Anda di halaman 1dari 31

Ariani Dwi Putri

SIKLUS ASAM SITRAT/KREBS Aulia Azhari


Tri Rahayu
DOSEN PEMBIMBING: LA ODE SUMARLIN, M.SI Robiatul Maulidah
PENDAHULUAN Aulia Azhari
PENDAHULUAN SIKLUS ASAM SITRAT
 Diteliti dan ditemukan oleh ahli biokimia kebangsaan inggris yang
bernama Hans A. Krebs (1900-1981) dalam jaringan hewan.
 Hasil penelitiannya mengenai aktivitas oksidatif dari sel otot hewan
(burung merpati).
 Mendapat Hadiah Nobel pada tahun 1953.
 Dari penelitiannya, Krebs dapat menyimpulkan bahwa asam tri dan
dikarboksilat aktif dapat disusun dalam suatu urutan kimia secara logis,
dan tiap tahap merupakan reaksi kimia sederhana yang dikatalisis oleh
suatu enzim yang spesifik.
PENDAHULUAN SIKLUS ASAM SITRAT
 Selanjutnya, karena inkubasi piruvat dan oksaloasetat dalam suspense
sel otot mengakibatkan penmpukan asam sitrat dalam medium, maka
Krebs mengusulkan bahwa urutan reaksi-reaksi tersebut berfungsi dalam
suatu bentuk lingkaran/putaran penuh (Siklus) dengan cara sedemikian
rupa sehingga permulaan awal dan akhir reaksi dapat digabungkan
bersama.
Siklus asam asetat disebut juga siklus asam trikarboksilat (tricarboxylic
acid cycle = TCA cycle), siklus krebs, daur asam sitrat.
 Siklus ini lebih dikenal dengan nama siklus asam sitrat.
PENDAHULUAN SIKLUS ASAM SITRAT
 Berawal dari asam piruvat sebagai produk akhir glikolisis yang dapat
berubah dalam kondisi anaerobic dan aerobic.
 Anaerobic : asam piruvat difermentasi menjadi asam laktat, etanol dan
CO2.
 Aerobic : asam piruvat di mitokondria mengalami oksidasi oleh enzim-
enzim pada siklus asam sitrat menghasilkan CO2 dan H2O.
 Pada siklus glikolisis kondisi aerobic, piruvat yang dihasilkan tidak
dikonversi menjadi laktat maupun etanol dan CO2. Tetapi, piruvat
dioksidasi menjadi dikonversi menjadi CO2 dan H2O yang disebut respirasi
oleh ahli biokimia.
PENDAHULUAN SIKLUS ASAM SITRAT

Proses respirasi

 Siklus asam karboksilat (siklus Krebs) menggunakan Piruvat yang


merupakan hasil akhir glikolisis.
 Piruvat dan Asetil KoA merupakan langkah persiapan menuju siklus
asam karboksilat (siklus Krebs)
SIKLUS ASAM SITRAT MERUPAKAN LINTASAN
LINGKARAN BUKAN SYSTEM LINEAR
 Siklus Krebs dan glikolisis adalah dua jalur seluler yang menghasilkan energi
untuk sel.
 Proses asam sitrat berbeda dengan proses glikolisis.
 Keduanya terlibat dalam katabolisme dan terjadi di lokasi yang berbeda
menggunakan reaksi seluler enzimatik yang berbeda untuk mengubah bahan awal
yang berbeda untuk produk yang berbeda menghasilkan jumlah yang berbeda dari
ATP.
Dalam respirasi aerobik, glikolisis diikuti oleh siklus Krebs dan, dalam respirasi
anaerob, glikolisis berlangsung sendiri.
 Kita dapat melanjutkan ke proses asam sitrat, dari hasil akhir glikolisis.
 Hasil akhir glikolisis yang dilihat bagaimana asetil KoA dibentuk dari piruvat dan
masuk kedalam siklus asam sitrat.
Siklus Glikolisis Siklus Asam Sitrat
8 SIKLUS ASAM SITRAT Ariani Dwi Putri
LOKASI SIKLUS ASAM SITRAT
8 SIKLUS ASAM SITRAT/KREBS
 Tahap awal siklus krebs adalah 2 molekul asam piruvat yang dibentuk pada
glikolisis meninggalkan sitoplasma dan memasuki mitokondria.

2 piruvat + 2 Ko-A + 2NAD⁺  2 Asetil ko-A + 2CO2 + 2NADH


TAHAPAN SIKLUS KREBS
Tahap 1. (sitrat sintase)

Asetil KoA + oksaloasetat + H2O  sitrat + KoA-SH

Merupakan reaksi kondensasi aldol yg disertai hidrolisis

dan berjalan searah

Tahap 2

Sitrat diubah menjadi isositrat oleh enzim akonitase yg mengandung Fe++,

caranya : mula2 terjadi dehidrasi menjadi cis-akonitat ( yg tetap terikat

enzim ) kemudian terjadi rehidrasi menjadi isositrat

Tahap 3

Isositrat dioksidasi menjadi oksalosuksinat oleh isositrat dehidrogenase

yg memerlukan NAD+. Reaksi ini diikuti dekarboksilasi oleh enzim yg

sama menjadi α-ketoglutarat.


TAHAPAN SIKLUS KREBS
Tahap 4

Dekarboksilasi oksidatif α-ketoglutarat menjadi

suksinil KoA oleh enzim α-ketoglutarat dehidrogenase kompleks.


