Anda di halaman 1dari 60

Remuneration Systems

Hanna Permana Subanegara


Remuneration System
Merupakan sistem upah karyawan
Bentuknya berupa :

1. Basic salary, misalnya gaji, Honorarium


Berdasarkan, kepangkatan, jabatan, lama kerja,
pendidikan.
2. Incentives
Berdasarkan jenis pekerjaan, beban kerja, kinerja

3. Merit, misalnya bonus, dan kesejahteraan lainnya.


Berdasarkan SHU, atau dianggarkan khusus

4. Tunjangan
Adalah pengganti atau fasilitas yang diberikan
kepada pemegang jabatan di perusahaan
COST CENTER
DIREKSI
ADMINISTRASI

KOMITE-KOMITE
REKAM MEDIK
REVENUE CENTER
• IGD • RONTGENT
PENUNJANG
• RAWAT JALAN • LABORATORIUM
NON MEDIS
• RAWAT INAP • REHAB MEDIK
• BEDAH CENTRAL • APOTIK
• ICU • KONSULTASI GIZI
• AMBULANS • JENAZAH
• PARKIR • USAHA LAIN
• TINDAKAN • DLL

PELAYANAN

MASYARAKAT PENGGUNA JASA R.S.


Pricing Policy
Tariff = UC + PM + BB + i + JP @ SP, ATP,WTP
Tariff = DKKD + JP – KA - KD
Tariff erat kaitannya dengan sistem Remunerasi

KOMPONEN TARIF RUMAH SAKIT


1. Cost of a good sold  Unit cost analysis
2. Jasa Dokter  Kesepakatan dng dokter
3. Jasa Keperawatan/tenaga teknis  Kesepakatan dng perawat
4. Jasa tindakan/operasi  Kesepakatan dng operator
Komponen Tarif yang Baik
Akomodasi Jasa Pelayanan Jasa Tindakan Tarif
(Unit Cost)
A B C A+B+C
Berdasarkan Unit Kesetaraan, Kesetaraan, Total
Cost kepatutan dan kepatutan dan
kewajaran, keadilan kewajaran
dan transparan
PRICING POLICY
PRINSIP TARIF PAKET
1. Paket dihitung berdasarkan Unit cost akomodasi + Jasa Pelayanan
2. Bisa menggunakan case-mix
3. Berapapun paket tersebut harus ada kejelasan tentang jasa pelayanan
4. Besaran Jasa sangat bergantung kepada kompetensi yang dibutuhkan dan waktu pelayanan

N0 PAKET AKOMODASI JASA PELAYANAN TARIF


LAYANAN
POLI RUANG RAWAT RUANG Konsultasi Operasi
Kls I OPERASI Visite Tindakan
1 Operasi Sedang 4x 5 hr 1x 9 1x
50.000 500.000 500.000 450.000 1.000.000 2.500.000
2 Operasi Besar 8x 8 hr 1x 16 1x
100.000 800.000 800.000 800.000 2.000.000 5.000.000
3 Operasi Khusus 10 x 12 hr 1x 22 x 1x
125.000 1.200.000 2.000.000 1.100.000 4.000.000 8.425.000

Hitung Unit Cost (Hiding)

Tentukan Besaran Jasa Pelayanan (Hiding)


Jasa adalah jasa dokter + Jasa Keperawatan

Tentukan Besaran Jasa Tindakan (Hiding)


GAJI & HONORARIUM
Gaji dan Honorarium

• Dasarnya adalah Proporsionalitas,


Kesetaraan dan Kepatutan

• Sumber dana dari Biaya operasional RS BLU.

• PNS dari pemerintah, sedangkan Non PNS


dari Operasional RS
Gaji dan Honorarium
Besarnya gaji ditentukan dengan mempertimbangkan
proporsionalitas, kesetaraan dan kepatutan
1. Proporsionalitas
Berdasarkan, pertimbangan ukuran (size) besarnya aset yang
dikelola serta tingkat pelayanan.

