Anda di halaman 1dari 45

INFARK MIOKARD AKUT

INFERIOR DAN ANTERIOR


LUAS
Nama Kelompok :

Nancy Grace Silalahi 2448717061


Ni Made Riadika Savitri 2448717062

Program Studi Profesi Apoteker


Fakultas Farmasi
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Infark Miokard Akut adalah
kerusakan jaringan miokard akibat
iskemia hebat yang terjadi secara
DEFINISI tiba-tiba. Kejadian ini berhubungan
erat dengan adanya trombus yang
terbentuk akibat rupturnya plak
ateroma (Peter Kabo, 2011).
Etiologi

Adanya gangguan fungsi pada


endotel, inflamasi dan adanya
lemak yang membentuk plak
pada arteri koroner yang
menyebabkan aterosklerosis
Manisfestasi Klinis
Menurut Smeltzer dan Bare (2001:788) manifestasi klinis dari
infark miokardium adalah
1. Nyeri dada yang tiba-tiba dan berlangsung terus menerus
terletak di bagian bawah sternum dan perut atas. Nyeri bisa
menyebar ke bahu dan lengan biasanya lengan kiri dan
dirasakan tajam dan berat Nyeri dapat ditemukan di
epigastrium
2. Mual atau pusing
3. Sesak nafas dan kesulitan bernafas
4. Kecemasan, kelemahan, atau kelelahan
5. Palpitasi, keringat dingin, pucat
Faktor resiko penyebab aterosklerosis yang
berujung pada terjadinya infark miokard

Kadar Diabetes
Rokok
Kolesterol Militus

Hipertensi Inflamasi Stress


PATOFISIOLOGI

PATOFISIOLOGI
Studi Kasus
STRATEGI

PHARMACEUTICAL CARE
S-O-A-P
SUBJEKTIF (S)
Data Pasien
 Nama Pasien : Ny. S
 Umur : 50 tahun
 BB : -
 TB : -
 Ginjal : -
 Hepar : -
Subyek
 Nama Pasien : Ny. S
 Umur/BB : 50 Tahun / -
 MRS : 13 Februari 2010
 Diagnosa : Infark Miokard Akut Inferior
+ Anterior luas
 Riwayat penyakit : -
Keluhan Utama
• Nyeri dada 3 hari yang lalu (50 jam),
dada terasa panas seperti tertusuk
sampai belakang, nyeri hilang timbul
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal Problem/ Kejadian/ Tindakan Klinisi
13 Februari 2010 Pasien Ny. S. masuk melalui IRD saat tengah malam. Keluhan utama MRS adalah nyeri
dada 3 hari yang lalu (50 jam), dada terasa panas seperti tertusuk sampai ke
belakang, nyeri hilang timbul. Dilakukan cek lab darah lengkap, BGA, dan tes faal
jantung. Didapatkan hasil cek darah lengkap adalah Hb = 16,7 g/dl, WBC = 13.200,
GDA = 196 dan LDH = 1032. Untuk data BGA didapatkan hasil : pH = 7,41, PCO2 = 27
mmHg, PO2 = 77 mmHg, HCO3 = 17,1 mEq/L.

14 Februari 2010 Pasien dipindahkan ke ICCU untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. Data klinik
Ny. S. pada tanggal ini adalah TD = 160/100 – 120/85, Nadi = 120, Suhu = 36 – 37.
Hasil cek lab yang didapat adalah GDA = 183, SGOT = 77, SGPT = 25, CKMB = 61,9%.
Pengobatan yang didapatkan pasien adalah ISDN 5 mg SL, Infus PZ 100 cc/ 2 jam, Inj.
Ranitidin 2 x 50 mg, Inj. Metoklopramid 3 x 10 mg, Asetosal 0-1-0 300 mg, Clopidogrel
1-0-0 300 mg, Simvastatin 0-0-1 20 mg, Trimetazidine diHCl 1-0-1 2 x 35 mg, Sirup
Pencahar 3 x 1 C, Diazepam 0-0-1 5 mg, Captopril 3 x 6,25 mg, Bisoprolol 1-0-0 1,25
mg, O2 2 dan 3 lpm, Infus RL 500 cc, Inj. Fondaparinux Na 1 x 2,5 mg, dan Furosemid
2,5 mg/jam.
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal Problem / kejadian / tindakan klinisi
15 Februari 2010 Data klinik pasien menunjukkan perbaikan, dapat dilihat dari TD = 128/85 – 100/60,
nadi = 110-120, suhu = 37-37,5. Data lab yang belum memasuki rentang normal
adalah WBC = 16.800, Ca2+ = 7,1, pH = 7,53, PCO2 = 26, PO2 = 76. Pengobatan yang
di terima pasien adalah Inj. Ranitidin 2 x 50 mg, Asetosal 0-1-0 100 mg, Clopidogrel 1-
0-0 75 mg, Simvastatin 0-0-1 20 mg, Trimetazidine diHCl 1-0-1 2 x 35 mg, Sirup
Pencahar 3 x 1 C, Diazepam 0-0-1 5 mg, Inj. Metoklopramid 3 x 1o mg, Captopril 3 x
6,25 mg, Diet TKTP, Infus RL 500 cc, Inj. Fondaparinux Na 1 x 2,5 mg, Dobutamin
pump 3mg/kg/BB/menit, KCl 25 mEq dan Furosemid 2,5 mg/jam.

