Anda di halaman 1dari 31

BY:

HJ.SUMITRI,SPd.M.Biomed
Pil Estrogen + Progestagen
 Efektif dan reversibel
 Harus diminum setiap hari
 Pada bulan-bulan pertama keluan mual muntah tidak
berbahaya dan akan menghilang
 Efek samping yg serius sngat jarang terjadi
 Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi,
baik yg sudah punya anak atau belum
 Dapat diminum setiap saat bila yakin tidak sedang
hamil
 Tidak dianjurkan pad perempuan yg menyusui
 Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat
1. MONOFASIK
Kemasan 21 TAB MENGANDUNG E/P Dlm
dosis yg sama dg 7 tab tampa hormon aktif.
2. BIFASIK
Kemasan 21 TAB MENGANDUNG E/P Dlm
dosis yg yg berbeda & 7 tab tampa hormon
aktif.
3. TRIFASIK
Kemasan 21 TAB MENGANDUNG E/P dengan
3 dosis yg berbeda & 7 tab tampa hormon
aktif.
o 21 hari baik dari jenis mono atau bifasik
o 28 hari yang mungkin tergolong dalam jenis
monofasik, bifasik atau trifasik
1. Menekan ovulasi
2. Mencegah inplantasi
3. Mengentalkan lendir servik
4. Pergerakan tuba terganggu sehingga
tansfortasi sel telur terganggu.
 Menekan ovulasi

 Mengurangi transpor sperma di


bagian atas saluran genital (tuba
fallopii)

Mengganggu pertumbuhan

endometrium, sehingga
menyulitkan proses implantasi
 Memperkental lendir serviks
(mencegah penetrasi sperma)
 Efek sampingnya sedikit

 Nyaman dan mudah


digunakan

 Penghentian penggunaan
dapat dilakukan setiap saat

 Dapat didistribusikan oleh


petugas non-medis (PLKB)
yang terlatih
 Darah menstruasi lebih sedikit, siklus dan
lama perdarahan menjadi lebih singkat
 Mengurangi nyeri menstruasi/dismenore
 Tidak memperberat gangguan medik
akibat anemia
 Mengurangi insidensi kanker ovarium dan
endometrium
 Mengurangi insidensi tumor jinak
payudara dan kista ovarium
 Mencegah kehamilan ektopik
 Beberapa perubahan fisiologik
akibat mekanisme kerja KOK
dapat melindungi klien dari
beberapa penyebab penyakit
radang panggul (PRP) atau
pelvic inflamatory disease – (PID)
 Mengurangi jumlah darah
menstruasi pada
pengguna KOK (20 ml vs
35 ml)
 Mencegah anemia akibat
kekurangan zat besi
(50%)
 Memperbaiki kondisi
anemia akibat kekurangan
zat besi
 Risiko pengguna 40-80% lebih kurang dibandingkan
daripada yang tidak menggunakan

 Perlindungan:
◦ Dimulai pada 1 tahun pemakaian
◦ Meningkat seiring dengan lamanya pemakaian
◦ Dapat bertahan paling sedikit 10-15 tahun setelah KKO
dihentikan
◦ Secara biologis hal tersebut memang memungkinkan
 Tidak ada studi prospektif untuk melihat peningkatan
risiko kanker payudara kecuali insidensi di populasi
pada wanita usia muda
 Insidensi tersebut diatas, proporsinya rendah terhadap
total kasus dan diasumsikan sebagai pemicu lesi yang
sudah ada sebelumnya atau adanya bias cara
pendeteksian