2. Kesetaraan
Memperhatikan industri pelayanan sejenis

3. Kepatutan,
Ditetapkandengan menyesuaikan terhadap kemampuan
keuangan BLU
Gaji Pimpinan BLU
Berdasarkan System Remunerasi DEPKEU
Gaji Pimpinan BLU (Dirut)
RUMUS : Gaji = GD + Nba + Nbi

GD = Gaji Dasar = Maksimal 5 X Gaji PNS Tertinggi


Nba = Nilai Bobot Aset = 40% (FPa x GD)
Nbi = Nilai Bobot Pendapatan = 60% (FPi x GD)
FPa = Faktor Penyesuaian Aset = Skala FPa dari total
aset
FPi = Faktor Penyesuaian Income (Pendapatan) =
Skala FPi dari Total Pendapatan
Tabel Skala Besaran FPa dan FPi
Total Aset ( Miliar) FPa Total Pendapatan FPi
(Miliar)
s/d 50 0,10 s/d 5 0,10
> 50 s/d 100 0,20 > 5 s/d 10 0,20
>100 s/d 200 0,30 >10 s/d 20 0,30
> 200 s/d 400 0,40 > 20 s/d 40 0,40
> 400 s/d 800 0,50 > 40 s/d 80 0,50
> 800 s/d 1600 0,60 > 80 s/d 160 0,60
> 1600 s/d 2400 0,70 > 160 s/d 240 0,70
> 2400 s/d 3200 0,80 > 240 s/d 320 0,80
> 3200 s/d 4000 0,90 > 320 s/d 400 0,90
> . 4000 1,00 > 400 s/d 1000 1,00
> 1000 1,50
Contoh

 Total Aset = Rp 250 miliar


 Pendapatan = Rp 75 miliar
 Gaji Pokok PNS tertinggi = Rp 1.800.000

PERHITUNGAN
GD = 5 X Rp 1.800.000 = Rp 9.000.000
Nba = 40% (0,40 X Rp 9.000.000) = Rp 1.440.000
Nbi = 60% (0,60 X Rp 9.000.000) = Rp 3.240.000
GAJI YANG DIBAYARKAN = Rp 13.680.000
Ketentuan DEPKEU
PMK no 10 2006

No Pejabat Ketentuan Gaji & Honorarium


1 Pejabat Keuangan 90% X Gaji Pimpinan BLU
dan Teknis
2 Ketua Dewan 40% X Gaji Pimpinan BLU
Pengawas BLU
3 Anggota Dewan 36% X Gaji Pimpinan BLU
Pengawas
4 Sekretaris Dewan 15% X Gaji Pimpinan BLU
Pengawas
Sumber Dana pada RS BLU
 GAJI DAN HONORARIUM
Sumber Pemerintah dan Biaya operasional RS

 INSENTIF
Sumber  Jasa Pelayanan, keuntungan apotik, dan
keuntungan-keuntungan lain di RS, bisa juga dari
pendapatan operasional RS jika memungkinkan

o MERIT, BONUS
Sumber  SHU atau dianggarkan
Gaji
Permenkes No 1199/Menkes/Per/X/2004
 Gaji pokok ditentukan berdasarkan tingkat pendidikannya
 Setiap karyawan akan memiliki score

No Tingkat Pendidikan Score


1 SMU 140
2 D3 150
3 D4 160
4 S1 170
5 Dr , Drg, Apoteker 180
6 S2 190
7 SPESIALIS 200
Gaji Pokok Karyawan
Berdasarkan Tingkat Pendidikan

No Tingkat Pendidikan Gaji Pokok


1 SMU 1,40 UMR
2 D2 1,50 UMR
3 D3 1,60 UMR
4 S1 1,70 UMR
5 Dr , Drg, Apoteker 1,80 UMR
6 S2 1,90 UMR
7 SPESIALIS 2,00 UMR
Gaji
1. Gaji pokok = score X UMR
2. Tunjangan Jabatan Fungsional = 0,2 X GP
3. Tunjangan daerah terpencil = 0,8 X GP
4. Setiap 1 tahun kerja tambah = 0,12 X GP