16 Februari 2010 Data klinik pasien pada tanggal ini adalah TD = 110/60 – 80/65, nadi = 130, suhu =
37 – 38,3. Hasil laboratorium pada tanggal ini yang belum normal adalah kadar Ca2+ =
7,9. Pengobatan yang di terima pasien adalah Inj. Ranitidin 2 x 50 mg, Asetosal 0-1-0
100 mg, Clopidogrel 1-0-0 75 mg, Simvastatin 0-0-1 20 mg, Trimetazidine diHCl 1-0-1 2
x 35 mg, Sirup Pencahar 3 x 1 C, Diazepam 0-0-1 5 mg, Captopril 3 x 6,25 mg, Infus RL
500 cc, Dopamin pump 3 g, Dobutamin pump 3 mg/kg/BB/menit, Ceftriaxon 0-1-1 2 x
1 g, Inj. Fondaparinux Na 1 x 2,5 mg, KCl 25 mEq, Paracetamol 500 mg, dan Furosemid
2,5 mg/jam.
CATATAN PERKEMBANGAN PASIEN
Tanggal Problem / kejadian / tindakan klinisi
17 Februari 2010 Data klinik pasien pada hari tersebut adalah TD = 110/80 – 90/60, nadi = 130, RR = 20, suhu = 36,5 –
37,6. Hasil data lab menunjukkan adanya sedikit ketidakseimbangan elektrolit pada pasien, yaitu Na+ =
150, K+ = 3,36. Pengobatan yang di terima pasien adalah Inj. Ranitidin 2 x 50 mg, Asetosal 0-1-0 100
mg, Clopidogrel 1-0-0 75 mg, Simvastatin 0-0-1 20 mg, Trimetazidine diHCl 1-0-1 2 x 35 mg, Sirup
Pencahar 3 x 1 C, Diazepam 0-0-1 5 mg, Captopril 3 x 12,5 mg, Dopamin pump 5 g, Dobutamin pump 3
mg/kg/BB/menit, Kaen Mg3 500 cc/24 jam, Ceftriaxon 0-1-1 2 x 1 g, Inj. Fondaparinux Na 1 x 2,5 mg,
KCl 25 mEq, Paracetamol 500 mg, Furosemid 2,5 mg/jam, dan digoxin 2 x 0,25 mg.

18 Februari 2010 Data klinik pasien adalah 110/70. Cek data lab yang belum normal yang didapatkan pada hari tersebut
adalah Ca2+ = 0,39. Hasil BGA : pH = 7,565, PCO2 = 28,3, PO2 = 132,9, dan BE = 3,5. Pengobatan yang
didapatkan pada hari tersebut adalah Infus PZ 1000 cc/2 jam, Inj. Ranitidin 2 x 50 mg, Asetosal 0-1-0
100 mg, Clopidogrel 1-0-0 75 mg, Simvastatin 0-0-1 20 mg, Sirup Pencahar 3 x 1 C, Diazepam 0-0-1 5
mg, Captopril 3 x 12,5 mg, KSR 1 x 600 mg, Infus RL 500 cc, Ceftriaxon 0-1-1 2 x 1 g, Inj. Fondaparinux
Na 1 x 2,5 mg, Paracetamol 500 mg, dan digoxin 2 x 0,25 mg.

19 Februari 2010 Data klinik pasien adalah TD = 100/80, suhu = 36. Pengobatan yang diterima pasien adalah Inj.
Ranitidin 2 x 50 mg, Clopidogrel 1-0-0 100 mg, Sirup Pencahar 3 x 1 C, Captopril 3 x 12,5 mg, Infus RL
500 cc, dan digoxin 2 x 0,25 mg. Pasien pada tanggal ini pindah ruangan ke Ruang Jantung karena
kondisi mulai stabil.
OBJEKTIF (O)
DATA KLINIS
Tanda adanya
syok
Peningkatan TD kardiogenik

Nilai Tanggal
No Data Klinik
Normal 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02 19/02
120/85 100/60 80/65 90/60
1 TD 120/80 110/70 100/80
160/100 128/85 110/60 110/80
2 Nadi 80-100 120 110-120 130 130

3 RR 20-24 20
36,5-
4 Suhu 37oC 36-37 37-37,5 37-38,3 36,5 36
37,6
5 Urine 1805 695 1020 1920 920

Syok kardiogenik  tek. sistolik < 90 mmHg , hipotensi dan adanya tanda yang
menunjukkan hipoperfusi (tachycardia, altered sensorium, decreased urine
output and cool extremities ) (Dhakam & Khalid, 2008)

Data klinik yang perlu dimonitoring lebih lanjut yaitu denyut jantung,
volume keluaran urin , tekanan darah (Dhakam & Khalid, 2008)
DATA LABORATORIUM
Data Tanggal
No Nilai normal
Laboratorium 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02

