Anda di halaman 1dari 35

CREEPING ERUPTION

MUHAMMAD ALIF RIO YUDHATAMA


30101206675
DEFINISI CREEPING ERUPTION

Kelainan kulit yang merupakan


Erupsi di kulit berbentuk
peradangan berbentuk linier /
penjalaran, sebagai
berkelok - kelok, menimbul dan
NAMA LAIN Cutaneous reaksihipersensitivitas kulit
progresif, disebabkan oleh
larva migrans terhadap invasi larva cacing
invasi larva cacing tambang
tambang / nematodes
yang berasal dari feses anjing
(roundworms) / produknya.
dan kucing
SINONIM

 Dermatosis linearis migrans


 Sandworm disease
EPIDEMIOLOGI

• Distribusi Geografik
kucing = 72% A.braziliense
anjing =18%A.braziliense,68%A.caninum
• Sering daerah iklim hangat dan lembab ( Sub tropis &
Tropis)
• Larvanya banyak ditemukan di tempattanahatau
berpasir
EPIDEMIOLOGI
• Di berbagai daerah di Indonesia, prevalensi infeksi cacing tambang
berkisar 30-50%
• Prevalensi yang lebih tinggi ditemukan di daerah perkebunan
• Tingginya prevalensi juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan.
Sebagai contoh kelompok karyawan yang mengolah tanah di
perkebunan teh , karet akan terus menerus terpapar sumber
kontaminasi
ETIOLOGI
• Penyebab utama adalah larva yang berasal dari cacing tambang
yang hidup di usus anjing dan kucing, yaitu Ancylostoma
branziliensedanAncylostoma caninum
• Ancylostoma branziliense dan Ancylostoma caninum dapat
ditemukan di daerah tropis dan subtropik; juga ditemukan di
Indonesia
MORFOLOGI ANCYLOSTOMA
BRANZILIENSE
• Mempunyai 2 pasanggigi
yang tidak sama besarnya
• Panjangcacing jantan 4,7-
6,3 mm
• Panjang cacingbetina 6,1-
8,4 mm
MORFOLOGI ANCYLOSTOMACANINUM
• Memiliki 3 pasang gigi
• Panjang cacing jantan
10 mm
• Panjang cacing betina
14 mm
RESPONIMUNITAS
RESPONIMUNITAS
SIKLUS HIDUP
LIFE CYCLE

• Siklus hidup parasit dimulai, saat telur dari


feses hewan yang terdapat di pasir yang
lembap dan hangat menetas dan
mengeluarkan larva.

• Larva memakan bakteri pasir, dan akan


berubah menjadi larva rhabditiform, lalu
filariform yang adalah bentuk infektif.
PENETRASI

• Fase infektif menembus kulit hospes, dan


masuk ke epidermis

• Parasit mengeluarkan enzim protease –


penetrasi folikel, dan kulit intak maupunluka.
Didalam epidermis, larva melepas lapisan
kutikula, dan mulai migrasi dalam 2-3 hari.
INFEKSI MANUSIA

• Manusia adalah hospes reservoar, dan larva


tidak memiliki enzim kolagenase untuk
menembus membrana basalis dan menginvasi
dermis manusia, larva terisolir di epidermis.
FAKTOR RESIKO

Kebiasaan tidak menggunakan Pengobatan anjing dan kucing


alas kaki secara teratur

Berlibur ke daerah tropis atau Cuaca atau iklim lingkungan


pesisir pantai
FAKTOR RESIKO

Tinggal di daerah dengan


keadaan pasir atau tanah yang Usia
lembab

Pekerjaan
PATOGENESIS

LARVAFILARIFORM LARVA BERJALAN


LARVABERADADI
PENETRASIKEDALAM JALAN SEPANJANG
DALAMKULIT
KULIT DERMO-EPIDERMAL

RASAGATAL TIMBULGEJALAPADA
TERBENTUK
DANPANAS KULIT
PAPULERITEM

PAPULMENJALAR MEMBENTUK
BERKELOKKELOK,
POLISIKLIK,SERPIGINOSA,
BURROW
DANMENIMBUL (TEROWONGAN)
MANIFESTASIKLINIS

• Waktu dari exposure-onset1-6hari


• Perubahan pada kulit adalah gejala klinis yg paling
khas pada CLMtersebut
EFFLORESENSIKULIT

• Karakter pada lesi Creepingeruptionadalaheritem,papul yg


berbentuk linear dan berkelok-kelok serpiginosa,dan
biasanya membentukburrow creeping eruption,yg
berlangsung 2-8 minggu
• Kadang ada juga ditemukan vesikel
• Lesi biasanya 3mm lebar dan 15-20cmpanjang
• Gatal dan nyeri
• Larva dapat bergerak dan berpindah biasanya beberapa mm-
cm/hari
DIAGNOSIS

