Anda di halaman 1dari 10

ORGANISASI PROFESI BK

Disusun Oleh:
1. Widhia Nur Idza P (2041114076)
2. Devika Ayu O (2041114076)
3. Zahra Baiti H (2041114079)
4. Nurul Hidayanti (2041114104)
A. PENGERTIAN ORGANISASI, PROFESI DAN KONSELING
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata organisasi
berarti kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan
sebagainya) didalam perkumpulan untuk tujuan tertentu, atau
kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai
tujuan bersama.
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut
keahlian dari para petugasna, artinya pekerjaan yang disebut profesi
itu tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dan tidak
disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk melakukan pekerjaan
itu.
Sedangkan konseling adalah proses pemberian bantuan yang
dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor)
kepada individu yang mengalami masalah agar klien dapat
bertanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau
masalahnya.
Organisasi profesi adalah himpunan orang-orang yang
mempunyai profesi yang sama. Sesuai dengan dasar pembentukan
dan sifat organisasi itu sendiri, yaitu profesi dan professional, maka
tujuan organisasi profesi menyangkut hal-hal yang berbau
keilmuannya.
B. ORGANISASI PROFESI BK (ABKIN)
1. Sejarah.
Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesa
(ABKIN), yang sebelumnya bernama Ikatan Petugas
Bimbingan Indonesia (IPBI) yang berdiri sejak 17
Desember 1975 di Malang, didirikan Ikatan Petugas
Bimbingan Indonesia (IPBI) yang menghimpun
konselor lulusan Program Sarjana Muda dan Sarjana
yang bertugas di sekolah dan para pendidik konselor
yang bertugas di LPTK, juga para konselor dengan
beragam latar belakang pendidikan yang secara fakta
di lapangan bertugas sebagai guru pembimbing.
Perubahan nama organisasi ini didasarkan kepada
keputusan Kongres XII Tahun 2001 di Lampung.
Asosiasi Bimbingan dan Konseling
Indonesia (ABKIN) adalah organisasi
profesi yang beranggotakan guru
bimbingan dan konseling atau konselor
dengan kualifikasi pendidikan akademik
strata satu (S1) dari Program Studi
Bimbingan dan Konseling dan Program
Bimbingan Konselor (PPK). Kualifikasi
yang dimiliki konselor adalah kemampuan
dalam memberikan layanan bimbingan
dan konseling dalam ranah layanan
pengembangan pribadi, sosial, belajar dan
karir bagi seluruh konseli
2. Perkembangan
Gambaran tentang perkembangan Pergerakan
Bimbingan dan Konseling di Indonesia, yaitu dengan
melalui 5 periode:
 Periode I dan II: Prawacana dan Pengenalan (Sebelum
1960 sampai 1970-an)
 Periode III: Pemasyarakatan (1970 sampai 1990-an)

 Periode ke IV: Konsolidasi (1990-2000)


3. Peningkatan Mutu
Bimbingan dan konseling bisa dikatakan berdiri
sebagai sebuah profesi semenjak terbentuknya IPBI (
Ikatanan Petugas Bimbingan Indonesia) pada
konverensi pertama di Malang tahun 1975 ).
Peningkatan mutu dan profesionalisasi para konselor
yang berada dibawah naungan IPBI yang sekarang
berubah menjadi ABKIN dilakukan dengan
menetapkan standar kompetensi konselor, secara
internal ABKIN telah menetapkan standar
kompetensi ini bagi seluruh konselor dan calon
konselor. Namun standar ini belum bisa diaplikasikan
secara menyeluruh, karena peraturan pemerintah
yang menjadi payung hukum belum dikelurakan
dengan beberapa alasan.
Konselor professional memberikan layanan berupa pendampingan
pengoordinasian, mengalaborasi dan memberikan layanan
konsultasi yang dapat menciptakan peluang yang setara dalam
meraih kesempatan dan kesuksesan bagi konseli berdasarkan
prinsip-prinsip pokok profesionalitas berikut:
 Setiap individu memiliki hak untuk dihargai, diperlakukan dengan
hormat dan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh layanan
bimbingan dan konseling.
 Setiap individu berhak memperoleh informasi yang mendukung
kebutuhannya untuk mengembangkan dirinya.
 Setiap individu mempunyai hak untuk memahami arti penting dari
pilihan hidup dan bagaimana pilihan tersebut akan mempengaruhi
masa depannya.
 Setiap individu memiliki hak untuk dijaga kerahasiaan pribadinya
sesuai dengan aturan hukum, kebijakan, dan standar etika
layanan.
4. FUNGSI DAN PERAN ABKIN
1. Fungsi ABKIN
a. Memantapkan landasan keilmuan dan teknologi dalam
wilayah pelayanan bimbingan dan konseling
b. Menetapkan standar profesi bimbingan dan konseling
c. Mengadakan kolaborasi dengan lembaga pendidikan
konselor dalam menyiapkan konselor profesional
d. Menyiapkan / melaksanakan upaya kredensialisasi
bagi para konselor profesional dan lembaga
pengembangnya
e. Mensupervisi pelayanan bimbingan dan konseling yang
dilakukan oleh perongan maupun lembaga
f. Melakukan advokasi, baik terhadap anggota profesi
maupun penerima pelayanan profesi konseling
2. Peran ABKIN
 Penyiapan pendidikan profesi konselor.
 Penyusunan kompetensi konselor
 Penataan pendidikan professional konselor.
 Penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseing dalam
jalur pendidikan formal.
 Standar kualisifikasi Akademik dan kompetensi konselor.
 Sertifiksi guru bimbingan dan konseing.
 Masukan terhadap rancangan pedoman pelaksanaan tugas
guru dan pengawas, khusus tentang bimbingan dan
konseling.
 Beban kerja/jam kerja dan ratio guru bimbingan dan
konseling atau konselor.
 Partisipasi dalam musibah, khususnya bencana alam.
Terimakasih 