Anda di halaman 1dari 21

PENGUKURAN

INTERNAL

Oleh :
Kelompok 6

Siska Dewi Sulistyaningrum 142150090


Adeline Rezhiana Mangesti 142150092
Yongki Pratama 142150093
Anies Pungkas Saputri 142150095
SIFAT AUDIT INTERNAL

• Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan dalam


area fungsional bisnis dan tidak ada perusahaan yang sama
kuatnya atau lemahnya dalam semua area.
Kekuatan/kelemahan internal digabungkan dengan
peluang/ancaman eksternal dan pernyataan misi yang jelas,
menjadi dasar untuk menetapkan tujuan dan strategi. Tujuan
dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan
kekuatan internal dan mengatasi kelemahan.
KEKUATAN INTERNAL KUNCI

• Kekuatan sebuah perusahaan yang tidak dapat dengan


mudah ditandingi atau ditiru oleh pesaing dinamakan
kompetensi khusus (distinctive competencies).

• Membangun keunggulan kompetitif melibatkan kemampuan


untuk memanfaatkan kompetensi khusus.
PROSES MELAKUKAN AUDIT
INTERN
• Proses menjalankan audit internal memberikan banyak
peluang untuk pihak yang berpartisipasi guna memahami
bagaimana pekerjaan, departemen, dan divisi mereka
merupakan bagian dari perusahaan secara keseluruhan.
Manajemen strategis adalah proses yang sangat interaktif
yang membutuhkan koordinasi efektif antara manajer
manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi,
litbang dan sistim informasi manajemen. Walaupun proses
manajemen strategis dipantau oleh penyusun strategi,
keberhasilan membutuhkan kerjasama manajer dan staf dari
semua area fungsional untuk memberikan gagasan dan
informasi.
TINJAUAN BERBASIS
SUMBER DAYA

• Pandangan Berbasis Sumber Daya (ResourceBased View–

RBV) terhadap keunggulan kompetitif yang menyatakan

bahwa sumber daya internal adalah lebih penting untuk

perusahaan dibanding faktor eksternal dalam mencapai dan

mempertahankan keunggulan kompetitif.


MENGINTEGRASIKAN STRATEGI
DAN BUDAYA

• Budaya organisasi (organizational culture) merupakan pola


perilaku yang telah dikembangkan oleh suatu organisasi untuk
menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal,
yang telah bekerja cukup baik untuk dianggap sah dan akan
diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk
dimengerti, dipikirkan, dan dirasakan. Definisi ini
menekankan pentingnya memadukan faktor-faktor eksternal
dan internal dalam pengambilan keputusan strategis.
Manajemen
• Fungsi manajemen (functions of management) terdiri atas

lima aktivitas pokok :

Perencanaan

Pengorganisasan

Pemotivasian

Penempatan staff

Pengontrolan
Perencanaan

• Perencanaan (planning) merupakan tahapan proses manajemen

yang digunakan dalam memformulasi implementasi strategi dari

perusahaan. Perencanaan terdiri atas semua aktivitas yang terkait

dengan persiapan masa depan perusahaan yang mencakup

peramalan, penetapan sasaran, formulasi strategi, pengembangan

kebijakan, dan penentuan tujuan.


Pengorganisasian

• Pengorganisasian (organizing) merupakan bagian dari

implementasi strategi dari perusahaan yang mencakup

semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur

pekerjaan dan hubungan otoritas.


Pemotivasian

• Pemotivasian (motivating) merupakan bagian dari

implementasi strategi dari perusahaan yang melibatkan usaha

yang diarahkan dalam membentuk perilaku manusia yang

antara lain berkaitan dengan kepemimpinan, komunikasi,

kelompok kerja, dan sebagainya.