Contoh
Gaji Dokter Golongan IIIa di Daerah Terpencil baru bekerja
UMR = Rp 500.000,-

No Keterangan Rumus Gaji (Rp)


1 Gaji Pokok 1,8 X 500.000,- 800.000,-
2 Tunjangan fungsional 0,2 X 800.000,- 160.000,-
3 Tunjangan Daerah Terpencil 0,8 x 800.000,- 640.000,-
GAJI KOTOR 1.600.000,-
INSENTIVE
Incentives
• Dasarnya adalah kebijakan, jadi bukan hak,
seperti halnya gaji dan tunjangan atau honorarium

• Tetapi jika sudah tercantum dalam sistem


remunerasi, maka akan menjadi hak

• Sumber dana berasal dari Jasa pelayanan


The Basic Thinking

1. Basic salary Safety


Gaji, Tunjangan, jasa
Tidak dipengaruhi oleh pendapatan RS

2. Incentives
Motivation
Sangat dipengaruhi oleh pendapatan RS

3. Merit Reward
Sangat dipengaruhi oleh keuntungan RS (SHU)
Basic Principals

1 Fee for service

2 No work no pay
3 Fee for performance
Control Oriented Financial Framework

Strategy and Vision

Personal Review
Budget
Incentives and Reorient

Planning
and Capital Allocation

Griffin, 1997
Tujuan
Building Good Image

Motivation Kesejahteraan

Retaining Personnel
TIGA ISSUE PENTING DALAM
PERENCANAAN INSENTIF DI RS
(PERSPEKTIF MANAGEMEN KEUANGAN)

Kewenangan RS

Total insentif
Yg layak

Distribusi
Sumber Dana Insentif RS Pemerintah
1. Jasa visite / ekspertisi dokter
2. Jasa tindakan
3. Jasa keperawatan
4. Jasa tindakan keperawatan
5. Jasa pelayanan farmasi/apotik
6. Jasa Tenaga Teknis
7. Jasa Pemulasaraan jenazah
8. Jasa pelayanan ambulans
9. Keuntungan Apotik
10. Jasa lain-lain
Atau diambil dari persentase
keuntungan RS,
atau khusus dialokasikan
FALSAFAH

 Penghasil uang akan mendapat insentif langsung


dan diwajibkan untuk memberikan kontribusi
kepada seluruh karyawan

 Uang yang dihasilkan adalah akibat dari kerjasama


tim dalam suatu organisasi

 Kumpulan dari distribusi akan menjadi angka total


dari sistem insentif pada Pos Remunerasi
ADIL
 Yang disebut adil adalah tidak sama
rata.
 Berdasar kepada hasil kinerja masing masing
individu

 Barang siapa menghasilkan produksi lebih tinggi


pasti mendapat yang lebih besar

 Soft skill akan lebih besar dari hard skill


Distribusi INSENTIF
Cara Membagi Insentif
Prinsip incentive systems
 Barang siapa menghasilkan uang, maka harus ada kontribusi
kedalam pos remunerasi, besarannya ditentukan berdasarkan
kesepakatan logis. Proporsionalitas, Kesetaraan dan Kepatutan

 Penghasil uang adalah individu atau kelompok, yang akibat


kinerjanya mendapatkan jasa seperti yang tercantum didalam TARIF
RS.
 Penghasil uang akan mendapatkan Insentive langsung
berdasarkan persentase yang disepakati, misal 50% dari jasa
pelayanan yang tercantum dalam tarif RS
 Insentif tidak langsung adalah insentif yang dananya berasal dari
Pos Renunerasi yang didiastribusikan berdasar sistem indexing
Seluruh karyawan akan di indexing sebagai dasar
untuk insentive tidak langsung

 Masing masing karyawan baik struktural maupun


fungsional akan memiliki score berdasarkan
indexing

 Score dibagi Total score dikali besaran pos


remunerasi sama dengan incentive karyawan yang
bersangkutan

 Direksi (Direktur dan wakil direktur) tidak di


indexing tetapi disisihkan sebesar 5% dari total
jasa pelayanan.
Insentif langsung = 50% Insentif langsung = 50% Insentif langsung = 50%
Individu Kelompok Kelompok

