Anda di halaman 1dari 32

Hak atas Kesehatan Hak Dasar Manusia


Hak Ekonomi Sosial
Budaya

Kovenan Hak
Ekonomi Sosial
Budaya
Hak-hak Ekonomi Hak-hak Sosial Hak-hak Budaya
Hak-hak
Sosial

Hak Atas
Kesehatan
Hak atas
standar
kehidupan
yang layak

Hak untuk Hak atas


Hak atas
terbebas dari kecukupan
pemukiman
kemiskinan pangan

Hak atas
jaminan
sosial
Hak atas
keluarga, ibu dan Hak atas
anak-anak perlindungan
terhadap keluarga
Hak atas kesehatan

Hak-hak yang
bersifat positif
(positive rights)
• Terminologi hak atas kesehatan :


Pemajuan (Promosi) yang
merupakan langkah-
langkah yang diambil
oleh pemerintah dengan
tujuan untuk pencapaian
perwujudan HAM
Ditujukan guna
meningkatkan
ketertiban dan
kepastian hukum serta
pemenuhan rasa
keadilan masyarakat
Pemenuhan HAM
mencakup kewajiban
untuk memfasilitasi dan
serta kewajiban untuk
menyediakan
Obligation
to protect

Kewajiban untuk melakukan langkah-langkah


di bidang legislasi ataupun tindakan lainnya yg
menjamin persamaan akses terhadap jasa
kesehatan apabila jasa tersebut disediakan oleh
pihak ketiga

Kewajiban untuk melakukan langkah-langkah


di bidang legislasi ataupun tindakan lainnya untuk
melindungi masyarakat dari gangguan kesehatan
yang dilakukan oleh pihak ketiga
Obligation
to fulfill

Kewajiban negara untuk membuat


kebijakan kesehatan nasional dan
menyediakan sarana dan prasarana
kesehatan, program-program,
barang-barang dan jasa, serta
anggaran ngara untuk kesehatan
Obligation to
respect