Penempatan Karyawan

• Penempatan staf (staffing) yang disebut juga manajemen


personalia (personnel management) atau manajement
sumber daya manusia (human resource management).
• Aktivitas penempatan staf memainkan peran penting
dalam upaya penerapan strategi, dan karena alasan ini,
manajer sumber daya manusia terlibat secara lebih aktif
dalam proses manajemen strategis. Merupakan hal yang
penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
dalam area penempatan staf.
Pengendalian
• Pengendalian (controlling) merupakan aktivitas manajerial
yang diarahkan untuk memastikan bahwa hasil actual
konsisiten dengan hasil yang telah direncanakan dan
aktivitasnya merupakan bagian dari evaluasi strategi
perusahaan. Pengendalian tersebut terdiri atas empat langkah
dasar :
1. Penempatan standar kinerja
2. Penilaian kinerja individual dan organisasional
3. Pembandingan kinerja aktual dengan standar kinerja
yang direncanakan
4. Pengambilan langkah-langkah korektif
Pemasaran

• Tujuh fungsi pemasaraan (functions of markting):


1. Analisis pelanggan
2. Penjualan produk/jasa,
3. Perencanaan produk dan jasa,
4. Penetapan harga,
5. Distribusi,
6. Riset pemasaran dan
7. Analisis peluang.
Keuangan / Akuntansi

• Kondisi keuangan sering dianggap sebagai satu ukuran


terbaik untuk posisi kompetitif dan daya tarik keseluruhan
suatu perusahaan. Menurut James Van Horne bahwa fungsi
tersebut terdiri atas tiga keputusan yaitu :
1. Keputusan investasi (investment decision)
2. Keputusan pendanaan (financing decision).
3. Keputusan deviden (dividend decision).
Jenis Rasio Keuangan Dasar

1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Solvabilitas
3. Rasio Aktivitas
4. Rasio Profitabilitas
5. Rasio Pertumbuhan
Produksi / Operasi

Menurut Roger Schroeder menyatakan bahwa manajemen produksi

terdiri dari lima area keputusan atau fungsi yaitu proses, kapasitas,

persediaan, angkatan kerja, dan kualitas.

Tugas utama manajer produksi adalah mengembangkan dan

mengoperasikan sebuah sistim yang akan menghasilkan jumlah

produk/jasa yang dibutuhkan sesuai dengan kualitas tertentu,

harga yang sudah ditentukan, dan waktu yang sudah tetapkan.


Penelitian dan Pengembangan

• Kekuatan dan kelemahan litbang memiliki peran penting dalam formulasi

dan implementasi strategi, sehingga perusahaan harus terus menerus

mengembangkan produk baru dan memperbaiki produknya karena

perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi, siklus produk yang

semakin pendek, dan meningkatkan persaingan domestic dan asing.

Banyak perusahaan menggunakan pendekatan litbang internal dan

kontrak litbang (joint venture) untuk mengembangkan produk baru.


Sistem Informasi Manajemen
• Informasi merupakan fondasi dari semua organisasi untuk
menghubungkan semua fungsi bisnis menjadi satu dan menyediakan
bahan untuk mendukung semua keputusan manajerial. Karena organisasi
semakin kompleks, terdesentralisasi, dan tersebar secara global, fungsi
sistim informasi semakin penting peranannya. SIM menerima bahan
mentah dari evaluasi internal dan eksternal dari suatu
organisasi.Kegunaan SIM untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan
dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial dan untuk
membangun kompetensi yang unik dalam bidang lain.
Analisis Rantai Nilai
(Value Chain Analysis - VCA)

• VCA mengacu pada proses menentukan biaya yang berhubungan


dengan aktivitas organisasi dari pembelian bahan baku, produksi
barang, hingga penjualan. VCA bertujuan untuk mengindentifikasi
dimana keunggulan biaya rendah atau kelemahan yang terjadi,
serta mendapatkan dan mempertahankan kekuatan kompetitif
dengan menjadi efisien dan efektif sepanjang rantai nilai pada
aktivitas organisasi. Menjalankan VCA mendukung mengevaluasi
RBV untuk aset dan kemampuan perusahaan sebagai sumber
kompetensi yang unik.
Matriks Evaluasi Faktor Internal

• Matriks Evaluasi Faktor Internal (Internal Factor Evaluation – IFE

matrix) digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal

perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang

dianggap penting. Data dan informasi aspek internal perusahaan

dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan, misalnya dari

aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi,

produksi dan operasi.


Terima kasih 