatan
Pasal 172
(1) Alokasi pembiayaan kesehatan
sebagaimana dimaksud dalam pasal
171 ayat (3) ditujukan untuk
pelayanan kesehatan di bidang
pelayanan publik, terutama bagi
penduduk miskin, kelompok lanjut
usia dan anak terlantar
KESIMPULAN
Perlu sosialisasi substansi Undang-
Undang tentang Kesehatan yang
baru disahkan 14 September 2009,
terutama alokasi anggaran dari APBN
maupun APBD serta besaran untuk
pelayanan publik
Per-UU-an Kesehatan
UU No. 9/60 ttg Pokok-pokok Kes.
UU No. 6/63 ttg Tenaga Kesehatan
- psl 2, (1) tenkes sarjana adalah;
dokter, drg, apoteker dan sarjana lain
dalam bidang kesehatan.
UU 23/92 & UU 36/09
Mengatur:
• Azas & tujuan sebagai
landasan&pemberi arah
pembangunan kesehatan
• Hak &kewajiban setiap orang untuk
memperoleh derajat kesehatan yang
optimal, wajib ikut serta dalam
memelihara & meningkatkan derajat
kesehatan
• Tugas & Tanggung jawab pemerintah
• Upaya Kesehatan
• Ketentuan Pidana
Psl 1 UU 23/92
Tenaga kesehatan adalah setiap org
yg mengabdikan diri dlm bid kes &
memiliki pengetahuan dan atau
ketrampilan melalui pendidikan dibid
kesehatan yg utk jenis ttt
memerlukan kewenangan utk
melakukan upaya kesehatan
Psl 54
(1)Thd tenkes yg melakukan
kesalahan atau kelalaian dlm
melaksanakan profesinya dpt
dikenakan tind disiplin.
Pasal 50
(1) Tenaga kesehatan bertugas
menyelenggarakan atau
melakukan kegiatan kesehatan
sesuai dengan bidang keahlian dan
atau kewenangan tenaga
kesehatan yang bersangkutan
(2) Ketentuan mengenai kategori,
jenis, dan kualifikasi tenaga
kesehatan ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah.
Pasal 51
(1) Pengadaan tenaga kesehatan untuk
memenuhi kebutuhan diselenggarakan
antara lain melalui pendidikan dan
pelatihan yang dilaksanakan oleh
pemerintah atau masyarakat.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai
penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan tenaga kesehatan
ditetapkan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 52
(1) Pemerintah mengatur penempatan
tenaga kesehatan dalum rangka
pemerataan pelayanan kesehatan.
(2) Ketentuan mengenai penempatan
tenaga kesehatan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 53
(1) Tenaga kesehatan berhak memperoleh
perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan profesinya,
(2) Tenaga kesehatan dalam melakukan
tugasnya berkewajiban mematuhi standar
profesi dan menghormati hak pasien.
(3) Tenaga kesehatan, untuk kepentingan
pembuktian, dapat melakukan tindakan
medis terhadap seseorang dengan
memperhatikan kesehatan dan keselamatan
yang bersangkutan.
(4) Ketentuan mengenai standar profesi dan
hak-hak pasien sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2) ditetapkan dengan
Peraturan Pemerintah
Pasal 54
(1) Terhadap tenaga kesehatan yang
melakukan kesalahan atau kelalaian
dalam melaksanakan profesinya dapat
dikenakan tindakan disiplin.
(2) Penentuan ada tidaknya kesalahan
atau kelalaian sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) oleh Majelis
Disiplin Tenaga Kesehatan.
(3) Ketentuan rnengenai pembentukan,
tugas, fungsi dan tata kerja Majelis
disiplin Tenaga Kesehatan ditetapkan
dengan Keputusan Presiden
PAsal 55
(1) Setiap orang berhak atas ganti rugi
akibat kesalahan atau kelalaian yang
dilakukan tenaga kesehatan.
(2) Ganti rugi sebagaimana dimaksuJ
dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundangan-
undangan yang berlaku.
UU 23/92 Kesehatan keluarga
Pasal 12
(1) diselenggarakan untuk
mewujudkan keluarga sehat,
kecil, bahagia dan sejahtera.
(2) sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) meliputi kesehatan suami
istri, anak, dan anggota keluarga
lainnya.
Pasal 13
Kesehatan suami istri diutamakan
pada upaya pangaturan kelahiran
dalam rangka menciptakan keluarga
yang sehat dan harmonis
Pasal 14
Kesehatan istri meliputi kesehatan
pada masa prakehamilan, persalinan,
pascapersalinan dan masa di Iuar
kehamilan, dan persalinan.
Kejahatan thd Kesopanan
KUHP Bab XIV
Pasal 281 – 284 kesopanan
Pasal 285 – 291 kejahatan seksual
Pasal 292 belum dewasa sama jenis
Pasal 293 membujuk, dgn hadiah,
janji, belum dewasa
Pasal 299 346 347-349 534 535
Abortus
ABORTUS
Abortus spontaneus adalah keguguran
atau melahirkan sebelum waktunya.
Abortus provocatus adalah abortus yang
disengaja. 1) oleh alasan medis untuk
menyelamatkan nyawa atau kesehatan si
ibu, disebut juga abortus provocatus
terapeuticus atau abortus provocatus
medicinalis. 2) oleh alasan lain misalnya
abortus provocatus criminalis.
Peraturan Per-UUan ttg Abortus
Pasal 299 KUHP
Sengaja mengobati seorang
perempuan atau mengerjakan suatu
perbuatan terhadap seorang
perempuan dgn memberitahukan atau
menimbulkan pengharapan bahwa oleh
karena itu dpt gugur kandungannya
dihukum penjara selama2nya 4 tahun
atau denda denda sebanyak2nya 45
ribu rupiah
Pasal 346 KUHP
Perempuan yang dengan sengaja
menyebabkan gugur atau mati
kandungannya atau menyuruh org
lain utk itu dihukum penjara
selama2nya 4 tahun
Pasal 347 (1)
Barang siapa dgn sengaja
menyebabkan gugur atau mati
kandungannya seorang perempuan
tanpa ijin perempuan itu, dihukum
penjara selama2nya 12 tahun.

Pasal 347 (2)


Jika perbuatan itu berakibat kematian,
dihukum penjara selamam2nya 15
tahun.
Pasal 348 (1)
Barangsiapa dgn sengaja
menyebabkan gugur atau mati
kandungannya seorang perempuan dgn
ijin perempuan itu, dihukum penjara
selama2nya 5 tahun enam bulan.