 Pemakaian KOK diketahui dapat melindungi pengguna


terhadap terjadinya kanker payudara pascamenopause
 Efektifitasnya tergantung dari ketaatan pengguna
(membutuhkan motivasi terus menerus dan
pemakaian setiap hari)
 Sering timbul rasa mual, pusing, payudara terasa
kencang, sakit kepala atau spotting
 Obat-obat tertentu dapat mengurangi efektifitas
kontrasepsi
 Kealpaan dapat meningkatkan kegagalan metode ini
 Harus ada jaminan kecukupan pasokan
ulang, segera tersedia, dan mudah di
peroleh
 Tidak melindungi terhadap PMS
(misalnya: HBV, HIV/AIDS)
 Kategori WHO 1 (aman & bermanfaat):
 Postpartum >= 21 hari
 Pasca keguguran, dengan pengguguran dilakukan trimester
pertama atau kedua
 Riwayat diabetes kehamilan
 Diabetes
 Varises
 Sakit kepala ringan
 Pola ireguler pendarahan per-vaginal tanpa anemia
 Riwayat PRP, riwayat PRP sekarang atau sebelumnya
 Riwayat IMS sekarang atau sebelumnya
 Vaginitis tanpa servisitis purulenta
Kategori WHO 1 (aman & bermanfaat):
- Bertambahnya resiko IMS
- HIV-positif atau sedang berisiko terinfeksi HIV atau AIDS
- Tumor jinak payudara
- Riwayat kanker payudara, kanker endometrial atau ovarium
- Cervical ektropion
- Carrier virus hepatitis
- Mioma uteri
- Pernah mengalami Kehamilan ektopik
- Obesitas
- Kondisi Tiroid
 Kategori WHO 2 (manfaat diatas risiko):
- Sefalgia berat setelah inisiasi Pil Kontrasepsi Oral
- Diabetes mellitus
- Bedah major dengan imobilisasi yang lebih lama
- Penyakit Sickle Sel, penyakit hemoglobin C
- Tekanan darah 140/100 sampai 159/109 mm Hg
- Massa payudara yang belum terdiagnosa
- Kanker Serviks
- Usia >50 tahun
- Kondisi yang mengarah pada ketidak-patuhan medik
- Riwayat anomali kandungan lipid darah
- Riwayat infark miokardium prematur
 Kategori WHO 3 (Pertimbangkan Manfaat terhadap
Risiko):
- Postpartum < 21 hari
- Laktasi (6 minggu hingga 6 bulan)
- Pendarahan uterus atau vagina yang tak terdiagnosa
- Usia > 35 years dan merokok kurang dari 20 rokok per hari
- Riwayat Ca Mammae tapi tidak kambuh kembali 5 tahun belakangan
- Interaksi obat
- Penyakit kantung empedu
 Kategori WHO 4 (Risiko lebih besar dari Manfaat):
- Tromboemboli vena
- Cerebrovascular Disease atau penyakit arteri koroner
- Penyakit katub jantung (struktural)
- Diabetes dengan komplikasi
- Kanker payudara
- Kehamilan
- Laktasi (< 6 minggu dari postpartum)
- Penyakit Hati
- Sakit kepala dengan simptom neurologis fokal
- Bedah major dengan imobilisasi yang lebih lama
- Usia > 35 tahun dan merokok 20 batang atau lebih per hari
- Hipertensi (TD > 160/100 Hg disertai gangguan vaskuler progresif
1. Mahal dan membosankan krn harus
diminum setiap hari
2. Mual terutama 3 bulan pertama
3. Spotting terutama 3 bulan pertama
4. Nyeri payudara
5. Kenaikan berat badan sedikit, namun pd
wanita tertentu justru mempunyai dampak
positif
6. Aminore jarang terjadi
7. Tidak boleh diberikan pd ibu menyusui
8. Pd sebahagian kecil wanita dpt
menimbulkan perubahan suasana hati
sehingga libido berkurang.
9. Dapat menigkatkan tensi dan retensi cairan
sehingga resiko strok dan gangguan
pembekuan darah pada vena sedikit
meningkat. Pd wanita> 35 tahun dan perokok
harus hati-hati.
10 tidak mencegah PMS, HBV, HIV/AIDS.
1. Perempuan pd usia reproduksi
2. Perempuan yg teah punya anak/ belum
3. Perempuan yg gemuk /kurus
4. Perempuan yg menginginkan kontrasepsi yg
efektifitas tinggi.
5. Perempuan yg telah melahirkan dan tidak
menyusui
6. Perempuan >6bulan melahirkan dan telah
menggunakan ASI Ekslusif, sedangkan
kontrasepsi lain tdk cocok bagi perempuan
tsb
Lanjutan

7. Perempuan pasca keguguran


8. Perempuan yg anemi krn haid berlebihan
9. Perempuan nyeri haid hebat
10. Perempuan dengan siklus haid yg tidak
teratur.
11. Perempua dengan riwayat KET.
1. Hamil/dicurigai hamil
2. Perempuan menyusui ekslusif
3. Perempuan dg perdarahan pervaginan yg belum
diketahui sebabnya.
4. Perempuan dengan Hepatitis
5. Perempuan perokok > 35 tahun
6. Perempuan dg riwayat penyakit jantung, strok dan
tensi > 180/110 mmhg
7. Kanker payudara / dicurigai kanker payudara
8. Migrain dan gejala neurologik( epilepsi, riwayat
epilepsi
9. Perempuan yg tidak dapat menggunakan pil secara
teratur setiap hari.
1. Setiap saat selagi haid ( hari 1-7 ) siklus haid
2. Boleh pada hari ke 8-14 tapi harus
menggunakan kondom atau tidak hubungan sek
sampai telh menghabiskan paket pil tsb.
3. Post partum :
- setelah 6 bulan ASI ekslusif
- Setelah 3 bulan dan tidak menyusui
- Pos keguguran (segera/ dalam 7 hari)
4. Bila berhenti menggunakan kontrasepsi suntikan
, dan ingin mengganti dengan pil kombinasi, pil
dapat segera diberikan tampa menunggu waktu
haid
Tunjukan cara memakan dengan mengikuti
panah pd pil.
1. Sebaiknya pil diminum pd waktu yg sama
setiap hari
2. Pil pertama diminum pd hari pertama sp ke
7 siklus haid
3 jika menggunakan paket pil 28 habis anda
mulai meminum paket pil yg baru, bila paket
pil 21 habis sebaiknya tunggu 1 minggu baru
mulai dengan paket pil yg baru
4. Bila muntah dalam waktu 2 jam setelah
minum pil, minum pil lagi atu menggunakan
kontrasepsi lain.
5. Bila terjadi muntah hebat, atau diare > 24
jam, bila mengganngu kes dihentikan tapi
bila tdk memperburuk dapat diteruskan.
6 Bila muntah dan diare lebih 2 hari cara
penggunaan pil mengikuti cara pil lupa
7. Bila lupa minum pil ( hari 1-21) , minum pil
setelah ingat 2 pil setiap hari sampai terkejar.
Atau gunakan kontrasepsi lain/ tdk
sanggama sampai menghabiskn paket pil tsb.
8 Bila tdk haid perlu memeriksakan diri.
TANDA MASALAH YG MUNGKIN TERJADI
1. Nyeri dada hebat, batuk , nafas •Serangan jantung, atau bekuan
pendek darah di dalam paru

2. Sakit kepala hebat •Strok hipertensi, migrain

3. Nyeri tungkai hebat (betis dan •Sumbatan pembuluh darah


paha) tungkai
4. Nyeri abdomen hebat •Penyakit kandung empedu,bekuan
darah pangkeras titis
5. Kehilangan penglihatan atau •Strok, hipertensi, atau problem
kabur vaskuler
6. Tidak terjadi perdarahan/ • Kemungkinan kehamilan
spotting setelah selesai minum pil