12-16 g/dl 16,7


1 Hb 14 13,6
(P) (Hiper)

4,5-12,5 13.200 16.800


2 Leukosit 11300
k/ul (Hiper) (Hiper)

3 Albumin 3,8-5,1 4,2


4 BUN 10-20 12 7 17,6 17,6
5 RBC 4,33-5,95 5,73 4,87 4,85
49,9 48,3 43
6 HCT 38-42 (P)
(Hiper) (Hiper) (Hiper)
7 Ureum 15 37,8
8 GDA <200 196 183
77
9 SGOT <29,3
(Hiper)
25
10 SGPT 24,3
(Hiper)
11 Kreatinin <1,2 (P) 1,0 0,2 0,7 0,7
147 150
12 Na+ 136-144 142 141 139,5
(Hiper) (Hiper)
LANJUTAN
Data Tanggal
No Nilai normal
Laboratorium 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02
3,36
13 K+ 3,8-5,0 5 3,4 (Hipo) 3,4 (Hipo) 4,72
(Hipo)
108 94,5
14 Cl- 97-103 97 100 100
(Hiper) (Hipo)
15 Trombosit 150k-400k 357.000 269.000 287.000
16 Granulosit 78,2 78,9 75,2
61,9
17 CKMB 0%
(Hiper)
1032
18 LDH 1,2
(Hiper)
7,1 7,9 0,39
19 Ca2+ 9,0-10,5
(Hipo) (Hipo) (Hipo)
20 pH 7,35-7,46 7,41 7,53 7,565
35-45
21 pCO2 27 26 28,3
mmHg
80-100
22 pO2 77 76 132,9
mmHg
21-28
23 HCO3 17,1 21,7
mEq/L
PROFIL PENGOBATAN PASIEN
Jenis Obat Tanggalnpemberian obat
No Regimen Dosis
Nama Generik 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02 19/02
1 ISDN 5 mg SL √
1000 cc/2jam (14 √ √
2 Infus PZ
tts/mnt)
3 Inj. Ranitidin 2 x 50 mg √ √ √ √ √ √
LD 300 mg
4 Asetosal 0-1-0 √ √ √ √ √
MD 1x 100 mg
LD 300 mg
5 Clopidogrel 1-0-0 √ √ √ √ √ √
MD 1x75 mg
6 Simvastatin 0-0-1 20 mg √ √ √ √ √
Trimetazidine diHCl 1-
7 35 mg x 2 √ √ √ √
0-1
8 Sirup Pencahar 3 X 15 ml √ √ √ √ √ √
9 Diazepam 0-0-1 5 mg √ √ √ √ √
10 Inj. Metoklopramid 3 x 10 mg √ √
11 Captopril 3 x 6,25 mg √ √ √ 3 x 12,5 √ 3 x 12,5
12 Bisoprolol 1-0-0 1,25 mg √
PROFIL PENGOBATAN PASIEN
Jenis Obat Tanggalnpemberian obat
No Regimen Dosis
Nama Generik 13/02 14/02 15/02 16/02 17/02 18/02 19/02
2 lpm
13 O2
3 lpm
14
14 Infus RL 500 cc (7 tts/mnt) √ √ 500 cc 500 cc
tts/mnt
15 Dobutamin Pump 3 mg/Kg BB/mnt √ √ 5 mg
16 Inj. Fondaparinux Na 1 x 2,5 mg √ √ √ √ √
17 Dopamin Pump 3g √ √
18 Inj. Ceftriaxon 0-1-1 2x1g √ √ √
19 KSR 1 x 600 mg √
20 Ka-en Mg3 500 cc/24 jam √
Extra 1 2,5
21 Furosemid √ √
cup mg/jam
22 KCl 25 mEq √ √ √
23 Paracetamol 500 mg √ √ √
24 Digoxin 2 x 0,25 mg √ √ 1 x 0,25
ASSASMENT BERDASAR DATA
KLINIK + DATA LAB + TERAPI
OBAT
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab

13/2 Hb : 16,7 - Adanya


peningkatan sel
darah sebagai
upaya untuk
memenuhi
kebutuhan oksigen
pada jaringan
(widiyanto dan
yamin, 2014)
Leukosit : 13.200 - Pasien dapat diberi
terapi O2

- Reaksi non
spesifik
terhadap adanya
injuri miokard
- Periksa suhu,
RR, nadi untuk
melihat
kemungkinan
adanya infeksi
atau tidak
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
pemberian

Data Klinik Data Lab

13/2 HCT : 49,9 - Indikasi adanya hipoksia


sehingga tubuh
meningkatkan produksi
sel darah merah
- Beri terapi oksigen dan
obat vasodilator
- Pantau kadar oksigen,
nadi

Na + : 147
Peingkatan Na dapat
diindikasikan adanya
peningkatan volume darah
dalm tubuh dan adanya
faktor dehidrasi. Harus
dilakukan pemantauan
terhadap tekanan darah dan
caian elektrolit
(Na  penigkatan kontraksi
otot)
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
pemberian

Data Klinik Data Lab

13/2 Cl- : 108 - Indikasi adanya faktor


dehidrasi
- Tanda adanya asidosis
metabolik
(Yaswir dan Ferawati, 2012)
Lakukan pemberian terapi
oksigen, vasodilator. Pantau
tekanan darah pasien, kadar
oksigen, PH

