Anda di halaman 1dari 11

KAJIAN DAN PERENCANAAN

GROUND SILL
KAJIAN DAN PERENCANAAN
BANGUNAN GROUND SILL
Oleh :
SYAHRIZAL MUFRODI 145060401111011
NACI SEVIM KARINDA 145060401111013
OLDVIKA NURMA M. 145060401111014
DWANDIKA VICKY N. 145060401111022
ALIF RINALDY 145060401111025
MUTIARA SINANTRYA 145060401111033
DEFINISI GROUND SILL
Ground Sill (Ambang/drempel) adalah bangunan yang dibangun
melintang sungai untuk menjaga agar dasar sungai tidak turun terlalu
berlebihan. Penurunan berlebihan tersebut terjadi karena berkurangnya
pasokan sedimen dari hulu ataupun karena aktifitas penambangan yang
berlebihan.
FUNGSI BANGUNAN DAN KESESUAIAN
PENGGUNAAN

Tujuan utama dibangunnya ambang adalah untuk mencegah


terjadinya gerusan dasar sungai dengan cara lebih melandaikan kemiringan
dasarnya, guna mengurangi gaya tarik alirannya.
Ambang pada sungai direncanakan berupa lantai dan berfungsi untuk
mengendalikan ketinggian dan kemiringan dasar sungai, agar dapat
mengurangi atau menghentikan degradasi sungai. Bangunan ini dibangun
secara menyilang sungai untuk menjaga agar dasar sungai tidak turun terlalu
berlebihan.
TIPE DAN BENTUK GROUND SILL

a. Ambang datar (bed gindle work)


Hampir tidak mempunyai terjunan dan elevasi mercunya hampir sama
dengan permukaaan dasar sungai dan berfungsi untuk menjaga agar
permukaan dasar sungai tidak turun lagi
b. Ambang pelimpah (head work)
Mempunyai terjunan, sehingga elevasi permukaan dasar sungai di
sebelah hulu ambang lebih tinggi dari elevasi permukaan dasar di sebelah
hilirnya dan tujuannya adalah untuk lebih melandaikan kemiringan dasar
sungai.
PENGOLAHAN DATA
1. Analisis Hidrologi
terdiri dari curah hujan rata - rata DAS, perhitungan intensitas curah
hujan, analisis debit banjir rencana.
2. Analisis Hidrolis Sungai
Bertujuan untuk mendapatkan nilai debit passing capacity.
Menggunakan software HEC – RAS
3. Analisis Angkutan Sedimen
Bertujuan untuk mengetahui kestabilan lereng sungai terhadap gerusan
4. Stabilitas Kemiringan Dasar Sungai
Bertujuan untuk mengurangi kecepatan aliran sehingga dapat
meminimalisir gerusan yang terjadi.
5. Analisis Stabilitas Lereng
Bertujuan untuk mengetahui kestabilan lereng sungai normalisasi
terhadap longsor. Menggunakan software Plaxis dan rumus Fellenius
6. Analisis Hidrolis Sungai Untuk Besarnya Penampang
Bertujuan untuk mendapatkan lebar sungai yang dibutuhkan agar
elevasi muka air banjir di bawah jembatan tidak menyentuh gelagar
jembatan pada kondisi slope stabil atau setelah adanya ground sill.
Menggunakan rumus Manning dan software HEC – RAS
PERENCANAAN STRUKTUR
GROUND SILL
Perencanaan dimensi ground sillmeliputi perencanaan sebagai berikut:
1. Tipe ground sill
2. Tinggi ground sill
3. Perencanaan mercu ground sill
4. Lebar ground sill
5. Perencanaan kolam olak
6. Kontrol terhadap rembesan
7. Tinjauan terhadap gerusan
8. Stabilitas ground sill
ANALISA STABILITAS
Gaya-gaya yang dianalisis terdiri dari :
1. Berat Sendiri (W)
a. Cek terhadap guling Momen pasif :
b. Cek terhadap eksentrisitas e = B / 2 - ( ∑ M / ∑ V )
c. Stabilitas terhadap geser
d. Tegangan yang terjadi pada dasar pondasi
e. Cek kekuatan tanah
2. Gaya tekanan air statis (P)
CONTOH PENGELOLAAN SUNGAI
DENGAN GROUNDSILL
TERIMA KASIH