Pasal 348 (2)


Jika karena perbuatan itu perempuan
itu jadi mati, dihukum penjara
selama2nya 7 tahun.
Pasal 349
Jika seorang dokter bidan atau
apoteker membantu kejahatan
tersebut dlm pasal 346 atau bersalah
melakukan atau membantu salah satu
kejahatan yg diterangkan dalam pasal
347 dan 348, maka hukuman yang
ditrntukan dlm pasal itu dpt ditambah
dgn sepertiganya dan dpt dipecat dari
jabatannya yg digunakan utk
melakukan kejahatan itu
Pasal 534
Barangsiapa dgn terang2an melakukan
suatu ikhtiar utk mencegah hamil atau
dgn terang2an atau tdk diminta
menawarkan ikhtiar demikian atau
pertolongan (pekerjaan) utk mencegah
hamil itu, atau dgn terang2an
menyiarkan sesuatu, tulisan, tdk dgn
diminta menunjukkan, bahwa ikhtiar itu
atau pertolongan itu boleh didpt dihukum
kurungan selama2nya 2 bulan atau
denda 2000 rp.
Pasal 535
Barangsiapa dgn terang2an
mempertunjukan ikhtiar utk
menggugurkan hamil, atau dgn
terang2an atau dgn tdk diminta
menawarkan ikhtiar demikian atau
pertolongan(pekerjaan) utk
menggugurkan hamil, atau
menunjukan, bahwa ikhtiar itu atau
pertolongan itu boleh didpt, dihukum
kurungan selama2nya 3 bulan, atau
denda 4500 rp.
KUHP Bab XIV
Kejahatan thd Kesopanan
Pasal 282
Menyiarkan,mempertontonkan,
tulisan atau gambar yg melanggar
perasaan kesopanan  1 tahun 4
bulan.
Pasal 284
Laki2 beristri atau perempuan bersuami
berbuat zina  9 bulan penjara.
Pasal 285
Dgn kekerasan atau ancaman kekerasan
memaksa bersetubuh perempuan yg
bukan isterinya dihukum karena
memperkosa  12 tahun.
Pasal 286
Bersetubuh dgn perempuan bukan
istri sedang perempuan itu pingsan
atau tidak berdaya  9 tahun
Pasal 287
Bersetubuh dgn perempuan bukan
istri yg diketahui atau patut disangka
belum 15 tahun atau belum patut
utk dikawin  9 tahun.
Pasal 288
(1) Bersetubuh dgn istri yg diketahui
atau patut disangka belum bahwa
perempuan itu belum masanya
utk dikawin  4 tahun.
(2) Jika perbuatan itu menyebabkan
perempuan itu luka berat  8
tahun
(3) Mati  12 tahun.
Pasal 289
Memaksa dgn kekerasan atau
ancaman kekerasan seseorang
melakukan atau membiarkan
dilakukan pada dirinya perbuatan
cabul dihukum karena merusak
kesopanan  9 tahun.
Pasal 290
Melakukan perbuatan cabul dgn
seseorang yg pingsan atau tdk
berdaya,
org yg belum 15 tahun,
membiarkan perbuatan cabul pada
dirinya,
atau akan bersetubuh dgn org lain
tanpa kawin.  7 tahun
Pasal 291
(1) Jika salah satu kejahatan pasal
286,287,289,290 menyebabkan
luka berat pada tubuh  12 tahun
(2) Jika salah satu kejahatan pasal
285,286,287,289 dan 290
menyebabkan org mati  15
tahun
Pasal 292
Org dewasa berbuat cabul pada org
belum dewasa dari jenis kelamin yg
sama  5 tahun
Pasal 293
Dgn hadiah, janji akan memberi uang
atau barang sengaja membujuk org
yg belum dewasa utk berbuat cabul
atau membiarkan perbuatan cabul
pada dirinya  5 tahun
Pasal 294
Berbuat cabul pada anak yg blm
dewasa, anak tiri, anak pungut, anak
yg dpercayakan padanya  7 tahun.
Berlaku pada pegawai negeri thd
bawahan, guru thd murid, dokter thd
pasien, mandor thd buruh.
Pasal 295
memudahkan terjadinya perbuatan
cabul oleh anak dibawah umur  5
tahun, jika jdi pencaharian  + ⅓ nya
Pasal 296
Sengaja/kebiasaan memudahkan
perbuatan cabul dgn org lain  I
tahun 4 bulan.
Pasal 297
Mperniagakan perempuan/laki2 yg
belum dewasa  6 tahun
EUTHANASIA
Asal kata Yunani Eu dan thanatos
Eu berarti baik, thanatos berarti mati
 mati baik, mercy killing? Kurang
tepat.
Tindakan pemutusan kehidupan dgn
maksud membebaskan pasien dari
penderitaan yg tak tersembuhkan.
Euthanasia adalah perbuatan yg dgn
sengaja memperpendek hidup atau
dgn sengaja tdk berbuat utk
memperpanjang hidup demi
kepentingan pasien oleh seorang
dokter atau bawahan yg bertanggjwb
padanya.
Jenis Euthanasia
1. Euthanasia aktif
2. Euthanasia pasif
3. Euthanasia volunter
4. Euthanasia involunter
Euthanasia aktif
Perbuatan secara aktif oleh dokter
utk mengakhiri hidup seseorang yg
dilakukan secara medis.
Biasanya dgn menggunakan obat yg
bekerja cepat
Euthanasia pasif
Menghentikan segala tindakan atau
pengobatan yg perlu sehingga pasien
akan meninggal.
Euthanasia volunter
Penghentian tindakan/pengobatan,
atau mempercepat kematian atas
permintaan pasien.
Euthanasia involunter
Dilakukan pada pasien yg tidak sadar
biasanya diwakili oleh keluarga yg
bertanggung jawab.
Sulit dibedakan dgn pembunuhan
J.Wundeli ttg Euthanasia
1. Euthanasia Murni
2. Euthanasia pasif
3. Euthanasia tdk langsung
4. Euthanasia aktif
Euthanasia murni
Usaha memperingan kematian org
tanpa memperpendek kehidupannya
Termasuk upaya keperawatan ruhani
jasmani agar dpt mati dgn baik.
Euthanasia ini tanpa masalah
Euthanasia pasif
Tdk dipergunakannya semua
kemungkinan teknik kedokteran yg
tersedia utk memperpanjang
kehidupan
Euthanasia tdk langsung
Usaha memperingan kematian dgn
efek samping  pasien mungkin
akan mati lebih cepat;
Obat2 narkotik, hipnotik dan
analgetik  memperpendek
kehidupan tanpa sengaja.
Euthanasia aktif
Meringankan proses kematian dgn
memperpendek kehidupan secara
terarah dan langsung.
Perlu dibedakan apakah pasien
menginginkan atau tidak berada dlm
keadaan dimana keinginannya dpt
diketahui.
Sering disebut mercy killing
Konsep ttg mati
Kapan dokter secara moral boleh
menyatakan secara teknis manusia
telah mati?
Dari Veatch, Robert M. Death dying
and biological revolution, Our Lat
Quest for responsibility, Yale
University Press, New Haven and
London 1989. sbb:
Mati sbg berhentinya darah
mengalir
Bertolak dari berhentinya jantung,
darah tdk mengalir lagi = mati
PP no 18 thn 1981  mati adalah
berhentinya fungsi jantung dan
paru2.
Masalahnya bagaimana dgn teknik
resusitasi yg memungkinkan jantung
dan paru berfungsi kembali?
Mati sbg saat terlepasnya nyawa
dari tubuh
Anggapan bahwa nyawa lepas dari
tubuh ketika darah berhenti
mengalir.
Kembali kepermasalahan di atas.
Hilangnya kemampuan tubuh
secara permanen (irreversible loss
of ability)
Fungsi organ2 tubuh tdk padu lagi
karena rusak fungsi pengendali otak
Otak tdk lagi mampu mengendali
fungsi organ.
Secara moral org tersebut sdh mati?
Hilangnya kemampuan manusia
secara permanen utk kembali sadar
dan melakukan interaksi sosial
Dikembangkan dari 3 konsep
terdahulu dgn penekanan pada nilai
moral.
Tdk melihat fungsi2 organ, tp fungsi
pengendali otak, baik jasmani
maupun sosial.
Hak pasien dan pembatasannya
Hak pasien utk menentukan nasib
sendiri masih memerlukan
pertimbangan dari dokter.
Pasien hrs diberi kesempatan yg luas
utk memutuskan nasibnya tanpa
tekanan pihak manapun, tentunya
setelah diberi informasi yg cukup.
Pandangan Agama thd Euthanasia
Informed Consent