LDH : 1032 - Indikasi adanya infark


miokard, Lactate
dehidrogenase ini berfungsi
untuk mengubah laktat
menjadi piruvat
(Kementrian RI, 2011)
- Pantau kadar oksigen, Na +,
Cl- dan PH karena
kemungkinan adanya
asidosis
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute Komentar
pemberian

Data Klinik Data Lab

13/2 PCO2 : 27 mmHg Pertanda adanya hipoksia


(Kementrian RI, 2011).
Lakukan terapi oksigenasi.
Pantau kadar oksigen darah
pasien
PO2 : 77 mmHg
Pertanda adanya gangguan
fungsi jantung
(Kementrian RI, 2011)
Pantau kadar oksigen,
tekanan darah dan denyut
HCO3 : 17,1 nadi pasien
mEq/L
- Indikasi adanya asidosis
metabolik
- Cek kadar oksigen pasien
dan Keseimbangan asam
– basa dalam tubuh
pasien
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar
Data Klinik Data Lab
14/ TD : 120/85 SGOT : 77 - ISDN - 5 mg SL - Pemberian ISDN sebagai
2 160/100 - Infus PZ - 1000 cc/2jam vasdilator, bisoprolol dan terapi
Nadi : 120 (14 tts/menit) oksigen sudah tepatkarena
Suhu : 36-37 SGPT : 25 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg pasien datang dengan nyeri
Urin : 1805 - Asetosal - LD 300 mg dada, sehingga pemberian
MD 1x75 ketiganya dapat mengurangi
0-1-0 konsumsi oksigen dan
CKMB : 61,9 - Clopidrogel - LD 300 mg mencegah terjadinya asidosis
MD 1 x 75 mg metabolik akibat hipoksia.
1-0-0
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) - Pemberian infus untuk terapi
- Trimetazidine 35 mg x 2 cairan elektrolit harus di
HCl 3 x 15 ml imbangi dengan monitor kadar
- Sirup pencahar 5 mg ( 0-0-1) Na dalam darah, tekanan darah,
- Diazepam 3 X 10 mg denyut nadi
- Injk.
Metoklopramid 3 x 6,25 mg - Infus PZ dapat digantikan
- Captropil 1,25 mg (1-0-0) dengan pemberian Dekstrosa
- Bisoprolol 2 lpm ; 3 lpm ,5%
- Oksigen 500 cc (7 tts/menit)
- Infus RL 1 x 2,5 mg - Pemakaian sirup pencahar
- Inj.Fondaparinu 2,5 mg/jam kemungkinan karena adamya
x efek konstipasi yang disebabkan
- Furosemide salah satu obat ( ranitidin)
- Furosemid digunakan untuk
menurunkan beban awal akibat
adanya syok kardiogenik
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab


14/ TD : 120/85 SGOT : 77 - ISDN - 5 mg SL - Jika dilihat dari data lab tgl
2 160/100 - Infus PZ - 1000 cc/2jam 13/2 dimana terjadi
Nadi : 120 (14 tts/menit) peningkatan leukosit dan data
Suhu : 36-37 SGPT : 25 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg klinik diamana denyut nadi 120,
Urin : 1805 - Asetosal - LD 300 mg pasien seharusya sudah diberi
MD 1 x 100 mg antibiotik profilaksis untuk
0-1-0 mencegah terjadinya infeksi 
CKMB : 61,9 - Clopidrogel - LD 300 mg injeksi ceftriaxon seharusnya
MD 1 x 75 mg sudah diberikan sejak pasien
1-0-0 datang
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1)
- Trimetazidine 35 mg x 2 - Peggunaan furosemid dan
HCl 3 x 15 ml captropil harus dimbangi
- Sirup pencahar 5 mg ( 0-0-1) dengan pemantauan kadar
- Diazepam 3 X 10 mg kalium
- Injk.
Metoklopramid 3 x 6,25 mg - Aspirin + captropil :
- Captropil 1,25 mg (1-0-0) menigkatkan efek penurunan
- Bisoprolol 2 lpm ; 3 lpm tekanan darah
- Oksigen 500 cc (7 tts/menit) - Aspirin + bisoprolol :
- Infus RL 1 x 2,5 mg menurunkan efek bisoprolol
- Inj.Fondaparinu 2,5 mg/jam - Aspirin + clopidrogel +
x fondaparinux : meningkatkan
- Furosemide efek pendarahan
- Bisoprolol + furosemide : cek
kadar kalium
- Aspirin + furosemide : cek kadar
kalium
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab


15/ TD : 100/60 Leukosit : 16.800 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 15/2 tekanan darah pasien
2 128/85 - Asetosal - LD 300 mg lebih ke arah hipotensi  syok
Nadi : 110- BUN : 7 MD 1 x 100 mg kardiogenik (tekanan sistolik < 90
120 0-1-0 mmHg, ada indikasi hipoksia (PCO2 yg
Suhu : 37-37,5 HCT : 43,3 - Clopidrogel - LD 300 mg rendah), volume urin berkurang, nadi
Urin : 695 MD 1 x 75 mg cepat
Ca2+ : 7.1 1-0-0
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) - Peengehentian ISDN sudah tepat
PH : 7,53 - Trimetazidine HCl 35 mg x 2 - Penurunan PO2  anemia, gangguan
- Sirup pencahar 3 x 15 ml fungsi jantung
PCO2 : 26 - Diazepam 5 mg ( 0-0-1)
- Injk. 3 X 10 mg - Dobutamin dapat digunakan pada
PO2 : 76 Metoklopramid kondisi syok ringan (TDS > 70-100
- Captopril 3 x 6,25 mg mmHg) shingga keputusan
Na + : normal - Infus RL 500 cc (7 tts/menit) penghentian ISDN dan Bisoprolol
Cl- : normal - Dobutamin Pump 3 mg/Kg.BB/menit sudah tepat, karena efek keduanya
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg adalah vasodilatasi, pengurangan
- Furosemide 2,5 mg/jam frekuesi denyut nadi dan kontraksi otot
- KCL 25 mEq jantung

- Penggunaan dobutamin dan KCl


harus di imbangi dengan monitor
kadar kalium, tekanan darah
pasien dan frekuensi nadi
- Peningkatan leukosit, nadi dan
suhu tubuh tanda adanya infeksi
 pemberian antibiotik dan
penurun demam
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab


16/ TD : 80/65 BUN : 17,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 16 tekanan darah pasien
2 110/60 Kreatinin : 0,7 - Asetosal - LD 300 mg semakin menurun, artinya tidak ada
Nadi : 130 Na + : 141 MD 1 x 100 mg hasil dari pemakaian dobutamin,
Suhu : 37- K + : 3,4 0-1-0 lebih baik diberikan hanya dopamin
38,3 Cl- : 100 - Clopidrogel - LD 300 mg saja, dopamin dapat bekerja di
Urin : 1020 Ca 2+ : 7,9 MD 1 x 75 mg reseptor alfa (peningkaan
1-0-0 vasokontriksi)
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1)
- Trimetazidine 35 mg x 2 - Pemberian diazepam sebaiknya
HCl 3 x 15 ml dihentikan karena efek samping
- Sirup pencahar 5 mg (0-0-1) diazepam  asidosis laktat
- Diazepam 3 x 6,25 mg
- Captropil 500 cc (7 tts/menit) - Pantau kadar kalium, tekanan
- Infus RL 3 mg/Kg.BB/menit darah, frekuensi denyut nadi,
- Dobutamin 1 x 2,5 mg dan kadar oksigen
Pump 3 gr - Pemberian furosemide
- Inj.Fondaparinu 2 x 1 gram (0-1-1) sebaiknya dihentikan karena
x 2,5 mg/jam dapat menyebabkan
- Dopamin pump 25 mEq hipokalemia
- Injeksi 500 mg - Berikan terapi oksigen 40-60%
ceftriaxon untuk mengatasi syok
- Furosemide kardiogenik
- KCL - Penurunan K+ dan Ca2+ 
- Paracetamol penurunan kontraksi otot
jantung
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab

17/ TD : 90/60 Hb : 13,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 17 tekanan darah pasien
2 Leukosit : 11.300 - Asetosal - LD 300 mg masih rendah, diperlukan terapi
110/80 BUN : 17,6 MD 1 x 100 mg tambahan untuk meningkatkan
Nadi : 130 RBC : 4,85 0-1-0 kalium
Suhu : 36,5- HCT : 43 - Clopidrogel - LD 300 mg
37,6 Ureum : 37,8 MD 1 x 75 mg - Pemberian diazepam sebaiknya
Urin : 1920 Kreatinin : 0,7 1-0-0 dihentikan karena efek samping
Na + : 150 - Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) diazepam  asidosis laktat 
K + : 3,4 - Trimetazidine 35 mg x 2d kerusakan miokard dan
Cl - : 100 HCl 3 x 15 ml hambatan glikolisis
Trombosit : - Sirup pencahar 5 mg (0-0-1)
287.000 - Diazepam 3 x 12,5 mg - Pantau kadar kalium, tekanan
Granulosit : 75,2 - Captropil 5 mg/Kg.BB/menit darah, frekuensi denyut nadi,
- Dobutamin 1 x 2,5 mg dan kadar oksigen
Pump 3 gr - Furosemide sebaiknya
- Inj.Fondaparinu 2 x 1 gram (0-1-1) dihentikan untuk mengurangai
x 500 cc/4 jam kejadian hipokalemia
- Dopamin pump 2,5 mg/jam - Digoxin digunakan untuk
- Injeksi 25 mEq meningkan kadar kalium
ceftriaxon 500 mg - Peningkatan dosis captropil
- Ka-en Mg3 2 x 0,25 mg sebaiknya tidk dilakukan 
- furosemide meningkatkan resiko
- KCL hipokalemia dan Hipotensi
- Paracetamol
- Digoxin
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab


18/ TD : 110/70 Na + : 139,5 - Infus PZ - 1000 - Data lab menunjukkan kondisi
2 Nadi : K + : 4,72 cc/2jam(14tts/mnt) pasien
Suhu : 36,5 Cl - : 94,5 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg mengalami asidosis ditandai dengan
Urin : 920 Ca2+ : 0,39 - Asetosal - LD 300 mg adanya penurunan Ca dan PCO2.
PH : 7,565 MD 1 x 100 mg Sedangkan peningkatan PO2 indiaksi
PCO2 : 28,3 0-1-0 pasin mengalami anemia.sedangkan
PO2 : 132,9 - Clopidrogel - LD 300 mg penurunan Ca+ gambaran kurangnya
MD 1 x 75 mg kontraksi jantung
1-0-0
- Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) - Penambahan infus PZ harus
- Sirup pencahar 3 x 15 ml dilakukan monitoring kadar
- Diazepam 5 mg (0-0-1) elektrolit tubuh, serta tekanan
- Captropil 3 x 6,25 mg darah
- Infus RL 14 tts/menit
- Dobutamin Pump 3 mg/Kg.BB/menit - Pemberian diazepam sebaiknya
- Inj.Fondaparinux 1 x 2,5 mg dihentikan karena efek samping
- Dopamin pump 3 gr diazepam  asidosis laktat 
- Injeksi ceftriaxon 2 x 1 gram (0-1-1) kerusakan miokard dan hambatan
- KSR 1 X 600 mg glikolisis
- Paracetamol 500 mg
- Pergantian KCL menjadi KSR tidak
perlu dilakukan karena KSR juga
mengandung KCL (Pemberian KSR
apabila kadar K pasin benar2
rendah)

- Pemakaian paracetamol dapat


dihentikan karena kodis pasien yg
tidak demam lg
Tgl Profil Pemeriksaan Terapi Obat Dosis/Rute pemberian Komentar

Data Klinik Data Lab

19/ TD : 100/80 Hb : 13,6 - Inj. Ranitidin - 2 x 50 mg Pada tgl 16 tekanan darah pasien
2 Nadi : Leukosit : 11.300 - Asetosal - LD 300 mg semakin menurun, artinya tidak ada
Suhu : 36 BUN : 17,6 MD 1 x 100 mg hasil dari pemakaian dobutamin,
Urin : RBC : 4,85 0-1-0 lebih baik diberikan hanya dopamin
HCT : 43 - Clopidrogel - LD 300 mg saja (Dosis ditingkatkan) agar
Ureum : 37,8 MD 1 x 75 mg tidak terjadi peningkatan K+ yg
Kreatinin : 0,7 1-0-0 berlebihan.
Na + : 150 - Simvastatin 20 mg ( 0-0-1) DL (5-10 mcg/kgBB/min – 20
K + : 3,4 - Trimetazidine 35 mg x 2d mcg/KgBB/min)
Cl - : 100 HCl 3 x 15 ml
Trombosit : - Sirup pencahar 5 mg (0-0-1) - Pemberian diazepam sebaiknya
287.000 - Diazepam 3 x 6,25 mg dihentikan karena efek samping
Granulosit : 75,2 - Captropil 500 cc (7 tts/menit) diazepam  asidosis laktat 
- Infus RL 3 mg/Kg.BB/menit kerusakan miokard dan
- Dobutamin 1 x 2,5 mg hambatan glikolisis
Pump 3 gr
- Inj.Fondaparinu 2 x 1 gram (0-1-1) - Pantau kadar kalium, tekanan
x 2,5 mg/jam darah, frekuensi denyut nadi,
- Dopamin pump 25 mEq dan kadar oksigen
- Injeksi 500 mg
ceftriaxon - Infus RL sebaiknya tidak
- Furosemide diberikan
- KCL - Furosemide sebaiknya
- Paracetamol dihentikan untuk mengurangai
kejadian hipokalemia
Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

1 Isorsobide Dinitrate : 5 Mg ISDN merupakan gol Nitrat yang berfungsi Apa pasien masih Pemberian ISDN sudah tepat
SL memebri efek dilatasi vena sehingga mengalami neyri namun jangan dilanjutkan
mengurangi preload jantung dan konsumsi dada atau tidak karena dapat memperburuk
(Pemberian pada tgl 14/2 ) oksigen di miokardium  nyeri dada Pantau tekanan keadaan pasien  resiko syok
pasien berkurang darah pasien kardiogenik dan gagal jantung
karna penurunan curah jantung
Pada infark ventrikel kanan, pemberian
nitrat dapat menurunkan volume
sekuncup (vol. Darah yang dipompa tiap
detik oleh ventrikel)

2 Infus PZ : 1000 CC/2 jam Kandungan infus PZ adalah NaCl 0,9% Pantau kadar natium Pemberian Nacl 0,9%
(14 tetes/ menit) yang digunakan untuk kekurangan cairan dalam darah dan sebaiknya tidak diberikan
tubuh, dengan adar Na dan Cl rendah. tekanan darah kandungan karena data lab
Kndisi metabolik pasien menunjukkan kadar natrium
tinggi pada pasien 
meningkatkan volume plasma
dan interstisial  edema

3 Injeksi rantidin : 2 x 500 Merupakan reseptor H2 yang digunakan Pantau apa pasien Pemberian ranitidin untuk
mg untuk menghambat sekresi stress ulcer mengalami mual mengobati mual dan muntah
(Pemberian dari tgl 14 – 19 atau muntah, akibat stress ulcer
februari) kesulitan tidur
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

