Anda di halaman 1dari 13

GOLONGAN OBAT OTONOM & SSP

Oleh :
DEWI TITAH, S.Si.,Apt
Banyuwangi, NOV 2014
• ANATOMI SUSUNAN SARAF OTONOM
Saraf otonom terdiri dr saraf praganglion,
ganglion, dan saraf pascaganglion yang
mempersarafi sel efektor.

Sistim saraf otonom bersama-sama dengan


sistem endokrin mengkoordinasi pengaturan
dan integrasi fungsi-fungsi tubuh.
Obat –obat yang mempengaruhi sistim saraf
otonom

Ada dua subgrup sesuai dg mekanisme kerjanya


terhdp tipe neuron yang dipengaruhinya:

1. obat-obat kolinergik, bekerja terhadap reseptor


yang diaktifkan oleh asetilkolin.

2. obat-obat adrenergik, bekerja terhadap reseptor


yang dipacu oleh norepinefrin atau epinefrin.
Agonis kolinergik
• Agonis kolinergik bekerja langsung
A. Asetilkolin, senyawa amonium kuartener yang tidak
mampu menembus membran, kerjanya:
1. Menurunkan denyut jantung dan curah jantung ex, bila
asetilkolin disuntikkan scr IV segera timbul penurunan denyut
jantung scr singkat.
2. Menurunkan tekanan darah
3. Meningkatkan sekresi saliva, memacu sekresi dan gerakan usus

B. Betanekol, untuk pengobatan urologi, obat ini digunakan


memacu kandungan kemih yang mengalami otoni,
terutama retensi urin pasca persalinan atau paska
bedah.
Lan……………….

C. Karbakol ( karbamilkolin ), suatu ester asam


karbonat. berefek sangat kuat terhadap
kardiovaskular dan pencernaan
kerjanya lama shg jarang digunakan,
biasanya digunakan pada
mata sebagai obat miotikum kontraksi
pupil)
ES OBAT KOLINERGIK KERJA LANGSUNG
DIARE, MIOSIS, MUAL, INGIN BUANG AIR KECIL
KERJA TAK LANGSUNG ( REVERSIBEL )
A. Fisostigmin, suatu alkaloid (senyawa nitrogen yg ada pd
tumbuhan).
meningkatkan gerakan usus dan kandungan kemih,
sehingga berkhasiat untuk memgobati
kelumpuhan kedua organ tsb. Dosis berlebih
akan menyebabkan kejang.
B. Neostigmin, untuk memacu kandungan kemih dan
saluran cerna
es, muka merah, salivasi, menurunkan tekanan
darah, mual, diare
c. Piridostigmin, masa kerja panjang 2-4 jam.
D. Edrofonium, kerja cepat 10-20 menit
KERJA TAK LANGSUNG ( IRREVERSIBEL )
A. Isoflurofat
pengunana terapi, salep mata digunakan scr
topikal dlm jangka panjang pd pengobatan glaukoma
sudut terbuka.
Antagonis kolinergik
Disebut obat penyekat kolinergik atau obat antikolinergik
Gol. Obat antimuskarinik
A. atropin,
1. Mata, atropin menyekat semua aktivitas kolinergik pd mata shg
menimbulkan midriasis/dilatasi pupil. Mata peka thd cahaya
2. Mengurangi aktivitas saluran cerna, melemaskan saluran cerna
3. Mengurangi hipermotilitas kandungan kemih.
4. Digunakan untuk kelebihan dosis organofosfat ( yg mengangung
inseksida ttentu)
5. Mudah diserap, dimetabalisme dihepar, dibuang melalui urin.
6. ES mulut kering, mata kabur,konstipasi

B. Betanekol
C. Skopolamin
D. Ipratropium
Antagonis kolinergik
Disebut obat penyekat kolinergik atau obat antikolinergik
Penyekat ganglionik
A. Nikotin,
Efek pacunya komplek, meningkatkan tekanan darah,
bertambahnya denyut jantung.
B. Trimetafan, scr IV menurunkan tekakan darah dlm
keadaan darurat ( udem paru )
C. Mekamilamin
Agonis Adrenergik
Kerja langsung
A. Epinefrin,
1. Memperkuat daya kontrasi jantung, shg curah jantung
meningkat.
2. Pengobatan asma akut, syok anafilaktik.
3. Memperpanjang kerja anastesi lokal.
4. Masa kerja singkat.
5. ES. kecemasan, ketakutan, pendarahan, udem paru.

B. Norepineprin
C. Isoprotelol
D. Dopamin
Agonis Adrenergik
Kerja ganda
A. Efedrin, digunakan untuk pengobatan asma menahun,
untuk mencegah serangan akut

B. Metaraminol, pengobatan syok, mengatasi hipotensi


mendadak.
AntaAgonis Adrenergik
Penyekat β
A. fenoksibenzamin,
1. Pengobatan feokromositoma, tumor pensekresi katekolamin
sel sel yg berasal dr medula adrenalis.
B. Fenotolamin
C. prozosin
SOLUSI
• Sosialisasi dan promosi oleh Dinkes maupun PPK peserta
Jamkesmas/Jamkesda tentang suatu PPK terkait
kepesertaannya dalam program Jamkesmas /Jamkesda
• Mendisiplinkan PPK Jamkesmas Lanjutan dalam pembuatan
PKS dengan Dinas Kesehatan Kab/Kota setiap tahunnya
• Mendisplinkan PPK Jamkesmas dalam penyampaian Laporan
pengajuan klaim dan pemanfaatan dana Jamkesmas ke
Dinkes Kab/Kota maupun provinsi sehingga Dinkes dapat
melakukan analisa/evaluasi pelaksanaan program
Jamkesmas secara akurat
• Meningkatkan kinerja dan kedisiplinan verifikator dengan
meningkatkan jalinan kerjasama yang baik antara verifikator
dan RS - PPK