Anda di halaman 1dari 13

Clinical Science Session

Urinary Angiotensinogen and Urinary Sodium are


Associated with Blood Pressure in Normoalbuminuric
Children with Diabetes

Pembimbing : dr. Fadil Rulian Sp.A


Penyakit Ginjal Diabetes (Diabetic Kidney Disease/ DKD)
/ Nefropati Diabetik

Disebabkan oleh penyakit ginjal kronis,


dg resiko tinggi penyakit ginjal stadium Manifestasi klinis dari nefropati sekunder
menjadi diabetes adalah
akhir. Ditandai dg proteinuria persisten
mikroalbuminuria. Tp beberapa pasien
lebih besar dari 500 mg/24 jam atau ada yang tanpa didahului
albuminuria lebih besar dari 300 mg/24 mikroalbuminuria.
jam.

Perlunya penanda yg lebih sensitif dan


spesifik pd pasien DKD yaitu aktivasi sistem
biasanya berhubungan dg hipertensi
renin angiotensin di ginjal yg berperan
dan penurunan laju filtasi glomerulus.
dalam mekanisme dan perjalanan DKD.
 Untuk mengevaluasi hubungan antara tekanan darah dan ekskresi angiotensin pada
urin (uAGT) dan sekresi natrium ginjal (uNa) pada anak dengan DM tipe 1.
 Penelitian dilakukan di Departemen Diabetes dan Obesitas pada anak di Pusat
Pendidikan Universitas Poznan, Polandia.
 Pada penelitian ini terdiri dari 52 anak dengan DM tipe 1 ( 28 laki laki dan 24
perempuan) dengan rasio albumin/kreatinin (ACR) dibawah 30 mg/g dan laju
filtrasi glomerulus diatas 90 ml/menit/1,73 m2. Tekanan darah dilihat selama 24 jam
menggunakan monitor.
menunjukkan peningkatan angiotensin urin (median 0,00 dan 1,76 vs 0,00
dan 0,00 ng/mg).
anak-anak dengan tekanan darah normal, prehipertensi dan hipertensi mengungkapkan
peningkatan yang bermakna dari penggunaan pada pasien prehipertensi, serta hipertensi
bila dibandingkan dengan kontrol.
tingkat angiotensin urin
menunjukkan korelasi positif
dengan nilai rata-rata tekanan
darah (24MAP, r = 0,594). D/N
rasio menunjukkan korelasi
negatif dengan nilai
angiotensin urin (r = -0,279).
Tidak ada korelasi yang
signifikan antara tekanan
darah, D/N rasio dan laju
filtrasi glomerulus, albumin/
kreatinin rasio. Tiga belas
anak-anak (25%) mengalami
hiperfiltrasi glomerulus.
Analisis ROC dilakukan untuk menentukan profil diagnostik dari kadar
angiotensin pada urin dalam mengidentifikasi pasien hipertensi (diatas
persentil 95) diantara semua anak diabetes dengan albumin yang normal.
Untuk tujuan ini, angiotensin urin menunjukkan gambaran yang baik,
menggambarkan AUC 0,833 (CI: 0,704-0,922)
 nilai cut off terbaik dari > 0 ng / mg (sensitivitas 94,12%;
spesifisitas 82,86%
 Penelitian ini menunjukkan bahwa pada anak-anak DM 1 dengan albumin normal

dan dengan laju filtrasi glomerulus di atas 90 ml / menit / 1,73 m2, terdapat

peningkatan yang signifikan dalam angiotensin urin  uAGT berfungsi sbg

penanda awal keterlibatan ginjal pada pasien dg diabetes

 uAGT berkorelasi positif dengan tekanan darah. TD normal dibawah persentil 90

tidak menunjukkan angiotensin urin tinggi. Peningkatan signifikan uAGT pd pasien

prehipertensi.  ada hubungan angiotensin dg hipertensi pd anak diabetes.


 analisis ROC mengungkapkan profil diagnostik yang baik dari
angiotensin urin dalam mengidentifikasi pasien hipertensi, dan
menunjukkan angiotensin urin yang dapat dianggap sebagai
penanda baru hipertensi di DM tipe 1.
 Dalam penelitian ini, 25% anak diabetes menunjukkan adanya
hiperfiltrasi glomerulus, yang terjadi karena peningkatan
penyerapan kembali glukosa dan sodium melalui peningkatan
ekspresi co-transporter Na/glukosa pada tubulus proksimal.
 Anak - anak dengan hipertensi disertai dengan kadar rasio
albumin/kreatinin, laju filtrasi glomerulus dan HbA1c yang
tinggi, dan dalam waktu yang lebih lama akan menujukkan
kadar natrium urin yang rendah.

 Menariknya tidak ada hubungan yang signifikan antara nilai


angiotensin urin dan rasio albumin/kreatinin serta laju filtrasi
glomerulus.
 anak anak dengan DM tipe 1, terjadi peningkatan angiotensin
urin mungkin mencerminkan keterlibatan ginjal di awal
sebelum timbulnya mikroalbuminuria.
 Peningkatan angiotensin urin mendahului hipertensi, dan
dapat dianggap sebagai penanda baru hipertensi pada pada
pasien anak dengan DM dengan nilai sekresi albumin urin
yang normal
 Ekskresi natrium menurun tampaknya terlibat dalam
terjadinya hipertensi dan jejas awal pada ginjal. Keduanya
angiotensin urin dan natrium urin berhubungan dengan
tekanan darah pada pasien anak dengan diabetes dengan nilai
albumin normal.
 A. Patient of problem