Enzim ini memerlukan kofaktor seperti :

TPP, Lipoat, NAD+, FAD dan KoA-SH


Tahap 5 (Enzim Suksinil Ko-A Sintetase)
Suksinil KoA  Suksinat
Reaksi ini memerlukan ADP atau GDP yg dengan
Pi akan membentuk ATP atau GTP.
Reaksi ini merupakan satu2nya dalam TCA cycle yg
membentuk senyawa fosfat berenergi tinggi pada tingkat substrat
Tahap 6 (Enzim Suksinat dehidrogenase)
Suksinat + FAD  Fumarat + FADH2
TAHAPAN SIKLUS KREBS
Tahap 7 (Enzim Fumarase)
Fumarat + H2O  L-Malat

Tahap 8 (Malat dehidrogenase)


L-Malat + NAD+  Oksaloasetat + NADH + H+
Reaksi ini membentuk kembali oksaloasetat
REAKSI TOTAL
Reaksi total :

Asetil KoA + 3NAD+ + FAD + ADP (atau GDP) + Pi + H2O 


2CO2 + KoA-SH + 3 NADH + 3 H+ + FADH2 + ATP ( atau GTP)
LOKASI SIKLUS ASAM SITRAT
Letak : di dalam mitokondria (sel eukariotik)
di dalam sitosol (sel prokariotik)

Enzim suksinat dehydrogenase berikatan pada membrane dalam siklus asam sitrat.
Pada sel eukariotik terdapat di membrane dalam mitokondria, sedangkan pada sel
prokariotik terdapat pada plasma membrane.
ENERGI YANG DIHASILKAN Robiatul Maulidah
REGULASI SIKLUS ASAM SITRAT
ENERGI YANG DIHASILKAN
Total energy yang dihasilkan dalam siklus asam sitrat :
3 NADH, 1 FADH2 , 1 ATP

Keseluruhan netto:
Piruvat + 3NAD+ + FAD+ +GDP + Pi +2 H20  3NADH +
FADH2 + GTP + CO2 + 4H+
REGULASI SIKLUS ASAM SITRAT
Regulasi asam sitrat disebut juga Pengaturan Kecepatan Siklus Asam
Sitrat/Krebs.
Regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk
dapat hidup seimbang, mempertahankan keadaan teratur, dan sebagai
respon terhadap perubahan lingkungan.
 Regulasi dari siklus asam sitrat terjadi berdasarkan ketersediaan substrat,
hambatan oleh akumulasi produk, dan hambatan umpan balik oleh senyawa
antara dalam siklus.
 Tiga enzim yang terdapat dalam siklus tersebut diatur (sitrat sintase,
isositrat dehydrogenase, dan α-ketoglutarat dehydrogenase.
PENGATURAN KECEPATAN SIKLUS KREBS
1. Pengaturan aktivitas piruvat dehidrogenase melalui modifikasi kovalen dan mekanisme
enzim alosterik.
2. Pengontrolan kecepatan pembentukan asam sitrat oleh sitrat sintase. Aktivitas sitrat
sintase diatur melalui regulasi alosterik oleh perubahan konsentrasi suksinil-KoA, asetil-
KoA dan NADH.
3. Pengaturan oksidasi isositrat menjadi -ketoglutarat dan CO2 oleh regulasi alosterik
isositrat dehidrogenase. NADH dan NADPH adalah modulator penghambat aktivitas
isositrat dehidrogenase.
4. Pengaturan aktifitas enzim -ketoglutarat dehidrogenase oleh produknya sendiri
(suksinil-KoA). Pengaturan aktivitas piruvat dehidrogenase melalui modifikasi kovalen dan
mekanisme enzim alosterik.
PENGATURAN (1) SIKLUS KREBS

Pengaturan aktivitas enzimatik (piruvat dehidrogenase) melalui


modifikasi kovalen dan inhibisi alosterik.
Gangguan siklus TCA jarang terjadi
Namun, gangguan kerja enzim dalam
siklus TCA akan memicu kanker.
SIKLUS GLIKOSILAT Tri Rahayu
SIKLUS GLIOKSILAT MERUPAKAN MODIFIKASI
SIKLUS ASAM SITRAT
Siklus glioksilat merupakan modifikasi siklus asam sitrat. Pada tumbuh-
tumbuhan, siklus glioksilat terjadi dalam glioksisom, organela yang ditemukan
dalam biji-bijian yang mempunyai cadangan minyak. Contoh : minyak kastor,
kacang tanah, biji kapas dan jagung.

Kunci dari siklus glioksilat didasari pada perubahan asetil Ko-A yang
dihasilkan dari asam lemak (didapat dari minyak biji-bijuan) menjadi suksinat.

Berikut merupakan reaksi bersih siklus glioksilat :


2 Asetil-CoA + NAD+ + 2H2O → suksinat + 2CoA + NADH + H+
KI3061 ZEILY NURACHMAN 26
KI3061 ZEILY NURACHMAN 27
KI3061 ZEILY NURACHMAN 28
KESIMPULAN
 Siklus Krebs merupakan reaksi oksidasi asam piruvat di mitokondria oleh
enzim-enzim tertentu menghasilkan CO2, H2O dan energy.
 Reaksi total siklus Krebs:
Asetil KoA + 3NAD+ + FAD + ADP (atau GDP) + Pi +
H2O 2CO2 + KoA-SH + 3 NADH + 3 H+ + FADH2 + ATP ( atau GTP)
 Dari 1 mol asetil KoA dihasilkan energy sebanyak12 mol senyawa fosfat
berenergi tinggi (12 ATP)