Anda di halaman 1dari 83

SEMINAR

PRAKTIK KERJA LAPANGAN


DIII-KONSTRUKSI SIPIL B
AKBARIZKY MARSA SYIFA ADRIANI
141121034 141121062

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016
TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS
(GIRDER, DIAFRAGMA, SLAB)
FLYOVER RAMP-8
PROYEK PEMBANGUNAN JALAN AKSES GEDEBAGE
LATAR BELAKANG PROYEK

TINJAUAN UMUM PROYEK

TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK

MASALAH & SOLUSI

KESIMPULAN & SARAN


LATAR BELAKANG PROYEK
BIAYA EKONOMI
LATAR BELAKANG PROYEK

K E M A C E T A N
LATAR BELAKANG PROYEK
Mengurangi beban dari
simpang susun Buah Batu

Memudahkan akses
menuju Kota Bandung

Membuka jalur perdagangan


ke kawasan Bandung timur

Infrastruktur prasarana
transportasi
LOKASI PROYEK
PEMBAGIAN LOKASI TAHAPAN
TINJAUAN UMUM PROYEK
TINJAUAN UMUM PROYEK
Pembangunan untuk Jalan Akses Gede Bage 1 dibagi kedalam 3 lokasi
pengerjaan yaitu :

Main road sepanjang 0.7 km (STA 5+560 - STA 6+280)

Ramp 1 sepanjang 1.3 km (STA 0+000 - STA 1+323)

Ramp 8 sepanjang 0.8 km (STA 0+000 - STA 0+828)


PEKERJAAN PROYEK
DATA ADMINISTRASI PROYEK
PEMILIK PROYEK
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Bina Marga
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV
Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Bandung

KONTRAKTOR

PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk


KONSULTAN PENGAWAS
PT. Arcende, PT.Wesitan Konsultasi
Pembangunan, PT. Nusvey, PT. Global Profex
Synergy

KONSULTAN PERENCANA
PT. Diantama Rekanusa
PT. Ciriatama Nusawidya
• Paket Pekerjaan : Pembangunan Jalan Akses Gedebage

• Nilai : Rp. 305.869.890.000,00

• Sistem Kontrak : Kontrak Harga Satuan

• Cara Pembayaran : Sertifikat Bulanan


HUBUNGAN KERJA

KONSULTAN PERENCANA PEMILIK PROYEK


PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
PT. DIANTAMA REKANUSA (KSO)
PADALARANG-CIMAHI-BANDUNG

KONSULTAN PENGAWAS KONTRAKTOR PELAKSANA


PT. ARCENDE (KSO) PT. WIJAYA KARYA (PERSERO) tbk

KETERANGAN : SUPPLIER SUB KONTRAKTOR

GARIS KONTRAKTUAL
GARIS KOORDINASI
TINJAUAN PELAKSANAAN PROYEK
FLYOVER RAMP 8
Struktur Atas Fly Over Ramp 8 ( STA 0+345-0+486)

5 span

0,14 km

Bentang 1 Span = 25,4 meter

Lebar flyover 1 x 9 meter

Ketinggian = Variasi

Abutmen 2 + Pier 4

Melintasi jalan akses warga menuju


Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
TINJAUAN PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS

PCI-GIRDER

DIAFRAGMA

SLAB
PCI-GIRDER
Tipe Konstruksi : Beton Bertulang (Prestress Concrete)

Mutu Beton : K-500

Tinggi Girder : 1600 mm

Panjang Bentang : 25,4 m terdiri dari 3 segmen dengan panjang masing-masing 8,7 m ; 8
m ; 8,7 m
Panjang Alas : 650 mm