 PemeriksaanFisik
 TTV
 Lesi khas :
• Erimatosa
• Meninggi
• Membentuk
terowongan
berkelok-kelok di
lokasi khas
 Predileksi : punggung tangan/kaki,anus,bokong,paha
dan telapak kaki
DIAGNOSISBANDING

• Adanya terowongan bedakan dengan skabies, pada


skabies terowongan yang terbentuk tidakpanjang
• Bila melihat bentuk yang polisiklik mirip dengan
dermatofitosis.
• Pada permulaan lesi berupa papul, sering diduga insect
bite.
• Invasi larva yang multipel timbul serentak,papul-papul
lesi dini sering menyerupai herpes zoster pada
stad.permulaan
PENATALAKSANAAN

400 mg/ hari


Selama 3 hari 50 mg/kg/hari
dalam 2dosis
selama 2-5 hari
PENATALAKSANAAN

Mengurangi gejala dgn


Nitrogen cair :ke
memperlambat aktivitas larvacacing
ujung lesi yangaktif
pada suhu rendah
EDUKASI DAN PENCEGAHAN
• Mencegah bagian tubuh untuk berkontak langsung dengan tanah ataupasir
yang terkontaminasi
• Melakukan pengobatan secara teratur terhadap anjing dan kucing dengan
antihelmintik
• Menutup lubang-lubang pasir dengan plastik danmencegah binatanguntuk
defekasi di lubang tersebut
• Wisatawan disarankan untuk menggunakan alas kaki saat berjalan dipantai
dan menggunakan kursi saatberjemur
• Mencuci tangan
KOMPLIKASI

Ekskoriasi

Pruritus pada creeping eruption dapat menimbulkan


ekskoriasi pada lokasi lesi.
INFEKSISEKUNDER

• Pruritus  Luka pada lesi creeping eruption  invasi


oleh bakteri Streptococcus ß hemoliticus  infeksi kulit
sekunder (Erisepelas danselulitis).
IDENTITAS PASIEN

 Nama : Ny. s
 Umur : 34 tahun
 Alamat : Sayung, Demak
 Agama : Islam
 Nomor RM : 116xxxx
 Tanggal pemeriksaan : 18 Januari 2018
ANAMNESIS
Sudah berobat ke
Gatal pada lengan
dokter tetapi tidak
kiri bagian dalam
ada perbaikan

Gatal dirasakan
seajak 1 minggu yg lebih hebat pada
lalu malam hari

Awalnya hanya Semakin hari digaruk


berupa benjolan semakin bertambah
sebesar biji jagung panjang dan
berwarna berkelok-kelok
kemerahan
RIWAYAT PENYAKIT
•Riwayat Serupa (-), Asma (-), DM(-), HT(-)
RPD

•Dikeluarga tidak ada keluhan serupa


RPK

•Tidak ada riwayat alergi obat dan makanan


Riwayat
Alergi

•Pasien biasa mencuci pakaian dikali dekat rumah tanpa alas kaki dan
pelindung tangan
Kebiasaan •Di sekitar rumah pasien tidak ada hewan peliharaan

•Pasien adalah karyawan percetakan dengan biaya pengobatan pribadi


Sosial
Ekonomi
STATUS DERMATOLOGI

Status Dermatologi
Inspeksi
Lokasi : Dilengan kiri atas
UKK : Lesi berkelok-kelok, menimbul
berwarna merah berbentuk terowongan
RESUME

Telah diperiksa pasien perempuan berusia 34 tahun


dengan keluhan gatal pada lengan kiri bagian
dalam yang sudah dirasakan sejak 1 minggu yang
lalu. Pasien didagnosa sebagai creeping eruption
dan diberi terapi beku dengan kloretil dan
ivermectin 12 mg single dose dan cetirizine tablet
10mg diminum satu hari sekali.
DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS KERJA

UKK :
Cutaneus Larva Migran Cutaneus Larva Migran
Skabies
Tinea Korporis
TERAPI

 R/ ivermectin tab 12mg No I


S.1.d.d tab 1
_____________________________ Terapi beku : menggunakan
kloretil pada lesi yang aktif
 R/ Cetirizine tab 10mg No. X
S.1.d.d. tab 1
_____________________________
PROGNOSIS

Ad Vitam: bonam

Ad Sanam: dubia ad
bonam
Ad Kosmetikum:
dubia ad bonam
EDUKASI
Aspek Aspek
Klinik Islami
Sabar dan
Minum dan mengambil hikmah
gunakan obat dalam menghadapi
secara teratur penyakit yang
diderita

Senantiasa
berusaha berobat,
Menjaga kebersihan berdoa, dan
diri dan lingkungan tawakkal untuk
kesembuhan

Hindari intervensi
berlebihan pada
bagian yang sakit