Anda di halaman 1dari 30

LIMBAH KIMIA

LUCKY ANDANI ALPIONERI


TINGKAT 1 REGULER B
PENGERTIAN LIMBAH KIMIA
• Limbah kimia adalah limbah yang mengandung zat kimia yang berbentuk
padat, cair, gas, yang berasal dari aktivitas diagnostic dan eksperimen serta
dari pemeliharaan kebersihan, aktivitas keseharian, dan prosedur
pemberian disinfektan. Limbah kimia dari instalasi kesehatan bisa berupa
limbah berbahaya
• Limbah kimia dibedakan menjadi 4 jenis yaitu :
• Limbah padat
• Limbah cair
• Limbah gas
• Limbah B3 (berbahaya dan beracun )
LIMBAH PADAT
• Limbah padat atau sampah adalah semua buangan padat yang dihasilkan
oleh aktivitas hidup manusia dan hewan yang dibuang karena sudah tidak
berguna lagi atau tidak dikehendaki lagi. Sejalan dengan semakin
berkembangnya kebutuhan manusia, volume sampah yang di lingkungan
semakin meningkat dari waktu ke waktu. Limbah padat atau sampah itu
sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, adapun jenis-jenis
sampah antara lain.
• Garbage
Disebut juga dengan sampah basah. Sampah basah merupakan sampah
yang susunannya terdiri dari bahan-bahan organik dan mempunyai sifat
cepat membusuk jika dibiarkan dalam keadaan basah serta temperatur
optimum
• Rubbish
Rubbish disebut juga dengan sampah kering. Sampah kering adalah
sampah yang susunannya terdiri dari bahan-bahan organik maupun
anorganik yang mempunyai sifat sebagian besar atau seluruh bahannya
tidak cepat membusuk
• Dust and ash (debu dan abu)
Debu dan abu merupakan sampah yang terdiri dari bahan organik dan
anorganik, berupa partikel-partikel kecil yang bersifat mudah ringan dan
mudah terbang serta berpotensi menyebabkan iritasi pada mata dan
saluran nafas
• Demoition and construction waste
Yaitu sampah yang berasal dari sisa-sisa bahan bangunan, dapat
berupa puing-puing, pecahan-pecahan tembok, genteng, dll. T
• Bulky wastes
Bulky waste merupkan sampah berupa barang-barang bekas baik
yang masih dapat digunakan ataupun yang tidak dapat digunakan.
Bulky waste dapat berupa TV bekas, Lemari es bekas, mobil
rongsokan, dll
• Hazardous wastes
Hazardous wastes merupakan jenis sampah yang digolongkan pada
sampah yang berbahaya. Sampah jenis ini dapat berasal dari hasil
buangan rumah sakit, kertas pembungkus pestisida, mesiu, sampah
nuklir, dsb
DAMPAK LIMBAH PADAT
Dengan adanya limbah padat didalam linkungan hidup maka dapat
menimbulkan pencemaran seperti :
• Timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida (H2S), amoniak (NH3), methan
(CH4), C02 dan sebagainya. Gas ini akan timbul jika limbah padat ditimbun
dan membusuk dikarena adanya mikroorganisme
• Dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam sampah yang
ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3 dan methane yang
jika melebihi NAB (Nilai Ambang Batas) akan merugikan manusia
• Penurunan kualitas air, karena limbah padat biasanya langsung dibuang
dalam perairan atau bersama-sama air limbah. Maka akan dapat
menyebabkan air menjadi keruh dan rasa dari air pun berubah.
• Dampak Terhadap Kesehatan. Dampaknya yaitu dapat menyebabkan
atau menimbulkan panyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan adalah sebagai berikut:
a). Penyakit diare dan tikus, penyakit ini terjadi karena virus yang berasal
dari sampah dengan pengelolaan yang tidak tepat.
b). Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap.
LIMBAH CAIR
• Limbah cair adalah segala jenis limbah yang berwujud cairan, berupa air beserta
bahan-bahan buanga lain yang tercampur (tersuspensi) maupun terlarut dalam air.
Limbah cair dapat diklasifikasikan dalam 4 kelompok yaitu
• 1. limbah cair domestic

• Yaitu limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), bangunan
perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis.
Contoh limbah cair domestic adalah air deterjen sisa cucian, air sabun, dan air tinja.
2. Limbah cair industry