Panjang Atas : 550 mm

Diameter Tulangan : D13 dan D16

Jumlah Ducting : 3 lubang duct

Diameter strand : 12,7 mm

Jumlah strand per satu duct : 11 strand

Jarak antar girder : 1800.mm


Mobilisasi
Stressing Setting Erection
bed PCI-Girder PCI-Girder

Mobilisasi Stressing
PCI-Girder PCI-Girder
Mobilisasi Stressing Bed

Beton Balok Kayu


Mobilisasi PCI-Girder

Mobilisasi PCI-Girder
dilakukan secara
bertahap
Setting PCI-Girder

Persiapan Lokasi Stressing Persiapan Peralatan


Setting PCI-Girder
Setting Letak Stressing Bed

Penandaan Girder

Atur Segmen PCI-Girder


Stressing PCI-Girder
-Persiapan Stressing Girder-

Pemasangan Pemasangan
Pemotongan strand selotip kertas
busa

Pemasangan wedges Pemasangan blok


Intalasi strand
angkur
Stressing PCI-Girder
-Persiapan Stressing Girder-

Penyimpanan Papan Triplek yang Sudah Diolesi Stempet Pengaturan


Ketinggian PCI-Girder
Pemasangan Pemasangan
Pemasangan katrol Hydraulic Jack Stressing Head

Stressing
PCI-Girder
Bracing
Pemberian Epoxy
Pada pekerjaan stressing
girder dilakukan dengan
beberapa tahapan.
1. C1 sebesar 100%
2. C2 sebesar 25%
3. C3 sebesar 50% Stressing
4. C2 sebesar 75 %
5. C3 sebesar 100% PCI-Girder
6. C2 sebesar 100%

Pemberian Pengukuran Pengaturan Posisi


Tekanan Elongation Blok Angkur
Stressing
PCI-Girder

Girder Terangkat Pemotongan Sisa Strand


Stressing PCI-Girder
-Patching Girder-

Patching berfungsi
untuk menutup blok
angkur agar saat
grouting tidak
mengalami kebocoran

Campuran patching
terdiri dari air, semen,
dan pasir.

Lakukan pemasangan
selang
Stressing PCI-Girder
-Grouting Girder-

Grout terdiri dari semen, air dan intraplas serta viscocrete

Grout dimasukan dengan bantuan pompa untuk mengalirkan grout ke dalam duct
Stressing PCI-Girder
-Grouting Girder-

Pengisian duct oleh grout


Stressing PCI-Girder
-Surface Finishing Girder-

Pemasangan Pengadukan
Bekisting Beton Pengecoran

Hasil Surface Finishing


Erection PCI-girder

Marking as pada mortar pad & girder


Setting Crane

Mobilisasi girder ke lokasi erection Pemindahan Girder ke boogie


Erection
PCI-girder
Loading Test

Erection Girder Bracing


DIAFRAGMA
Data teknis diafragma

Tipe Konstruksi : Beton Bertulang (Cast In Situ)

Mutu Beton : K-350

Tinggi Diafragma : Tumpuan : 1460 mm & lapangan :1250 mm

Panjang Diafragma : Tumpuan : 1250 mm & lapangan : 1260 mm

Tebal Diafragma : Tumpuan : 300 mm & lapangan : 200 mm

Diameter Tulangan : 13 mm

Jarak antar diafragma : Tumpuan ke lapangan : 6250 mm


Lapangan ke lapangan : 6150 mm
Fabrikasi
Perancah Fabrikasi
& Pembesian Perakitan
Bekisting & Pipa Bekisting Perawatan

Perakitan Perakitan Pengecoran


Perancah Pembesian
gantung &
pekerjaan
pada
Angkur
Fixed
Moved
Fabrikasi Perancah dan Bekisting

Fabrikasi ini
dikerjakan
dilokasi
pekerjaan
Perakitan Perancah Gantung

Perakitan perancah gantung,


menggunakan bahan balok kayu
dan baja pengikat tie rod serta
dikencangkan dan ditahan
menggunakan dengan
menggunakan tie rod.
Fabrikasi Pembesian & Pipa

Fabrikasi dilakuakan di
stock yard
Perakitan Pembesian

Pelurusan Tulangan Stek

Untuk penulangan
diafragma dimulai dari
tulangan L1c, L2b, L1b,
L1a, L2a, L2c
Pekerjaan pada Angkur
Fixed & Moved
Pemasangan Tulangan
Spiral & Pipa

Pemasangan
Pengisian Pasir Pengisian Aspal
Plastik
Perakitan Bekisting

• Perakitan bekisting disesuaikan dengan pengodean yang sudah


dilaksanakan pada pekerjaan fabrikasi bekisting.
• Pada diafragma tepi beri strerofoam di ujung pertemuan antara
diafragma, PCI-Girder, dan pier head/ headwall untuk mencegah
kebocoran
Perakitan Bekisting

