Anda di halaman 1dari 9

KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

DI KEMENTERIAN PUPR

DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI


KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN
RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

PRINSIP PENGADAAN BARANG DAN JASA

Efisien

Akuntabel Efektif

Prinsip
pengadaan
Adil/Tidak barang/jasa Transparan
Diskriminatif

Bersaing Terbuka

2
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

REGULASI PENGADAAN JASA KONSTRUKSI

 Pengaturan pengadaan jasa konstruksi dalam Perpres No. 54 tahun 2010 beserta
perubahannya diatur secara generik/umum.

 Ketentuan pengadaan jasa konstruksi dalam Perpres tidak seluruhnya sesuai bagi tuntutan
pelaksanaan pengadaan pada sektor konstruksi.

 Best practice dan inovasi pengadaan jasa konstruksi di ranah internasional yang terus
berkembang.

Perlu pengaturan spesifik pengadaan jasa konstruksi


(Permen PU No. 31 tahun 2015)

3
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN DATA PEMAKETAN DAN TOTAL ANGGARAN
PERUMAHAN RAKYAT PEKERJAAN KONSTRUKSI
TAHUN ANGGARAN 2016 DAN TAHUN ANGGARAN 2017

Nilai Paket (dalam miliar) 2016 2017

26,614
24,528
19,684

12,321 11,950 12,557


10,418
8,499
2,195 1,587

0 - 2,5 M >2,5 - 10 M >10 - 50 M >50 - 100 M >100 M


Pembagian Nilai Paket

2016 2017
No Nilai Paket Jumlah Paket Nilai Paket Jumlah Paket Nilai Paket
Jumlah Persentase (Rp Miliar) Persentase Jumlah Persentase (Rp Miliar) Persentase
1 0 - 2,5 M 2591 44% 2.195 3% 1993 41% 1.587 2%
2 >2,5 - 10 M 1903 32% 10.418 16% 1466 30% 8.499 13%
3 >10 - 50 M 1182 20% 26.614 42% 1102 23% 24.528 37%
4 >50 - 100 M 183 3% 12.320 19% 172 4% 11.950 18%
5 >100 M 64 1% 12.557 20% 88 2% 19.684 30%
Total 5923 100% 64.106 100% 4821 100% 66.247 100%

*Data e-Monitoring per 4 Oktober 2017 (diolah)


4
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN DATA PEMAKETAN DAN TOTAL ANGGARAN
PERUMAHAN RAKYAT PEKERJAAN JASA KONSULTANSI
TAHUN ANGGARAN 2016 DAN TAHUN ANGGARAN 2017

Nilai paket (dalam juta)


2016 2017

3,243
2,911
2,460
1,734
1,450
1,047 1,143
723 455 360 386 407

0 - 750JT >750JT - 2,5 M >2,5 - 5 M >5 - 7,5 M >7,5 - 10 M >10 M


Pembagian Nilai Paket

2016 2017
No Nilai Paket TOTAL Persentase TOTAL Persentase
Pkt (Rp Milyar) Paket Nilai Pkt (Rp Milyar) Paket Nilai
1 0 - 750jt 3142 1.047 50,56% 12,59% 2198 0.723 46,70% 9,03%
2 >750jt - 2,5 M 2468 3.243 39,72% 39,00% 2012 2.911 42,74% 36,38%
3 >2,5 - 5 M 424 1.450 6,82% 17,44% 346 1.143 7,35% 14,28%
4 >5 - 7,5 M 77 0.455 1,24% 5,47% 60 0.360 1,27% 4,50%
5 >7,5 - 10 M 45 0.386 0,72% 4,64% 45 0.407 0,96% 5,08%
6 >10 M 58 1.734 0,93% 20,85% 46 2.460 0,98% 30,73%
Total 6214 8.315 100,00% 100,00% 4707 8.004 100,00% 100,00%

Kualifikasi Usaha Nilai Pekerjaan


KECIL Sampai dengan Rp. 750 juta
NON-KECIL di atas Rp. 750 juta

*Data e-Monitoring per 4 Oktober 2017 (diolah)


5
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

PRINSIP ADIL/ TIDAK DISKRIMINATIF DAN BERSAING


DENGAN SEGMENTASI PASAR JASA KONSTRUKSI
• Perencanaan Pemaketan harus memperhatikan segmentasi pasar jasa konstruksi
PEKERJAAN KONSTRUKSI
Kualifikasi Usaha Nilai Pekerjaan
KECIL Sampai dengan Rp. 2,5 Milyar

MENENGAH Di atas Rp. 2,5 M s/d Rp. 50 M

BESAR di atas Rp. 50 Milyar

PEKERJAAN JASA KONSULTANSI KONSTRUKSI


Kualifikasi Usaha Nilai Pekerjaan
KECIL Sampai dengan Rp. 750 juta

NON-KECIL di atas Rp. 750 juta


6
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

PEMENUHAN PRINSIP AKUNTABEL


Salah satu upaya pemenuhan akuntabilitas adalah dengan dikeluarkannya pedoman dalam
menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) :

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


NOMOR: 28/PRT/M/2016 TENTANG ANALISIS HARGA SATUAN PEKERJAAN
BIDANG PEKERJAAN UMUM

a. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS);
b. informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat
dipertanggungjawabkan;
c. daftar biaya/tarif Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh pabrikan/distributor tunggal;
d. biaya Kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan faktor perubahan biaya;
e. inflasi tahun sebelumnya, suku bunga berjalan dan/atau kurs tengah Bank Indonesia;
f. hasil perbandingan dengan Kontrak sejenis, baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain;
g. perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer’s estimate);
h. norma indeks yaitu tentang nilai harga terendah dan harga tertinggi dari suatu barang/jasa yang diterbitkan
oleh instansi teknis terkait atau Pemerintah Daerah setempat; dan/atau
i. informasi lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

7
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

JAMINAN PENAWARAN

Permen PU No. 31 tahun 2015


Pasal 4b
(1) Penggunaan surat jaminan pekerjaan konstruksi diatur sebagai berikut:
a. paket pekerjaan sampai dengan Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) tidak
diperlukan surat jaminan penawaran.
b. surat jaminan penawaran untuk paket pekerjaan di atas Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus
juta rupiah) sampai dengan Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) dapat diterbitkan oleh
Bank Umum, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Penjaminan, konsorsium perusahaan asuransi
umum/lembaga penjaminan/perusahaan penjaminan yang mempunyai program asuransi kerugian
(suretyship), bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional) dimana konsorsium
tersebut telah ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan
diserahkan oleh Penyedia Jasa kepada Kelompok Kerja ULP.
c. surat jaminan penawaran untuk paket pekerjaan di atas Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar
rupiah) diterbitkan oleh Bank Umum, konsorsium perusahaan asuransi umum/lembaga
penjaminan/perusahaan penjaminan yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship),
bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional) dimana konsorsium tersebut telah
ditetapkan/mendapat rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),dan diserahkan oleh
Penyedia Jasa kepada Kelompok Kerja ULP.

8
DIREKTORAT JENDERAL BINA KONSTRUKSI
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN
PERUMAHAN RAKYAT

TERIMA KASIH