4 Asetosal 0-1-0 : Merupakan antiplatelet dengan Apa pasien masih Pemberian asetosal
LD  300 Mg cara menghambat sintesisi mengalami nyeri sudah tepat untuk
MD  1X 100 Mg prostaglandin oleh enzim dada atau tidak mencegah terbentuknya
siklooksigenase sehingga tidak - Monitoring platelet agar tidak terjadi
(Digunakan dari tgl 14 – 18 terbentuk platelet  resiko perdarahan sumbatan
Februari) mempertahankan terbukanya - Dosis pemeliharaan
lumen arteri yg terkena infark yang digunakan masih
masuk rentang namung
harus dipantau resiko
perdarahan (75-100
mg/hari)
(PERKI, 2011)

5 Clopidrogel 1-0-0 Merupakan antiplatelet gol ADP Monitoring resiko Penggunaan clopidrogel
LD  300 Mg antagonist receptor perdarahan, yang tidak bersamaan
MD  1 X 75 Mg apalagi pasien dengan aspirin sudah
juga tepat, karena ada
(Digunakan dari tgl 14/19) menggunakan interaksi antara kedua
asetosal untuk obat, dosis yang
antiplatelet digunakan juga sudah
tepat (PERKI, 2011)
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

6 Simvastatin 0-0-1 : 20 Mg per hari Menghambat HMGCo-A Kadar LDL dalam Pemberian simvastatin
reduktase sehingga menurunkan darah sudah tepat karena
kadar LDL, Memperbaiki fungsi penyebab utama miokard
(Digunakan pada 14-18/2) endotel, menstabilkan plak, pada pasien adalah
mengurangi pembetukan tromus adanya arteriosklerosis
dan sebagai ani-inflamasi

7 Trimetazidine HCl 1-0-1 : 35 Mg x 2 Terapi tambahan untuk


antiangina
(Digunakan pada tgl 14 – 17/2)

8 Sirup pencahar : 3 x 15 ml Untuk mengatasi kontsipasi / Frekuensi BAB Pemberian sirup


pelunakan tinja pencahar kemungkinan
dikarenakan pasien
mengalami konstipasti yg
(Digunakan pada tgl 14-19/2) dapat disebabkan salah
satu efek obat (Ranitidin)

9 Diazepam 0-0-1 : 5 mg Pemakaian jangka pendek pada Efek diazepam Diazepam digunakan agar
ansietas atau insomnia, kejang asidosis laktat pasien dapat beristirahat
(Digunakan pada tgl 14-18/2) demam dan spasme otot sehingga kerja jantung
tidak terlalu berat
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

10 Injeksi Metoklopramid : Antiemetik , untuk gangguan GI Apa pasien masih Jika pasien sudah tidak
3 x 10 Mg seperti mual, muntah, intoleransi mengalami mual mengalami mual
obat dan muntah sebaiknya tidak diberikan
(pemberian pada tgl 14 dan 15 ) lagi

11 Captropil 3 x 6,25 Mg Merupakan penghambat Monitor tekanan Pemberian captropil sudah


Angiotensin-converting enzim, darah pasien. tepat efeknya sebagai
(pemberian pada tgl 14 – 19, tp pada tgl 17 menurunkan tekanan darah Kadar elektrolit vasodilatasi dapat
dan 19 dosis diturunkan menjadi 3 x 12,5 dengan efek vasodilatasi. pasien mengurangi asupan
Mg) Menyebabkan ekskesi air, natrium oksigen. Mengurangi kadar
dan peningkatan kalium natrium

12 Bisoprolol 1-0-0 : 1,25 Mg Merupakan gol beta bloker  Kadar oksigen Pemberian bisoprolol
menurunkan kebutuhan oksigen pasien, tekana sudah tepat karena pada
otot jantung,, tekanan darah dan darah dan denyut data klinik menunjukkan
(Pemberian 14/2) kontraksi jantung nadi frekuensi denyut nadi
pasien yg cepat,
pemberian bisoprolol
diharapkan dapat
menuurnkan frekuensi
denyut nadi dan
kebutuhan oksigen

13 Oksigen 2 liter/menit dan 3 liter/menit Oksigen digunakan untuk Kadar oksigen Pemberian oksigen dapat
mempertankan saturasi oksigen pasien, frekuensi diberikan untuk
(Pemberian pada tgl 14/2) yeri yang dialami mempertahankan agar
pasien pasien tidak mengalami
hipoksia, mengurangi nyeri
pada pasien
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

14 Infus RL : 500 CC (7 tetes / menit) Mengandung NaCl, KCl, CaCl dan Kadar elektrolit Pemberian Infus RL dirasa
Na Laktat, digunakan untuk (Na, Cl, Ca dan K) kurang tepat karena
penggantian cairan/ resusitasi pasien telah mendapat
(Pemberian tgl 14-19/2) keculai tgl 15/2 akibat mual atau muntah Tekanan Darah terapi Infus NaCl untuk
(Gangguan GI) terapi elektrolitnya, jika
ditambah infus RL
Dapat digunakan untuk dikawathirkan terjadi
penatalaksanaan berbagai bentuk peningkatan elektrolit
asiodsis tubuh yang dapat
membebani kerja jantung

