Anda di halaman 1dari 15

Tumor Jinak

Fibroadenoma
Mammae
Adinda Elisabeth Sugio
102011057
cowfreax@gmail.com
SKENARIO
• Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan terdapat benjolan
pada payudara kirinya yang semakin
membesar sejak 6 bulan yang lalu. Pada status
lokalis, didapatkan benjolan pada kuadran
lateral bawah dari payudara kiri berukuran 2 x
2 cm, konsistensi kenyal, batas tegas, tidak
melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan
RUMUSAN MASALAH
IDENTIFIKASI ISTILAH YANG
TIDAK DIKETAHUI
ANAMNESIS

• Identitas pasien
• Keluhan utama :
terdapat benjolan pada payudara kirinya yang semakin
membesar
• Keluhan penyerta :
-
• Riwayat penyakit dahulu,riwayat penyakit sekarang,
riwayat penyakit keluarga.
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan umum
• TTV
• Inspeksi
• Palpasi
benjolan pada kuadran lateral bawah dari payudara kiri
berukuran 2 x 2 cm, konsistensi kenyal, batas tegas, tidak
melekat pada kulit, tidak ada nyeri tekan
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• USG = membedakan massa solid atau kista
• Mammografi = sensitif dan spesifik yang dapat
digunakan secara rutin pada pemeriksaan payudara
FIBROADENOMA MAMMAE
• benjolan pada payudara  massa yang soliter ± 1-2 cm .
• licin, bergerak, tidak lunak, tidak nyeri dan konsistensinya
elastis
• lesi fibroadenoma berkembang dengan cepat dan kadang –
kadang mencapai ukuran yang sangat besar
• Etiologi : idiopatik
• Epidemiologi : wanita dengan usia 21-25 tahun, 10-15%
kasus FAM merupakan multipel.
PATOFISIOLOGI
• lesi jinak yang berasal dari duktus lobular dari payudara
yang selalu timbul pada wanita dengan usia produktif.
• Faktor resiko yang diperkirakan berhubungan dengan
kejadian fibroadenoma yaitu: usia menstruasi pertama,
usia menopause, usia saat melahirkan anak pertama,
jumlah kelahiran, penggunaan kontrasepsi oral
• Perkembangan payudara akan terjadi dipengaruhi oleh
beberapa faktor fisiologis, seperti progesteron,
estrogen, adrenal dan hormon lain.1
PATOFISIOLOGI

• Fibroadenoma  lesi hiperplasia dari komponen payudara


yang berhubungan dengan kelainan dari proses maturasi
payudara.
• Fibroadenoma sering terjadi selama masa menarche (15 –
25 tahun)  peningkatan perkembangan dari struktur
lobus serta duktus  respon payudara terhadap stimulus
hormonal yang berlebihan.
PENATALAKSANAAN

 wanita yang didiagnosis < 35 tahun, 


management konservatif  follow up tiap 6
bulan untuk mendeteksi adanya perubahan
lesi regresi yang komplit.
 jika hingga berusia >35 tahun belum regresi
spontan atau tidak terjadi perubahan
operasi eksisi.
Prognosis
• Wanita dengan fibroadenoma mempunyai
resiko yang cukup tinggi resiko kanker
payudara pada kehidupan ke depannya.
• benjolan yang tidak dieksisi harus selalu
difollow up secara rutin dengan pemeriksaan
fisik dan tes imaging, serta mengikuti anjuran
dokter.
Diagnosis Banding
KISTA PAYUDARA
 massa dengan batas yang jelas
 Wanita 35-50 tahun.
 biasanya tidak pernah mengalami transformasi
menjadi maligna.
 USG  lesi yang berbentuk bulat, struktur anechoic
dengan batas tegas disertai posterior enhancement
Diagnosis Banding
FIBROKISTIK PAYUDARA
 usia 20-30 tahun.
 sulit dibedakan dengan FAM atau kista payudara
 hampir selalu disertai nyeri.
 Sifat nyerinya cukup signifikan, yakni berfluktuasi sesuai siklus
haid,
 bilateral,
 tidak terlokalisir,
 menyebar ke bahu atau aksila bahkan dapat menyebar ke
lengan.
Kesimpulan
• Fibroadenoma terbentuk dari sel-sel epitel
dan jaringan ikat, di mana komponen
epitelnya menunjukan tanda-tanda aberasi
yang sama dengan komponen epitel normal.
Etiologi penyakit ini belum diketahui secara
pasti. Namun diperkirakan berkaitan dengan
aktivitas estrogen.