Anda di halaman 1dari 10

Oleh :

dr. Meutia
Retinoblastoma : tumor retina yang terdiri atas
sel neuroblastik yang tidak berdiferensiasi
dan merupakan tumor ganas retina pada
anak, paling sering terjadi pada usia sebelum
5 tahun.
Retinoblastoma terjadi karena kehilangan
kedua kromosom dari satu alel dominan
protektif yang berada dalam pita kromosom
13g14.
 Leukokoria (white pupillary reflex) yang digambarkan
sebagai mata yang bercahaya, berkilat, atau cat’s-eye
appearance merupakan keluhan dan gejala yang paling
sering ditemukan.
 Tanda dini : mata juling, mata merah atau terdapatnya
warna iris yang tidak normal.
 Tumor dengan ukuran sedang akan memberikan gejala
hipopion, di dalam bilik mata depan, uveitis,
endoftalmitis, atau panoftalmitis.
 Bola mata menjadi besar, bila tumor sudah menyebar luas
di dalam bola mata.
 Proptosis
 Tajam penglihatan sangat menurun.
 Nyeri
 Tumor yang besar, mengisi seluruh rongga badan kaca
sehingga badan kaca terlihat benjolan berwarna putih
kekuning-kuningan dengan pembuluh darah di atasnya.
 1. Bila tumor masih terbatas intraokuler,
pengobatan dini mempunyai prognosis yang
baik, tergantung dari letak, besar dan tebal.
 2. Pada tumor yang masih intraokuler
dapat dilakukan krioterapi, fotokoagulasi laser,
atau kombinasi sitostatik dan fotokoagulasi laser
untuk mempertahankan visus.
 3. Pada tumor intraokuler yang sudah men
capai seluruh vitreous dan visus nol,
dilakukan enuklasi.
 4. Bila tumor telah keluar bulbus okuli, ta
pi masih terbatas di rongga orbita, dilakukan
kombinasi eksenterasi, radioterapi, dan
kemoterapi.
Terima Kasih