Anda di halaman 1dari 26

Kualitas Media Budidaya

Pertemuan 7 – 8

D. Ohoiulun, S.Pi. MP.

Pokok Bahasan :

Pengukuran Parameter Fisika


1. Cahaya
2. Suhu
3. Kecerahan
4. kekeruhan
5. Warna
6. Konduktivitas
7. Padatan total, terlarut dan tersuspensi
8. Salinitas
9. Kecepatan Arus
10. Pasang Surut
INTENSITAS CAHAYA
Cahaya matahari merupakan sumber Sinar mempunyai arti penting dalam
energi bagi semua kehidupan organisme hubungannya dengan beraneka gejala,
perairan. Secara biologi cahaya sangat termasuk penglihatan, fotosintesa, dan
berperan penting, tanpa cahaya matahari pemanasan. Mata sensitif terhadap
semua proses kehidupan tidak akan kekuatan sinar yang berbeda-beda.
berlangsung dan tidak akan dijumpai Binatang-binatang mangsa mudah
bentuk-bentuk kehidupan di muka bumi mengetahui pemangsanya pada bulan
ini. Sedangkan dari sudut fisika, cahaya terang daripada bulan gelap. Dalam
matahari merupakan sumber energi bagi hubungannya dengan fotosintesis,
terjadinya arus, gelombang, pemanasan intensitas dan panjang gelombang sinar
perairan dan lain-lain. sangat penting.

Radiasi matahari menentukan intensitas cahaya pada


suatu kedalaman tertentu dan juga sangat
mempengaruhi suhu perairan. Variasi suhu harian atau
tahunan dari suatu perairan merupakan hasil dari (a)
pancaran sinar, (b) penguapan (evaporasi) dan (c)
konduksi panas.
Sinar matahari yang jatuh di permukaan air, sebagian
akan dipantulkan dan sebagian lagi menembus ke dalam
air
Cahaya
Cahaya yang mencapai permukaan bumi dan permukaan perairan terdiri
atas cahaya yang langsung (direct) berasal dari matahari dan cahaya yang
disebarkan (diffuse) oleh awan yang sebenarnya juga berasal dari cahaya
matahari (Cole, 1988).

Penetrasi cahaya ke dalam perairan sangat dipengaruhi oleh intensitas dan


sudut datang cahaya, kondisi permukaan air dan bahan-bahan yang
terlarut dan tersuspensi di dalam perairan (Boyd, 1988).

Pada perairan alami, sekitar 53% cahaya yang masuk mengalami


transformasi menjadi panas dan sudah mulai menghilang (extinction)
pada kedalaman satu meter dari permukaan perairan.

Alat : Lux Meter


Suhu
Suhu suatu badan air dipengaruhi oleh musim, lintang (altitude),
ketinggian dai permukaan laut (altitude), waktu dalam hari, sirkulasi
udara, penutupan awan, dan aliran serta kedalaman badan air.

Perubahan suhu berpengaruh terhadap proses fisika, kimia dan biologi


badan air. Suhu juga sangat berperan mengendalikan kondisi ekosistem
perairan.

Alat :Termometer
Suhu
Alat : termometer

Cara Kerja :
 Catat suhu udara sekitar

 Untuk air permukaan : Termometer dicelupkankan ke dalam perairan,


ditunggu beberapa menit. Diangkat dan dicatat suhunya.

 Untuk air di bawah : Sampel diambil dalam botol, kemudian termometer


dicelupkan ke dalam air tersebut, ditunggu beberapa menit. Diangkat dan
dicatat suhunya.
Suhu
Salinitas
Salinitas adalaha berat garam dalam per kilogram aiar laut
serta ukuran keasinan air laut dalam satuan promil (mg/liter).
Salinitas merupakan parameter penunjang jumlah bahan terlarut
dalam air.
Alat yang digunakan adalah Refraktrometer.
Adapun langkah-langkah dalam pengukuran kualitas salinitas
adalah sebagai berikut :
Membersikan refaktrometer dengan air steril (aquades), air
sampel diteteskan dibagian depan refraktrometer. Lihat angka
yang ada pada refraktometer, angka yang merupakan kadar
salinitas ayitu angka yang ditunjukan dengan batasan warna biru
dan putih.
Kecerahan
Kecerahan merupakan ukuran transparansi perairan yang ditentukan
secara visual dengan menggunakan secchi disk.

