Anda di halaman 1dari 9

HIDROSEFALUS

Di susun Oleh :

RISKA, S. Kep
INTAN SUKMA SARI, S.Kep
CUT HAFRISKA, S. Kep
MISLAINI, S. Kep
A. Definisi

Hidrosefalus merupakan keadaan yang disebabkan


gangguan keseimbangan antara produksi dan absorpsi cairan
serebrospinal dalam sistem ventrikel otak jika produksi CSS
lebih besar daripada absorpsi, CSS akan terakumulasi dalam
sistem ventrikel, dan biasanya peningkatan tekanan akan
menghasilkan dilatasi asi ventrikel. (Wong, 2008)

Hidrosefalus merupakan keadaan patologis otak yang


mengakibatkan bertambahnya cairan serebro spinalis tanpa atau
pernah dengan tekanan intracranial yang meninggi sehingga
terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya cairan serebro
spinal (Ngastiyah,2007).
b. Jenis hidrosefalus
Jenis Hidrosefalus dapat diklasifikasikan :
1. Gambaran klinis
 Hidrrosefalus yang manifes
 Hidrosefalus yang tersembunyi
2. Waktu pembentukan
 Hidrosefalus Congenital
 Hidrosefalus Akuisita
3. Proses Terbentuknya Hidrosefalus
 Hidrosepalus akut
 Hidrosepalus kronik
4. Sirkulasi Cairan Serebrospinal
 Communicating
 Non Comunicating
C. Etiologi
1. Kongenital : disebabkan gangguan perkembangan janin dalam
rahim,atau infeksi intrauterine.
2. Didapat : disebabkan oleh infeksi, neoplasma, atau perdarahan
Patofisiologi …..

PATHWAY
HIDROCEPHALUS.docx
E. Manifestasi klinis
1.Hidrosefalus dibawah usia 2 tahun
 Sebelum usia 2 tahun yang lebih menonjol adalah pembesaran kepala
 Ubun-ubun besar melebar, teraba tegang/menonjol dan tidak berdenyut
 Dahi nampak melebar dan kulit kepala tipis, tegap mengkilap dengan pelebaran
vena-vena kulit kepala
 Tulang tengkorak tipis dengan sutura masih terbuka lebar cracked pot sign yakni
bunyi seperti pot kembang yang retak pada perkusi.
 Perubahan pada mata.

2. Hydrochepalus pada anak diatas usia 2 tahun


Yang lebih menonjol disini ialah gejala-gejala peninggian tekanan
intra kranial oleh karena pada usia ini ubun-ubun sudah tertutup.
F. Komplikasi

Peningkatan tekanan intrakranial


 Kerusakan otak
 Infeksi:septikemia,endokarditis,infeksiluka,nefritis,meningitis
ventrikulitis,abses otak.
 Shunt tidak berfungsi dengan baik akibat obstruksi mekanik.
 Hematomi subdural, peritonitis,adses abdomen, perporasi organ
dalam rongga abdomen,fistula,hernia, dan ileus.
 Kematian
G. Pemeriksaan penunjang
1. Pemeriksaan fisik
 Pengukuran lingkaran kepala secara berkala. Pengukuran ini penting
untuk melihat pembesaran kepala yang progresif atau lebih dari normal
 Transiluminasi
2. Pemeriksaan darah
 Tidak ada pemeriksaan darah khusus untuk hidrosefalus
3. Pemeriksaan cairan serebrospinal:
 Analisa cairan serebrospinal pada hidrosefalus akibat perdarahan atau meningitis
untuk mengetahui kadar protein dan menyingkirkan kemungkinan ada infeksi sisa
4. Pemeriksaan radiologi:
 X-foto kepala: tampak kranium yang membesar atau sutura yang melebar.
 USG kepala: dilakukan bila ubun-ubun besar belum menutup.
 CT Scan kepala: untuk mengetahui adanya pelebaran ventrikel dan sekaligus
mengevaluasi struktur-struktur intraserebral lainnya
H. Penatalaksanaan
1. Pencegahan
2. Terapi Medikamentosa
3. Pembedahan
- Ventrikulo Peritorial Shunt
- Ventrikulo Adrial Shunt
4. Terapi
Pada dasarnya ada 3 prinsip dalam pengobatan hidrosefalus, yaitu :
- Mengurangi produksi CSS
- Mempengaruhi hubungan antara tempat produksi CSS dg tempat absorbs
- Pengeluaran likuor ( CSS ) kedalam organ ekstrakranial.