Yaitu limbah cair hasil buangan industri. Contoh limbah cair industri adalah air
sisa cucian daging, buah, atau sayur dari industri pengolahan makanan dan
dari sisa pewarnaan kain/bahan dari industri tekstil
3. Rembesan dan Luapan

Yaitu limbah cair yang berasal dari berbagai sumber memasuki saluran
pembuangan limbah cair melalui rembesan kedalam tanah atau melalui
luapan dari permukaan. Contoh limbah cair yang dapat merembes dan
meluap ke dalam saluran pembuangan limbah cair adalah air buangan dari
talang atap, pendingin ruangan (AC), tempat parker, halaman, bangunan
perdagangan dan industri, serta pertanian atau perkebunan.
DAMPAK LIMBAH CAIR
• merusak tanah terutama kesuburan tanah dan juga sumber air yang ada di
dalamnya
• Bila kita hidup pada tanah yang telah tercemar dan mengkonsumsi segala
sesuatu darinya bisa membahayakan kesehatan tubuh dari berbagai
penyakit seperti diare, dan disentri.
• Limbah cair juga dapat menyebabkan penyumbatan muka air tanah
dangkal sehingga kekurangan air bersih dibeberapa tempat yang
merupakan area industri dan padat penduduk.
• Limbah cair juga dapat merusak ekosistem perairan
LIMBAH GAS

• Limbah gas dapat didefinisikan sebagai bahan sisa


berbentuk gas yang dihasilkan dari proses
pembakaran atau pembusukan suatu bahan.
Limbah ini dapat diidentifikasi dari adanya warna
udara, bau, atau rasa. Kendati begitu, beberapa
gas berbahaya justru tidak menunjukan ciri spesifik,
sehingga akan sangat berbahaya bila sampai
terhirup masuk ke dalam paru-paru
contoh limbah gas yang umum terdapat di sekitar lingkungan kita
beserta karakteristik dan resiko bahaya yang dapat ditimbulkannya.
• Karbon Monoksida (CO)
Karbon monoksida adalah contoh limbah gas yang dihasilkan dari
proses pembakaran yang tidak sempurna. Karbon monoksida sendiri
adalah gas yang tidak berasa, berbau, dan bahkan tidak berwarna.
Kendati begitu, jika kita sampai menghirupnya resiko keracunan
bahkan kematian bisa menjadi sangat tinggi.
• Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida adalah contoh limbah gas yang umumnya dihasilkan
dari proses pembakaran senyawa karbon. Setiap hari kita
menghasilkan gas ini melalui proses pernafasan. Gas karbon dioksida
dibutuhkan untuk pertumbuhan beberapa organisme, termasuk
tumbuhan, fungi, dan lain sebagainya
• Sulfur Dioksida (SO2)
Sulfur dioksida adalah contoh limbah gas yang dihasilkan dari proses
pembakaran bahan yang mengandung sulfur. Keberadaan gas sulfur
dioksida dalam jumlah berlebih dapat membahayakan kesehatan
pernapasan pada hewan dan manusia, selain itu, karena bersifat asam gas ini
juga dapat menyebabkan terjadinya korosi terutama iritasi pada kulit
• Gas Amonia (NH3)
Gas amoniak adalah contoh limbah gas yang memiliki aroma yang sangat
kuat. Gas ini umumnya dihasilkan dari proses penguraian protein yang
dilakukan mikroorganisme
• Gas Metan (CH4)
Gas metan adalah gas yang dihasilkan dari proses pembusukan anaerobik
beragam bahan organik.
DAMPAK LIMBAH GAS