•Kewajiban untuk menghormati menghormati


persamaan akses atas pelayanan kesehatan dan
tidak menghalangi orang-orang atau kelompok
tertentu terhadap akses mereka terhadap
pelayanan kesehatan yang tersedia
• Kewajiban untuk menahan diri dari tindakan-
tindakan yang dapat menurunkan kesehatan
masyarakat seperti perbuatan yang dapat
menimbulkan pencemaran, tidak membuat
misalnya Perda pelayanan kesehatan yang justru
bertentangan dengan HAM dan kemanusiaan,
dan lain-lain.
• Hak atas kesehatan bukan berarti hak agar setiap orang
untuk menjadi sehat, atau pemerintah harus
menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang mahal di
luar kesanggupan pemerintah; tetapi lebih menuntut
agar pemerintah dan pejabat publik dapat menetapkan
berbagai kebijakan dan rencana kerja yang mengarah
kepada tersedia dan terjangkaunya sarana pelayanan
kesehatan untuk semua dalam kemungkinan waktu yang
secepatnya.
• Dalam Kovenan Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya,
hak atas kesehatan dijelaskan : “hak setiap orang
untuk menikmati standar tertinggi yang dapat dicapai
atas kesehatan fisik dan mental”, tidak mencakup
area pelayanan kesehatan.
• Kovenan tersebut menyatakan bahwa langkah-
langkah yang akan diambil oleh negara pihak guna
mencapai perwujudan hak atas kesehatan
sepenuhnya, harus meliputi hal-hal yang diperlukan
untuk mengupayakan :
a. Ketentuan-ketentuan untuk pengurangan tingkat
kelahiran—mati dan kematian anak serta
perkembangan anak yang sehat.
b. Perbaikan semua aspek kesehatan lingkungan dan
industri.
c. Pencegahan, pengobatan dan pengendalian segala
penyakit menular, endemik, penyakit lainnya yang
berhubungan dengan pekerjaan.
d. Penciptaan kondisi-kondisi yang akan menjamin
semua pelayanan dan perhatian medis dalam hal
sakitnya seseorang.
• Mekanisme utama yang dilakukan
negarasebagai upaya untuk memenuhi hak
atas kesehatan yaitu dengan merumuskan dan
menetapkan kebijakan terkait kesehatan yang
pro rakyat, yg kemudian dijabarkan dan
diimplementasikan dengan penyediaan sarana
dan fasilitas kesehatan dalam kualitas dasn
kuantitas yang cukup, terdistribusi secara
merata serta mudah dijangkau.
• Pemerintah menetapkan standar-standar dalam bidang
kesehatan, agar kondisi pemenuhan hak atas kesehatan warga
negara selalu berjalan, terukur dan dapat diterima oleh
komunitas nasional maupun internasional
• Dalam menetapkan suatu kondisi yang menggambarkan tidak
terpenuhinya hak atas kesehatan tentu mengacu kepada belum
tercapainya secara maksimal pemenuhan hak-hak atas kesehatan
• Tiap gangguan, intervensi, atau ketidakadilan, ketidakacuhan,
apapun bentuknya yang mengakibatkan ketidaksehatan tubuh
manusia, kejiwaannya, lingkungan alam dan lingkungan
sosialnya, pengaturan dan hukumnya, serta ketidakadilan dalam
managemen sosial yang mereka terima, adalah merupakan
pelanggaran hak-hak dasar manusia atau hak asasi manusia
dalam bidang hak atas kesehatan.
• Sementara dalam hal terjadi suatu kondisi di mana hak atas
kesehatan tidak terpenuhi, sebenarnya lebih kepada keterbatasan
negara/pemerintah dalam implementasi upaya pemenuhan
berbagai hak termasuk dalamnya cakupan hak atas kesehatan.
• Gambaran kondisi tidak terpenuhinya hak atas kesehatan :
 Dana JAMKESMAS untuk masyarakat prasejahtera yg tidak
tersalurkan dengan baik atau ada masyarakat yang terpaksa
harus ditolak oleh pihak rumah sakit karena mengalami masalah
administrasi.
 Kasus gizi buruk masih ditemukan di berbagai daerah, adanya
peningkatan penyakit menular seperti HIV/AIDS, malpraktek,
aborsi, lingkungan yang tercemar dan penyalahgunaan dana
program kesehatan.
• Konsep kesehatan selama ini masing sering
dikonotasikan sebagai sebuah konsep sakit.
Maksudnya jika seseorang jatuh sakit barulah
kemudian mereka memikirkan tentang sehat, sehingga
orang sakit/pasien seolah merupakan objek program
kesehatan.
• Pelayanan kesehatan lebih kepada sarana kuratif dan
rehabilitatif, belum fokus pada upaya di ranah
promotif dan preventif.
• Pada tahun 2005, melalui UU Nomor 11 Tahun 2005,
Indonesia mengesahkan Kovenan Intenational Hak
Ekonomi, Sosial dan Budaya
• Penerapan program hak atas kesehatan sebagai unsur
utama dalam pencapaian dan pemenuhan hak Ekosob
belum menjadi skala prioritas dan bahkan dalam
beberapa kebijakan cenderung tidak ramah HAM.
• Misalnya : di suatu daerah tertentu, masyarakat lebih
percaya pada dukun beranak daripada kepada tenaga
kesehatan yang profesional dalam menangani kasus
persalinan.
• Untuk itu pemerintah harus mempunyai suatu rencana
program yang menguatkan hak-hak masyarakat
tradisional yang sarat dengan kearifan lokal.
• Pembangunan berwawasan kesehatan merupakan HAM.
• Pembangunan yang tidak mengindahkan dampak positif dan
dampak negatif terhadap kesehatan manusia, kesehatan
lingkungan, kesehatan sosial, dan kesehatan budaya merupakan
bentuk pelanggaran HAM.
• Paradigma sehat sebagai sebuah konsep pemikiran tidak hanya
dapat dicapai oleh tenaga/ahli kesehatan atau kedokteran saja.
• Paradigma sehat merupakan konsep pemikiran yang diperlukan
banyak disiplin keilmuan.
• Penegakkan dan perlindungan hukum yang jelas terhadap
proses pembangunan kesehatan merupakan hak dari setiap
masyarakat sehingga oknum-oknum yang salah sasaran dalam
menjalankan promosi kesehatan akibat kelalaian atau korupsi
harus mendapat perlakuan hukum yang sesuai.
• Kebijakan negara atau pemerintah dalam
merencanakan anggaran pembangunan kesehatan
juga sangat berpengaruh tehadap implementasi upaya
pemenuhan hak atas kesehatan.
• Kebijakan penganggaran negara harus dimulai dari
penetapan dan pemasukan pembangunan yang
berbasis HAM dalam Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional (UU Nomor 17 Tahun 2007 tentang
RPJPN Tahun 2005-2025).
• Kesadaran untuk senantiasa menghormati terhadap
HAM dan martabat sebagai manusia (human dignity)
perlu ditingkatkan bersama.
• Tenaga kesehatan sebagai bagian dari masyarakat
harus mampu memberikan pengertian, advokasi,
dorongan, dan meminta semua pihak, para pengambil
keputusan, baik dari sektor privat dan publik untuk
menindaklanjuti konsesus tersebut.
• Sebagai tenaga kesehatan perlu dan harus mampu
membagi pengetahuan, baik secara formal maupun
informal, terstruktur atau tidak terstruktur kepada
semua pihak akan hal-hal yang berhubungan dengan
keadilan sosial dan hal-hal yang melekat pada hak-hak
asasi manusia yang kodrati dan alami.
• Sebagai tenaga kesehatan perlu mengambil posisi
moral ini, harus mampu bicara terbuka tentang hal
dan faktor-faktor yang dapat melanggar hak-hak
masyarakat, hak-hak kemanusiaan, dalam bentuk
apapun dalam bahasa yang dimengerti dan dapat
dipahami oleh masyarakat.