Pengaturan Dimensi Bekisting Hasil Bekisting Diafragma


Pengecoran diafragma

Pembuatan
Adukan
Mortar

Slump Test
Mobilisasi dan Setting
Concrete Pump dan Truk
Mixer

Pembuatan benda uji


Hasil pengecoran Pengecoran
Perawatan diafragma
• Bekisting diafragma dengan
beton standar dibuka
dalam 1 hari
• jika terjadi cacat
permukaan perbaiki
diafragma tersebut
• Setelah pengecoran selesai,
dilakukan curring dengan
cara disiram oleh air.
SLAB
Data teknis slab (A2 – P9)

Tipe Konstruksi : Beton Bertulang (Cast In Situ)

Mutu Beton : K-350

Tebal Slab : 250 mm

Panjang Slab : 25,46 m

Lebar Slab : 9m

Diameter Tulangan : 13 mm dan 16 mm


Fabrikasi
Perancah & Fabrikasi
Bekisting Pembesian Pengecoran

Pekerjaan Pekerjaan Perawatan


Bekisting Penulangan
Fabrikasi Perancah & Bekisting

Pengelasan baja kantilever Pemotongan multiplek


Pekerjaan Bekisting
-Pemasangan Steel Deck-

Pemasangan steel deck Pemberian adukan pada sambungan


Pekerjaan Bekisting
-Pembuatan Kantilever-

Las Besi Kanal U

Pasang baja U

Pasang besi baja dengan tie


rod dan balok kayu

Pasang besi-besi diatas


balok kayu

Pasang multipleks di atas


besi
Pekerjaan Bekisting
-Pembuatan Bekisting Samping-

Survey elevasi slab Marking Lengkung Perakitan Bekisting Samping


Fabrikasi Pembesian

Fabrikasi dilakuakan di
stock yard
Pekerjaan Penulangan

Beton decking 5cm

Perakitan pembesian dimulai dari


tulangan melintang (S1), tulangan
memanjang (S5), tulangan (S6),
tulangan (S4) dan tulangan (S2).

Pengaturan lengkung dengan


plastikon
Pengecoran slab
Pembuatan Adukan Mortar

Mobilisasi dan Setting Concrete Pump dan Truk Mixer

Slump Test

Grooving

Pengecoran Pembuatan benda uji


Perawatan slab

Curring compund Curring dengan kain geotekstil


Pengawasan &
Pengendalian Waktu
Pada proyek ini, kurva S tidak diperbarui secara berkala yang
menyebabkan kesulitan dalam pengendalian waktu pelaksanaan.

Untuk itu, diperlukannya pembaharuan kurva S secara berkala


untuk dapat melihat berapa lama pekerjaan tersebut lebih cepat
atau lebih lambat dari seharusnya dan juga untuk dapat
mengestimasi waktu agar seluruh pekerjaan dapat selesai tepat
pada waktunya.
Pengawasan &
Pengendalian Mutu
Formulir Incepction Guide

Mutu
dikendalikan salah
satunya oleh
formulir
inspection guide
Pengukuran Elongasi Piston

Rata-rata Deviasi Aktual (%)


Deviasi Rencana (%)
Tendon C1 Tendon C2 Tendon C3

Max 6 3,528 3,532 3,296

deviasi pada pengukuran elongation memasuki persyaratan


Pengukuran Chamber
• Chamber merupakan nilai lengkung girder setelah
dilakukan stressing.
• Nilai chamber harus berada diantara 2 cm - 4 cm
• Nilai chamber pada 25 girder rata-rata 2,012 cm

Chamber memasuki persyaratan


Slump Test

Slump Rencana Slump Aktual


Pengecoran
(cm) (cm)

Diafragma (P9-
10±2 12
P8)

Slab (P6-A1) 14±2 15

Slump pada pengecoran diafragma (p9-p8) dan slab (p6-a1) memasuki persyaratan
Kuat Tekan Beton
Uji kuat tekan beton bertujuan untuk menentukan kuat tekan (compressive
strength) beton dari hasil pengecoran. Berikut adalah hasil pengujian pada
pengecoran diafragma dan slab bentang a2-p9

Kuat Tekan Beton Rata-rata (Kg/cm2)