50%
Indexing

Indexing
Indexing 40%
Indexing

20% keuntungan 20% keuntungan


5% Usaha lain Apotik 5%
Kelompok
POS REMUNERASI

Direksi Staff Direksi


Contoh sistem insentive di beberapa RS

50%
Jasa IGD Insentif langsung
Jasa Rawat Inap Dokter, Dokter Gigi, Apoteker
Supir Ambulans dll yang
Jasa Rawat Jalan langsung menghasilkan uang
Dari jasa yang ditentukan
Jasa Bedah Sentral
Jasa Farmasi 5% Direksi
Jasa Radiologi Direktur dan Wakil
Direktur
Jasa Laboratorium
Jasa Ambulans 5% Staff Struktural
Jasa Pemulasaraan
Jasa Konsultasi gizi 40%
Pos Remunerasi
Jasa Rehabilitasi Medik Seluruh staf administrasi, Perawat dll
Jasa Anestesi Disini dilakukan indexing
SUMBER DANA REMUNERASI

 Jasa konsultasi dan tindakan Medik


 Jasa tindakan keperawatan
 Jasa tindakan tenaga analis dan sejenis
 Jasa ambulance dan kendaraan mayat
 Jasa DIKLAT
 Keuntungan apotik, parkir dan usaha lain
 Pendapatan fungsional RS ?
PERTIMBANGAN INDEXING

1 Basic index Gaji, tunjangan, basic salary

2 Competency index Kompetensi, keterampilan khusus

3 Risk index Resiko tinggi keterpaparan pekerjaan

4 Emergency index Terikat waktu selalu siap

5 Position index Jabatan struktural/fungsional

6 Performance index Akuntabilitas kinerja


No OBJECT INDEX RATING SCORE
1. BASIC INDEX 20 20
Setiap gaji 100.000 = 1 nilai Index 1
COMPETENCY INDEX
-SD atau Lebih Rendah 1
-SLTP 2
-SMU / sertifikat Kompetensi teknis 3
2 -D1 4 3
-D3/Akademi 5 21
-Sarjana (S1)/D4 6
-Dokter/ Drg/Apoteker/SKep Nurse 7
-S2 / Spesialis 8
-Spesialis Konsultan 9
-S3 10
RISK INDEX
3 -Grade I 1 3
-Grade II 2 18
-Grade III 4
-Grade IV 6
EMERGENCY INDEX
4 -Grade I 1 3
-Grade II 2 18
-Grade III 4
-Grade IV 6
POSITION INDEX
5 Ketua Komite Medik 6 12
Kepala bidang/Kepala Instalasi/SMF 4 3
Kepala ruangan/ sub-bidang/panitia 2
6 PERFORMANCE INDEX 40 4 160
Nilai Index = 2 X Basic Index
TOTAL SCORE 250
BASIC INDEX

1. Berdasarkan gaji pokok PNS


2. Bagi karyawan NON-PNS, gaji pokok disesuaikan
denghan PNS berdasarkan pendidikan, lama
kerja dan lain-lainnya
3. Setiap Rp 100.000 nilai index = 1
4. Bobot Basic Index adalah = 1
COMPETENCY INDEX

1. Nilai ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan


formal dan non formal
2. Pendidikan atau pelatihan non formal harus
bersertifikat dan setiap sertifikat diberi tambahan
nilai 0,2
3. Bobot Competency Index adalah = 3
RISK INDEX
1. Nilai resiko berdasarkan kemungkinan terpapar penyakit,
walaupun yang bersangkutan sudah menggunakan
standar pengamanan
2. Grade I adalah karyawana yangf bekerja di perkantoran
3. Grade II adalah karyawan yang bekerja di poliklinik,
kecuali poliklinik penyakit menular, gizi, farmasi, IPSRS,
4. Grade III adalah karyawan yang bekerja di Rawat Inap,
Poli paru, laboratorium, VK
5. Grade IV adalah karyawan yang bekerja di IGD, COT,
ICU, Isolasi, Laundry, IPAL,
Contoh penggunaan score akhir utk menentukan insentif
pegawai:
Diketahui
Total insentif = (TR – TFR) = Rp 300.000.000/bulan
Total Score seluruh karyawan = 15.000