Dsr hk: PP 18/1981, Permenkes RI


No.585/Menkes/Pers/IX/1989, SK PB IDI
319/PB/A.4/88
Bahwa keptsn utk merawat/mengobati
didasarkan pd kerjasama
Legal doctrine: kewajiban menjelaskan
informasi dan mendapat ijin/persetujuan
IDI Menyatakan:
• Manusia dewasa dan sehat rohani berhak
sepenuhnya menentukan apa yg hendak
dilakukan thd tubuhnya.
• Semua tindakan medis memerlukan IC.
Secara lisan maupun tertulis.
• Tindakan medis yg mengandung resiko
cukup besar perlu persetujuan tertulis
• Tindakan biasa hanya perlu persetujuan
lisan atau sikap diam (stil zwijgend)
• Informasi hrs diberikan diminta atau tdk
• Inform mencakup keuntungan & kerugian
• Tind invasif informasi hrs oleh dokter
• Perluasan tind diinformasikan lebih dulu
• Pemberi IC.: pasien dewasa & sehat (roh)
ortu/kurator/wali bagi kuratil, dan
keluarga dekat/induk semang bagi anak2
INFORMED CHOICE
Pilihan yang dilakukan thd alternatif
tindakan/asuhan berdasarkan penjelasan
sebelumnya terhadap alternatif tsb.
Misalnya memilih tempat bersalin; di
rumah, di RSB. Atau di RSU.
Beda dgn Informed Concent, bahwa
Informed choice memberikan
gambaran pemahaman masalah yg
sesungguhnya dari klien, dimana
keputusan merupakan hak otonom
dari klien.
Informed concent dasarnya adalah
persetujuan, berkaitan dgn aspek
hukum yg memberikan otorita utk
semua prosedur yg akan dilakukan
oleh bidan.
Rekam Medik
Dasar Hukum: Permenkes. No.749a/
Menkes/Per/XII/89
Rekam medik,catatan medik, atau
medical record adalah berkas yg
berisikan catatan dan dokumen ttg
identitas pasien, pemeriksaan,
terapi, tindakan, dan pelayanan lain
kpd pasien di sarana kesehatan.
Maksud dan tujuan: Meningkatkan
mutu pelayayan kesehatan melalui
penyelenggaraan rekam medik yg
memadai pada setiap sarana
penunjang pelayanan kesehatan utk
mewujudkan derajat kesehatan yg
optimal.
Sifat rekam medik adalah rahasia &
wajib dilaksanakan bagi sarana kese-
hatan baik thd pasien rawat jalan
maupun pasien rawat inap.
Pembuat rekam medis adalah dokter
atau tenaga kesehatan lain yg
memberi pelayanan langsung kpd
pasien.
Ketentuan lain:
• Hrs dibuat sgr & dilengkapi seluruh-
nya stelah pasien menerima layanan
• Dibubuhi nama dan tt petugas yg
memberi layanan atau tindakan.
• Pembetulan kesalahan pd tulisan yg
salah hrs di paraf oleh petugas ybs.
• Penghapusan tulisan dgn cara apapun tdk
dibolehkan
• Lama penyimpanan 5 th dari tgl ter-akhir
pasien berobat, kecuali ada yg bersifat
khusus.
• Wajib simpan rahasia bab XVII pasal
322 (1) KUHP. Barang siapa dengan
sengaja membuka rahasia yang
menurut jabatan-nya atau
pekerjaannya baik yg sekarang
maupun yang dahulu ia diwajibkan
menyimpannya dihukum penjara
selama-lamanya …… atau denda
sebanyak-banyaknya Rp.……
Jika kejahatan ini dilakukan terhadap
seorang yang ditentukan, maka
perbuatan itu hanya dituntut atas
pengaduan orang itu. (KUHP 72s,
112s, 323, 528s).
Manfaat Rekam Medik

Dasar pemeliharaan kesehatan dan


terapi pasien
Bahan pembuktian dlm perkara hk
Bahan keperluan penelitian & pendd
Dasar pembayaran biaya yan kes.
Bahan menyiapkan statistik kesehata
Kepemilikan Rekam Medis
Berkas rekam medis milik sarana
kesehatan, tapi isinya milik pasien.
Isi Rekam Medik
Rawat Jalan:
• Identitas
• Anamnesa
• Diagnosis
• Tindakan/Terapi

