Anda di halaman 1dari 43

GAMBARAN RADIOLOGI

PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF


KRONIS (PPOK)

Ganiah Utami
1102012095

Pembimbing
dr. Pherena Amalia, Sp.Rad
Normal Anatomy
Gambar 2. proyeksi lateral Paru-paru
Gambar 3. perbandingan Foto thorax PA saat Inspirasi dan Ekspirasi
 Saat inspirasi  udara masuk ke dalam paru -
paru  gambaran diafragma yang
mendatar/rendah (ketinggiannya adalah sebesar/
sejajar costae 10)

 Saat ekspirasi adalah saat dimana udara keluar


dari paru – paru  gambaran diafragma yang
melengkung (ketinggiannya kurang dari costae
10).
Penyakit Paru Obstruktif Kronik
(PPOK)

Definisi
PPOK adalah penyakit paru kronik yang ditandai
oleh hambatan aliran udara di saluran napas yang bersifat
progressif nonreversibel atau reversibel parsial. PPOK
terdiri dari bronkitis kronik dan emfisema atau gabungan
keduanya.
Bronkitis kronik

Kelainan saluran napas yang ditandai oleh batuk


kronik berdahak minimal 3 bulan dalam setahun,
sekurang-kurangnya dua tahun berturut - turut, tidak
disebabkan penyakit lainnya.
Emfisema

Suatu kelainan anatomis paru yang ditandai oleh


pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal,
disertai kerusakan dinding alveoli.
Faktor Resiko

 kebiasaan merokok
 Riwayat terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja
 Hipereaktivitas bronkus
 Riwayat infeksi saluran napas bawah berulang
 Defisiensi antitripsin alfa - 1, umumnya jarang terdapat di
Indonesia
Patogenesis
Diagnosis

Diagnosis PPOK di tegakkan berdasarkan :


a. Gambaran klinis
1. Anamnesis:
- Keluhan
- Riwayat penyakit
- Faktor predisposisi
b. Pemeriksaan fisik
c. Pemeriksaan penunjang:
1. Pemeriksaan rutin ( spirometri)
2. Pemeriksaan khusus (X- foto thorax, CT-Scan)
Pemeriksaan Fisik

• Inspeksi
- Pursed - lips breathing
- Barrel chest
- Penggunaan otot bantu napas
- Hipertropi otot bantu napas
- Pelebaran sela iga
- Bila telah terjadi gagal jantung kanan terlihat denyut vena
jugularis i leher dan edema tungkai
- Penampilan pink puffer atau blue bloater
Pemeriksaan Fisik

• Palpasi
Pada emfisema fremitus melemah, sela iga melebar
• Perkusi
Pada emfisema hipersonor dan batas jantung mengecil, letak
diafragma rendah, hepar terdorong ke bawah
• Auskultasi
- suara napas vesikuler normal, atau melemah
- terdapat ronki dan atau mengi pada waktu bernapas biasa
atau pada ekspirasi paksa
- ekspirasi memanjang
- bunyi jantung terdengar jauh
Diagnosis Banding

 Asma
 Pneumotoraks
 Gagal Jantung Kronik
 Penyakit paru dengan obstruksi saluran napas lain misal :
bronkiektasis, destroyed lung.
Ini adalah Foto Thorax dengan pasien PPOK. Kedua
lapangan paru terlihat lebih hitam dan lebih besar
secara volume dibandingkan dengan gambaran normal.
Hemidiafragma terlihat rata dan pada bagian tengah dan
terdapat bullae di bagian tengah paru.
 Bayangan lusen, corakan paru bertambah atau masih ada
 Dinding toraks membesar (ICS melebar, barrel chest, costa mendatar,
diafragma mendatar)
 Jantung kelihatan kecil (tear drop appearance)
 Puncak inspirasi diafragma > ICS V.
Foto toraks emfisema menunjukkan hiperinflasi, diafragma
mendatar dan ruang retrosternal melebar
Radiologi Emfisema

Stadium awal normal.


