Anda di halaman 1dari 8

Model

Model yang digunakan dalam teknologi adalah representasi suatu


masalah dalam bentuk yang lebih sederhana sehingga lebih jelas
dan mudah dikerjakan.
Sejak Demokritus (400 SM) berspekulasi tentang atom sebagai
unsur materi yang terkecil, manusia berupaya membayangkannya.
Informasi lebih lanjut menyebutkan bahwa atom yang merupakan
bagian terkcil unsur tersebut mempunyai sifat mengandung muatan
positif dan negatif, serta berukuran sangat kecil ( meter) sehingga
tidak teramati. Berdasarkan informasi tersebut Thomson
mendiskripsikan model atom sebagai bola pejal yang bermuatan
positif mengandung bola-bola kecil yang bermuatan negatif (seperti
onde-onde). Sementara Rutherford mendiskrpsikan model atom
sebagai inti yang bermuatan positif dikelilingi elektron-elektron
yang bermuatan negatif yang mengorbit di sekitarnya. Dengan
model atom tersebut menjadi lebih mudah dibayangkan dan
dipelajari. Juga terlihat bahwa model merupakan pendekatan, yang
dianggap perlu dan cukup, dan dibuat dejauh mungkin berdasarkan
pengetahuan yang telah dimiliki.
Jenis-jenis model
Model ikonik : model yang memberikan visualisasi
atau peragaan dari permasalahan yang ditinjau.
Contoh : maket, sebuah bangunan memberikan
gambaran bentuk tata letak, dan hubungan fungsional
dari bagian-bagiannya sehingga bisa dievaluasi
dengan mudah.
• Model analog : model yang didasarkan pada
keserupaan gejala yang ditunjukkan oleh
masalah dan dimiliki oleh model.
Contoh : serial foto udara yang dapat juga
merupakan model analog karena merekam
perkembangan pembangunan kota atau
gerak awan lewat serial foto-fotonya.
• Model matematik atau simbolik : model yang menyatakan
secara kuantitatif persamaan matematik yang mewakili
masalah. Pembuatan model matematik diawali dengan
pengamatan dan pendefinisian masalah, yang biasanya
sangat dibantu bila dibuat terlebih dahulu model
ikoniknya,baru setelah itu menarik interpretasi dan
membahasnya lebih lanjut.
Contoh : pertumbuhan sejenis bakteri yang membelah
jadi dua setiap detik, sehingga jumlah bakteri yang ada
setiap waktunya dapat dinyatakan secara eksponensial
dengan persamaan matematik dimana t adalah waktu.
Pembuatan Model
Pembuatan model dipengaruhi oleh latar
belakang dan alam fikiran si pembuat.
Ketetapan model dalam pendektan masalah
ini dapat ditunjukkan oleh skema berikut :

Masalah Model
Model
dan Model
Masalah

Masalah

Bukan ini Atau ini


Tapi ini
Ketetapan model harus diuji dengan pembandingan terhadap
kenyataan, dicari kesesuaian karakteristik sampai ketemu
besaran tertentu yang menentukan. Untuk memperoleh
ketelitian yang semakin tinggi ada harga yang harus dibayar
yaitu kebutuhan data yang semakin banyak, pekerjaan yang
semakin rumit, dan biaya yang semakin besar.
Tahap-tahap pembentukan model :

Masalah 1 2 3 4
Atau
Ketanyaan

5
1. Berdasarkan observasi masalah, pilihlah atau
bentuklah suatu model.
2. Melakukan pengamatan atau pengukuran untuk
membandingkan kenyataan dengan apa yang
digambarkan atau diramalkan oleh model.
3. Dari pembandingan dan penyimpangan antara model
dan kentaan diputuskan apa memilih tahap 4 atau 5.
4. Menghentikan penyempurnaan model karena tidak
ekonomis lagi atau karena ketelitian sudah
mencukupi.
5. Mengulangi proses anggapan bahwa akan lebih
ekonomis atau masih dapat diproses lebih teliti lagi.