Rawat Inap:
Rawat Inap
• Identitas pasien
• Anamnesa
• Hasil pemeriksaan Lab.
• Diagnosis
• Persetujuan tindakan medik
• Tindakan/pengobatan
• Catatan obs. Klinis hasil terapi
• Resume akhir evaluasi pengobatan
Perlindungan Konsumen
Dsr hk: UU No.8/1999
Psl 1 : Perlindngn konsumen adlh sgl upy
yg mnjamin adanya kepastian hk utk
mberi perlindgn kpd konsumen.
Konsumen adlh stiap org pmakai brg dan
atau jasa yg tersedia dlm masy,bagi ke-
pentingan sendiri, kel, org lain atau ma-
khluk hidup lain & tdk utk diperdgangkan
Jasa adlh stiap layanan yg berbentuk
pe-kerjaan atau prestasi yg
disediakan bagi masy. Utk
dimanfaatkan oleh konsumen
Impor jasa adlh kgiatan penyediaan
jasa asing utk digunakan dlm
wijayah RI.
Hak Konsumen
Atas kenyamanan,keamanan,&kslmatan
dlm mengkonsumsi brg dan jasa.
Untuk memilih
Mndapat informasi yg benar,jelas & jujur
Untuk didengar
Mendpt advokasi
Mndptkan pembinaan & penddkan konsm
Utk dilayani scr benar,jujur & tdk diskrim
Utk mdapatkan ganti rugi.
Hak Produsen
Mnerima pmbayaran sesuai kesepakatan
Mndpt perlindgn hk dr konsm yg beritikad
tdk baik
Melakukan pembelaan diri dlm penyele-
saian hukum sengketa konsumen
Mendapat rehabilitasi nama baik.
Kewajiban Produsen
Beritikad baik dlm usahanya
Memberi informasi yg benar,jelas &
jujur
Melayani konsumen scr benar & jujur
Menjamin mutu brg/jasa yg
diproduksi
Memberi jaminan (garansi) thd brg &
jasa
Memberi ganti rugi.
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen
Badan yg bertugas menerima/mnampung
keluhan konsumen
Menyelesaikan sengketa konsumen
Didirikan di daerah tkt II, independen
Unsur BPSK terdiri dr LSM, pemerintah
dan pelaku usaha
Cara bekerjanya cepat, singkat dan biaya
murah
Putusan bersifat final dan mengikat.
Tanggung Jawab Pemerintah bila
terjadi pelanggaran dlm bid kes.
Pelanggaran etik atau hukum?
Etik Ikatan Ahli Depkes
Pencabutan ijin praktek utk sementara
atau selamanya.
Hukum: pidana,perdata,atau hukum adm
Hk pidana melalui laporan/tuntutan, hk
perdata melalui gugatan, hk adm melalui
laporan pengadilan keputusan
Pidana:mati,penjara,denda
Responsibility & Liability
Responsibility=tggjwb dlm bentuk sikap
moral utk melaksanakan kewajiban.
Liability=tggjwb bentuk sikap hukum utk
mpertggjwbkan atas pelanggaran kewaji-
ban atau pelanggaran atas hak/pihak
orang lain.
Joling (1976), dalam Sampurna, Respon-
sibility refers to the quality of being
morally, legally or mentally accountable.
Liability lebih dikenal dgn istilah
malprak-tek, yg dipertggjwbkan oleh
profesional dan institusi.
Institusi jg bertggjwb atas perbuatan
org2 yg berada tanggungannya (psl
1367 KUH Pdt)
Tanggung Jawab Etik dan Profesi