15 Dobutamin Pump : 3 Mg/KgBB/Menit Merupakan obat inotropik yg Monitor kecepatan Pada tgl 15 dobutamin
digunakan untuk menunjang dan irama jantung, diberikan pada pasien,
sirkulasi pada gagal jantung, tekanan darah, karena kemungkinan
menstimulasi reseptor beta 1 dan kadar kalium, pasien mengalami syok
( pemberian tgl 15-17/2) beta 2  volume urin kardiogenik, biasa terjadi
Pada beta -1 : di miokard terjadi pada pasien infark
peningkatan curah jantung, miokard (tekanan sistolik <
sedikit peningkatan denyut nadi 90 mmHg, ada indikasi
Pada beta 2 : vasodilatasi hipoksia, volume urin
berkurang, nadi cepat )
Dapat digunakan pada
kondisi syok ringan (TDS >
70-100 mmHg)

16 Injeksi Fondaparinux 1x 2,5 Mg Merupakan antikoagulan , Monitoring resiko Pemberian antikoagulan


(Pemberian 14-18/2) mencegah terjadinya terjadinya karena pasien
tromboembloi perdarahan mengunakan antiplatelet
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

17 Dopamin Pump : 3 gram Pengobatan syok yg tidak Monitor kecepatan Pada tgl 16/2 pasien di
berespon dengan penambahan dan irama jantung, beri dopamin
cairan tekanan darah, kemungkinan karena
kadar kalium, pasien sudah mengalami
Meningkatkan curah jantung, volume urin syok kardiogenik berat
meningkatkan tekanan darah dan dengan ditandai adanya
memperbaiki aliran darah ginjal penurunan tekanan darah
hingga 80/65

18 Injeksi Ceftriaxon 0-1-1 2x 1 gram Antibiotik untuk mengatasi Kadar leukosit Pada tgl 16 pasien
adanya infeksi pasien, suhu tubuh diberikan injeksi
respiration rate ceftriaxon, dari hasil lab
pasien terlihat adanya
peningkatan leukosit
pasien hingga 16.800,
suhu tubuh meningkat
38,3OC  infeksi

19 KSR Untuk pecegahan hipokalemia Kadar kalium Pemberian KSR pada tgl
dalam darah , 18/2kurang tepat karena
tekanan darah ( kadar kalium pasien sudah
kadar kalium normal
berhubungan
dengan kontraksi
otot jantung)
No Pengobatan pasien Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran / Komentar
kefarmasian

20 Ka-en Mg3 Ketidak seimbangan karbohidrat Kadar elektrolit Pemberian Ka-en Mg3
dan elektrolit pada keadaan tubuh dibutuhkan karena pasien
infusiensi asupan makanan per telah mengalami asidosis
roral metabolik

21 Furosemid Merupakan golongan diuretik  Pantau kadar Pada kondisi syok


menurunkan tekanan darah kalium , Na dan Ca, kardiogenik pemberian
Efek  hipokalemia tekanan darah furosemid dapat
digunakan untuk
menurunkan beban awal

22 KCL Terapi tambahan pada kondisi Kadar kalium, Na, KCL ditambahkan pada
hipokalemia Cl, tekanan darah, kondisis hipokalemia
denyut nadi pasien
No Pengobatan Indikasi Pengobatan pasien Pemantauan Saran /
pasien kefarmasian Komentar

24 Digoxin Merupakan glikosida jantung , Tekanan Pemberian


memiliki efek inotropik dan darah, kadar digoxin sebagai
uronotropik Na, K+, terapi syok
Inotropik  menghambat pompa denyut nadi kardiogenik pada
Na-K-ATPase pada membran sel pasien sehingga
otot jantung sehingga kadar Na + tidak terjadi
meningkat menyebabkan hipoksia
perrtukaran Na-Ca ++ selama
repolarisasi dan relaksasi otot
jantung sehingga Ca+ tertahan
dalam sel Ca yg dilepaskan
untuk kontraksi otot jantung
meningkat
PLAN
1. Kondisi hipernatremia pasien dapat diatasi dengan pemberian larutan
hipoosmolar (NaCl 0,45% atau 0,2%) atau dekxtrosa 5% dalam air
(D5W). Larutan ini tidak menyebabkan dilusi natrium secara bermakna;
namun kadar natrium plasma menurun bertahap. Hipernatremia juga
dapat diatasi dengan pemberian diuretik  furosemide
2. Lakukan pemberian terapi oksigen  sejak awal pasien datang 
untuk mencegah asidosis metabolik, perasaan nyeri, terapi untuk syok
kardiogenik
3. Lakukan pemberian antibiotik sejak awal pasien datang (peningkatan
leukosit, Nadi, Suhu tubuh, PH, kadar oksigen)
4. Lakukan pengukuran tekanan darah, frekuensi denyut nadi, cairan
elektrolit tubuh
5. Cek troponin, EKG
SEKIAN DAN TERIMA KASIH