Anda di halaman 1dari 32

Stroke yang terjadi karena adanya sumbatan

pada pembuluh darah akibat pembekuan


darah yang terdapat di otak atau pada arteri
yang menuju otak. Umumnya hampir 90%
stroke yang seringkali terjadi adalah jenis
Stroke ini.
Prefalensi

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi stroke di


Indonesia 12,1 per 1.000 penduduk. Angka itu naik
dibandingkan Riskesdas 2007 yang sebesar 8,3 persen. Stroke
telah jadi penyebab kematian utama di hampir semua rumah
sakit di Indonesia, yakni 14,5 persen.
GEJALA DAN TANDA

Mengalami mati rasa pada sebagian anggota tubuhnya terutama pada bagian wajah, tangan dan
tungkai. Biasanya kondisi mati rasa hanya terjadi pada bagian tubuh sebelah saja atau disebut
dengan monoparesis, hemiparesis atau quadriparesis.

Tiba-tiba mengalami kebingungan dan sulit untuk berbicara karena lidah dan mulut yang
kaku.

Penglihatan yang berkurang ketajamannya sehingga kesulitan mengamati benda yang ada
disekeliling

Kepala terasa sangat pusing sehingga kehilangan koordinasi atau biasa disebut dengan ataxia
atau vertigo.

Rasa sakit yang teramat pada kepala seperti migrain


ETILOGI

Stres

Kolesterol Tinggi

Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) / Arteriosklerosis

Diabetes Melitus

Pola Makan dan Gaya Hidup

Penyumbatan pembuluh darah akibat adanya emboli/oklusi


trombotik pada pembuluh dara otak
PROGNOSIS

• INDIKATOR PROGNOSIS ADALAH : tipe dan luasnya serangan, dan tingkat kesadaran
• Hanya 1/3 pasien bias kembali pulih setelah serangan stroke iskemik
• Umumnya 1/3 lagi adalah fatal, dan 1/3 nya lagi mengalami kecacatan jangka panjang
• Jika pasien mendapat terapi dengan tepat dalam waktu 3 jam setelah serangan, 33 % diantranya mungkin
akan pulih dalam waktu 3 bulan
• Pasien dengan stroke hemoragik tergantung pada ukuran hematoma hematoma > 3 cm umumnya
mortalitasnya besar, hematoma yang massive biasanya bersifat lethal.
• Jika infark terjadi pada spinal cord rognosis bervariasi tergantung keparahan gangguan neurologi
jika Kontrol motorik dan sensasi nyeri terganggu prognosis jelek
DIAGNOSA

pemeriksaan fisis Pemeriksaan


Pemeriksaan fisik
stroke: Penunjang
• pemeriksaan untuk • memeriksa tanda- • CT scan.
mencari otot yang tanda vital yaitu • CT angiogram.
lemah jalan napas, • Scan MRI.
• penglihatan dan pernapasan dan
• MRA dan USG
berbicara serta sirkulasi. Doppler.
memeriksa kesulitan • pemeriksaan mata
bergerak • Pemeriksaan pada
• Jika memungkinkan bagian leher
penderita bisa (mendengarkan bruit
ditanya secara arteri karotis)
langsung mengenai • pemeriksa tekanan
gejala yang ia alami. darah pasien
• Pemeriksaan suhu
tubuh
• pemeriksaan dengan
mendengarkan suara
paru-paru.
FAKTOR RESEIKO

Resiko bisa Tidak bisa


Bisa dikendalikan
dikendalikan dikendalikan
Hipertensi
umur
Penyakit Jantung Diabetes Melitus
Fibrilasi atrium
Jenis kelamin
Endokarditis
Stenosis mitralis
Hiperhomosisteinemia Herediter
Infark jantung
Merokok
Ras dan etnis
Anemia sel sabit
Transient Ischemic Attack (TIA) Hipertrofi ventrikel kiri
Geografi
Stenosis karotis asimtomatik
SASARAN TERAPI

TERAPI yang diberikan tergantung pada tipe strokenya iskemik atau hemoragik
Sasaran aliran darah pembuluh darah otak,
Berdasarkan waktu terapinya
Terapi pada fase akut dan terapi pencegahan sekunder atau rehabilitas
TATA LAKSANA TERAPI