Pasal 54 UU No.23/1992 Kepres ttg


Majelis Disiplin Ten. Kesehatan (MDTK)
MDTK disiapkan sbg “peradilan profesi”
dibidang Kesehatan.
Hanya menyidangkan perkara yg bersifat
disiplin atau profesi.
Hanya memberi sanksi disiplin-admtif
(profesi saja)
Tdk mencakup penyelesaian perkara
tenkes dgn pasien (pengadu)
Tujuan akhir=perlindungan
masyarakat
RUU praktik medis masih banyak di
tantang.
Tanggung jawab Perdata
Psl 55 (1) UU 23/92 & psl 1365-1367
KUH Pdt, apabila kesalahan atau
kelalaian dokter/tenkes, tlh
mengakibatkan kerugian bagi org
lain,maka org tsb berhak mengklaim dan
memperoleh ganti rugi.
Institusi/badan hukum/RS juga bertgg-
jwb atas tindakan org2 yg bekerja ddlm-
nya (responde-at superior)/1367 KUH
Pdt.
Proses ganti rugi mlalui peradilan
perdata atau cara lain diluar
peradilan
Gugatan hrs menyertakan dalil2 utk
membukti-kan adanya
ksalahan/kelalaian, atau wanpres-
tasi yg menyebabkan kerugian.
Tanggung jawab Pidana
Tggjwb pidana adlh tggjwb individu pela-
ku perbuatan pidana (tdk dpt dialihkan
ke org lain)
Org lain hanya dpt turut bertggjwb (psl
55-62 KUHP
Psl 32 jo psl 82 UU 23/1992, berpraktek
tanpa kewenangan.
Psl 15 UU 23/1992 dan psl 346-349
ttg pengguran kandungan
Psl 344-345 KUHP ttg euthanasia
Psl 359-361 ttg kelalaian medik yg
menyebakan org cedera atau mati.
Abortus
Abortus spontaneus adalah keguguran
atau melahirkan sebelum waktunya.
Abortus provocatus adalah abortus yang
disengaja. 1) oleh alasan medis untuk
menyelamatkan nyawa atau kesehatan si
ibu, disebut juga abortus provocatus
terapeuticus atau abortus provocatus
medicinalis. 2) oleh alasan lain misalnya
abortus provocatus criminalis.
Pasal 281 – 284 kesopanan
Pasal 285 – 291 kejahatan seksual
Pasal 292 belum dewasa sama jenis
Pasal 293 membujuk, dgn hadiah,
janji, belum dewasa
HUKUM KESEHATAN
Mengatur hak dan kewajiban tenaga
kesehatan,individu dan masyarakat
dlm pelaksanaan upaya kesehatan
beserta semua aspeknya yaitu aspek
upayanya, organisasinya dan
sarananya.
SASARAN U.U. N0. 23/92
 Memberi kepastian dan perlindungan hu-
kum thd pemberi & penerima jasa yankes
 Menjangkau perkemb yg makin kompleks
clm kurun waktu mendatang.
 Alat meningkatkan hasil guna dan daya
guna penyelenggaraan pemb kes yg
meliputi upaya dan sumber daya kes.
FUNGSI HUKUM
Pedoman perilaku atau petunjuk
yang mengatur tata tertib,
memelihara kepentingan umum,
menjaga hak manusia, dan
mewujudkan keseimbangan tatanan
dlm masyarakat.
TUGAS HUKUM
Menetapkan hak dan kewajiban
Membagi wewenang kepada pribadi
atau lembaga tertentu utk
mengambil keputusan
Menunjukan jalan bagi penyelesaian
pertentangan kepentingan,
menggariskan hal yang diijinkan atau
dilarang
Memberikan sanksi
Pada dasarnya hukum merupakan
sarana utk melindungi kepentingan
manusia, mengatur kegiatan
kehidupan manusia, dan memperbaiki
masyarakat
Perkembangan dlm masyarakat
menimbulkan kepentingan atau
peristiwa yg belum secara konkrit
terjadi, mungkin akan mengancam
atau mengganggu kepentingan
manusia dan perlu diatur & diantisipasi
Karena itu hukum mengatur
hubungan dlm pergaulan masy.
Berdasarkan kekuatan normatif dlm
masy. Ybs., sehuingga mengalirnya
norma etik kedlm norma hukum
merupakan hal yg wajar & dpt
digunakan sbg patokan penilaian &
patokan tingkah laku.
UNDANG-UNDANG N0.23/92
TENTANG KESEHATAN
Adalah usaha utk menjamin penyeleng-
garaan yankes, mengatur peran, tggjwb,
hak dan kewajiban serta sanksi dlm
penyelenggaraan yankes.
Merupakan wujud aspiratif konstitusional
bangsa Indonesia utk mencapai derajat
kesehatan yg optimal.
Menjamin eksistensi para pemberi jasa
dlm bidang kes.
HARAPAN-HARAPAN UTK
MENDINAMISASI PEMB.KES.
Pasal 2; (asas tujuan)
Bahwa pemb.kes.diselenggarakan
berdsrkan KeTuhanan Yg Maha Esa,
manfaat usaha bersama dan
kekeluargaan,adil dan merata,peri
kehidupan dlm keseimbangan, serta
kepercayaan akan kemampuan dan
kekuatan sendiri.
HARAPAN-HARAPAN UTK
MENDINAMISASI PEMB.KES.
1.Ada hubungan & perlindungan antara
pemberi dan penerima jasa.
Pasal 50 (1); Tenkes bertugas menye-
lenggarakan atau melakukan kegiatan
kes sesuai dengan bidang keahlian dan
atau kewenangan dgn kes ybs.
Psl 53(1); Tenkes berhak memperoleh
perlindungan hk dlm melaksanakan tugas
sesuai profesinya.
Psl 53 (2); Tenkes dlm melakukan tugas
Psl 54 (1); thd tenkes yg melakukan ke-
salahan atau kelalaian dlm melaksanakan
profesinya dpt dikenakn tindakan disiplin
Psl 55 (1); Setiap org berhak atas ganti
rugi akibat kesalahan dan kelalaian yang
dilakukan tenkes.
2.Kepedulian thd masy.kurang mampu,
tiap sarana kes punya funsi sosial.
• Psl 57 (2); Sarana kes dlm penyelengga-
raan kegiatan sgmn dimaksud ayat 1
(upaya kes dsr/rujukan/penunjang) tetap
memperhatikan fungsi sosial.
3.Penyelenggaraan upaya kes
merupakan tggjwb pemerintah dan
masy.
• Psl 71 (1); Masy.memiliki kesempatan
utk berperan serta dlm
menyelenggarakan upaya kes.beserta
sumber dayanya.
4.Pembinaan thd upaya kes meliputi
pengaturan standar akreditasi,pola
tarip, kurikulum sekolah kes,plthan
tenkes.
• Psl 73; Pemerintah mlkukan
pembinaan thd semua kgiatan yg
berkaitan dgn penyelenggaran kes.
BEBERAPA PERUBAHAN
Definisi sehat; ditambah unsur
produktif secara sosial dan ekonomi
Tenaga kesehatan; setiap org yg
mengabdikan diri dlm bidang
kesehatan. Jadi dokter yg jadi bupati
sudah bukan tenaga kesehatan lagi.
Beda dgn UU N0.6/63.
UU. YANG DICABUT KARENA
BERLAKUNYA UU. 23/92
UU. No.3/53 ttg pembukaan apotek
UU. No.18/53 ttg Penunjukkan RS-RS
Partikelir yg merawat org2 miskin dan
org2 kurang mampu.
UU. No. 9/60 ttg pokok-pokok kes.
UU. No. 6/63 ttg Tenkes
UU. No.18/64 ttg Wajib kerja tenparmed
UU. No. 2/66 ttg Keswa.
HUKUM & PERAN DALAM
PENGOBATAN
Pengawasan o/ Dirjen pengawasan obat &
makanan
Informasi obat mll :
1. Buku farmakope Indonesia
2. Daftar Obat Indonesia (DOI)
3. Buku Info Spesialite Obat Indonesia
(ISO)
Nakes melakukan kesalahan = SANKSI
Berdasarkn UURI no 23 Th 1992, diganti UU
36/2009 ttg Kesehatan
Agar terhindar dari kesalahan,
nakes harus yakin dengan
ORDER PENGOBATAN yang
dibuat oleh dokter sehingga
tidak terjadi tumpang tindih
kewenangan dalam
pelaksanaannya
PERAN DALAM PENGOBATAN
Independen
Peran dimana nakes secara legal dpt melakukan
tindakan secara mandiri thd diagnosa tertentu
Dependen
peran dimana nakes tergantung pd profesi lain
dlm melakukan tindakan thd masalah kesehatan
Interdependen
peran dimana nakes melakukan tindakan thd
masalah kesehatan yg memerlukan penanganan
bersama
Peran dlm mendukung keefektifitasan obat
Nakes hrs memiliki pengetahuan ttg daya kerja
obat, efek obat thd tubuh dll
Peran dlm mengobservasi efek samping & alergi
obat
Nakes hrs tahu obat yg diberikn kpd pasien, tahu
efek samping yg akan terjadi
Nakes hrs memberitahu pasien ttg tanda/ gejala
efek samping obat lapor dokter
Beberapa pasien rentan thd obat tertentu, perlu
data kesehatan Catat
Peran dlm menyimpan, menyiapkan dan
administrasi obat
Cara menyimpan, menyiapkan & administrasi
obat sangat bervariasi dari masing -2 RS, namun
pd prinsipnya sama, Bidan harus :
- Tahu tata cara penyimpanan obat yg benar
- Teliti tgl/ tanda kadaluarsa obat & cara
penggunaan serta pemberiannya
Peran dlm melakukan pendidikan kesehatan ttg
obat
Nakes harus memberikan informasi/ penyuluhan
ttg pengobatan yg diterima pasien
REAKSI ALERGI OBAT
Tujuan pemberian obat a/ utk
mendapatkan efek terapeutik,
namun selain efek terapeutik,obat
juga memberikan efek yg tidak
diharapkan.
Paling lazim efek sampg yg timbul
akibat pemberian obat adalah
ALERGI yaitu suatu reaksi imunologi
thd suatu obat
Reaksi alergi bisa ringan , sedang
s/d berat
Ringan : Rash pd kulit, pruritis,
angioderma, rhinitis, air mata
berlebihan
Sedang : Mual muntah, dispnoe,
Diare dll
Berat :Kolaps sirkulasi, Asfiksia sd
sumbatan jalan napas
dosis
Dosis Terapeutik
Dosis yg mempunyai efek yg diharapkan, dan merupakan
alasan suatu obat diberikan
a. Dosis minimal : Dosis plg kecil yg m’berikan

