Anda di halaman 1dari 10

DIFTERI

PENYEBAB

 Disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheria.

 Penularannya melalui percikan ludah saat penderita bersin atau batuk,


makanan/barang yang terkontaminasi bakteri, sentuhan luka akibat difteri
di kulit penderita

 Masa menular:

 4 hari setelah antibiotika diberikan

 2 minggu pada orang yang tidak diobati


EPIDEMIOLOGI

 Sejak tahun 2006, KLB terjadi di tasikmalaya menyerang sekitar usia 1-15 tahun
skitar 3,91%, di garut pada anak usia 2-14 tahun sekitar 11,76%.

 Jumlah kasus difteri di Indonesia pada tahun 2006,2008,2009,2010 dan 2011


berturut-turut adalah 432, 210,187,432 dan 650 kasus. Di jawa timur, sekitar 11
anak meninggal dunia dari 333 kasus difteri yang muncul sekitar tahun 2011.

 Di RSMH, sudah terdapat 3 pasien tersangka difteri dan 1 pasien positif difteri. 2
tersangka dari kayuagung dan 1 pasien dari sekayu. 1 pasien positif difteri dari
sekip.
GEJALA KLINIS

 Demam

 Terdapat pseudomembran (selaput putih keabuan) pada


hidung/tenggorokan

 Nyeri menelan

 Nafas berbau, malas makan, lemas

 Pembengkakan pada leher

 Stridor atau suara mengorok

 Suara parau dan batuk kering


PENGOBATAN

 Isolasi 2-3 minggu (sampai 2 biakan negative sesudah pemberian


antibiotik)

 Antitoksin  antidiphtheriae serum (ADS)

 Antibiotik  eritromicin atau penicillin selama 7 hari


KOMPLIKASI

 Sistem Respirasi : bronkopneumonia, atelectasis

 Sistem Kardiovaskuler : miokarditis

 Sistem Urinaria : nefritis

 Sistem saraf : paralisis/ paresis palatum mole, otot-otot mata


PENCEGAHAN

 Perilaku hidup sehat


 Mencuci tangan sebelum makan
 Makan makanan bergizi
 Menjaga kebersihan lingkungan
 Hindari kontak langsung dengan penderita difteri
 Imunisasi
IMUNISASI

 Anak-anak <7 tahun dalam bentuk DPT


 3 dosis usia 2-4-6 bulan
 Booster usia 15-18 bulan
 Booster usia 4-6 tahun
 Anak usia 7-18 tahun dalam bentuk Td
 Dosis 1 dan 2 interval 4 minggu
 Dosis 2 dan 3 interval 6 bulan
 Booster 6 bulan setelah dosis ketiga
 Dewasa < 65 tahun
 1 dosis Tdap sebagai Imunisasi primer
 Vaksin Td sebagai booster tiap 10 tahun
TERIMA KASIH