Anda di halaman 1dari 26

Referat

PSORIASIS

Salina, S.Ked
090611066

Preseptor :
dr. Salmah Sofyan, Sp.KK
PENDAHULUAN

Psoriasis ialah penyakit yang penyebabnya


autoimun, bersifat kronik dan residif, ditandai
dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas
tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis dan
transparan, disertai fenomena tetesan lilin, Auspitz,
dan Kobner.
Onset penyakit dan derajat penyakit dapat dipengaruhi
oleh usia dan genetik, dan dicetuskan oleh berbagai
faktor internal dan eksternal, seperti cedera fisik pada
kulit, pengobatan sistemik, infeksi, dan stres emosional.
TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI
Psoriasis adalah penyakit yang penyebabnya
autoimun, bersifat kronik dan residif, ditandai
dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas
tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis
dan transparan, disertai dengan fenomena
tetesan lilin, Auspitz dan Kobner.
EPIDEMIOLOGI

Insidens pada orang kulit putih lebih tinggi daripada penduduk


kulit berwarna. Di Eropa dilaporkan sebanyak 3-7%, di Amerika
Serikat 1-2% sedangkan di Jepang 0.6%. Pada bangsa berkulit
hitam, misalnya di Afrika jarang dilaporkan demikian pula pada
suku Indian di Amerika. 2 Psoriasis dapat terkena pada pria
maupun wanita. Insidens pria sedikit lebih tinggi daripada wanita.
Psoriasis terdapat pada semua golongan usia tetapi umumnya pada
orang dewasa dengan usia antara 15 – 25 tahun.
ETIOPATOGENESIS
Terdapat beberapa factor yang
berperan sebagai etiologi psoriasis
1. Faktor Genetik

2. Faktor Imunologik
GEJALA KLINIS
Letak predileksi psoriasis
BENTUK KLINIS

1. Psoriasis Vulgaris
Bentuk ini adalah yang lazim
terdapat karena itu disebut
psoriasis vulgaris.
Dinamakan juga tipe plak
karena lesi-lesinya pada
umumnya berbentuk plak.
2. Psoriasis Gutata

Diameter kelainan biasanya


tidak melebihi 1 cm.
Timbulnya mendadak dan
diseminata, umumya setelah
infeksi Streptococcus di
saluran napas bagian atas
3. Psoriasis Inversa ( Psoriasis Fleksural)

4. Psoriasis Eksudativa
Bentuk ini sangat jarang. Biasanya kelainan pada
psoriasis itu dalam bentuk kering, tetapi pada jenis ini
kelaianannya bersifat eksudatif seperti pada dermatitis
akut.
5. Psoriasis Seboroik

Gambaran klinis psoriasis seboroik


merupakan gabungan antara psoriasis dan
dermatitis seboroik, skuama yang
biasanya kering menjadi agak berminyak
dan agak lunak. Selain berlokasi pada
tempat yang lazim, juga terdapat pada
tempat seboroik.
6. Psoriasis Pustulosa

Psoriasis Pustulosa Palmoplantar


(Barber)

Psoriasis pustulata generalisata akut (von


Zumbusch)

Psoriasis eritroderma
HISTOPATOLOGI

Gambaran histopatologik yang khas yakni


parakeratosis dan akantosis. Pada stratum
spinosum terdapat kelompok leukosit yang
disebut abses Munro. Selain itu terdapat
pula papilomatosis dan vasodilatasi di
subepidermis
DIAGNOSIS BANDING

Dalam mendianosis psoriasis perlu diperhatikan menganai


ciri khas psoriasis yaitu skuama kasar, transparan serta
berlapis-lapis disertai fenomena tetesan lilin, Auspitz dan
Kobner. Pada stadium penyembuhan dapat ditemukan
eritema yang hanya terdapat di pinggir sehingga
menyerupai dermatofitosis.
Psoriasis gutata akut didiagnosis banding dengan erupsi obat
makulopapular, sifilis sekunder dan pityriasis rosea.

Plak dengan sisik kecil didiagnosis banding dengan dermatitis


seboroik, likenplanus kronis simpleks, tinea korporis, dan
mikosis fungoides

Psoriasis dengan plak luas didiagnosis banding dengan


tinea korporis dan mikosis fungoides.
PENGOBATAN
Pengobatan Sistemik

 Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengontrol psoriasis dengan dosis


ekuivalen prednisone 30mg per hari. Setelah membaik
dosis diturunkan perlahan-lahan lalu diberikan dosis
pemeliharaan. Penghentian obat secara mendadak akan
menyebabkan kekambuhan dan dapat terjadi psoriasis
pustulosa generalisata.
 Obat Sitostatik

Obat sitistatik yang biasa digunakan adalah metotrexate

 Levodopa

Levodopa sebenarnya dipakai untuk penyakit Parkinson. Pada beberapa


pasien Parkinson yang juga menderita psoriasis dan diterapi dengan
levodopa menunjukkan perbaikan. Berdasarkan penelitian, Levodopa
menyembuhkan sekitar 40% pasien dengan psoriasis. Dosisnya adalah 2 x
250 mg – 3 x 250 mg.
 Diaminodifenilsulfon

Diaminodifenilsulfon (DDS) digunakan pada


pengobatan psoriasis pustulosa tipe Barber dengan dosis
2 x 100 mg sehari.
 Etretinat & Asitretin

Etretinat merupakan retinoid aromatik, derivat vitamin


A digunakan bagi psoriasis yang sukar disembuhkan
dengan obat-obat lain mengingat efek sampingnya.
Etretinat efektif untuk psoriasis pustular dan dapat pula
digunakan untuk psoriasis eritroderma.
 Terapi biologic

Obat biologic merupakan obat yang baru dengan


efeknya memblok langkah molecular spesifik yang
penting paa pathogenesis psoriasis. Contoh obatnya
adalah alefaseb, efalizumab dan TNF-α-antagonist.
Pengobatan Topikal
 Preparat Ter

 Kortikosteroid

 Ditranol (Atralin)

 Pengobatan dengan Penyinaran

 Calcipotriol

 Tazaroten

 Emolien
PUVA

PUVA juga dapat digunakan untuk eritroderma psoriatik


dan psoriasis pustulosa. Beberapa penyelidik
mengatakan pada pemakaan yang lama kemungkinan
akan terjadi kanker kulit.
PROGNOSIS

Psoriasis tidak menyebabkan kematian tetapi


menggangu kosmetik karena perjalanan penyakitnya
bersifat kronis dan residif. Psoriasis gutata akut timbul
cepat. Terkadang tipe ini menghilang secara spontan
dalam beberapa minggu tanpa terapi. Seringkali,
psoriasis tipe ini berkembang menjadi psoriasis plak
kronis.
TERIMAKASIH