efek medis
b. Dosis Maksimal : Dosis plg besar yg masih
mampu m’berikan efek medis
c. Dosis Optimal : Dosis yg tepat u/ m’berikan efek
medis
Dosis toksik
Dosis yg menimbulkan keracunan
Dosis letal
dosis yg dpt menyebabkan kematian
EFEK TERAPIUTIK
Tidak semua obat betul-2 menyembuhkan penyakit,
banyak diantaranya hanya meniadakan/ meringankn
gejala saja.
1. Terapi kausal
Meniadakan penyebab penyakit
2. Terapi simptomatis
Hanya gejala penyakitnya diobati & diringankan,
penyebab yg lebih mendalam tidak dipengaruhi
3. Tetapi substitusi
obat yg menggantikan zat yg lazimnya dibentuk/
dibuat oleh organ yg sakit. Ex: Insulin, Estrogen
Efek samping : segala sesuatu
dari khasiat obat tsb yg tidak
diingin kan untuk tujuan terapi
yg dimaksud pd dosis yang
dianjurkan (WHO,1997)
Idiosinkrasi : peristiwa dimana
suatu obat m’berikn efek yg
sama sekali berlainan dgn efek
normalnya
Allergi : Peristiwa hipersensitif
akibat pelepasan histamin dr mast
cell di dlm tubuh
Fotosensitasi : kepekaan berlebihan
thd cahaya akibat penggunaan obat
Efek teratogen : Suatu obat yang
pada dosis terapi untuk ibu,
mengakibatkan cacat pada janin.
Toleransi adalah suatu fenomena berkurangnya
besarnya respon terhadap dosis yang sama dari
obat. Dosis yang harus diberikan harus
diperbesar agar terjadi respon yang besarnya
sama
Habituasi adalah gejala
ketergantungan psikologik thd suatu
obat .
Ciri-cirinya (WHO ) :
1.Keinginan u/ selalu menggunakan
suatu obat t3
2.Sedikit /tidak ada kecenderungan
menaikkan dosis
3.Menimbulkan beberaapa
ketergantungan psikis
4.Memberi efek yg merugikan t/u pada
individu
Adiksi adalah suatu gejala
ketergantungan psikologik dan fisik
terhadap obat.
ciri-cirinya ( WHO ) :
1.Ada dorongan u/ selalu menggunakan
suatu obat tertentu
2.Ada kecenderungan u/ menaikkan dosis
3.Menimbulkan ketergantungan psikis dan
biasanya diikuti ketergantungan fisik
4.Merugikan terhadap individu &
masyarakat
Efek penggunaan obat campuran
1. Adisi
Terjadi bila campuran obat / beberapa
obat yang diberikan bersama-sama
menimbulkan efek yg mrp jumlah dari
efek masing2 obat secara terpisah pada
pasien
2. Sinergis
terjadi bila campuran obat/ beberapa
obat yg diberikan bersama-2 dgn aksi
proksimat yg sama menimbulkan efek yg
lebih besar dari jumlah efek msg-2 obat
scr terpisah pd pasien
3. Potensiasi
terjadi bila campuran obat / beberapa
obat yg diberikan pd pasien menimbulkan
efek lebih besar daripada jumlah efek
masing-2 secara terpisah pada pasien
4. Antagonis
Terjadi bila campuran obat atau beberapa
obat yang diberikan bersama-2 pd pasien
menimbulkan efek yg berlainan
aksi dari salah satu obat mengurangi efek
daripada obat yg lain
Interaksi obat
adalah suatu fenomena yang terjadi
bila efek suatu obat dimodifikasi oleh
obat lain yang tidak sama atau sama
efeknya, diberikan sebelum atau
bersama-sama
TKB

SYAMSUDDIN ALAN
Fertilisasi invitro (FIV)

Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB)


Sel telur diambil dr indung telur  di
buahkan dgn sel sperma di lab.  di
kembangkan dlm inkubator utk waktu
tertentu  dipindahkan ke dlm rahim.
Indikasi:
Kerusakan kedua tuba
Faktor suami (Oligospermia)
Serviks abnormal
Infertilitas yg tdk diketahui sbbnya
Infertilitas karena endometriosis
Syarat:
Telah dilakukan pengelolaan
infertilitas selengkapnya
Indikasi sangat jelas
Memahami seluk beluk prosesdur
konsepsi buatan secara umum
Mampu memberi ijin atas dasar
pengertian (informed consent)
mampu
Tkt Keberhasilan
Umumnya 20% pasutri memperoleh
kehamilan stelah pemindahan embrio
Tergantung banyaknya sel telur yg
berhasil di aspirasi dan embrio yg
dipindahkan
Satu embrio yg dipindahkan 10%, 3
embrio 35% angka keberhasilan
Dukungan Hukum
UU No. 23 th 1992 tentang
kesehatan pasal 16

Kepmenkes.
No. 72/Menkes/Per/II/1999 tentang
Penyelenggaraan Tekonologi
Reproduksi Buatan
Bayi2 TRB Pertama
Louise Brown lahir 25 Juli 1978 di Bourn
Hall Clinic oleh Robert Edward dan Patrick
Steptoe, Inggris, Bayi tabung I di dunia
Elizabeth Carr lahir 28 Des 1981 di
Norfolk, oleh Howard and Georgeanna
Jones, Bayi tabung I di AS.
Nugroho Karyanto, lahir 2 Mei 1988 oleh
Prof Sudradji Sumapradja dan Tim Klinik
Melati RSAB Harapan Kita, Bayi tabung I
di Indonesia.
Pandangan Agama
Fertilasi invitro hanya boleh
dilakukan oleh pasangan suami isteri
yang sah  sel telur dan sperma
harus dari pasangan tersebut.
Fertilisasi invitro menggunakan
donor secara hukum, etika dan
agama tdk bisa diterima.
Kaum feminis  fertilisasi invitro =
memperlakukian wanita secara tdk
wajar dan hanya menjadi obyek
reproduksi karena prosesnya lebih
menyakitkan pihak wanita.
Inseminasi artifisial juga menimbulkan
pertanyaan2 etis tentang kemurnian
perkawinan yg menghasilkan
keturunan artifisial, karena proses
melalui campur tangan manusia.
Inseminasi Artificial
Prosedur utk menimbulkan kehamiln
dgn cara mengumpulkan sperma dari
seorang pria yg kemudian dimasukan
ke dalam vagina, serviks atau uterus
wanita saat terjadi ovulasi.
Kloning
Pengertian
Bisa dikatakan bahwa hampir semua ajaran
Agama di dunia mengatakan bahwa manusia
diciptakan melalui proses pertemuan sel