Stroke iskemik akut


Terapi Terapi non
farmakologi farmakologi

Menghilangkan Terapi pembedahan


sumbatan aliran darah (surgical therapy)

• Terapi trombolitik Carotid endarterectomy


• Terapi antiplatelet (baik untuk pasien dgn
• Terapi antikoagulan stenosis ≥ 70%)
Terapi farmkologi stroke
• Terapi trombolitik
Contoh : tissue plasminogen activator (t-PA), Alteplase
Mekanisme: mengaktifkan plasmin, melisiskan tromboemboli
Penggunaan t-PA sudah terbukti efektif jika digunakan dalam 3 jam
setelah serangan akut
interaksi obat : bahaya perdarahan leih besar apabila dikombinasi
dengan antikoaguan, penghambat agregasi trombisis, dekstran dan
anti plogistik nonstreroid.
Catatan: tetapi harus digunakan hati-hati karena dapat menimbulkan
resiko perdarahan
• Terapi antiplatelet
• Contoh obat : aspirin, clopidogrel, dipiridamol-aspirin, tiklopidin
(masih merupakan mainstay dalam terapi stroke)
• Urutan pilihan terapi : Aspirin atau dipiridamol-aspirin, jika alergi atau
gagal : clopidogrel, jika gagal : tiklopidin
• Meknisme kerja :
• Interaksi obat :
• Terapi antikoagulan
contoh obat : heparin dan warfarin.
mekanisme kerja :
interaksi : pengutan efek karena asam asetil salisilat, dekstran,
antikoagulan, penisilin iv, antiflogistik non-steroid, kehilangan efek
Karena asam askorbat, antihistaminikum, digitalis, nikotin,
nitrogliserin, tetrasiklin, penguatan efek propanolol karena
pendesakan keluar dari ikatan protein plasma.
Terapi pemeliharaan
(pencegahan) stroke

• Terapi memulihkan metabolisme otak


Tujuan:
• Meningkatkan kemampuan kognitif
• Meningkatkan kewaspadaan dan mood
• Meningkatkan fungsi memori
• Menghilangkan kelesuan
• Menghilangkan dizzines
Contoh: citicholin, codergocrin mesilate, piracetam
• Terapi rehabilitasi
misal : fisioterapi, terapi wicara dan bahasa, dll.
Terapi pemeliharaan
(pencegahan) stroke

• Terapi Antiplatelet
•Aspirin : menghambat sintesis tromboksan (senyawa yang berperan dlm proses pembekuan darah)
•Dipiridamol, atau kombinasi Dipiridamol - Aspirin
•Tiklopidin dan klopidogrel : jika terapi aspirin gagal
Terapi
•Silostazol pemeliharaan (pencegahan)
stroke
• Terapi Antikoagulan
Masih dalam penelitian, efektif untuk pencegahan emboli jantung pada pasien stroke

• Terapi hormon estrogen


Pada wanita post-menopause terapi ini terbukti mengurangi insiden terjadinya stroke
Terapi pemeliharaan
(pencegahan) stroke

• Antihipertensi
Antihipertensi dibutuhkan karena hipertensi merupakan faktor resiko (50% pada
stroke iskemik dan 60% pada stroke hemoragik)
Penggunaan antihipertensi harus memperhatikan aliran darah otak dan aliran darah
perifer, menjaga fungsi serebral
Obat pilihan :
• golongan AIIRA (angiotensin II receptor antagonis) contoh : candesartan
• golongan ACE inhibitor
Identitas pasien
No.rekam medis :-
Nama : Ny.Sukarmi
Jenis kelamin : Perempuan
Usia : 65 tahun
Agama :Islam
Satatus pernikahan : Menikah
Pekerjaan : Petani
Alamat : Ds.Kedung Guwo Rt.02/01 Sukomoro Magetan
Tanggal masuk RS : 02 Juli 2015
Tanggal pemeriksaan : 03 Juli 2015
Ruang perawatan : Wijaya Kusuma C1
Keluhan utama
•Dilakukan secara • Kesemutan badan
auto anamnesis pada sebelah kanan
•Anggota gerak
tanggal 3 Juli 2015 •Bicara pelo
kanan berat

Keluhan
Anamnesis tambahan
Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu Riwayat penyakit keluarga