No PEGAWAI SCORE PERHITUNGAN INSENTIVE


1 Ir. Lukha Zadisa HPS 120 120/15000 X 300.000.000 2.400.000,-
2 Boma Molotova Apt. 140 140/15000 X 300.000.000 2.800.000,-
3 Zr. Aira Banjirani 90 90/15000 X 300.000.000 1.800.000,-
4 Zedih Mandarita 40 40/15000 X 300.000.000 800.000,-
5 Dr Kurasa takada 130 130/15000 X 300.000.000 2.600.000,-
6 Drg Cabuta sakhitane 110
TOTAL INDEX 15000
Langkah-langkah
1. Bentuk Pokja Sistem Remunerasi yang melibatkan berbagai profesi di
RS
2. Buatlah indexing seluruh karyawan RS
3. Buat kesepakatan lintas profesi di RS khususnya mengenai besaran
persentasi (Win-win Negotiation)
4. Pokja menyusun dokumen system remunerasi, berdasarkan hasil
kesepakatan
5. Masing masing pejabat baik struktural maupun fungsional menyusun
SAP dan accountability system, untuk mengukur kinerja pejabat yang
bersangkutan
6. Akuntabilitas tenaga teknis disusun oleh masing masing pejabat sebagai
atasan langsungnya
Anggota organisasi akan dengan cepat
saling menyalahkan ketika terjadi
kerugian/kesalahan.

Dan akan segera terjadi perebutan pujian


manakala organisasi meraih keuntungan,
kemudian akan memunculkan pahlawan-
pahlawan baru.

Michael Lewis, 1989.


Sibling in Remuneration
Kecemburuan Upah Sigmund Freud, 1961

Masalah besar dalam organisasi, dimana


karyawan tidak lagi mengindahkan
kinerjanya, karena obsesinya menjadi
seperti boss, sehingga cenderung
bermental konsumtif.

Ada rasa iri terhadap upah orang lain,


tanpa melihat kontribusinya terhadap
organisasi.
Feeding Culture

 Hanya mau bekerja jika diberi imbalan


tertentu
 Bekerja karena uang
 Bekerja bukan karena inspirasinya
 Bekerja bukan karena ibadahnya
 Bekerja karena pamrih
Rizki Rizki
Yang engkau tidak sangka sangka
Take home pay
TERIMAKASIH
Accountability system

 Adalah sistem akuntabilitas untuk monitoring,


mengukur kinerja individu

 Dikonversi kedalam persen (%)