Cloning
sperma dan telur dan diberi roh/jiwa oleh Tuhan
pada hari ke-X setelah masa masuknya sperma
ke dalam sel telur. Ajaran mengenai penciptaan
manusia yang selanjutnya berhubungan dengan
kelahiran manusia di dunia merupakan sentral
utama ajaran Agama mengingat hidup dan mati
merupakan misteri terbesar manusia sejak
manusia pertama kali menghuni bumi.
Salah satu kegiatan yang bertentangan
langsung dengan intisari mayoritas ajaran
Agama adalah kloning manusia. Kloning
merupakan proses membuat (reproduksi)
individu baru melalui rekayasa genetika
secara aseksual (tanpa pertemuan sel
sperma dan ovum). Selama ini reproduksi
aseksual hanya terjadi pada bakteri,
serangga, cacing planaria, tanaman
Dengan perkembangan bioteknologi,
para ahli genetika menemukan cara
reproduksi makhluk tanpa harus
melalui proses pertemuan sperma
dan sel ovum yakni dengan
mereplikasi (meng-copy) fragmen
DNA yang akan dikloning dari sel
suatu makhluk hidup seperti sel
rambut, tulang, otot, dll.
Misteri reproduksi makhluk tanpa
melalui perkawinan (aseksual) mulai
menjadi perdebatan sengit ketika Ian
Wilmut, Keith Campbell dan tim di
Roslin Institute – Skotlandia berhasil
mengkloning Domba Dolly pada
tahun 1996.
Sebelumnya manusia telah berhasil
mengkloning kecebong (1952), Ikan
(1963), Tikus (1986). Keberhasilan
kloning Dolly menuai kecaman sebagian
besar penduduk dunia baik institusi
keagamaan, pemeluk agama, dunia
kedokteran institusi riset sejenis hingga
pemerintahan tiap negara. Hal ini
menyebabkan pengklonian dilakukan
secara sembunyi-sembunyi.
Sejak keberhasilan kloning Domba
1996, muncullah hasil kloning lain
pada Monyet (2000), Lembu “Gaur”
(2001), Sapi (2001), Kucing (2001)
dan dikomersialkan pada 2004, Kuda
(2003), Anjing, serigala dan kerbau.
Selain itu, beberapa lembaga riset
telah berhasil mengkloning bagian
tubuh manusia seperti tangan.
Kloning bagian tubuh manusia dilakukan
untuk kebutuhan medis, seperti tangan
yang hilang karena kecelakaan dapat
dikloning baru, begitu juga jika terjadi
ginjal yang rusak (gagal ginal). Dan
terakhir, ada dua berita pengkloningan
manusia yakni Dokter Italia Kloning Tiga
Bayi dan Dr. Zavos Mulai Kloning Manusia.
Berikut cuplikan beritanya dari
kompas.com.
Severino Antinori, ginekolog terkenal
asal Italia, mengaku berhasil
mengkloning tiga bayi sekaligus.
Dokter kontroversial yang pernah
membantu wanita menopause
berusia 63 tahun untuk melahirkan
ini mengungkapkan keberhasilannya
dalam majalah mingguan Oggi yang
terbit, Rabu (4/3).
Menurutnya, ketiga bayi ini terdiri
dari dua laki-laki dan satu
perempuan. Kini mereka telah
berusia sembilan tahun. “Saya
membantu melahirkan ketiganya
dengan teknik kloning manusia.
Mereka lahir dalam keadaan sehat
dan baik-baik saja hingga sekarang,”
jelas Antinori….. silahkan baca lebih
lanjut Dokter Italia Kloning …
Diam-diam, seorang ilmuwan asal
Amerika Serikat, dr Panayiotis Zavos,
mengkloning manusia. Kepada surat kabar
Inggris, Independent, Zavos mengaku
berhasil mengkloning 14 embrio manusia,
11 di antaranya sudah ditanam di rahim
empat orang wanita. Tidak diketahui di
mana Zavos mekakukan kloning tersebut
karena di Inggris, tempat ia tinggal, dan
sejumlah negara, kloning manusia
dilarang.
Tapi empat pasien yang menjadi
tempat penanaman sel hasil
kloningnya disebutkan, tiga di
antaranya wanita sudah menikah
dan satu wanita lajang. Keempat
wanita itu masing-masing dari
Inggris, Amerika Serikat dan sebuah
negara di Timur Tengah yang tidak
disebutkan.
Namun, sejauh ini hasil kerja Dr
Zavos belum membuahkan hasil
karena keempat wanita itu belum
kunjung hamil meski embrio sudah
ditanam di rahim empat wanita
tersebut. “Saya memahami kenapa
sejauh ini kami belum memperoleh
kehamilan dari embrio yang sudah
ditanam
Ini karena ada kondisi yang tidak
ideal yang membuat itu tidak
terjadi,” kata Dr Zavos. Ke depan,
Zavos berencana berkolaborasi
dengan Karl Illmensee yang sudah
punya banyak pengalaman dengan
proses kloning sejak 1980-an.
“Banyak pasangan yang berminat
untuk mencoba proses kloning ini di
rahimnya,” ujarnya. Zavos sudah
menetapkan biaya untuk setiap
orang yang ingin mengkloning. Biaya
yang ditetapkan 45.000 dollar AS
hingga 75.000 dollar AS atau sekitar
Rp 492,3 juta sampai Rp 820,5 juta
(kurs Rp 10.940).
Tindakan Dr Zavos tentu saja mendapat
kecaman dari kalangan ilmuwan dan
dianggap melawan etik kedokteran.