Stadium lanjut :
• Tanda-tanda hiperinflasi (radiolusen)
• Diafragma mendatar
• Sela iga lebar
• Ruang retrosternal melebar
• Jantung pendulum
• Bullae multipel
Bayangan vaskular, peningkatan radiolusen paru-paru, diafragma
rata, dan bayangan jantung yang panjang dan sempit pada
proyeksi frontal, disertai kontur diafragma datar dan ruang udara
retrosternal yang meningkat pada proyeksi lateral. Temuan ini
disebabkan hiperinflasi.
C.T. Scan showing Lung Bullae

Bullae, didefinisikan sebagai daerah radiolusen yang


berdiameter lebih dari satu sentimeter dan dikelilingi oleh
bayangan garis rambut arkuata. Penyakit ini disebabkan
oleh penyakit lokal yang parah, dan mungkin tidak disertai
dengan emfisema yang meluas.
Bayangan vaskular hilar yang mencolok dan perambahan
bayangan pada ruang retrosternal. Pembesaran jantung bisa
menjadi jelas hanya bila dibandingkan dengan radiografi dada
sebelumnya. Temuan ini disebabkan oleh hipertensi pulmonal
dan cor pulmonale, yang bisa menjadi sekunder akibat PPOK.
This radiograph demonstrates hyperinflation of both lungs, a relatively
small cardiac shadow and flattened hemidiaphragms in keeping with
COPD.
Pasien ini mengalami hiperinflasi paru-paru: paru-paru
yang hiperlusen, ruang retrosternal yang melebar,
diafragma rata, ruang interkostal yang melebar.
hiperinflasi dan tanda bronkovaskular yang konsisten
dengan PPOK.
Foto thorax menunjukkan hiperinflasi yang sangat jelas
pada kedua paru-paru. Lebih dari 11 rusuk bagian posterior
terlihat, diafragma rata dan ada pembesaran ruang udara
retrosternal. Pembuluh darah paru tidak terlalu terdistorsi,
meski ada beberapa menonjolnya arteri pulmonalis.
Rontgen dada posterior-anterior dan lateral pada pasien
PPOK menunjukkan peningkatan dimensi A-P,
diafragma rata, dan ruang retrosternal yang meningkat.
Rontgen dada posterior-anterior dan lateral pada pasien
dengan COPD berat menunjukkan hiperlusen, diafragma
rata, dan rotasi inferomedial jantung tampak bayangan
hitam.
CT-Scan dada menunjukkan kerusakan emfisema pada parenkim
paru dan nodul pada aspek posterior paru kiri.
Gambar 4. Gambaran Radiologis Emfisema
( X Foto Toraks Proyeksi AP )
Foto toraks proyeksi AP emfisema  gambaran pembesaran paru-
paru dan inflasi yang meningkat ( hyperinflated ).

Tanda- tanda hiperinflasi:


 Diafragma yang datar dan rendah (flattened hemidiaphragms)
 Diafragma yang rendah paling baik ditentukan oleh proyeksi lateral
dada
 Gambaran hiperlusen pada lapangan paru.
 Peningkatan diameter Antero Posterior (AP )
 Peningkatan jumlah udara retrosternal
 Vertical heart
Gambar 7. Perbandingan skematik gambaran radiologis (PA)
paru normal dan emfisema
Gambar 5. Gambaran Hiperinflasi Paru
Gambar 6. Proyeksi PA ( Gambaran Bleb Wall)
Gambaran Radiologis pada
Bronkitis Kronik

Gambar 8.Penebalan dinding


bronkial di daerah perihilar
Gambaran radiologi bronchitis kronik dapat
tidak spesifik:
 penebalan dinding bronkial & pembuluh
membesar.
Radiologi Bronkitis Kronis
• Umumnya normal
• Corakan bronkoalveolar bertambah
Radiologi
Foto toraks PA dan lateral berguna untuk menyingkirkan penyakit
paru lain
 Pada emfisema terlihat gambaran :
- Hiperinflasi
- Hiperlusen
- Ruang retrosternal melebar
- Diafragma mendatar
- Jantung menggantung (jantung pendulum / tear drop / eye drop
appearance)
 Pada bronkitis kronik :
- Normal
- Corakan bronkovaskuler bertambah pada 21 % kasus
Gambaran CT Scan Pada Penyakit
Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Gambar 9. CT Scan Paru – paru menggambarkan


densitas yang tidak homogen pada penderita PPOK