 Capaian Kinerja Bulanan dikali Performance Index


Accountability sistem
PEJABAT STRUKTURAL
&
FUNGSIONAL
FORMULIR MONITORING PERFORMANS PEJABAT/DOKTER
Hasil Pelaksanaan Kegiatan
Hasil Kegiatan per-bulan = -------------------------------------------- X
Bobot
No Kegiatan Indikator STD
Standard
Rate HASIL KEGIATAN PER-BULAN
Kinerja Target
JAN FEB MRT APR MEI JUN
1 Konsultasi I
Poliklinik P Tepat waktu 100% 20
OP Jumlah Pasien 1250 30
OC Kepuasan 75% 30
B Pendapatan 62,5 Jt 20
IM
CAPAIAN KEGIATAN – 1 100 102
2 Tindakan I
poliklinik P
OP
OC
B
IM
CAPAIAN KEGIATAN - 2 100
SCORE
Accountability sistem
PELAKSANA TEKNIS
No Indikator Standar Nilai
INDIVIDU
1 Absensi Hadir penuh 3
Tidak hadir 1 hari 2
Tidak hadir 2 hari 1
2 Kerajinan Sangat rajin 3
Sedang 2
Kurang 1
3 Penampilan Rapih 3
Biasa 2
Tidak rapih 1
4 Tanggung Jawab Baik 3
Sedang 2
Kurang 1
5 Etika Baik 3
Sedang 2
Kurang 1
6 Kreativitas Kreatif 3
Sedang 2
Kurang 1
Form penilaian kinerja khas untuk pelaksana teknis
Formulir – II/a
Nama :
Unit kerja : Kamar bersalin
No Kriteria Penilai Skore Skore
akhir
1 Tidak ada keluhan thd. Pelayanan:
1. 0 5
2. 1–5 3
3. >5 1
2. Uji sterlilsasi ruangan:
1. Steril 2
2. Kurang steril 1
3. Tidak steril 0
3. Kebersihan/kerapihan ruangan
(1) Baik 5
(2) Cukup 2
(3) Kurang 1
4. Stok obat/alkes sesuai dgn yang diberikan apotik
(1) Lengkap 3
(2) Kurang lengkap 1
5. Tidak ada instrumen yang hilang:
(1) 0 5
(2) 1 – 2 3
(3) > 2 0
6. Keluhan terhadap sikap perawat kamar bersalin:
(1) 0 5
(2) 1 – 5 3
c. > 5 0
7. Kelengkapan data file pasien, log book, pengarsipan:
(1) Baik
(2) Cukup 3
(3) Kurang 2
0
8. Ketepatan waktu penyerahan laporan rutin:
 tepat 3
 terlambat 0
Total nilai skore (antara 3 s/d 23)
TERIMAKASIH
Nama : S
Pendidikan : D3
Jabatan : Ketua Komite Keperawatan
Gaji Rp 1.100.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 11 1 11
2 Competence 5 3 15
3 Risk 6 3 18
4 Emergency 4 3 12
5 Position 6 3 18
6 Performance 22 4 88

156
Nama : dr. M T, Sp SpM
Pendidikan : Dokter spesialis
Jabatan : Ka Instalasi Rwt Jalan
Gaji Rp 1.600.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 16 1 16
2 Competence 8 3 24
3 Risk 1 3 3
4 Emergency 2 3 6
5 Position 4 3 12
6 Performance 32 4 128

189
Nama : S
Pendidikan : D3
Jabatan : Ketua Komite Keperawatan
Gaji Rp 1.100.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 11 1 11
2 Competence 5 3 15
3 Risk 6 3 18
4 Emergency 4 3 12
5 Position 6 3 18
6 Performance 22 4 88

156
Nama : S W
Pendidikan : S1
Jabatan : Kasubag Diklat
Gaji Rp 2.000.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 20 1 20
2 Competence 6 3 18
Diklat (teknis)10x 2 3 6
3 Risk 1 3 3
4 Emergency 1 3 3
5 Position 2 3 6
6 Performance 40 4 160
216
Nama : dr A G Sp Rad
Pendidikan : Spesialis Radiologi
Jabatan : KA SMF Jang Med
Gaji Rp 900.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 9 1 9
2 Competence 9 3 27
3 Risk 4 3 12
4 Emergency 4 3 12
5 Position 4 3 12
6 Performance 18 4 72

144
Nama : E W
Pendidikan : S1
Jabatan : KTU
Gaji Rp 1.500.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic - 1 15
2 Competence 6 3 18
3 Risk 1 3 3
4 Emergency Kosong 3 Kosong
5 Position 4 3 12
6 Performance 30 4 120
168
Nama : ????
Pendidikan : ???
Jabatan : Ka Instalasi Rwt Inap
Gaji Rp ????

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 10 1 9
2 Competence 7 3 21
3 Risk 4 3 12
4 Emergency 4 3 12
5 Position 4 3 12
6 Performance 20 4 80
147
Nama : dr. N
Pendidikan : Dokter
Jabatan : SMF IGD
Gaji Rp900.000

No OBJECT INDEX RATE SCORE


1 Basic 9 1 9
2 Competence 7 3 21
3 Risk 6 3 18
4 Emergency 6 3 18
5 Position 2 3 6
6 Performance 18 4 72
144