• Pasien datang ke IRD • Riwayat sakit serupa • Riwayat serupa dalam


mengeluh anggota gerak disangkal keluarga disangkal.
kanan (tangan kanan dan • Riwayat hipertensi Riwayat sakit jantung
kaki kanan) terasa berat selama 3 tahun kontrol pada
secara tiba-tiba setelah tidak rutin • bapak pasien. Riwayat
bangun tidur disertai • Riwayat diabetes hipertensi dan diabetes
dengan bicara disangkal disangkal
pelo/cadel. Keluhan
• Riwayat trauma
dirasakan sejak 2 hari
disangkal
yang lalu, terus-menerus
dan disertai • Riwayat perawatan
baal/kesemutan tubuh dirumah sakit disangkal
sebelah kanan. Sejak
keluhan dirasakan,
pasien belum berobat
atau memeriksakan diri.
Riwayat kebiasaan
 Pola makan teratur 3x sehari
Riwayat pengobatan dan alergi  Kegemaran makan-makanan yang
 Alergi obat (-) berminyak sepert gorengan dan
 Asma (-) makanan bersantan
 Kebiasaan olahraga (-)
PEMERIKSAAN FISIK (Pemeriksaan dilakukan pada tanggal 03 Juli 2015)
Keadaan umum : BAIK
Vital sign = TD : 140/90 mmhg Nadi : 80x/menit
Rr : 20x/menit Suhu : 36.5 o C
Kepala : Normocephal, distribusi rambut merata, tidak terdapat bekas luka/massa
Mata : Mata simetris, sklera ikterik -/-, konjungtiva anemis-/-, reflex cahaya +/+, pupil isokor
3mm/3mm.
Hidung : Bentuk hidung normal, tidak ada deviasi septum, ada sekret.
Mulut : Bibir deviasi ke kanan, lidah deviasi ke kiri, uvula deviasi ke kiri.
Telinga : Bentuk simetris, tidak ada masa, tidak ada nyeri tekan, membran timpani intak, tidak
hiperemis.
Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid, pembesaran kelenjar getah bening (-), bruit
-/-
Thoraks:
Inspeksi : simetris pada keadaan statis dan dinamis
Palpasi : fremitus tactil dan vokal simetris kanan dan kiri
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi :
Cor : bunyi jantung I/II regular, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : suara napas vesikular, ronki(-), wheezing (-)
Abdomen :
Inpeksi : perut tidak buncit, kelainan kulit tidak ada
Palpasi : supel,hepar dan lien tidak membesar
Perkusi : timpani
Auskultasi : BU normal
Ekstremitas : Akral dingin,tidak ada deformitas
STATUS NEUROLOGIS
GCS : E4 V5 M6
Pemeriksaan penunjang
Ct scan kepala
Hasil CT scan intra serebral infark
Resume
Pasien Perempuan usia 65 tahun datang dengan keluhan anggota gerak dextra
terasa berat yang timbul tiba-tiba sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit
disertai pelo dan terasa kesemutan anggota gerak dekstra. Pasien memiliki
riwayat hipertensi sejak 3 tahun dan tidak rutin kontrol. Pada pemeriksaan fisik
ditemukan hemiparesis dextra dengan kekuatan motorik atas 2222/5555,
motoric bawah 2222/5555. Refleks patologis tidak didapatkan adanya kelainan.
Pada pemeriksaan sensorik didapatkan hemihipoestesi dextra. Kelainan pada
CN VII motorik dextra dan CN XII. Hasil ct-scan 4 Juli 2015 didapatkan bacaan:
Intra Cerebral Infark .
• Diagnosis klinik : Hemiparesis
dextra, hemihipoestesi dextra,
paresis N VII dan N XII
Diagnosis kerja • Diagnosis topis : Invark
Intraserebral Sinistra
• Diagnosis etiologis : CVA Infark

Tatalaksana • 1. Tirah baring.


• 2. Diet lunak tinggi serat.
Non medikamentosa • 3. Fisioterapi.

• 1. Infus PZ 500 cc/hari


Tatalaksana • 2. Injeksi citicolin 2x500
• 3. Neurociti 500
Medikamentosa : • 4. Piracetam
• 5. Neurosanbe