• Dapat mengganggu dan melemahkan sistem


beserta saluran pernapasan sehingga dampak
terburuknya dapat membuat paru-paru mudah
terserang infeksi
• Gas sulfur dioksida (SO2), dampaknya dapat
menmbulkan efek iritasi pada saluran nafas
sehngga menimbulkan gejala batuk dan sesak
nafas
• Gas amoniak (NH3), dampaknya menimbulkan bau
yang tidak sedap/menyengat, merusak sistem
pernafasan, bronchitis, merusak indera penciuman
• Gas karbon dioksida (CO2),dampaknya
menimbulkan efek sistematik, karena meracun
tubuh dengan cara pengikat hemoglobin yang
amat vital bagi oksigenasi jaringan tubuh akibatnya
apabila otak kekurangan oksigen dapat
menimbulkan kematian, dalam jumlah kecil
dampaknya dapat menimbulkan gangguan berfikir,
gerakan otot, gangguan jantung
LIMBAH B3
• Menurut PP No. 18 1999 tentang pengelolaan limbah B3,
yang dimaksud dengan Limbah B3 adalah sisa suatu usaha
dan/atau kegiatan yang mengandung berbahaya
dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau
konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau
merusakkan lingkungan hidup dan/atau membahayakan
lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia
serta makhluk hidup lainnya.
• limbah B3 dapat diklasifikasikan menjadi :
• Primary sludge, yaitu limbah yang berasal dari tangki sedimentasi
pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa
oorganik yang stabil dan mudah menguap
• Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi
dan flokulasi
• Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses
pengolahan dengan lumpur aktif sehingga banyak mengandung
padatan organic berupa lumpur dari hasil proses tersebut.
• Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi
dengan digested aerobic maupun anaerobic dimana
padatan/lumpur yang dihasilkan cukup banyak dan stabil
mengandung padatan organic
• Macam-macam limbah B3 :
• Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi
kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan
tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan
• Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila
berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau
sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan
bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu
lama
• Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan
kebakaran karenamelepaskan atau menerima oksigen
atau limbah organic peroksida yang tidak stabil dalam suhu
tinggi
• Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun
berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat
menimbulkan kematian atau sakit bila masuk kedalam
tubuh melalui pernapasa, kulit atau mulut
• Limbah yang menyebabkan infeksi adalah limbah
laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang
mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh
manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang
terkena infeksi
• Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang
menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja,
yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah
yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang
bersifat basa
DAMPAK LIMBAH B3
• mengakibatkan efek toksitas pada susunan saraf pusat dan ginjal, merusak
sistem pernapasan, pencernaan makanan hingga jaringan paru-paru
• pada ibu hamil dan bayi efeknya pun sangat besar, limbah B3 ini dapat
mengganggu pertumbuhan janin dan bayi
• Limbah tembaga dapat mengganggu peredaran darah, muntah, diare,
kram perut, dan mual apabila meminum air yang telah terkontaminasi
dengan unsur tembaga yang terlalu tinggi
• Limbah timah hitam (Pb) dapat mengganggu metabolism vitamin D dan
kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, gangguan ginjal secara kronis,
dapat menembus placenta sehingga mempengaruhi pertumbuhana janin
PENGELOLAAN LIMBAH PADAT
• Penimbunan terbuka
Limbah padat dibagi menjadi organik dan juga non organik. Limbah padat
organik akan lebih baik ditimbun, karena akan diuraikan oleh organisme-
organisme pengurai sehingga akan membuat tanah menjadi lebih subur
• Sanitary landfill
Sanitary landfill ini menggunakan lubang yang sudah dilapisi tanah liat dan
juga plastik untuk mencegah pembesaran di tanah dan gas metana yang
terbentuk dapat digunakan untuk menghasilkan listrik
• Membuat kompos padat
limbah padat yang bersifat organik akan lebih bermanfaat apabila
dibuat menjadi kompos. Kompos ini bisa dijadikan sebagai usaha
