Anda di halaman 1dari 35

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI MALANG


2012
KONVERSI ENERGI ELEKTROMEKANIK

 Sistem Penyediaan energi listrik JARINGAN


DISTRIBUSI
Diagram Penyediaan Tenaga Listrik:

MOTOR

PLTA
PLTN INDUSTRI
TRANS
PLTU TRANS
FORM
PLTMH FORM
ATOR SUTET TRANS
PLTD ATOR
STEP FORMA
PLTG STEP
UP TOR
(GENERATOR) DOWN
DISTRI
BUSI
05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 3
KONVERSI ENERGI ELEKTROMEKANIK
 Sistem Pengadan energi listrik

05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 5


KONVERSI ENERGI ELEKTROMEKANIK
 Perubahan Energi Pada Sistem Tenaga Listrik
Energi
Mekanik

Energi Energi
Listrik Listrik
Transfor mator

05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 6


HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
1. Hukum Biot-Savart
“Suatu konduktor yang mengalirkan arus listrik
akan menghasilkan medan magnet di sekitar
konduktor tersebut”.
Kuat medan magnet (B) ditimbulkan kumparan
dirumuskan sebagai:
𝑘 𝜇0 𝑖 𝑁
𝐵= 𝑤𝑒𝑏𝑒𝑟/𝑚2
𝑙
dengan: k = konstanta dielektrik
𝜇0 = permeabilitas hampa udara
i = kuat arus listrik
N= jumlah lilitan kumparan
l = panjang kumparan

05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 7


HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
2. Hukum Faraday
“Medan magnet yang berubah-ubah terhadap
waktu akan menginduksikan tegangan pada
suatu belitan kumparan”.
Tegangan induksi (𝜀) ditimbulkan kumparan
dirumuskan sebagai:
𝑑∅
𝜀 = −𝑁 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑡
dengan: ∅ = fluks garis gaya magnet (Maxwell)
t = waktu (detik)
N= jumlah lilitan kumparan
Prinsip Kerja Transformator
05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 8
HUKUM DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
 Pengertian Fluks gaya magnet
“Fluks medan magnet adalah jumlah garis-garis
gaya magnet yang memotong bidang kumparan
secara tegak lurus ”
Besar fluks magnet dirumuskan sebagai:
∅ = 𝐵 𝐴 cos 𝛼
dengan: ∅ = fluks garis gaya magnet (Maxwell)
B = kerapatan garis-garis gaya magnet.
A= luas penampang bidang kumparan
𝛼 = sudut antara sumbu kumparan thd
medan

05/02/2018 TEKNIK KIMIA POLINEMA 9


DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
3. Hukum Faraday
“Suatu konduktor yang bergerak memotong medan
magnet, akan diinduksikan tegangan pada konduktor
tersebut”
Besar tegangan induksi () pada konduktor dirumuskan
sebagai:
  B.l.v. sin 
dengan: B = kerapatan garis gaya magnet per m2
l = panjang konduktor dalam meter
v = kecepatan gerak konduktor dalam m/s

Prinsip Kerja Generator


DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK
Arah tegangan induksi pada konduktor:
ENERGI
ELEKTROMEKANIK
4. Gaya Lorentz
“Suatu konduktor berarus listrik yang berada
dalam medan magnet akan mengalami gaya
(force)”.
Besar gaya Lorentz (F) pada konduktor dirumuskan
sebagai:
F  B.i.l. sin 
dengan: B = kerapatan garis gaya magnet per m2
l = panjang konduktor dalam meter
i = kuat arus listrik pada konduktor dalam
ampere
Prinsip Kerja Motor
DASAR KONVERSI ENERGI
ELEKTROMEKANIK

Arah gaya Lorentz pada konduktor:


Torsi
 Gaya yang bekerja pada benda tidak pada porosnya
akan dapat menimbulkan torsi.

F
r
O
Gardu Induk
Trafo Distribusi
Pembangkit (PLTA)
Pembangkit (PLTN)
Pembangkit(PLTG)
Pembangkit(PLTU)
Generator
Motor
Trafo
SUTET
Pembangkit(PLTMH)
Pembangkit (PLTD)
JARINGAN DISTRIBUSI
KONSUMEN
Gardu Induk