Kuat Tekan Beton Rencana
Pengecoran
(Kg/cm2)
7 14 28

Diafragma 350 392,81 403,24 458,23

Slab 350 513,323 694,96 789,728

Kuat Tekan pada pengecoran diafragma dan slab memasuki persyaratan


Kuat Tarik Baja Tulangan
Uji tarik baja ini bertujuan untuk mengetahui batas ulur dan kuat tarik
baja tulangan beton. Hasil pengujian tarik baja tulangan diameter 13
mm dan 16 mm sebagai berikut

Syarat Hasil Uji


Diameter Kuat ulur Kuat tarik Kuat ulur Kuat tarik
Tulangan (mm) N/mm² N/mm² N/mm² N/mm²
(kgf/mm²) (kgf/mm²) (kgf/mm²) (kgf/mm²)
13 Minimum 40 Minimum 57 45,2 (443) 58 (569)
16 (390) (500) 46,3 (454) 62,7 (615)

Kuat Tarik baja tulangan berdiameter 13mm dan 16 mm memasuki persyaratan


Permasalahan & Solusi
1 2 3

Tulangan diafragma yang


terikat pada girder tidak ada Jumlah strand yang
dimasukan ke ducting
tidak sesuai dengan shop
drawing
4
Penurunan girder menjadi kasar

Pengukuran
slump hanya
dilakukan di
batching plant
5 6

Salahnya penempatan pipa


galvanis pada angkur Beralih fungsinya crane service

Steel deck berlubang


1
Terhambatnya
pengecoran

Pekerja yang berasal dari subkontraktor


tidak menggunakan APD (Alat
Pelindung Diri)
Kesimpulan & Saran
1
Dengan melaksanakan Praktik kerja lapangan, mendapatkan
kesempatan untuk terlibat langsung dengan kegiatan proyek,
menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan dengan
keadaan di lapangan, memperoleh pengalaman di lapangan, serta
terasahnya kemampuan dan keterampilan untuk membahas dan
menyampaikan dalam bentuk tulisan.

Dalam pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas Proyek Pembangunan


Jalan Akses Gedebage 1 pada ramp-8, pekerjaan yang telah
terselesaikan dari tanggal 25 Juli 2016 sampai dengan 7 september
2016 yaitu 25 girder sudah dipasang, 80 diafragma dan 5 bentang
plat lantai sudah di cor.
3
Pada pelaksanaan pekerjaaan yang ditinjau ada beberapa
permasalahan yang terjadi diantaranya kerusakan pada crane,
belum terbongkarnya tulangan diafragma pada girder, truck mixer
terkadang datang terlambat, terjadi kesalahpahaman dalam
pekerjaan PCI-Girder, penempatan posisi pipa yang salah,
kesalahan pada penyambungan steel deck. Semua permasalahan
secara teknis dapat diatasi tetapi akan berdampak pada biaya.

4
Pada pengendalian dan pengawasan pekerjaan yang ditinjau ada
beberapa permasalahan yang terjadi diantaranya banyak para
pekerja yang tidak menggunakan APD secara lengkap, beberapa
pengujian slump hanya dilakukan di batching plant; tetapi hasil
pengamatan visual tidak terjadi kesulitan pada saat pemadatan.
Sehingga secara keseluruhan permasalahan ini dapat diatasi
secara tepat dan berkala sehingga tidak terjadi dampak yang
merugikan.
5

Penjadwalan kegiatan diproyek tidak diperbaharui secara berkala


terutama pada kurva S sehingga pengawasan terhadap waktu
kurang terkontrol.
Saran
1

Pengawasan lebih diperketat agar pelaksanaan di lapangan benar-


benar sesuai dengan spesifikasi sehingga dapat meminimalisir
kemungkinan kesalahan yang terjadi.

Keselamatan dan kesehatan kerja dilapangan lebih diperketat


dengan penggunaan APD secara lengkap untuk meminimalisir
kemunginkan terburuk
3

Koordinasi antara kontraktor dan konsultan serta antara pegawai


pada masing-masing divisinya harus dibenahi.

Penjadwalan kegiatan diproyek harus diperbaharui secara berkala


agar pengendalian terhadap waktu dapat terlaksana secara baik.
TERIMAKASIH