masyarakat yang sangat bermanfaat bagi banyak orang.
• Daur ulang
Limbah padat yang bersifat non organik bisa dipilah- pilah kembali.
Limbah padat yang masih bisa diproses kembali bisa di daur ulang
menjadi barang yang baru atau dibuat barang lain yang bermanfaat
atau bernilai jual tinggi. Sebagai contoh adalah kerajinan dari barang-
barang bekas.
• Dibakar
Pembakaran limbah padat atau sampah juga bisa digunakan sebagai
salah satu alternatif untuk mengatasi adanya limbah padat yang
sangat banyak
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
• Kolam Pengendap Lumpur
Terdiri dari dua kolam yang beroperasi paralel, yang mempunyai tujuan
utama untuk memisahkan bahan - bahan padat yang terkandung
dalam air limbah
• Kolam Netralisasi
Unit ini berfungsi untuk menetralkan air buangan yang bersifat asam
atau basa. kolam ini dilengkapi dengan mixer dan perlengkapan untuk
menambahkan asam sulfat atau kaustik seperti yang diinginkan.
Kapasitas kolam adalah 100.000 galon, cukup untuk waktu ritensi 3 – 4
jam.
• Unit Sanitasi
Unit ini dirancang untuk memproses air limbah sanitasi dengan sistem
lumpur aktif, dilanjutkan dengan aerasi udara dan klorinasi. Unit ini
mempunyai kapasitas retensi desain sekitar 50.000 gallon
• Unit Pemisah Air Berminyak
Unit ini dirancang untuk mengolah buangan minyak atau oli dari
kompresor pabrik ammonia, dan buangan oli dari utilitas dan urea
dengan metode perbedaan berat jenis. Unit ini mempunyai desain
kapasitas pemrosesan 300 gpm, daya tampung cairan 3.600
gallon,konsentrasi minyak keluaran 1,5 mg/l
• Unit Pemisah Ammonia
Unit ini dirancang untuk memisahkan ammonia yang terkandung
dalam air buangan dengan metoda Steam Stripping.
• Kolam Ekualisasi / Stabilisasi
Kolam ini berfungsi untuk menstabilkan air limbah agar kualitasnya
sama (equal) dengan kualitas air sekitarnya
PENGELOLAAN LIMBAH GAS
• Pengurangan gas buang
Gas- gas berbahaya yang terkandung di dalam limbah gas perlu untuk
dikontrol jumlahnya supaya tidak mencemari udara yang ada di sekitar kita.
ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengontrol jumlah gas
berbahaya ini, antara lain:
1. Desulfurisasi
2. Menurunkan suhu pembakaran
3. Menggunakan bahan bakar alternatif
• Penggunaan metode fisik- kimia
Metode fisik dan kimia dapat dilakukan untuk memurnikan gas buangan agar
lebih ramah lingkungan. Metode fisik- kimia ini dilakukan berdasarkan perubahan
fase atau penyerapan pada suatu adsorban, yang dijelaskan sebagai berikut:
1. Metode fase gas
Metode ini digunakan untuk menyamarkan bau busuk yang tidak disukai dengan
memberikan bau- bauan yang enak
2. Metode fase cair
Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk penyerapan gas yang
memiliki tingkat kelarutan yang tinggi pada zat cair.
3. Metode fase padat
Metode ini digunakan untuk penyerapan gas oleh senyawa penyerap atau
adsorban dalam bentuk padat.
4. Metode pembakaran
Metode ini dilakukan dengan cara membakar langsung gas senyawa organik
pada tingkat suhu yang cukup sehingga dapat menghasilkan karbondioksida
dan air
PENGELOLAAN LIMBAH B3
Proses pengolahan limbah B3 dapat dilakukan secara kimia, fisik, atau biologi.
Proses pengolahan limbah B3 secara kimia atau fisik yang umumnya
dilakukan adalah stabilisasi/ solidifikasi
1. Stabilisasi
proses penambahan suatu zat dan dicampur dengan limbah untuk
meminimalkan kecepatan migrasi (perpindahan) limbah untuk
mengurangi toksisitas dari limbah Sehingga, stabilisasi digambarkan
sebagai proses dimana seluruh atau sebagian kontaminan terikat
dengan menambahkan media, pengikat, atau pengubah. Solidifikasi
adalah proses menggunakan aditif berdasarkan sifat fisis alami dari
limbah (seperti yang ditentukan sebagai kriteria teknis dari kekuatan,
tekanan, dan/atau permeabilitas) digunakan selama proses
Solidifikasi adalah proses menggunakan aditif berdasarkan sifat fisis
alami dari limbah (seperti yang ditentukan sebagai kriteria teknis dari
kekuatan, tekanan, dan/atau permeabilitas) digunakan selama
proses
• Metode insinerasi (pembakaran)
dapat diterapkan untuk memperkecil volume B3 namun saat
melakukan pembakaran perlu dilakukan pengontrolan ketat agar
gas beracun hasil pembakaran tidak mencemari udara
• Bioremediasi
• adalah penggunaan bakteri dan mikroorganisme lain untuk
mendegradasi / mengurai limbah B3. Saat bioremediasi terjadi,
enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi
polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan
tersebut
TERIMA KASIH