Nilai kecerahan dinyatakan dalam satuan meter. Nilai kecerahan


dipengaruhi oleh keadaan cuaca, waktu pengukuran, kekeruhan dan
padatan tersuspensi, serta ketelitian pada saat pengukuran.

Kecerahan sebaiknya diukur pada saat cuaca dalam keadaan cerah.

Alat : Secci disc


Kecepatan Arus
Alat :
 Current meter atau benda yang terapung (bola pingpong)
 Roll meter
 Stop watch
 Tali rafia
 Ranting kayu
Kecepatan Arus
Cara Kerja :
 Setiap 100 meter perairan tersebut diberi tanda dengan ranting
kayu searah aliran air.
 Bola pingpong yang telah diikat dengan tali rafia diletakkan diatas
permukaan air berbarengan dengan dijalankannya stop watch.
 Kecepatan gerakan bola tiap 100 meter dicatat.
 Percobaan diulangi hingga beberapa kali dan dirata-rata.

Perhitungan :
Jarak yang ditempuh = ……….. m/s
 Waktu yang diperlukan
Kecerahan
Alat : Secchi disc

Cara Kerja :
 Secchi disc diturunkan ke dalam perairan hingga batas tidak terlihat dan
dicatat tinggi permukaan air pada tambang secchi disc (A cm).
 Kemudian secchi disc diangkat perlahan hingga kelihatan dan dicatat
kembali tinggi permukaan air pada tambang secchi disc (B cm).
 Perhitungan :
(A + B):2 = …….. cm
Kekeruhan

Kekeruhan dapat mempengaruhi masuknya sinar matahari ke dalam air.


Sinar matahari sangat diperlukan oleh organisme yang berada didalam
perairan untuk proses metabolisme.

Bila suatu perairan keruh maka sinar matahari yang masuk akan sedikit
karena terpencar-pencar oleh adanya partikel yang terlarut, dan bila air
tidak keruh maka sinar matahari yang masuk akan banyak. Kekeruhan
dapat dipakai sebagai indikasi kualitas suatu perairan.
Kekeruhan
Kekeruhan dapat disebabkan oleh tanah liat dan lempung, buangan
industri dan mikroorganisme.

Upaya untuk mengurangi kekeruhan ini antara lain dengan penyaringan


dan koagulasi.

Tujuan dari pemeriksaan parameter ini adalah untuk mengetahui derajat


kekeruhan air yang disebabkan oleh adanya partikel-partikel yang
tersebar merata dan dapat menghambat jalannya sinar matahari yang
melalui air tersebut.
Kekeruhan
Alat :
Turbidimeter
Gelas piala (Beaker Glass) 500 mL

Cara Kerja :
Dengan menggunakan alat turbidimeter
Perhitungan :
Hasil pemeriksaan x NTU x Pengenceran =…NTU
Kekeruhan lar standar
Warna

Warna perairan dapat dipakai (tidak selamanya) sebagai parameter


apakah suatu perairan sudah tercemar atau belum. Warna perairan dapat
pula dipengaruhi oleh biota yang ada didalamnya, misalnya algae,
plankton dan tumbuhan air.

Air sungai pada umumnya berwarna bening sampai kecoklatan, hal ini
karena dipengaruhi oleh adanya pencucian badan sungai itu sendiri dan
kandungan suspensi didalamnya.

Metode Pengamatan : Organoleptik


Konduktivitas (Daya Hantar Listrik)

DHL dipengaruhi oleh adanya larutan zat-zat yang terkandung di


dalam air.

DHL ini sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas suatu perairan.

