Anda di halaman 1dari 14

PAPER

Sindrom Hiperstimulasi Ovarium /


Ovarian Hyperstimulation syndrome ( OHSS )
Oleh :
M. IMAM SYAHBANA

Pembimbing
Dr. Ahmad Khuwailid, Sp OG

DEPARTEMEN ILMU OBSETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA
RUMAH SAKIT UMUM HAJI MINA
MEDAN 2
2018
Komplikasi iatrogenik langka akibat stimulasi ovarium oleh teknologi
bantuan reproduksi ( In Vitro Fertilization / IVF ) dan pengobatan
infertilitas lainnya

Komplikasi iatrogenik akibat stimulasi ovarium suprafisiologis, hampir


secara eksklusif terkait dengan stimulasi gonadotropin eksogen pada
program IVF namun,kadang diamati setelah penggunaan klomifen
sitrat ataupun pada keadaan ovulasi spontan.
- The society of Obsetricians and Gynecologist of Canada 3
Angka
kejadian
8 – 23 % ringan
1 – 7 % sedang
< 0,6 % berat
Di Amerika merupakan komplikasi
IVF yang paling sering 4
Faktor risiko

1. Ras Afrika Amerika


2. Usia < 30 tahun
3. IMT rendah
4. PCOS
5. Riwayat OHSS sebelumnya
6. Peningkatan konsentrasi Anti Mullerian Hormon ( > 3,3 ng / ml )
7. Peningkatan volume ovarium saat USG
8. Jumlah folikel Antral yang tinggi pada USG awal ( > 10 / ovarium
)
9. Pengambilan oosit / oocyte retrieval berlebihan ( > 25 )
10. Peningkatan kadar estradiol ( > 17000 mol / l ) saat stimulasi
5
Klasifikasi Sindrom Hiperstimulasi Ovarium berdasarkan
gejala penyakit
Golan et al

Tahapan OHSS
Tingkat
Ringan sedang Berat

1 Tegang /tidak nyaman di perut

Ditambah mual, muntah dan/ atau


2 diare,
Pembesaran ovarium 5-12 cm
ringan + USG
3
asites
Sedang + gambaran klinis asites dan/atau hidrothorax /
4
kesulitan bernafas
Semua di atas + perubahan volume darah ( hemokonsentrasi ),
5 peningkatan viskositas, abnormalitas koagulasi, dan hilangnya
6
fungsi dan perfusi ginjal.
Gambaran USG berupa pembesaran ovarium
multikistik pada kasus OHSS
USG Abdomen menunjukkan adanya ascites pada
kasus OHSS, Sumber : Journal of Federation Obsetrric and
gynecological Societies of India
7
Sumber : ain-shams journal of anesthesiology
Klasifikasi menurut onset ,mathur et al

Terjadi dalam waktu 9 hari setelah


Early pengambilan oosit, akibat trigger dari Hcg
eksogen

Terjadi setelah 10 hari pengambilan oosit ,


akibat Hcg endogen yang diproduksi setelah
Late implantasi embrio, biasanya lebih berat dan
lama

8

PATOFISIOLOGI

9
THIS IS A SLIDE TITLE

10
Sumber : Cambridge university press
TATALAKSANA
Pencegahan
Pengobatan post OHSS

11
PENCEGAHAN

Pencegahan
1. mengurangi paparan Gonadotropin ( dosis / durasi )
2. Menggunakan kontrasepsi kombinasi oral ( Leuprolide asetat )
3. Menggunakan GnRH antagonis
4. Menghindari penggunaan Hcg pada fase luteal ( ganti dengan progesteron )
5. Maturasi oosit in vitro
6. Menggunakan metformin sebelum atau saat IVF
7. Pemberian profilaksis IV albumin 25% (20-50 gr) pada saat pengambilan oosit
8. penghentian stimulasi gonadotropin lebih lanjut (coasting) sampai kadar estradiol ( E2
) turun
9. Pemberian agonis dopamin ( cabergoline )
10. infus ca glukonas

12
Bila sudah terjadi OHSS

▰ Monitor hematologi, elektrolit dan fungsi ginjal, USG


▰ Hidrasi adekuat untuk mencegah hemokonsentrasi
▰ Diuretik
▰ Dopamin agonis
▰ parasentesis

13
14