Manusia meninggal
Zavos melakukan hal yang berbeda dalam
mengkloning manusia. Bila sebelumnya
ilmuwan melakukannya dengan
meletakkan embrio di tabung percobaan,
Zavos langsung manaruhnya di rahim
manusia.
Manusia yang dikloning Zavos adalah tiga
orang yang sudah meninggal. Satu di
antaranya adalah embrio seorang anak
berusia 10 tahun bernama Cady. Anak
tersebut meninggal dalam sebuah
kecelakaan mobil di Amerika Serikat. Sel
darah Cady telah dibekukan dan dikirim
ke Zavos. Orangtua Cady setuju dengan
persyaratan yang ditentukan apabila
kloning embrio anaknya bisa dilahirkan
dengan selamat.
Apakah keberhasilan para ilmuwan untuk
mengkloning manusia akan menjadi batu
cobaan terbesar bagi eksitensi ajaran
Agama? Benarkah ajaran Agama
mengenai kelahiran dan penciptaan
manusia dapat dicoret karena
keberhasilan kloning manusia? Akankah
kloning manusia sesukses kloning Domba
Dolly yang dihendaki oleh berbagai pihak
agar tidak berhasil? Mungkinkah kloning
manusia akan menjadi tindakan
menghancurkan peradaban manusia?
Etis dan beragamakah tindakan para
ilmuwan tersebut untuk menciptakan
makhluk hidup tanpa melalui
perkawinan seperti disebutkan dalam
kitab suci? Atau sebaliknya, apakah
larangan dan kecaman dunia
internasional terhadap kloning
merupakan pengulangan sejarah
seperti yang dialami Copernicus dan
Galileo mengenai Heliosentris?
Dimanakah keselaran antara sains
dan agama? Mungkinkah
keberhasilan kloning manusia
menjadi kegagalan agama dalam
menerangkan gejala alam?
Bagaimana kita sebagai umat
beragama menyikapi kloning
manusia? Apa yang dapat kita
lakukan? Perlukah mengecam
kloning manusia?
Kloning merupakan teknik
penggandaan gen yang
menghasilkan keturunan yang sama
sifat baiknya dari segi hereditas
maupun penampakannya.
Sejauh ini Zavos, mantan guru besar
Universitas Kentucky, baru berhasil
membuat embrio manusia. Menurut
Zavos, saat ini tak kurang dari lima
kelompok ilmuwan di seluruh dunia
berusaha keras mengkloning
manusia.
Musyawarah Nasional VI Majelis
Ulama Indonesia yang
diselenggarakan pada tangga123-27
Rabi'ul Akhir 1421 H. / 25-29 Juli
2000 M. dan membahas tentang
kloning,
Menimbang .
bahwa salah satu hasil kemajuan yang
dicapai oleh iptek adalah kloning, yaitu
"suatu proses penggandaan makhluk
hidup dengan cara nucleus transfer dari
sel janin yang sudah berdiferensiasi dari
sel dewasa", atau "penggandaan makhluk
hidup menjadi lebih banyak, baik dengan
memindahkan inti sel tubuh ke dalam
indung telur pada tahap sebelum terjadi
pemisahan sel-sel bagian-bagian tubuh";
bahwa masyarakat senantiasa
mengharapkan penj elasan hukum
Islam tentang kloning, baik kloning
terhadap tumbuh-tumbuhan, hewan,
dan terutama kloning terhadap
manusia;
bahwa oleh karena itu, MUI
dipandang perlu untuk menetapkan
fatwa tentang hukum kloning untuk
dijadikan pedoman.
Memperhatikan :
Kloning tidak sama dengan, dan
sedikit pun tidak berarti, penciptaan,
melainkan hanya sekedar
penggandaan.
Secara umum, kloning terhadap
tumbuh-tumbuhan dan hewan akan
membawa kemanfaatan dan
kemaslahatan kepada umat
manusia.
Kloning terhadap manusia dapat
membawa manfaat, antara lain :
rekayasa genetik lebih efisien dan
manusia tidak perlu khawatir akan
kekurangan organ tubuh pengganti (jika
memerlukan) yang biasa diperoleh
melalui donor, dengan kloning ia tidak
akan lagi merasa kekurangan ginjal, hati,
jantung, darah, dan sebagainya, karena
ia bisa mendapatkannya dari manusia
hasil teknologi kloning.
Kloning terhadap manusia juga dapat
yang menimbulkan mafsadat (dampak
negatif tidak sedikit; antara lain :
- menghilangkan nasab anak hasil kloning
yang berakibat hilangnya banyak hak
anak dan terabaikan-nya sejumlah
hukum yang timbul dari nasab;
- institusi perkawinan yang telah
disyari'atkan sebagai media
berketurunan secara sah menjadi tidak
diperlukan lagi, karena proses
reproduksi dapat dilakukan tanpa
melakukan hubungan seksual;
- lembaga keluarga (yang dibangun melalui
perkawinan) akan menjadi hancur, dan
pada gilirannya akan terjadi pula
kehancuran moral (akhlak), budaya,
hukum, dan syari'ah Islam lainnya;
- tidak akan ada lagi rasa saling mencintai
dan saling memerlukan antara laki-laki
dan perempuan;
- maqashid syari'ah dari perkawinan, baik
maqashid awwaliyah (utama) maupun
maqashid tabi'ah (sekunder).
Pendapat dan saran peserta sidang.
Mengingat .
Firman Allah SWT : "Dan Dia
menundukkan untuk kamu apa yang
ada di langit dan apa yang ada di
bumi semuanya (sebagai rahmat)
dariNva. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi
kaum yang berfikir" (QS. al-Jatsiyah
[45].- 13).
Firman Allah SWT : "Dan Kami telah
memuliakan anak-anakAdam, Kami
angkut mereka di daratan dan di
lautan, Kami beri mereka rezki dari
Yang baik-baik, dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas makhluk vang telah
Kami ciptakan " (QS. al-Isra'[I7]:
70).
Firman Allah SWT : "..f apakah
mereka menjadikan beberapa sekutu
bagi Allah yang dapat menciptakan
seperti ciptaan-Nva sehingga kedua
ciptaan itu serupa menurut
pandangan mereka. Katakanlah,
'Allah adalah Pencipta segala sesuatu
dan Dialah Tuhan Yang Mahaesa lagi
Mahaperkasa (QS. al-Ra'd [13]: 16)
firman Allah SWT : "Dan sesungguhnya Kami telah
menciptakar manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
Kemudiar Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan
; dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air man: itu
Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu
Kami jadikan segumpal daging, dari. segumpal daging itu
Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami
bungkus dengan daging, Kemudian Kami jadikan dia
makhluk (berbentuk) lain. Maha sucilah Allah, Pencipta
Paling baik" (QS. al-Mu'minun (23]: 12-14).
Kaidah Fiqhiyah : “Menghindarkan
kerusakan (hal-hal yang negatif)
diutamakan dari pada mendatangkan
kemaslahatan”
MEMUTUSKAN :

Menetapkan .
FATWA MUSYAWARAH NASIONAL N-I MAJELIS ULAMA
INDONESIA TENTANG KLONING.
Kloning terhadap manusia dengan
cara bagaimanapuyang berakibat
pada pelipatgandaan manusia
hukumnya adalah haram.
Kloning terhadap tumbuh-tumbuhan
dan hewan hukumnya boleh (mubah)
sepanjang dilakukan demi
kemaslahatan dan/atau untuk
menghindarkakemudaratan (hal-hal
negatif).
Mewajibkan kepada semua pihak
terkait untuk tidak melakukan atau
mengizinkan eksperimen ata-_
praktek kloning terhadap manusia.
Mewajibkan kepada semua pihak, terutama para
ulama, untuk senantiasa mengikuti
perkembangan teknologi kloning, meneliti
peristilahan dan permasalahatannya, serta
menyelenggarakan kajian-kajian ilmiah untuk
menj elaskan hukumnya.
Mewajibkan kepada semua pihak,
terutama ulama dan umara, untuk
mendorong pembentukan (pendirian)
dan mendukung institusi-institusi
ilmiah yang menyelenggarakan
penelitian di bidang biologi dan
teknik rekayasa genetika pada selain
bidang kloning manusia yang sesuai
dengan prinsip-prinsip syari'ah.
Mewajibkan kepada semua pihak, terutama
ulama dan umara, untuk segera merumuskan
kriteria dan kode etik penelitian dan eksperimen
bidang biologi untuk dijadikan pedoman bagi
pihak-pihak yang memerlukannya.
Keputusan fatwa ini mulai berlaku
pada tanggal ditetapkan. Agar setiap
muslim yang memerlukan dapat
mengetahuinya, menghimbau semua
pihak untuk menyebarluaskan fatwa
ini. Ditetapkan di: Jakarta Pada
tanggal : 27 Rabi'ul Akhir 1421 H 29
Juli 2000 M
MUSYAWARAH NASIONAL VI
TAHUN 2000
MAJELIS ULAMA INDONESIA
MUSYAWARAH NASIONAL VI TAHUN 2000
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Pimpinan Sidang Pleno
Ketua, Sekretaris,

PROF. UMAR SHIHAB DR. H.M. DIN


SYAMSUDDIN

KEPUTUSAN FATWA
TAMAT
TAMAT