DHL dinyatakan sebagai umhos/cm adalah konduktan dari suatu


konduktor dengan panjang 1 cm dan mempunyai penampang 1 cm.
Konduktivitas (Daya Hantar Listrik)
Alat dan Bahan :
 Konduktometer
 Air suling/aquades
 Larutan baku KCl 0,01 M

Cara Kerja :
 Kalibrasikan elektroda konduktometer.
 Elektroda dibilas dengan larutan KCl 0,01 M sebanyak 3 kali. Ukur DHL larutan KCl 0,01
M dan atur alat sehingga menunjukkan angka 1,413 umhos/cm.
 Penetapan DHL contoh.
 Bilas elektroda dengan larutan contoh sebanyak 3 kali. Ukur DHL contoh dengan membaca
skala atau digit alat. Apabila DHL contoh lebih besar dari 1.413 umhos/cm. Ulangi
pekerjaan diatas dengan menggunakan larutan KCl 0,1 M atau 0,5 M.

 DHL dalam umhos/cm dapat langsung dibaca pada alat konduktometer.


Padatan Terlarut

Padatan terlarut total (total dissolved solid atau TDS) adalah bahan-bahan
terlarut (diameter < 10 -6 mm) dan koloid (diameter 10-6 mm – 10 -3
mm ) yang berupa senyawa-senyawa kimia dan bahan-bahan yang lain,
yang tidak tersaring pada kertas saring berdiameter 0,45 µm. TDS
biasanya disebabkan oleh bahan anorganik yang berupa ion-ion yang biasa
ditemukan di perairan.
Padatan Terlarut
Cara Kerja :
 Ditimbang dan dicatat berat cawan porselin bersih yang akan digunakan
(A gram).
 Air sampel yang telah disaring (disisihkan) tadi dimasukkan ke dalam
cawan porselin yang telah ditimbang.
 Kemudian cawan berisi air sampel dimasukkan ke dalam oven untuk
beberapa saat sampai menguap atau mengering.
 Setelah kering, cawan porselin beserta padatannya ditimbang kembali (B
gram) dan dihitung padatan terlarut air sampel tersebut.

Perhitungan :
 Kedua hasil perhitungan diatas dicocokan atau dibandingkan dengan
standart yang ada.
Padatan Tersuspensi

Padatan tersuspensi total (total suspended solid atau TSS) adalah bahan-
bahan tersuspensi (diameter < 10 1µm) yang tertahan pada saringan
milipore dengan diameter pori 0,45 µm. TSS terdiri atas lumpur dan pasir
halus serta jasad -jasad renik, yang terutama disebabkan oleh kikisan
tanah atau erosi tanah yang terbawa ke badan air
Padatan Tersuspensi
Cara Kerja :
 Ditimbang dan dicatat berat kertas saring bersih yang akan dipakai (A
gram).
 Kemudian 500 mL sampel air disaring dan sisihkan air yang telah disaring
di dalam gelas piala.
 Kertas saring yang telah dipakai tadi dikeringkan dengan didiamkan pada
suhu kamar.
 Setelah kering, kertas saring beserta padatannya ditimbang (B gram) dan
dihitung padatan tersuspensi air sampel tersebut.

 Perhitungan : (1000 x (B – A))/2 = …… gram/Liter


Kecepatan Arus
Pergerakan air atau arus air diperlukan untuk ketersediaannya makanan
bagi jasad renik dan oksigen. Selain itu untuk menghindari karang dari
proses pengendapan.

Adanya adukan air yang disebabkan oleh adanya pergerakan air akan
menghasilkan oksigen di dalam perairan tersebut. Pada umumnya bila
suatu perairan mempunyai arus yang cukup deras maka kadar oksigen
yang terlarut juga akan semakin tinggi.
Pasang Surut
Pasut adalah gerakan naik turunnya permukaan air laut secara berirama
yang disebabkan oleh gaya gravitasi benda-benda langit terutama bulan
dan matahari.

Faktor yang dapat mempengaruhi pasut adalah posisi bulan dan matahari
terhadap bumi; morfologi setempat dan kedalaman
Pasang Surut
Alat :
 Papan palem diberi tanda/ukuran seperti meteran
 Tali
 Teropong / Binokuler
 Senter

Cara Kerja :
 Papan palem dipasang pada sebuah batu karang.
 Diperhatikan tinggi rendah permukaan air untuk setiap satu jam sekali
dan dicatat angka tinggi air pada papan palem.
 Pengamatan dilakukan sehari semalam untuk kemudian dibuat grafik
pasang surutnya.
Terima kasih